Advertising

Friday 29 October 2010

Re: Bls: [wanita-muslimah] Kisah mujizat dan legenda nusantara

Kalo saya kok liatnya dalam konteks kultural masyarakat agraris atau mungkin
lebih tepat tradisional yah, dimana anak adalah sebuah investasi. Dalam
masyarakat tradisional dimana sistem jaring pengaman sosial adalah keluarga,
membesarkan anak merupakan sebuah investasi hari tua. Makanya kemudian ada
konstruksi sosial (nilai) bahwa anak harus berbakti pada orang tuanya. Dan
itu ditanamkan sejak dini. Sehingga di hari tua ada sebuah kepastian bahwa
mereka punya support sistem sosial untuk menjamin hidupnya.

Dalam masyarakat yang sudah modern ketika sistem suport sosial hari tua
sudah dijamin negara, nilai anak sudah berbeda. Orang tua sudah menjadi
independen dari kebutuhan support sosial dari anak. Tidak adanya anak
dirumah (karena sudah dewasa dan keluar dari rumah) menjadi bagian hidup
baru mereka, dan kesempatan untuk "menikmati hidup" yang kedua.

Nah dalam konteks tersebut saya rasa ibu malin kundang wajar untuk mengutuk
anaknya :D
Kayaknya orang moderen di barat saat ini, meskipun hidup hari tuanya
kesepian secara psikologis, tidak akan sampai mengutuk anaknya meskipun
tidak mengakui mereka sebagai orang tua.

Just my 2 cent
:D


2010/10/29 Abdul Muiz <muizof@yahoo.com>

>
>
> Mbak Mia,
>
> Anak "bermanfaat" tetapi mengacuhkan ibundanya adalah suatu hal yang
> kontradiktif, menurut saya sih kemanfaatan sang anak akan kehilangan berkah
> karena durhaka pada ibunda yang telah melahirkannya.
>
> Bandingkan kisah Malin Kundang di Andalas dengan kisah Al Qamah di Jazirah
> arab, betapa seorang anak bernama Al Qamah == pernah durhaka menyakiti
> ibundanya == lagi sekarat, namun tidak juga kunjung wafat, maka para sahabat
> melaporkan kejadian tsb, sebelum rasulullah mendatangi Al Qamah menanyakan
> pada para sahabat, apa yang pernah dilakukan oleh Al Qamah pada ibundanya ?,
> para sahabat memberitahukan bahwa Al Qamah pernah menyakiti ibunya sehingga
> ibunya tidak sudi memaafkannya bahkan menengok anak yang sedang berjuang
> melawan mautpun tidak mau. Maka rasulullah menyampaikan ancaman akan
> membakar Al Qamah di depan hidung sang Ibunda kalau tidak bersedia
> memberikan maafnya. Kisah inipun happy ending, karena ancaman rasulullah
> membakar al qamah cukup efektif, meluluhkan hati sang ibunda dan bersedia
> memaafkan sang anak. Dan Al Qamahpun menghembuskan nafas terakhir dengan
> tenang.
>
> Betapa tinggi dan luhurnya Islam mengajarkan akhlaq memuliakan ibunda,
> bahkan izin sang anak maju ke medan perang dalam islampun harus menunggu
> kerelaan sang ibunda bukan ayahanda, perintah menghormati peringkat pertama,
> kedua dan ketiga adalah ibu, peringkat berikutnya baru ayahanda. Tetapi di
> tanah arab tidak ada hari ibu, di negeri kita ada hari ibu.
>
>
> Wassalam
> Abdul Mu'iz
>
> --- Pada Jum, 29/10/10, aldiy@yahoo.com <aldiy%40yahoo.com> <
> aldiy@yahoo.com <aldiy%40yahoo.com>> menulis:
>
> Dari: aldiy@yahoo.com <aldiy%40yahoo.com> <aldiy@yahoo.com<aldiy%40yahoo.com>
> >
> Judul: Re: Bls: [wanita-muslimah] Kisah mujizat dan legenda nusantara
> Kepada: wanita-muslimah@yahoogroups.com<wanita-muslimah%40yahoogroups.com>
> Tanggal: Jumat, 29 Oktober, 2010, 7:55 PM
>
>
>
>
> Di cerita itu, sang ibu nggak masalah anaknya nggak pulang tanpa kabar
> berita. Dalam pikirannya pastilah berdoa utk kesuksesan anaknya, dia yakin
> anaknya baik2 saja dan bermanfaat. Masalahnya datang setelah anaknya pulang,
> dan ngacuhin emak. Seperti pak muiz siratkan, lha anaknya ilang, tapi dia
> yakin bermanfaat, emak nggak papa. Tapi pas liat anaknya sukses tapi
> ngacuhin dia, emak marah dan mengutuk. Kok? Wah emaknya bermasalah.
> Tapi pak muiz, emangnya ada anak yang 'bermanfaat' tapi acuhin emaknya?
> Umpama alur penokohan dalam film, ini ndak make sense.
> Salam
> Mia
> -----Original Message-----
> From: Abdul Muiz <muizof@yahoo.com <muizof%40yahoo.com>>
> Sender: wanita-muslimah@yahoogroups.com<wanita-muslimah%40yahoogroups.com>
> Date: Fri, 29 Oct 2010 20:42:40
> To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com <wanita-muslimah%40yahoogroups.com>>
> Reply-To: wanita-muslimah@yahoogroups.com<wanita-muslimah%40yahoogroups.com>
> Subject: Re: Bls: [wanita-muslimah] Kisah mujizat dan legenda nusantara
>
> kalau terjadi seperti sad ending malin kundang, memang sebuah tragedi,
> mengerikan dan memilukan, anak durhaka, ibu tidak memaafkan malah mengutuk.
> Maka ibarat orang berebut tulang, yang menang jadi arang, yang kalah jadi
> abu. Maka itu memaafkan itu adalah lebih baik, manahan amarah dari
> kedurhakaan sang anak yang meskipun sudah melampaui batas nadir adalah jauh
> lebih baik daripada mengutuk, emosi dan intelektual perlu diseimbangkan.
>
> --- Pada Jum, 29/10/10, aldiy@yahoo.com <aldiy%40yahoo.com> <
> aldiy@yahoo.com <aldiy%40yahoo.com>> menulis:
>
> Dari: aldiy@yahoo.com <aldiy%40yahoo.com> <aldiy@yahoo.com<aldiy%40yahoo.com>>
>
> Judul: Re: Bls: [wanita-muslimah] Kisah mujizat dan legenda nusantara
> Kepada: wanita-muslimah@yahoogroups.com<wanita-muslimah%40yahoogroups.com>
> Tanggal: Jumat, 29 Oktober, 2010, 7:25 PM
>
>
>
> Maksudku filosofinya biasa saja, seperti yg pak muiz jabarkan itu. Tapi
> psikologisnya? Lebih dari sekedar pesan moral, legenda itu kok kayak tragedi
> yah? Lah, kalo anaknya terkutuk seperti gitu, ibunya nggak dalam keadaan
> yang lebih baik dong. Tugasnya meneruskan tradisi, ilmu dan keturunan nggak
> kesampaian.
> Salam
> Mia
> -----Original Message-----
> From: Abdul Muiz <muizof@yahoo.com <muizof%40yahoo.com>>
> Sender: wanita-muslimah@yahoogroups.com<wanita-muslimah%40yahoogroups.com>
> Date: Fri, 29 Oct 2010 20:13:58
> To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com <wanita-muslimah%40yahoogroups.com>>
> Reply-To: wanita-muslimah@yahoogroups.com<wanita-muslimah%40yahoogroups.com>
> Subject: Bls: [wanita-muslimah] Kisah mujizat dan legenda nusantara
>
> Sekejam-kejam harimau tidak akan mau memakan anaknya sendiri. Mosok manusia
> yang katanya lebih bermartabat daripada binatang, kalah kasih sayangnya
> dibanding dengan harimau ? mungkin saja pesan moral dari kisah malin kundang
> adalah jangan durhaka pada ibu, jangan melupakan asal dan usul, junjung
> tinggi posisi ibunda dalam keadaan bagaimanapun, do'a orang teraniaya itu
> amat makbul apalagi sebagai posisi ibunda.
>
> Wassalam
> Abdul Mu'iz
>
> --- Pada Jum, 29/10/10, aldiy@yahoo.com <aldiy%40yahoo.com> <
> aldiy@yahoo.com <aldiy%40yahoo.com>> menulis:
>
> Dari: aldiy@yahoo.com <aldiy%40yahoo.com> <aldiy@yahoo.com<aldiy%40yahoo.com>>
>
> Judul: [wanita-muslimah] Kisah mujizat dan legenda nusantara
> Kepada: wanita-muslimah@yahoogroups.com<wanita-muslimah%40yahoogroups.com>
> Tanggal: Jumat, 29 Oktober, 2010, 6:50 PM
>
>
>
> Pak muiz, pada satu sisi saya meliat kisah2 Quran merupakan legenda,
> perumpamaan,mitos setempat utk hikmah pembelajaran. Seperti juga legenda
> nusantara. Luqman adalah tokoh legenda setempat, seperti juga terdapat
> banyak legenda orang bijak di nusantara. Angling dharma yg bisa mengerti
> bahasa binatang dan bisa bikin candi cepet, itu kan seperti sulaiman. Dan
> siapa dewi sri itu? Btw legenda tokoh2 perempuan kuat sekali di nusantara.
> Yang namanya legenda suka "disturbing". Cerita ibrahim mau korbankan
> anaknya saya masih mengerti. Cerita nabi musa - harun, rada berat, tapi
> filosofinya mirip film "Crash" ya?
> Yang saya susah ngerti,dan ini sungguh, karena saya ibu dua anak, adalah
> legenda malin kundang. Filosofinya luar biasa. Apa artinya? Apakah temen2
> ada yg kebetulan memahami sama seperti saya bahwa legenda ini sungguh
> "disturbing"?
> Salam
> Mia
>
> MUIZ:
> Istilah Nabi memang khas bangsa smith (Yahudi, Nasrani dan Islam) == di
> luar agama Abrahamik ini tidak dikenal term nabi tetapi mungkin menggunakan
> istilah lain seperti avatar == mereka turun di zaman pra modern. Peradaban
> zaman sudah bergulir sedemikian rupa. Boleh jadi, mu'jizat dan wahyu yang
> turun kepada para Nabi pada zaman pra modern, sekarang telah "disubstitusi"
> salah satunya oleh temuan spektakuler di bidang sains. Para ilmuwan telah
> membaca ayat-ayat Ilahi yang bertebaran di alam semesta, ayat-ayat verbal
> yang tertullis di kitab suci adalah guidance pokok. Dari fokus bahasan
> memang antara sains dan agama itu beda, kalau sains lebih fokus pada
> persoalan materiil dengan metodologinya yang khas yaitu nalar (logika) dan
> bukti empiris, sementara agama fokus pada persoalan moral dan spiritual.
> Kedua-duanya seharusnya saling melengkapi (komplementer), kalau agamawan dan
> saintis sama-sama arogan, maka irisan itu tidak bakalan bertemu, yang
> terjadiadalah saling merendahkan dan saling mencela. Para saintis akan
> menganggap kaum agamawan bodoh dan percaya tahayul atau mitos. Sementara
> agamawan menuding kaum saintis kepala batu karena tidak percaya atau skeptis
> kepada yang ghaib yang memang tidak dapat diverifikasi dengan metodologi
> sains.Saya jadi ingat ketika para mahasiswa salah satu PTN Jawa Timur
> melakukan KKN (Kuliah Kerja Nyata) di daerah terpencil menjumpai masyarakat
> yang merasa ta'jub dengan salah satu makam yang senantiasa bersinar terang
> di malam hari, bahkan banyak yang mengkeramatkan atau mengkultus individukan
> almarhum tokoh yang jasadnya dimakamkan di kuburan tsb. Dan orang menjadi
> semakin yakin dengan karamah dari makam tersebut karena track record orang
> yang meninggal tsb adalah orang yang amat sholeh dan terpandang di
> masyarakat. Para mahasiswapun penasaran maka meneliti ada kandungan apa di
> tanah makam tersebut, setelah ditest dengan akurat ternyata tanah tsb
> memiliki kadar
> fosfor yang tinggi, sehingga saat siang hari mampu menyimpan sinar
> matahari, maka di malam harinya mengeluarkan cahaya kemilau. Untuk
> mematahkan mitos tsb para mahasiswa menutupi makam tersebut dengan kain atau
> kayu saat siang hari untuk menghalangi sinar matahari tsb, akibatnya fosfor
> di makamtersebut tidak lagi menyimpan cahaya, maka diundanglah masyarakat
> pada malam hari untu menyaksikan kondisi makam yang terlihat tidak lagi
> bersinar.Terbukalah nalar masyarakat setelah dijelaskan kadar kandungan
> materi tanah makam tersebut secara ilmiyah.Kita kadang terpukau dengan
> kisah-kisah mu'jizat para nabi, sehingga lupa pada pesan moral yang berlaku
> universal dari kitab suci yaitu bahwa setiap ada kesulitan ada tantangan
> hidup yang begitu berat selalu ada way outnya ada solusi kalau kita mau
> optimal berikhtiar dan berdo'a. Masyarakat pada masa pra modern yang bandel
> menerima kebenaran yang disodorkan para nabi malah menantang minta bukti,
> maka mu'jizat
> merupakan jawaban yang relevan dengan kondisi masyarakat pra modern tsb.
> Kisah kejadian luar biasa yang melekat pada para nabi yang disebut mu'jizat
> sebenarnya tidak hanya laku laris manis di timur tengah, di nusantara kita
> banyak kisah legenda yang mengisahkan dongeng yang luar biasa == saya tidak
> bermaksud menyamakan kisah mu'jizat dengan legenda nusantara lho == seperti
> kisah malin kundang yang durhaka pada ibunda dikutuk jadi batu, Angling
> Dharma dapat berkomunikasi dengan binatang dan jin, candi sewu hanya
> dibangun dalam durasi waktu semalamdsb. Di belahan bumi lain pasti banyak
> kisah-kisah luar biasa yang menjadi favorit warga setempat dalam rangka
> menginspire umtanya untuk optimis menghadapi berbagai kemusykilan hidup.Maka
> tanpa menyebut pada predikat term nabi dan mu'jizat, sebenarnya Allah telah
> mengirimkan utusan-Nya dan solusi kepada setiap kaum dan zaman tiada henti.
> Wallahu 'alam.WassalamAbdul Mu'iz
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>


[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com

Milis ini tidak menerima attachment.Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
wanita-muslimah-digest@yahoogroups.com
wanita-muslimah-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

0 comments:

Post a Comment