Advertising

Saturday, 26 June 2010

Re: [wanita-muslimah] FPI Bubarkan Sosialisasi Kesehatan Komisi IX DPR

 

http://www.eramuslim.com

Apakah FPI (Fron Pembela Islam) Itu Baik?
Rabu, 30 Mei 07 06:26 WIB

Kirim teman

Assalamualaikum Wr. Wb.

Ustadz, saya mau menanyakan mengenai masalah FPI. Saya sebenarnya salut terhadap pergerakan merekayanglangsung terjun memberantas kemaksiatan dimasyarakat.

Tetapi saya melihat di media TV kelompok tersebut tidak terkendali sampai melakukan tindakan anarkis seperti merusak bus/kendaraan yang dikendarai oleh sebuah kelompok partai yang dianggap beraliran Komunis.

Ustadz, apakah FPI itu sebenarnya dan apakah jalur dakwah mereka baik?
Akhwat

Jawaban
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Sebenarnya yang paling berhak untuk menjawab pertanyaan anda adalah teman-teman dari FPI sendiri, bukan kami. Namun kalau sekedar memberi komentar sekilas, kira-kira jawabannya begini:

Apa yang anda lihat tentang 'aksi-aksi anarkis' Front Pembela Islam (FPI) di media, tidak pernah lepas dari penilaian subjektif dan objektif media itu sendiri. Kalau kesannya aksi-aksi itu anarkis, liputanya memang dibuat sedemikian rupa, setidaknya kesan anarkis itu memang diekspose, entah tujuannya untuk memojokkan posisi FPI, atau untuk menggambarkan betapa umat Islam itu anarkis atau memang sekedar kerjaan insan media yang haus sensasi.

Yang terakhir itu dimungkinkan karena karekteristik media, terutama televisi memang butuh liputan dan gambar yang sensasional. Gambar-gambar yang menampilkan proses awal di mana para anggota FPI sedang melakukan negosiasi kepada para pemilik tempat hiburan yang secara hukum memang melanggar peraturan resmi, nyaris tidak menarik untuk ditampilkan.

Tetapi ketika pihak pengelola tempat berpenampilan hiburan -- yang sesungguhnya tempat maksiyat -- yang memanfaatkan preman sebagai "body guard" tempat maksiyat tsb melakukan pelemparan dan provokasi, lalu FPI mempertahankan diri atau balas menyerang, secara gambar memang merupakan momen yang cukup menarik. Gambar para aktifis merusak tempat hiburan itulah yang dinaikkan di layar kaca. Karena secara visual, gambar itu lebih menarik ketimbang gambar orang sedang melakukan negosiasi yang terlihat hanya pasif dan itu-itu saja.

Namun tidak tertutup kemungkinan ada unsur kesengajaan dalam penayangan gambar anarkisme yang terjadi. Sangat dimungkinkan bahwa pihak media dimanfaatkan oleh para cukong pemilik tempat maksiyat yang bergelimang dengan harta itu untuk menampilkan kesan seolah-olah FPI itu tidak lebih dari segerombolan orang yang bertindak anarkis.

Mengapa analisa itu muncul?

Karena tindak anarki yang ditampilkan berulang-ulang di media itu nyaris tidak pernah menyentuh akar masalah. Tidak pernah diulas kenapa sampai terjadi tindakan itu. Media seolah-olah bagai macan ompong ketika harus bicara tentang para pengusaha tempat maksiyat yang melanggar Perda dan perundangan. Yang dimunculkan selalu kesan bahwa FPI adalah pelaku tindak anarki. Namun pengusaha tempat maksiat yang jelas-jelas melanggar hukum negara dan sekaligus hukum agama, sama sekali tidak pernah diungkap.

Mengapa tidak pernah diungkap?

Karena para cukong itu punya uang tak terhingga jumlahnya untuk bisa membuat para wartawan, jurnalis bahkan pemred media sekalipun untuk duduk manis dan tenang, tidak mengorek kesalahan para pengusaha maksiyat. Sebaliknya, uang juga bisa membuat mereka lebih fasih untuk mengatakan bahwa biang keroknya adalah FPI.

Bahkan uang mereka bisa membuat pihak aparat kepolisian pun duduk manis, diam seolah-olah tidak tahu bahwa ada pelanggaran berat yang sedang terjadi di depan hidungnya.

Di negeri kita, kebanyakan mediadan dan institusi kepolisian memang masih belum bisa gagah seperti yang sering kita lihat di film-film idealis. Mungkin semua itu masih ada di 'Republik Mimpi'.

Dan kekuatan rakyat yang diwakili oleh organisasi semacam FPI masih harus terus menerima nasib buruk, yaitu dipelintir posisinya di media. Sayangnya, FPI sendiri juga tidak punya kekuatan media yang kuat untuk menangkis fitnah yang selalu memojokkan posisi mereka. Ini kritik positif buat teman-teman di FPI untuk punya perhatian lebih dari sisi media center.

Niat, tujuan dan idealisme mereka untuk beramar makruf dan menitik beratkan pada nahi mungkar tidak pernah ada yang menyangsikan, kecuali oleh mereka yang suka maksiyat dan berlumur dosa. Tinggal bagaimana mereka sering-sering duduk bersama dengan elemen lain umat Islam, bertukar pikiran dan berdiskusi, sebelum melakukan aksi dan tindakan. Agar tindakan mereka tidak terkesan bersifat individualis dan jalan sendiri, melainkan hasil dari musyawarah dengan banyak unsur dan elemen umat.

Ajaklah ormas-ormas Islam untuk mengupas semua masalah yang ada, tampilkan data dan fakta, beri informasi dan bangkitkan semangat perjuangan para petinggi ormas dan orsospol yang punya perhatian dalam masalah ini. Dan minta masukan dari masing-masing mereka dan jadikan masalah ini menjadi masalah bersama, bukan hanya masalah buat FPI saja.

Dan jangan lupa, FPI perlu menggandeng secara lebih serius teman-teman jusnalis muslim termasuk media-media yang konsern dengan amar makruf nahi mungkar. Agar tindakan mereka diback-up oleh kekuatan media tandingan.

Kalau dijelek-jelekkan oleh media tertentu, setidaknya ada media lain yang bisa memberi second opinion yang berbeda.

Nah, bola ada di tangan anda teman-teman FPI, semoga Allah SWT selalu membimbing niat dan tujuan anda menjadi sebuah solusi yang baik dan jauh dari fitnah.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

----- Original Message -----
From: "Abdul Muiz" <muizof@yahoo.com>
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
Sent: Saturday, June 26, 2010 11:18
Subject: Re: [wanita-muslimah] FPI Bubarkan Sosialisasi Kesehatan Komisi IX DPR

FPI dan HTI itu lebih mengedepankan nahi mungkar, sehingga kesannya amar makrufnya jadi samar-samar.

Wassalam
Abdul Mu'iz

--- Pada Sab, 26/6/10, aldiy@yahoo.com <aldiy@yahoo.com> menulis:

> Dari: aldiy@yahoo.com <aldiy@yahoo.com>
> Judul: Re: [wanita-muslimah] FPI Bubarkan Sosialisasi Kesehatan Komisi IX DPR
> Kepada: wanita-muslimah@yahoogroups.com
> Tanggal: Sabtu, 26 Juni, 2010, 9:04 AM
> Kalo fpi,hti,hmna dkk nggak sadar
> sendiri maka orang lain akan menyadarkan mereka.membuat
> arcon jadi rindu suharto :-( Caranya ruang mereka mesti
> diperkecil, bukan malah dilebarin atau disejajarkan. Yg
> mengganggu ketertiban umum ditangkepin semua ketika mereka
> berulah,biang2nya dipenjara lebih lama ato dikucilin secara
> sosial. Pengikutnya dibimbing disadarkan.saya nggak pernah
> capek berdakwah di kalangan pks hti kapan saja sempet:-)
> Saya berceramah karena rasa sayang kpd mereka. Kalo lagi
> kesel mendingan diam dulu.
> Sayap muhammadiyah nu yg moderat mesti jadi sparring
> partner mereka, jangan malah apologis. Kurasa lsm/ngo utk
> capacity building jamaah sesat ini mesti didirikan karena
> ngo punya strategi inovatif utk ini. Warna islam yg
> diajarkan adalah warna kemanusiaan dg konteks indonesia ke
> masa depan, bukan arab abad 6.
> Gimana temans? Setuju?
> Salam
> Mia
>
> Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL,
> Nyambung Teruuusss...!
>
> -----Original Message-----
> From: "Ary Setijadi Prihatmanto" <ary.setijadi@gmail.com>
> Sender: wanita-muslimah@yahoogroups.com
> Date: Fri, 25 Jun 2010 11:33:54
> To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
> Reply-To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
> Subject: Re: [wanita-muslimah] FPI Bubarkan Sosialisasi
> Kesehatan Komisi IX DPR
>
> Mbak Mia,
>
> In their universe, mereka kan merasa jadi subyek yang
> beraksi.
> Orang lain kan kerak neraka, pastinya takut dah sama
> mereka....
>
> Apa mereka merasa jadi "tools" dari suatu Subyek lain dalam
> kaitannya sama
> mediasi ke Obyek tertentu (activity theory, sekalian pake
> teori buatan orang
> Sovyet :-D)? Kayaknya gak... :-(
> Dan kayaknya juga, gak ada mekanisme perbaikan diri yang
> memugkinkan mereka
> sadar itu.
>
>
>
>
> ----- Original Message -----
> From: <aldiy@yahoo.com>
> To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
> Sent: Saturday, June 26, 2010 8:32 AM
> Subject: Re: [wanita-muslimah] FPI Bubarkan Sosialisasi
> Kesehatan Komisi IX
> DPR
>
>
> > Arcon grombolan fpi dan sejenisnya ini makin
> merajalela saja.bagian dari
> > premanism akar rumput dg warna fundamentalis.menurutmu
> sikap kita
> > memelihara fpi ini bagian dari taktis manajemen preman
> ato karena kita
> > takut?
> > Salam
> > Mia
> >
> > Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus
> XL, Nyambung
> > Teruuusss...!
> >
> > -----Original Message-----
> > From: Ari Condro <masarcon@gmail.com>
> > Sender: wanita-muslimah@yahoogroups.com
> > Date: Fri, 25 Jun 2010 07:52:14
> > To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
> > Reply-To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
> > Subject: Re: [wanita-muslimah] FPI Bubarkan
> Sosialisasi Kesehatan Komisi
> > IX
> > DPR
> >
> > 1. acaranya jelas sosialisasi masalah kesehatan, bukan
> inisiasi ideologi
> > pki. (lain kali kalo ada yg bikin inisiasi
> ideologi islam yg berbau makar
> > pada pemerintah kayak bikin bikin kerajaan islam ala
> khilafah gue bisa
> > doenk
> > bubarin secara sepihak, palagi yg bau baunya ngedukung
> terorisme)
> >
> > 2. yg membuat acara anggota DPR dan bukan dalam rangka
> penyebaran
> > komunisme
> >
> > 3. forum banyuwangi cinta damai dan fpi gak punya
> wewenang ngebubarin
> > acara
> > secara sepihak.
> >
> >
> > salam,
> > Ari
> >
> >
> > 2010/6/25 H. M. Nur Abdurahman <mnur.abdurrahman@yahoo.co.id>
> >
> >>
> >>
> >> Pantulan:
> >> Ada sebuah kejadian tentang kasus seorang pencuri
> yang sempat ketahuan
> >> dan
> >> melarikan diri sambil diteriaki oleh sang pemilik
> rumah dengan ucapan:
> >> "PKI...", lalu pencuri ini membalas teriakan
> tersebut dengan: "Saya bukan
> >> PKI, saya pencuri".
> >>
> >> UU No.27 thn 1999 dengan tegas menyatakan melarang
> penyebaran,
> >> pengembangan
> >> marxisme-komunisme atau bentuk perwujudan lainnya
> (Psl.107a), serta
> >> menegaskan bahwa dipidana penjara 15 (lima belas)
> tahun barang siapa yang
> >> mendirikan yang diketahui atau patut diduga
> menganut ajaran
> >> komunisme/marxisme-leninisme dalam segala bentuk
> perwujudannya, barang
> >> siapa
> >> yang mengadakan hubungan dengan atau memberikan
> bantuan kepada
> >> organisasi,
> >> baik di dalam maupun di luar negeri, yang
> diketahui berasaskan
> >> marxisme-komunisme dalam segala bentuk dan
> perwujudannya (Psl.107e).
> >>
> >> Salam
> >> HMNA
> >>
> ****************************************************************
> >>
> >> BISMILLA-HIRRAHMA-NIRRAHIYM
> >>
> >> WAHYU DAN AKAL - IMAN DAN ILMU
> >> [Kolom Tetap Harian Fajar]
> >> 476 Lindungilah Tunas Bangsa dari Marxisme
> >>
> >> "Pembakaran buku Franz hanya satu simbol. Seluruh
> buku komunis harus
> >> dimusnahkan, sebab meracuni generasi muda," ujar
> HM Suaib D, Ketua Umum
> >> Gerakan Pemuda Islam (GPI) kepada pers. GPI adalah
> salah satu di antara
> >> 33
> >> ormas pendukung Aliansi Anti Komunis (AAK). Yang
> dimaksud dengan buku
> >> Franz
> >> adalah buku berjudul Pemikiran Karl Marx oleh
> Franz Magnis Suseno. Ratna
> >> Srumpaet yang mewakili Aliansi untuk Kemerdekaan
> Berpikir dan Bersuara
> >> (AKBB) menyahut: "Iqra, bacalah, bukan bakarlah!"
> Hai, Ratna, jangan
> >> memotong ayat. Lengkapnya Firman Allah (demi
> keotentikan transliterasi
> >> huruf
> >> demi huruf):
> >> -- AQRA^ BASM RBK ALDZY KHLQ (S. AL 'ALQ, 1),
> dibaca: Iqra' bismi
> >> rabbikal
> >> ladzi- khalaq (s. al 'alaq), artinya:
> >> -- Bacalah atas nama Maha Pemeliharamu Yang
> mencipta (96:1).
> >>
> >> Apakah masuk dalam logika sehat, para remaja dan
> mahasiswa Muslim disuruh
> >> atas nama Allah Yang Maha Pemelihara Maha Pencipta
> untuk membaca
> >> buku-buku
> >> beraliran kiri yang berlandaskan paradigma
> atheisme historische
> >> materialisme, hai Sarumpaet? Sekali lagi kami
> ingatkan, jangan mengelabui
> >> para remaja dan mahasiswa Muslim dengan menjual
> ayat secara memotong
> >> ayat,
> >> hai Sarumpaet!
> >>
> >> AAK berjanji akan menyisir dan membakar buku-buku
> kiri pada Hari
> >> Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2001. Penyisiran dan
> pembakaran itu tidak
> >> jadi
> >> dilaksanakan, bukan karena Pemerintah melarang
> sweeping buku kiri.
> >> "Gertakan
> >> yang serius" dari AAK berhasil menciutkan nyali
> pemilik toko buku yang
> >> berorientasi pada pertimbangan ekonomis. Para
> pemilik toko buku tidak
> >> berani
> >> mengambil risiko, sehingga mengembalikan buku-buku
> kiri kepada
> >> penerbitnya
> >> sebelum 20 Mei.
> >>
> >> ***
> >> Bertebarnya buku-buku marxisme pada hakekatnya
> tidak terpisahkan dari
> >> gerilya politik yang dilancarkan oleh komunis
> gaya-baru. Buku-buku aliran
> >> kiri itu sangat bermanfaat bagi gerakan komunis
> gaya baru tersebut dalam
> >> upaya menjaring para remaja dan mahasiswa Muslim
> untuk dibina melalui
> >> diskusi sehingga para remaja dan mahasiswa Muslim
> itu tanpa sadar menjadi
> >> pion-pion orang-orang komunis, karena mereka telah
> diberi suntikan
> >> "narkoba"
> >> marxisme sehingga terbius. Beberapa mahasiswa saya
> di Fakultas Teknik UMI
> >> menjadi simpatisan Partai Rakyat Demokratik (PRD)
> dari bacaan-bacaan yang
> >> dibacanya dan dari diskusi-diskusi yang
> diikutinya. Mereka menyangka
> >> seorang
> >> marxist dapat saja menjadi Muslim yang baik.
> Bahkan Drs H. Abdurrahman,
> >> seorang dosen senior IAIN, mengakatakan dalam
> sebuah forum mubahatsah,
> >> bahwa
> >> tidak kurang dari mahasiswa-mahasiswanya adalah
> simpatisan PRD yang
> >> menyangka bahwa marxisme itu sangat Islami. Di
> Jakarta onderbouw dari PRD
> >> yaitu Forum Kota (Forkot) dan Front Aksi Mahasiswa
> dan Rakyat Untuk
> >> Demokrasi (Famred), berbasis massa di IAIN.
> >>
> >> Cerita lama berulang kembali. Riwayatmu dulu
> (meminjam ungkapan Gesang
> >> dalam Bengawan Solo), Alimin, yang orang tuanya
> Muslim yang baik, sejak
> >> umur
> >> 16 tahun "dicuri" dari orang tuanya dikirim ke
> Rusia ditempa menjadi
> >> kader
> >> komunis. Pulang ke Indonesia menjadi benggolan
> komunis yang menyusup ke
> >> dalam Syarikat Islamnya Allahu yarham HOS
> Tjokroaminoto. Riwayatmu ini
> >> (juga
> >> meminjam dari Gesang), Budiman Sudjatmiko, yang
> orang tuanya Muslim taat
> >> di
> >> Bogor menjadi Ketua PRD dan Faisal Reza, yang
> kemanakan Tosari Wijaya,
> >> menjadi Sekjen PRD, merupakan reklame yang baik
> sekali untuk memikat para
> >> remaja dan mahasiswa Muslim dengan slogan palsu:
> "Seorang marxist dapat
> >> saja
> >> menjadi Muslim yang baik, dan marxisme itu sangat
> Islami."
> >>
> >> Agar para remaja, mahasiswa dan buruh Muslim dapat
> menjaga diri tidak
> >> kena
> >> suntik narkoba marxisme oleh gerilya politik
> komunis gaya-baru, maka di
> >> samping PRD, Famred dan Forkot yang telah
> disebutkan di atas, perlu
> >> mengetahui pula ormas-ormas yang sejenisnya: Liga
> Mahasiswa Untuk
> >> Demokrasi
> >> (LMUD), Komite Buruh Aksi untuk Reformasi (Kobar),
> Front Nasional
> >> Perjuangan
> >> Buruh Indonesia (FNPBI), dan Serikat Buruh
> Sejahtera Indonesia (SBSI).
> >> Agitasi yang dilancarkan mereka berselubung
> ataupun bertopengkan
> >> memperjuangkan demokrasi, HAM dan membela kaum
> buruh.
> >>
> >> ***
> >>
> >> UUD 1945 mengamanatkan kepada Pemerintah untuk
> mencerdaskan kehidupan
> >> bangsa. Maka berkatalah Tri Agus, koordinator
> AKBB: "Bagaimana bangsa ini
> >> mau cerdas kalau bukunya dibakar". Bangsa ini akan
> tetap dapat dibuat
> >> cerdas
> >> tanpa peredaran buku-buku kiri, hai Agus. Bahkan
> tunas bangsa harus
> >> dilindungi dari racun atheisme yang ditebarkan
> oleh buku-buku kiri. UUD
> >> mengamanatkan kepada Pemerintah untuk melindungi
> segenap bangsa
> >> Indonesia.
> >> Terhadap racun atheisme Tap MPRS No.XXV/MPRS/1966,
> yang dikukuhkan oleh
> >> Tap
> >> MPR No.V/MPR/1973, mengamanatkan kepada Pemerintah
> untuk melarang
> >> penyebaran
> >> ajaran komunisme, leninisme dan marxisme. Lagi
> pula UU No.27 thn 1999
> >> menegaskan pelanggaran terhadap larangan itu
> adalah tindak pidana.
> >> WaLlahu
> >> A'lamu bi Al Shawa-b.
> >>
> >> *** Makassar, 27 Mei 2001
> >> [H.Muh.Nur Abdurrahman]
> >>
> >> http://waii-hmna.blogspot.com/2001/05/476-lindungilah-tunas-bangsa-dari.html

> >>
> >>
> ###############################################################
> >>
> >>
> >> ----- Original Message -----
> >> From: "sunny" <ambon@tele2.se
> <ambon%40tele2.se>>
> >> To: <Undisclosed-Recipient:;>
> >> Sent: Friday, June 25, 2010 07:11
> >> Subject: [wanita-muslimah] FPI Bubarkan
> Sosialisasi Kesehatan Komisi IX
> >> DPR
> >>
> >>
> >> http://www.antaranews.com/berita/1277385567/fpi-bubarkan-sosialisasi-kesehatan-komisi-ix-dpr

> >>
> >> FPI Bubarkan Sosialisasi Kesehatan Komisi IX DPR
> >> Kamis, 24 Juni 2010 20:19 WIB | Peristiwa |
> Kesehatan |
> >> Banyuwangi (ANTARA News) - Front Pembela Islam
> (FPI) bersama Forum
> >> Banyuwangi Cinta Damai dan LSM Gerak membubarkan
> acara sosialisasi
> >> kesehatan
> >> gratis yang digelar Komisi IX DPR di salah satu
> rumah makan di Kelurahan
> >> Pakis, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis.
> >>
> >> "Ini ada komunitas anggota PKI (Partai Komunis
> Indonesia). Kenapa ada di
> >> sini?" kata Ketua FPI Banyuwangi, Aman Faturahman,
> kepada sejumlah
> >> peserta
> >> pertemuan yang terkejut melihat kehadiran anggota
> FPI itu.
> >>
> >> Acara sosialisasi kesehatan gratis itu dihadiri
> Ketua Komisi IX DPR, dr.
> >> Ribka Tjiptaning Proletariati dan anggota Komisi
> IX, Rieke Dyah Ayu
> >> Pitaloka.
> >>
> >> Melihat suasana yang semakin memanas, panitia
> segera mengevakuasi Ribka
> >> dan
> >> Rieke ke kantor DPC Partai Demokrasi Indonesia
> Perjuangan (PDIP) di Jalan
> >> Jaksa Agung Suprapto, Banyuwangi.
> >>
> >> Menurut Ketua FPI Banyuwangi, pertemuan itu
> merupakan acara temu kangen
> >> bekas anggota PKI dan keturunannya, sehingga
> pertemuan tersebut harus
> >> dibubarkan.
> >>
> >> "Sosialisasi kesehatan gratis dari Komisi IX hanya
> sebagai kedok. Saya
> >> curiga acara itu merupakan kegiatan terselubung
> untuk menumbuhkan
> >> semangat
> >> komunisme lagi karena banyak peserta dari luar
> Kabupaten Banyuwangi yang
> >> datang," kata Aman.
> >>
> >> Untuk itu, lanjut dia, FPI bersama organisasi
> masyarakat Islam di
> >> Banyuwangi membubarkan acara tersebut untuk
> menjaga kondusivitas keamanan
> >> di
> >> kabupaten paling timur Pulau Jawa itu.
> >>
> >> "Kami mengantisipasi tumbuhnya bibit PKI baru
> karena gerakan PKI pada
> >> tahun
> >> 1965 berawal dari Kabupaten Banyuwangi," katanya
> menambahkan.
> >>
> >> Sementara itu, Ribka Tjiptaning mengaku kecewa
> dengan sikap FPI yang
> >> membubarkan secara paksa acara sosialisasi
> kesehatan gratis Komisi IX
> >> DPR.
> >> Padahal, menurut dia, sosialisasi tersebut sangat
> diperlukan oleh
> >> masyarakat
> >> di daerah.
> >>
> >> "Kami tidak melakukan temu kangen bekas anggota
> atau keturunan PKI di
> >> Banyuwangi. Acara kami ini murni tugas Komisi IX
> DPR tentang sosialisasi
> >> pentingnya penyediaan fasilitas kesehatan gratis
> di daerah," katanya.
> >>
> >> Penulis buku berjudul "Aku Bangga Jadi Anak PKI"
> itu pada 2002 mengaku
> >> sudah terbiasa mengalami intimidasi seperti itu.
> >>
> >> "Ini menunjukkan bahwa negara kita belum
> demokratis sehingga orang lain
> >> masih berpikir awam tentang latar belakang saya,"
> katanya.
> >>
> >> Sementara itu, Rieke menambahkan, kegiatan
> sosialisasi kesehatan gratis
> >> tersebut merupakan kegiatan umum dan bisa dihadiri
> siapa saja, termasuk
> >> bekas anggota atau keturunan PKI.
> >>
> >> "Saya menyayangkan sikap yang dilakukan FPI karena
> bekas anggota atau
> >> keturunan PKI juga warga negara Indonesia,"
> katanya.
> >>
> >> Wakil Ketua DPC PDIP Kabupaten Banyuwangi,
> Muhammad Abas, mengatakan
> >> undangan yang hadir dalam kegiatan sosialisasi
> kesehatan gratis tersebut
> >> berasal dari berbagai elemen, namun beberapa
> peserta yang hadir merupakan
> >> keturunan keluarga bekas anggota PKI.
> >>
> >> "Memang benar, ada beberapa peserta yang keturunan
> keluarga bekas anggota
> >> PKI," kata Abas yang juga menjadi panitia dalam
> kegiatan tersebut.(*)

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com

Milis ini tidak menerima attachment.
.

__,_._,___

0 comments:

Post a Comment