Advertising

Sunday 31 October 2010

Re: [wanita-muslimah] Syahadat ketiga agama qadiyani

 

naskah qur'an Sana'a sudah dijawab dengan gamblang oleh Khulqi Rashid dalam bukunya Al Quran Bukan Da Vinci's Code

--- Pada Kam, 28/10/10, awatimena@aol.com <awatimena@aol.com> menulis:

> Dari: awatimena@aol.com <awatimena@aol.com>
> Judul: Re: [wanita-muslimah] Syahadat ketiga agama qadiyani
> Kepada: "H. M. Nur Abdurahman" <mnur.abdurrahman@yahoo.co.id>
> Cc: wanita-muslimah@yahoogroups.com
> Tanggal: Kamis, 28 Oktober, 2010, 5:10 PM
> Apa yang anda sampaikan sangat jauh
> berbeda, itulah persepsi salah anda selama ini.....semua
> anda persepsikan sesuka hati anda, dan sepertinya tidak akan
> berhasil....
>
> Bagimana jika anda juga membuat CV Muhammad dengan apa
> adanya?...hehehehe...
>
> Bagaimana tanggapan anda tentang hal ini dibawah ini?
>
>
> Naskah Quranic SANA'A
> http://secretofquran.wordpress.com/
>
> Di tahun 1972, saat perombakan mesjid besar di Sana'a,
> ibukota Yaman, para kuli menemukan kumpulan naskah dalam
> jumlah yang sangat besar di ruang atas dekat atap. Seluruh
> tumpukan naskah ini berada diantara tumpukan karung kentang.
> Tumpukan naskah itu tetap akan tidak diketahui jika saja Dr.
> Gerard Puin tidak datang ke tempat itu 7 tahun kemudian.
>
> Dr. Gerard Puin adalan ilmuwan Jerman yang ahli Qur'an.Di
> tahun 1972, saat perombakan mesjid besar di Sana'a,
> ibukota Yaman,para kuli menemukan kumpulan naskah dalam
> jumlah yang sangat besar diruang atas dekat atap. Seluruh
> tumpukan naskah ini berada diantara tumpukan karung kentang.
> Tumpukan naskah itu tetap akan tidak diketahui jika saja Dr.
> Gerard Puin tidak datang ke tempat itu 7 tahun kemudian.
>
> Dr. Gerard Puin andalan ilmuwan Jerman yang ahli Qur'an.
> Naskah dibukukan.Puin seketika menyadari pentingnya penemuan
> itu. Bekerja sama dengan ahli Qur'an lokal, dia menyusun
> dengan hati² naskah² tersebut dan membuat ribuan foto.
> Pecahan naskah Qur'an dan gambar mesjid. Empat pecahan
> naskah menangkap perhatian Puin seketika, karena berisi
> bagian Sura terakhir Qur'an. Dan tidak seperti Qur'an²
> yang ada sekarang, naskah itu mencantumkan gambar mesjid.
> Hal ini merupakan bukti penting keaslian naskah tersebut.
>
> Dr. Gerard Puin: Karena gambar ini dan pesan historisnya,
> kita bisa menentukan waktu sangat tepat bahwa Qur'an ini
> dibuat di jaman Al Walid, yakni tahun 705 –715 M. Arab
> gundul. Dengan begitu kumpulan naskah ini merupakan Qur'an
> tertua di dunia, yang dibuat 70 tahun setelah Muhammad mati.
> Dari kumpulan naskah diantara karung² kentang, Puin juga
> menemukan naskah-naskah dari hampir 1000 Qur'an yang
> berbeda. Perbedaan jenis tulisan di naskah-naskah Qur'an
> ini dengan tulisan di Qur'an modern sangatlah
> mencengangkan. Tulisan di naskah tanpa tanda baca koma atau
> titik sama sekali (Arab gundul). Hal ini berarti satu huruf
> bisa mengandung sampai 30 arti yang berbeda.
>
> Dr. Gerard Puin: Banyaknya kemungkinan cara membaca
> Qur'an ini menunjukkan bahwa Qur'an ini tidak ditulis
> melalui pengimlaan per kata. Qur'an ini tidak bermakna
> sejelas seperti Qur'an versi Kairo.Hasil forensik
> menunjukkan tulisan-tulisan lain yang ditindihi tulisan
> baru. Juga terdapat penemuan lain yang peting. Teknik
> forensik sederhana menunjukkan bahwa tulisan lain yang telah
> dihapus dan ditindihi dengan tulisan lain di atasnya.
> Meskipun tulisan yang tersembunyi itu menunjukkan makna yang
> tidak bertentangan dengan tulisan di atasnya,tapi kata-kata
> telah diubah, dan ayat-ayat dan seluruh Sura disusun ulang
> kembali.
>
> Dr. Patrick Sookhdeo: Jika penelitian ini benar, terutama
> tentang tahunnya, maka ini berarti,berdasarkan fakta,
> Qur'an tidak tersusun sebagai satu rangkuman dan satu
> keseluruhan di tahun 650M, tapi dikembangkan lama setelah
> itu,berdasarkan tumpukan tulisan di atas naskah tersebut.
> Berkenaan dengan Qur'an Sana'a ini,berikut adalah
> tambahan komentar Gerard Puin, kafirun Jerman yang ahli text
> Qur'an: http://www.theatlantic.com/past/issues/99jan/koran.htm
>
> "In a 1999 Atlantic Monthly article, Gerd Puin is
> saying:"My idea is that the Koran is a kind of cocktail of
> texts that were notall understood even at the time of
> Muhammad. Many of them may even be ahundred years older than
> Islam itself. Even within the Islamic traditions there is a
> huge body of contradictory information, including
> asignificant Christian substrate; one can derive a whole
> Islamic anti-history from them if one wants. The Qur'an
> claims for itself that it is 'mubeen,' or clear, but if
> you look at it, you will notice that every fifth sentence or
> so simply doesn't make sense. Many Muslims will tell you
> otherwise, of course, but the fact is that a fifth of
> theQur'anic text is just incomprehensible. This is what
> has caused the traditional anxiety regarding translation. If
> the Qur'an is not comprehensible, if it can't even be
> understood in Arabic, then it's not translatable into any
> language. That is why Muslims are afraid. Since the Qur'an
> claims repeatedly to be clear but is not—there is an
> obviousand serious contradiction. Something else must be
> going on.
>
> "terjemahan: Pendapatku adalah Qur'an itu bagaikan
> campur aduk berbagai tulisan yang tidak sepenuhnya
> dimengerti bahkan di jaman Muhammad. Banyak dari tulisan ini
> yang bahkan berusia ratusan tahun lebih tua daripada Islam
> itu sendiri. Bahkan dalam tradisi Islam sendiri terdapat
> keterangan yang bertentangan dalam jumlah yang sangat besar,
> termasuk bahasa Kristiani yang penting. Jika ingin, orang
> bisa mendapatkan seluruh keterangan sejarah yang bertolak
> belakang dengan Islam. Qur'an sendiri mengaku sebagai
> 'mubein' atau jelas, tapi jika kau mencoba membacanya,
> kau akan menyadari bahwa ada seperlima kalimat-kalimat dalam
> Qur'an yang tidak bisa dimengerti. Tentu saja banyak
> Muslim yang tidak akan mengakui hal ini, tetapi pada
> kenyataannya seperlima dari ayat-ayat Qur'an memang tidak
> bisa dimengerti. Hal ini menyebabkan adanya usaha penolakan
> terhadap usaha penerjemahan. Jika Qur'an sendiri tidak
> bisa dimengerti,bahkan tidak juga dalam bahasa Arab, maka
> tentunya Qur'an tidak bisa diterjemahkan dalam bahasa lain
> apapun.Itulah sebabnya mengapa Muslim ketakutan. Karena
> Qur'an mengaku sebagai tulisan yang jelas padahal tidak,
> maka terdapat kontradiksi yang jelas dan serius. Tentunya
> ada maksud terselubung di belakangnya
>
>
>
>
>
>
>
>
> Sent from my BlackBerry®
> powered by Sinyal Kuat INDOSAT
>
> -----Original Message-----
> From: "H. M. Nur Abdurahman" <mnur.abdurrahman@yahoo.co.id>
> Date: Thu, 28 Oct 2010 17:27:48
> To: <awatimena@aol.com>
> Cc: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
> Subject: Re: [wanita-muslimah] Syahadat ketiga agama
> qadiyani
>
> URRICULUM VITAE dari PAULUS
>
> Nama : Paulus/Saulus (Gal. 5:2, Kis.13:9).
>
> Pekerjaan : Pengangguran (Rm 15:23).
>
> Kedudukan di mata salibis:
> - Rasul bagi Non Yahudi (Rm 11:13, Ef. 3:8; 1 Tim.2:7; Gal.
> 2:7)
> - Bapa bagi umat Kristen (1 Kor. 4: 15)
> - The Founding Father of Christianity (Kis. 11:26; 1 Kor.
> 9: 1-2).
>
> Asal : Yahudi dari Tarsus, Kilikia (Kis. 21:39; 22: 3).
>
> Keturunan : Israel (Roma 11:1), Ibrani asli (Filipi 3: 5).
>
>
> Suku : Benjamin (Filipi 3:5; Roma 11:1).
>
> Kewargaan : Romawi (Kis. 22: 25-29, 23:27).
>
> Status : bujangan (1 Kor. 7:8).
>
> Agama : Yahudi, tak bercacat (Fil. 3:6; Kis. 24:14).
>
> Guru Besar : Ahli Taurat suku Farisi, Gamaliel (Kis. 5:3;
> 22:3).
>
> Disunat : hari ke 8 (Fil. 3:5).
>
> Kubu : Farisi (Fil. 3:5).
>
> Pengalaman :
> - Penganiaya pengikut jalan Tuhan sampai mati, ganas tanpa
> batas & penghujat (Fil. 3:6; Kis. 8:1-3; 22:4-5;
> 26:10-11; Gal. 1:13; 1 Tim. 1:13; 1 Kor. 15: 8-9; Kis. 9:
> 1-2)
> - Perampok (2 Kor. 11:7-8).
> - Keahlian khusus : - bersifat bunglon (1 Kor. 9:20-22;
> Kis. 23:6)
> - Punya kelainan (Rm 7:15-26)
> - Munafik (Kis. 21:20-26; Fil. 3:8-9; Gal. 5:18; Rm. 6:14,
> 7:6; 1 Kor. 15: 55-56; 2 Tim.1:10); Ibr. 2:14-15 vs Ibr
> 10:28; Ef. 2:15; Ibr.8:7, 8:13; Kis. 21:25 vs 1 Kor.10: 25)
>
> - Memberitakan kebenaran Allah dgn dusta (Roma 3:5-7)
> - Sangat gembira memberitakan yesus dgn kepalsuan (Filipi
> 1:18).
> - mulutnya ditampar atas perintah Imam Besar (Kis. 23:2).
>
> Siapa Paulus?
> HASIL RESEARCH BIOGRAFI PAULUS
> pakai tool: hermeneutika (interpretasi-epistemologis)
> oleh:
> Saul 2 Paul
> Semoga bermanfaat!!!
>
> Dalam banyak hal diri Paulus memang misterius. Tapi dari
> hasil penelitian serius, Paulus ternyata adalah manusia
> rekayasa Romawi yang seluruh hidupnya dipakai untuk
> menghadapi kedatangan raja Israel yang dinubuatkan oleh
> nas-nas kitab suci itu (Mesias Yesus).  Dusta apapun
> menurut kata orang yang dia lakukan melalui pengajarannya,
> dia hanya mau menjadi apa adanya dirinya sesuai dengan
> kelahirannya yang direkayasa oleh para konspirator Romawi.
> Untuk konspirasinya itu Romawi melakukan 2 rencana besar:
> Rencana I, membunuh anak-anak 2 tahun ke bawah semacam yang
> dilakukan Firaun Mesir. Rencana II, antisipasi kalau-kalau
> Rencana I gagal seperti kejadian Musa (lolos), yaitu dengan
> merekayasa mesias tandingan untuk menghadapi secara pribadi
> mesias yang asli nantinya. Romawi juga memanfaatkan ini
> untuk melunakkan hati sebagian imam Israel, seolah-olah
> mereka akan mempersiapkan kebebasan untuk Israel.
>
> Tentunya mesias tandingan inilah yang dikondisikan sebagai
> mesias yang asli oleh konspiratornya, diterima seperti itu
> oleh mereka yang merasa dipersiapkan kebebasannya. Tampaknya
> pandangan itu terbentuk dengan baik karena tidak ada berita
> apapun tentang Yesus selama kurang lebih tiga puluh tahun.
> Apalagi perkembangan otak Paulus yang begitu luar biasa.
> Orang-orang yang mengetahui keadaan Paulus tidak akan
> ragu-ragu  mengatakan 'orang ini pasti akan menjadi
> orang besar'.
>
> Nama lahir Paulus adalah Saulus. Paulus itu nama baptisnya.
> Ibunya suku Binyamin kalangan Farisi, kelompok yahudi yang
> terkenal ketat tradisi keyahudiannya tapi disebut oleh Yesus
> sendiri keturunan ular beludak, bapaknya seorang penguasa
> Romawi yang namanya dirahasiakan, sangat mungkin itu Raja
> Herodes yang pernah didatangi oleh orang-orang majusi itu.
>
> Romawi secara licik berpura-pura menjanjikan kebebasan bagi
> Israel. Mengajak para imam untuk mempersiapkan mesias yang
> dinubuatkan itu bersama-sama dengan Romawi sendiri. 
> Tapi menggunakan anak yang akan dilahirkan dari suatu
> 'sandiwara' yang diatur dengan sangat rapi oleh Romawi.
>
> Tampaknya bagi para konspiratornya, nama yang paling cocok
> untuk anak ini adalah Saulus (nama raja black list dalam
> sejarah Israel), supaya mentalitas yang dihasilkan nantinya
> tidak merugikan pihak Romawi. Akal-akalan ini tidak disadari
> oleh para imam. Maka dalam sandiwara itu mereka mendatangkan
> seorang wanita suku Binyamin (suku raja black list itu)
> untuk mengandung benih yang telah direncanakan, mungkin
> dengan 'kecelakaan' yang diatur sedemikian rupa. Maka ketika
> waktunya tiba, lahirlah anak rekayasa, 'calon' mesias Israel
> - Saulus! seperti nama raja yang kacau dalam sejarah Israel.
>
>
> Gombal itu pada akhirnya sedikit-banyak menyenangkan hati
> sebagian imam Israel karena merasa dipersiapkan kebebasan
> mereka (tentunya hanya imam-imam tertentu yang tahu akan
> persiapan tersebut). Siapa tahu yang terjadi nanti
> benar-benar seperti yang dijanjikan Romawi, yaitu Israel
> mendapatkan mesias seperti yang mereka harapkan. Imam-imam
> Israel itu betul-betul dikibuli habis-habisan oleh Romawi,
> itulah yang mereka tidak sadari.
>
> Sang 'calon' mesias diserahkan untuk dididik secara ketat
> dalam hal keagamaan dibawah pengawasan salah seorang imam
> terpandang bernama Gamaliel, tidak diserahkan kepada ibunya
> di Tarsus makanya ia tidak banyak dikenal, namun di belakang
> punggung Gamaliel, Romawi juga mempunyai planning sendiri
> tentang pendidikan Paulus, yaitu didoktrin secara halus agar
> suka membela Romawi dan senang pada kekuasaan. Tidak mungkin
> Romawi membiarkan Paulus berkembang tak terkontrol yang
> dapat merugikan mereka sendiri. Sangat kuat dugaan Paulus
> juga mendapat teman dekat, bahkan seorang saudara romawi
> sedarah, yaitu anak Raja Herodes sendiri yang diberi nama
> Herodes juga yang kemudian menjadi raja pengganti untuk
> Wilayah Galilea. Hal ini adalah untuk menciptakan ikatan
> batin sedemikian rupa kepada Romawi. Jika bapak asli Paulus
> adalah Raja Herodes yang pernah didatangi oleh orang-orang
> majusi itu, berarti Paulus memang mempunyai saudara romawi
> sedarah, yang juga bernama Herodes. Tapi hal ini tidak
> banyak diketahui orang untuk menjaga hal-hal tertentu.
>
> Pemberian nama Herodes terhadap anak raja Herodes berkaitan
> erat dengan konspirasi yang dibuat atas diri Paulus yang
> diberi nama lahir Saulus ini. Herodes adalah nama raja,
> Saulus juga nama raja, mesias itu juga adalah raja. Suatu
> perencanaan yang sangat nyata.
>
> Selain itu Paulus juga diberi kawan yang lain, yang
> kemudian menjadi guru agama yang dipandang aman oleh Romawi.
> Mungkin yang satu ini disetting untuk menjadi penengah
> antara Herodes dan Paulus apabila suatu hari nanti mereka
> sama-sama menjadi raja di tanah Yehuda, terlepas dari soal
> mesias yang asli. Betul-betul terapi psikologis yang luar
> biasa. Darah romawi dalam dirinya, adanya saudara romawi
> sedarahnya, didoktrin suka kekuasaan dengan dipahamkan
> sebagai mesias untuk Israel, diberi nama Saulus, -
> benar-benar suatu strategi yang luar biasa untuk menghadapi
> kedatangan ancaman terhadap Romawi - raja Israel - sekaligus
> untuk mengikat sang mesias rekayasa ini, supaya nantinya ia
> menjadi mesias yang tetap loyal kepada Romawi.
>
> Melalui perilaku teman setia dan saudara romawi sedarahnya,
> Herodes, yang tercatat membunuh bapaknya sendiri untuk
> mengambil-alih kekuasaan, sedikit banyak Paulus juga pasti
> mempunyai emosi yang tidak jauh, karena seseorang bisa
> dinilai dari kawan dekatnya! Bedanya, Paulus lebih mampu
> menahan diri, kelihatan lebih sabar dan bijaksana, karena ia
> mendapat pendidikan agama yang sangat ketat. Tetapi akhirnya
> nafsu kekuasaan itu tampak juga dengan jelas ketika ia
> begitu bernafsu memberantas pengikut-pengikut Yesus sampai
> keluar Yerusalem. Jelas sekali Paulus merasa amat terserang
> dengan munculnya mesias lain yang mendapat dukungan dari
> banyak orang Israel itu, baik di Yerusalem maupun di luar
> Yerusalem. Rencana Romawi dalam diri Paulus benar-benar
> berjalan sesuai harapan.
>
> Ia tidak rela membuang nama Saulusnya itu secara total
> disaat ia harus memilih nama baptis ketika ditarik kedalam
> jemaat. Padahal seharusnya dia tahu nama itu atau bunyi yang
> serupa dengan itu tidak etis dipakai oleh seorang Ibrani
> yang relijius, seorang yang calon Mesias Israel pula. Semua
> orang tahu Raja Saulus black list itu musuh Raja Daud,
> sedangkan mesias yang akan bangkit itu semua orang juga tahu
> akan disebut Anak Daud. Kombinasi settingan ibu dari Suku
> Benyamin, nama Saulus dari Suku Benyamin yang tercatat
> sebagai raja dalam sejarah, bentukan emosi yang dijejalkan
> kepadanya sejak kecil melalui nama itu, membuat Paulus tidak
> sanggup merubah total nama itu. Rencana Romawi berjalan
> mulus. Mungkin Paulus menghibur dirinya dengan bertekad mau
> memperbaiki nama baik Suku Benyamin dengan berjanji
> kecil-kecilan pada dirinya sendiri untuk tidak mengikuti
> langkah-langkah Raja Saulus black list itu, jika nanti ia
> benar-benar menjadi Mesias Israel.
>
> Settingan mentalitas dan struktur emosi yang sedemikian
> rupa itu membuat Paulus tidak sanggup untuk menjadi sekedar
> sebagai bawahan saja ketika dia ditarik ke dalam jemaat,
> apalagi levelnya secara hirarkis dalam jemaat hanyalah
> dibawah murid-murid. Ditambah dengan nalar mereka yang jauh
> ketinggalan dibandingkan Paulus. Untuk hal nalar Paulus
> memang ada diatas, tapi untuk masalah kerendahan hati
> murid-muridlah yang diatas.
>
> Walaupun Yesus sudah pergi meninggalkan Yerusalem saat dia
> masuk jemaat, tidak ada jalan buat Paulus menempati posisi
> yang lebih tinggi dari yang dia dapatkan saat itu, sangat
> berbeda dari apa yang selalu dikondisikan oleh para
> pendidiknya dan yang dia kira tentang dirinya selama ini.
> Ternyata, pengetahuan dan pengalaman Paulus tidak berlaku
> dalam jemaat Yesus. Ini membuat Paulus sesak dada,
> seolah-olah mendapat nasib yang tidak adil dari Tuhan.
> Berada dalam jemaat Tuhan yang sesungguhnya tentunya adalah
> segalanya bagi Paulus, tetapi berada disitu untuk menjadi
> 'kambing congek' nanti dulu bagi Paulus. Ternyata menjadi
> bagian dari jemaat Tuhan yang sesungguhnya tidak seseru yang
> dia bayangkan. Membosankan!
>
> Yesus sendiri membuat antisipasi yang cemerlang dengan
> tidak membaptisnya sendiri, dia hanya menyuruh orang yang
> levelnya bahkan dibawah murid-murid, supaya di masa
> mendatang dia nggak menyerobot tempat murid-murid yang sudah
> disetting oleh Yesus sendiri, dengan berkat dan pengesahan
> darinya yang diakui dan disaksikan oleh yang lain. Kalau
> memang Paulus bagi Yesus itu sepenting anggapan orang-orang
> Kristen, tidak mungkin Yesus tidak membaptisnya sendiri. Dan
> tidak benar itu tidak dilakukan oleh Yesus karena ia
> sudah  menjadi arwah.
>
> Ingat, Yesus pernah makan ikan goreng di hadapan Thomas
> sambil mengatakan dirinya bukan arwah tapi masih daging dan
> tulang. Tidak mungkin hadir hanya untuk makan ikan goreng di
> depan Thomas yang dikenal sebagai the doubting Thomas itu
> lebih urgen dari hadir untuk membaptis Saulus yang menurut
> pengakuan orang-orang Kristen akan menjadi andalan Yesus,
> melebihi dari murid-murid. Kalau Yesus yang membaptiskan,
> itu bukan hanya soal mengesahkan seseorang menjadi anggota
> jemaat, tetapi juga merupakan suatu pernyataan tentang nilai
> orang yang bersangkutan bagi Yesus, tapi jika ia berkhianat
> seperti Yudas Eskariot, maka semua nilai itu gugur. Ketika
> Yesus mengatakan yang dibawah ini, waktu itu Yudas Eskariot
> masih termasuk jemaat murid-murid Yesus
>    
> Mat 19:28  >> Kata Yesus kepada mereka: "Aku
> berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan
> kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta
> kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk
> juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas
> suku Israel.   
>
> Satu-satunya cara buat Paulus memuaskan kecenderungan
> hatinya itu adalah memisahkan diri dari jemaat. Bagaimana
> caranya? Tidak ada cara lain dari ia harus membuat ajaran
> lain!! Ketika dia mempunyai ajaran sendiri, tentu dia akan
> menjadi tuan dari semua orang yang bergabung kedalam ajaran
> tersebut (Ga 1:15-17). Dengan begitu dia bisa melejit
> melebihi posisi Petrus, bahkan bisa menempati posisi Yesus
> dan menuai hak-hak seorang mesias. Caranya? Merombak kembali
> perjanjian Yesus, atau membuat perjanjian lebih baru
> lagi  diatas perjanjian baru Yesus (Ga 2:9). Perjanjian
> Yesus itu justeru harus dianggap masih termasuk dalam
> Perjanjian Lama.
>
> Dalam rombak-konstruksi yang akan dia lakukan itu, tentu
> saja dia tidak boleh melupakan kejadian dirinya yang lahir
> diluar prosedur hukum yang wajar, diluar garis tradisi yang
> baik, kelahiran yang tidak mengenal hukum. Ingat ibunya
> orang Farisi Tarsus dari suku Benyamin dan ia mengakui
> mempunyai darah romawi (dari bapak yang tidak pernah jelas).
> Berkaitan dengan itu, maka ajaran itu adalah MEMBATALKAN
> HUKUM.
>
> Dengan pertimbangan kejadian dirinya sendiri itu, tidak
> mungkin ia menjadi mesias yang mengajarkan untuk
> menggenapkan hukum seperti yang dilakukan oleh Yesus. Hanya
> saja supaya mudah dalam menawan pengikut, nama Yesus harus
> tetap dibawa-bawa. Namun sebenarnya ketika dia menyebut nama
> Yesus, bukanlah Yesus yang dia maksudkan, tetapi pikiran
> terkutuknya sendiri yang telah meninggalkan jemaat Yesus
> (Roma 9:3). Di depan layar ia menampakkan membatalkan hukum
> itu hanya berkaitan dengan kegagalan Israel menerima
> rekonstruksi hukum Musa dan pengajaran para nabi melalui
> Yesus.
>
> Di kemudian hari ia membuat keputusan yang tampak sangat
> licik dan penuh putus asa, yaitu  mengambil-alih
> kemesiasan Yesus dengan memanfaatkan isu kematian Yesus di
> tiang yang menjadi persengketaan sepanjang sejarah itu. Ia
> mengatakan Yesus mati di tiang lalu bangkit hidup dalam
> dirinya. Kenapa dia harus menyatakan itu? Logikanya
> sederhana, harus ada kematian yang mematikan hukum dan
> penggenapannya untuk membenarkan kelahiran atau kejadian
> dirinya yang tidak mengenal hukum itu, dengan itu menjadi
> pengajar yang membatalkan hukum. Tapi dengan demikian secara
> otomatis ia menghapuskan segala sesuatu tentang Yesus dalam
> ingatannya, kecuali 'kematian' di tiang salib yang amat
> penting baginya.
>
> Terpaksa harus ada yesus-imajiner sebagai pelaku
> 'yesus-setelah-kematian', yang mana tidak lain dan tidak
> bukan adalah pikirannya sendiri. Tentu tidaklah sulit untuk
> mengadakan imajiner. Dengan semua itu, maka terwujudlah
> cita-citanya menjadi mesias seperti yang ketahuinya pantas
> dia dapatkan selama ini!, padahal dia termasuk orang yang
> mengetahui dengan nyata bahwa Yesus tidak mati di tiang.
>
> Haruslah diketahui bahwa pertemuan di gurun itu adalah
> pertemuan langsung dengan Yesus dalam keadaan masih hidup,
> bukan pertemuan dengan arwah dalam wujud cahaya yang
> menyilaukan. Untuk melindungi ajaran kematian-kebangkitannya
> yang secara dusta telah membebaskannya dari kepemimpinan
> Kefas itu, dan yang telah memungkinkan ia mengangkat dirinya
> menjadi rasul itu, maka ia harus menceritakan pertemuan di
> gurun itu dalam bahasa mitos supaya terkesan pertemuan itu
> pertemuan dengan Yesus arwah.
> \
> Yang dia maksudkan dengan CAHAYA dalam pengakuannya tentang
> pertemuan itu  (Kis 9:3) tidak secara langsung ia
> maksudkan pada wujud fisik Yesus, tetapi lebih pada
> perkataan-perkataan Yesus yang bagaikan cahaya menyialaukan,
> karena dengan tangkas membuktikan dengan nas-nas kitab suci,
> bahwa orang yang diserahkan untuk dibunuh itu sama sekali
> tidak palsu seperti anggapan mereka semua, karena orang itu
> tidak mati di tiang salib seperti janji nas kitab suci. Jadi
> orang yang diserahkan itu benar-benar mesias yang asli yang
> ditunggu Israel. Disitu Paulus yang luas ilmu dan pengalaman
> itu tidak bisa berkutik.
>
> Menyamar sambil menjelaskan ketidakmatiannya seperti kepada
> Paulus itu, bukan hal yang pertama kali dilakukan oleh
> Yesus. Yang seperti itu pernah dilakukannya juga terhadap
> dua muridnya sendiri dalam perjalanan menuju Emaus, sebagai
> awal dari rangkaian misi-40-harinya membuat klarifikasi
> banwa dirinya tidak palsu, karena ia tidak mati di tiang.
> Dalam rangka menyatakan kepada semua murid-muridnya yang
> sempat terpengaruh oleh isu dan tidak mengerti rencana Tuhan
> itu, bahwa, sekali lagi, dirinya tidak palsu, karena ia
> tidak mati di tiang!! Itu aja pokoknya yang perlu mereka
> ketahui dan ingat-ingat, sebelum dia tarik dari tugas
> olehNya.
>
> Terhadap Paulus Yesus juga menyampaikan itu dalam
> penyamaran yang hati-hati, hingga kemudian dibukanyalah
> penyamarannya itu di hadapan Paulus setelah semuanya jelas,
> seperti yang juga ia lakukan kepada murid-muridnya sebelum
> itu.
>
> Hal itu membuat Paulus jatuh tersungkur gemetar, dan buta
> selama 3 hari. Itu bukan matanya yang buta, tapi ia
> kehilangan pengangan untuk sementara waktu. Dibahasakan
> secara mitos juga. Maksudnya ia tidak tahu harus meyakini
> yang mana. Tidak mudah untuk meyakini sesuatu dalam waktu
> sesingkat itu, sementara mengingkarinya tidaklah mungkin
> mengingat bukti-buktinya yang demikian nyata. Apa yang
> diketahuinya selama ini, bahwa orang yang dianggap palsu itu
> ternyata benar-benar utusan Allah, dan bahwa dirinya yang
> calon mesias untuk Israel, juga ternyata palsu belaka.
> Tentang Romawi, tentang imammat Israel, tentang kondisi
> keagamaan yang ada saat itu, semuanya palsu, jauh dari
> kebenaran yang didengarnya sendiri melalui mesias yang asli
> sepanjang perjalanan menuju Damsyik itu!!
>
> Mungkin juga saat itu ia sudah menangkap sekilas bahwa bisa
> jadi dirinya anti-kristus yang sudah diramalkan itu.
> Disamping itu, sebagai orang yang mendapat pengajaran agama
> yang teliti, ia dihajar habis-habisan oleh perasaan bersalah
> yang amat mendalam karena ia juga bertanggungjawab terhadap
> pemberantasan atas umat Allah termasuk atas tewasnya
> Stefanus, yaitu umat dari Tuhan yang selama ini ia sendiri
> amat agung-agungkan, Tuhan Abraham, Ishak dan Yakub. Siapa
> yang tidak akan jatuh tersungkur dalam kondisi seperti itu?
>
>
> Di kala Paulus sudah masuk jemaat, walaupun ia ikut serta
> mendukung pemberitaan yang dilakukan oleh murid-murid,
> terapi psikologi yang diterapkan oleh Romawi atas dirinya
> sejak kecil tetap bekerja dengan sangat baik sesuai harapan
> Romawi. Yaitu, ia relijius tapi haus kekuasaan, nggak jauh
> lah dari saudaranya Herodes yang membunuh bapaknya sendiri
> itu. Akibatnya ia juga tidak pernah bisa berlaku setia
> kepada Kefas dan murid-murid yang menjadi soko guru jemaat,
> sehingga ia dirasuki oleh pikiran-pikiran yang dari sudut
> pandang tertentu merupakan pikiran terkutuk, yaitu ingin
> memisahkan diri dari kebenaran. Itu ia akui sendiri dengan
> seolah-olah menunjukkan rasa prihatin atas terusirnya
> bangsanya dari Kerajaan Allah, yang mana akan digantikan
> oleh bangsa lain yang akan memetik buah dari kerajaan itu
> (Roma 9:3, Matius 21:43)
>
> Mengetahui kejadian dan kelahiran dirinya yang tidak sesuai
> prosedu hukum itu, Paulus menyadari dirinya memang
> dibangkitkan sebagai anti-kristus sejak dalam rahim ibunya,
> namun semuanya dia sampaikan dengan pernyataan yang harus
> diputar-balik sedemikian rupa supaya terlihat sebagai
> malaikat Kristus yang asli, untuk bisa menawan orang-orang
> ke dalam jemaat kematian-kebangkitannya yang harus
> membatalkan hukum. Tidak ada istilah dusta bagi anti-kristus
> yang membatalkan hukum, dan memisahkan diri dari tubuh
> Kristus itu.
>
> Ga 1:15-17 >> 15  Tetapi waktu Ia, yang telah
> memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh
> kasih karunia-Nya,  16  berkenan menyatakan
> Anak-Nya di dalam aku, supaya aku memberitakan Dia di antara
> bangsa-bangsa bukan Yahudi, maka sesaatpun aku tidak minta
> pertimbangan kepada manusia;  17  juga aku tidak
> pergi ke Yerusalem mendapatkan mereka yang telah menjadi
> rasul sebelum aku, tetapi aku berangkat ke tanah Arab dan
> dari situ kembali lagi ke Damsyik.   
>
> Yang bersemayam dalam dirinya itu bukanlah Yesus seperti
> yang ia propagandakan, melainkan roh Iblis yang dinyatakan
> kedalam dirinya lantaran ia tidak pernah bisa berlaku setia.
> Jemaat yang dibangunnya bukan kasih karunia untuk kemuliaan
> Tuhan seperti yang ia propagandakan, melainkan wujud ia
> menarik orang secara licik kedalam keterkutukan yang sama
> seperti dirinya dalam dusta yang tak perlu disesalkannya
> (Roma 7:3). Dia mengaku sebagai rasul untuk bukan-yahudi
> bukan karena ia dipilih untuk itu, tapi karena ia sudah
> putus asa mengharapkan karunia Allah melalui menghormati
> hukum Allah seperti yang diajarkan Yesus dan para nabi
> dengan beralasankan kelahirannya yang diluar prosedur hukum.
> Ia tidak sanggup melawan bentukannya.
>
> Tidaklah mungkin Tuhan mengajarkan menggenapkan hukum dan
> membatalkan hukum sekaligus. Dalam keadaan seperti itu,
> hanya mungkin apabila yang satu dari Tuhan sedangkan yang
> lainnya dari Iblis.
>
> Apakah yang menggenapkan hukum ataukah yang membatalkan
> hukum yang berasal dari Tuhan? Itu tidaklah terlalu sulit
> melacaknya, jika kita berlaku jujur ketika membuka
> Alkitab. 
>
> 2 Petrus 3: 17 >> Tetapi kamu, saudara-saudaraku yang
> kekasih, kamu telah mengetahui hal ini sebelumnya. Karena
> itu waspadalah, supaya kamu jangan terseret ke dalam
> kesesatan orang-orang yang tak mengenal hukum, dan jangan
> kehilangan peganganmu yang teguh.   
>
> Terbukti akhirnya pengajaran Paulus yang ia propagandakan
> sebagai ajaran Yesus Nazareth itu tidak berpusat di
> Yerusalem - tempat di mana Yesus Nazareth masuk disertai
> pengikut-pengikutnya sambil mengendarai anak keledai, dimana
> ia disambut dengan pekikan "Hosana Anak Daud!!", melainkan
> di Romawi, jauuuuhhh dari Yerusalem. Namun sebelum ia sempat
> menjadi Imam Besar dalam Kerajaan Romawi yang menjadi
> sasarannya, ia dibunuh oleh Romawi sendiri. Paulus
> diciptakan oleh Romawi, dan akhirnya dihancurkan kembali
> oleh Romawi.
>
> Ia sebenarnya tidak bekerja untuk Israel, sekalipun secara
> lisan ia mengaku begitu, jadi dusta apapun yang dilakukannya
> melalui membangun apa yang ia akui sebagai Kerajaan Israel
> itu tetap mempersembahkan kemuliaan kepada tuannya, yaitu
> Romawi dan tuhan orang Romawi.
>
> ===============================================.
>
>
>
>   ----- Original Message -----
>   From: awatimena@aol.com
>
>   To: H. M. Nur Abdurahman
>   Cc: wanita-muslimah@yahoogroups.com
>
>   Sent: Thursday, October 28, 2010 16:34
>   Subject: Re: [wanita-muslimah] Syahadat ketiga agama
> qadiyani
>
>
>   Anda itu sok tahu !!
>
>   Rasul Paulus tidak pernah menyelewengkan ajaran
> Tuhan Yesus, jangan dibuat-buat seolah-olah anda ahli semua
> agama!!
>
>
>
>
>
>
>   Sent from my BlackBerry®
>   powered by Sinyal Kuat INDOSAT
>
>
> ----------------------------------------------------------
>
>   From: "H. M. Nur Abdurahman" <mnur.abdurrahman@yahoo.co.id>
>
>   Date: Thu, 28 Oct 2010 16:03:31 +0800
>   To: <awatimena@aol.com>
>   Cc: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
>   Subject: Re: [wanita-muslimah] Syahadat ketiga agama
> qadiyani
>
>
>   Baca baik-baik
>   Kesimpulan:
>   Patut diduga kalau Ahmadiyah Lahore benar, maka
> Bashir al-Din Mahmud Ahmad menyelewengkan ajaran Mirza
> Ghulam Ahmad, sebagaimana dilakukan oleh Paulus dari Tarsus
> yang menyelewengkan ajaran Nabi 'Isa AS.
>
>   Saya tambahkan:
>   Kalau Bashir al-Din Mahmud Ahmad benar-benar tidak
> menyelewengkan ajaran MGA, maka MGA-lah yang menjadi Paulus
> dari Tarsusnya, artinya MGA menyelewengkan ajaran Islam,
> Risalah yang dibawakan oleh Nabi Muhammad SAW.
>
>   HMNA
>
>
>
>     ----- Original Message -----
>     From: awatimena@aol.com
>
>     To: mnur.abdurrahman@yahoo.co.id
>
>     Sent: Thursday, October 28, 2010 15:28
>     Subject: Re: [wanita-muslimah] Syahadat
> ketiga agama qadiyani
>
>
>     Anda kalo tidak tahu dan jelas tentang agama
> saya, sebaiknya jangan memberikan statement yang menyesatkan
> !
>
>
>     Agus Watimena.
>
>
>
>
>     Sent from my BlackBerry®
>     powered by Sinyal Kuat INDOSAT
>
>
> ----------------------------------------------------------
>
>     From: "H. M. Nur Abdurahman" <mnur.abdurrahman@yahoo.co.id>
>
>     Sender: wanita-muslimah@yahoogroups.com
>
>     Date: Thu, 28 Oct 2010 14:43:52 +0800
>     To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
>     ReplyTo: wanita-muslimah@yahoogroups.com
>
>     Subject: [wanita-muslimah] Syahadat ketiga
> agama qadiyani
>
>
>      
>     Syahadat ketiga agama qadiyani
>
>     Uwan Nadri alias Nadri Saaduddin misionaris
> agama qadiyani:
>     Dan "wahuwa yud'a ilal Islam", itu terjadi
> ketika Hazrat Mirzha Ghulam Ahmad (Rasul Ahmad) itu datang
> yang diterangkan pada ayat 6 sebelumnya. Pada ayat 7 itu
> juga Allah menjelaskan dan membela Rasul Ahmad bahwa "wahuwa
> jud'a ilal Islam" itu bukanlah Nabi Palsu.
>
>     HMNA:
>     Jadi syahadat ketiga yang ditambahkan oleh
> penganut agama qadiyani, yaitu Mirza Ghulam Ahmad adalah
> Rasul Ahmad bukanlah Nabi Palsu.
>
>     Saya punya Kitab Tafsir dari Ahmadiyah
> Lahore, tafsir Mawlana Muhammad Ali. Adalah SANGAT berbeda
> dengan keyakinan agama Qadiyani. Saya kutip terjemahan ayat
> (33:40):
>     -- Moehammad is de vader van niemand uwer
> menschen, maar hij is de Apostel God en de laatste der
> profeten en God is met elk ding bekend. Para pembaca dapat
> membaca kata-kata "de laatste der profeten" yang dalam
> bahasa Indonesianya berarti: "yang paling akhir dari para
> Nabi". Menurut Ahmadiyah Lahore, Ghulam Ahmad tidak pernah
> menyatakan dirinya Nabi, melainkan hanya sebagai Mujaddid
> (pembaharu) saja seperti misalnya Imam Al-Ghazali dan Imam
> Syafi'i.
>
>     Jadi syahadat Ahmadiyah Lahore tetap
> syahadatain, dua kalimah syahadat. Ahmadiyah Lahore adalah
> Islam.
>
>     Kesimpulan:
>     Patut diduga kalau Ahmadiyah Lahore benar,
> maka Bashir al-Din Mahmud Ahmad menyelewengkan ajaran Mirza
> Ghulam Ahmad, sebagaimana dilakukan oleh Paulus dari Tarsus
> yang menyelewengkan ajaran Nabi 'Isa AS.
>
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
> ------------------------------------
>
> =======================
> Milis Wanita Muslimah
> Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga,
> maupun masyarakat.
> Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
> Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
> ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
> Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
> Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
> Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
> Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
>
> Milis ini tidak menerima attachment.Yahoo! Groups Links
>
>
>     wanita-muslimah-fullfeatured@yahoogroups.com
>
>
>

__._,_.___
Recent Activity:
=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com

Milis ini tidak menerima attachment.
.

__,_._,___

0 comments:

Post a Comment