sumber: http://www.sumbawanews.com/berita/tni-bangun-jalan-37-kilometer-di-kongo
Kongo, Sumbawanews.com.- Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Kompi Zeni TNI Kontingen Garuda XX-I/Monusco kembali mendapat tugas dari MONUSCO (Mission de I'Organisation de republic des Nation Unies Pour la Stabilisation en Republique Democratique du Congo), untuk membangun jalan antara Kiliwa-Duru sepanjang 37 Kilometer di Republik Demokratik Kongo.
Untuk menyelesaikan tugas yang diberikan Monusco, Dansatgas Konga XX-I/Monusco Letnan Kolonel Czi Sapto Widhi Nugroho beberapa waktu lalu di Markas Dungu Camp Bumi Nusantara telah memberangkatkan 63 personel berikut peralatannya ke Desa Kiliwa yang dipimpin Letda Czi Nurbani Adi (Komandan Alat Berat) sebagai Ketua Tim dibantu Tim Kesehatan dipimpin Kapten Yayan Sofyan dan Pasiops Kapten Czi Rahadian Firmansyah.
Menurut Dansatgas Letnan Kolonel Czi Sapto Widhi Nugroho, Tim yang tergabung dalam pembangunan jalan Kiliwa-Duru sepanjang 37 Kilometer telah membangun dan menempati Camp baru di Desa Kiliwa. Pembangunan Camp baru tersebut dimaksudkan untuk mempersingkat jarak tempuh ke lokasi pengerjaan jalan, sehingga dapat menyelesaikan tugasnya sesuai dengan target yang ditetapkan.
"Tugas ini merupakan kehormatan, kebanggaan sekaligus tantangan bagi Kontingen Indonesia demi menjaga kehormatan bangsa dan Negara. Sebagai Kontingen Zeni dengan predikat peringkat Pertama di jajaran Monusco, kita harus siap melaksanakan tugas apapun yang diperyakan kepada kita", tegas Letnan Kolonel Sapto.
Selama proses pekerjaan jalan Kiliwa-Duru sepanjang 37 Kilometer, personel Kontingen Garuda XX-I/Monusco mendapat dukungan pengamanan dari personel Batalyon Infanteri Maroko", tambah Dansatgas.(sn01)
Kecelakaan di Jakarta Tinggi karena Banyak Jalan Butut
Tri Kurniawan - Okezone
Senin, 12 Desember 2011 19:07 wib
JAKARTA - Kecelakaan saat berkendara bisa karena bermacam sebab. Selain faktor manusia, cuaca dan alam, kondisi jalan juga menjadi penyebab utama kecelakaan.
Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Wahyono mengatakan, berdasarkan data operasi Zebra Jaya 2011, dari 200 pengendara yang terlibat kecelakaan, 152 di antaranya disebabkan tidak layaknya kondisi jalan....selanjutnya, silahkan click: http://news.okezone.com/read/2011/12/12/338/541424/kecelakaan-di-jakarta-tinggi-karena-banyak-jalan-butut
Kapolda: korban kecelakaan meningkat akibat jalan rusak, Rabu, 15 Februari 2012 14:58 WIB
".. berdasarkan catatan dari Direktorat Lalulintas jumlah korban meninggal selama 2011 tercatat 259 orang, meningkat 37 orang dari tahun sebelumnya sebanyak 222 orang meninggal dunia..." selanjutnya silahkan click http://bengkulu.antaranews.com/berita/1424/kapolda-korban-kecelakaan-meningkat-akibat-jalan-rusak
***
sumber: http://www.sumbawanews.com/berita/tni-bangun-sarana-olahraga-masyarakat-dungu
TNI Bangun Sarana Olahraga Masyarakat Dungu
Dungu-Kongo, Sumbawanews.com.- Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Zeni TNI Kontingen Garuda XXI/MONUSCO (Mission de I'Organisation de republic des Nation Unies Pour la Stabilisation en Republique Democratique du Congo) tengah membangun sarana olahraga berupa lapangan Bola Basket dan Volly bagi masyarakat Dungu-Republik Demokratik Kongo. Pembangunan sarana olahraga tersebut, telah mulai dikerjakan pada hari Kamis (16/2/2012).
Seperti yang disampaikan oleh Dansatgas Konga XX-I/Monusco Letnan Kolonel Czi Sapto Widhi Nugroho kepada Perwira Penerangannya Lettu Cku Sulikan, bahwa dalam pengerjaan lapangan Bola Basket dan Volly, Satgas Zeni TNI mengerahkan alat-alat berat seperti Becho Loader, Exavator, Dump Truck, Greder dan Vibro Roller. Direncanakan, akan selesai pada hari Minggu 19 Februari 2012.
Dengan dibangunnya sarana olahraga oleh prajurit TNI Kontingen Garuda dalam mengemban misi MONUSCO, diharapkan masyarakat Dungu dapat lebih mengenal olahraga yang cukup terkenal di negeri Paman Sam ini serta tidak menutup kemungkinan suatu saat nanti ada atlet basket maupun volly dari negara Kongo dapat berprestasi dan berlaga di tingkat dunia.
Sarana olahraga yang tengah dibangun oleh Kontingen Garuda berukuran 200 x 400 m dengan menggunakan Limonite yang ada Kongo yaitu tanah merah yang apabila sudah dipadatkan dengan menggunakan alat berat, Limonite tersebut bisa menjadi keras dan kuat seperti aspal dan semen.
Sementara itu, tokoh masyarakat Dungu Pastur Ernest mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan Kontingen Garuda dan berharap masyarakat Dungu dapat menggunakan serta memelihara sarana olahraga tersebut dengan sebaik-baiknya.(sn01) ***
sumber: http://www.semenanjung.com/news/?p=1160
Kerusakkan Jalan Ganggu Pendidikan
Published By irwansyah On November 30th 2011. Under Pendidikan
Semenanjungpangkalankerinci– Kerusakan ruas jalan di Dusun Tambun kelurahan Pangkalan Lesung menyebabkan sedikitnya 30 siswa sekolah dasar (SD) terlantar. Selama tiga hari sejak Senin hingga Rabu pekan ini, para siswa yang terdaftar di sebuah SDN di jalan lintas timur tidak pergi sekolah lantaran jalan sepanjang enam kilometer menuju dusun mereka tidak bisa dilalui kendaraan.
Seorang warga Tambun bernama Rahmat (25) mengatakan, rusaknya ruas jalan tersebut menyusul guyuran deras sepekan terakhir.
"Kami mengharapkan perhatian pemerintah kabupaten Pelalawan agar segera memperbaiki jalan ke dusun Tambun. Kalau tidak diperbaiki, apalagi sekarang musim hujan, anak sekolah tetap tidak bisa belajar," tutur Rahmat yang merupakan tokoh pemuda dusun Tambun, Rabu (30/11).
Menurutnya kondisi kerusakan jalan di dusun tersebut sudah lama menjadi keluhan masyarakat. Namun sejauh ini perhatian yang diberikan pemerintah kabupaten Pelalawan dinilai belum maksimal. Selama ini jalan sepanjang enam kilometer yang menjadi satu-satunya akses menuju dusun yang dihuni 150 kepala keluarga itu baru sekali diperbaiki. Yaitu pada tahun 2009 melalui program oeningkatan jalan perkebunan masyarakat di dinas perkebunan kabupaten Pelalawan. Kala itu dinas perkebunan meluncurkan paket pekerjaan penimbunan material base kelas C. Seiring dengan berlalunya waktu, ditambah rendahnya mutu material bace yang digunakan, jalan Tambun kembali mengalami kerusakan berat dalam beberapa pekan terakhir.
"Beginilah modelnya, waktu minggu kemarin anak sekolah masih bisa sekolah dengan jalan kaki. Mulai hari Senin sampai sekarang sama sekali tiak bisa lewat, Jadi anak-anak itu terpaksa libur. Masyarakat sudah mulai khawatir kalau anaknya terlalu lama libur," imbuh Rahmat sambil memperlihatkan foto sebuah mobil yang tengah melintas di jalan berlumpur.
Keluhan serupa diungkapkan Ical (32), warga dusun Tambun lainnya. Kondisi jalan saat ini menurutnya demikian buruk dan sulit ditembus meskipun dengan berjalan kaki. Akibatnya puluhan ton tandan buah segar (TBS) kelama sawit milik masyarakat tidak bisa dibawa dijual. '"Sangat merugikan pmasyarakat. Kenapa rugi, karena tidak bisa mengeuaran hasil perkebunan. Barangkali kalau dihitung kerugian masyarakat sampai puluhan juta seminggu," jelas Ical yang juga merupakan tokoh pemuda setempat.
Ditempat terpisah, Camat Pangkalan Lesung H Hanafie SSos yang dikonfirmasi melalui Ponselnya mengaku sangat prihatin dengan kondisi kerusakan jalan menuju dusun Tambun. Saat ini pihaknya tengah berusaha mencari bantuan perbaikan jalan untuk mengatasi masalah jangka pendek warganya. "Untuk jangka pendek saya sama pak Lurah sedang berusaha. Setidaknya ada perbaikan untuk sekedar bisa dilewati jalan itu. Supaya warga bisa menjual hasil kebun, dan anak-anak tak terhambat pergi ke sekolah. Mungkin solusinya kita berunding sama perusahaan, pakai alat berat dia. Cuma kendalanya memang musim hujan gini susah juga masuk alat berat, lumpur semua. tapi tetap kita upayakan," jelas Hanafie.
Sedangkan untuk jangka panjang, pihaknya telah mengajukan usulan pembangunan jalan ke Pemkab Pelalawan melalui Dinas Perkebunan dan Dinas Bina Marga. "Ada dua program, pertama jalan produksi kebun di Dinas Perkebunan. Kemarin kepala dinas sudah lihat lokasi. kemudian kita usulkan juga program peningkatan jalan di dina Bina Marga. Sudah kita usulkan, mudah-mudahan tahun 2012 mulai dibangun," imbuh Camat.*
TNI Bangun Jalan 37 Kilometer di Kongo
Kongo, Sumbawanews.com.- Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Kompi Zeni TNI Kontingen Garuda XX-I/Monusco kembali mendapat tugas dari MONUSCO (Mission de I'Organisation de republic des Nation Unies Pour la Stabilisation en Republique Democratique du Congo), untuk membangun jalan antara Kiliwa-Duru sepanjang 37 Kilometer di Republik Demokratik Kongo. Untuk menyelesaikan tugas yang diberikan Monusco, Dansatgas Konga XX-I/Monusco Letnan Kolonel Czi Sapto Widhi Nugroho beberapa waktu lalu di Markas Dungu Camp Bumi Nusantara telah memberangkatkan 63 personel berikut peralatannya ke Desa Kiliwa yang dipimpin Letda Czi Nurbani Adi (Komandan Alat Berat) sebagai Ketua Tim dibantu Tim Kesehatan dipimpin Kapten Yayan Sofyan dan Pasiops Kapten Czi Rahadian Firmansyah.
Menurut Dansatgas Letnan Kolonel Czi Sapto Widhi Nugroho, Tim yang tergabung dalam pembangunan jalan Kiliwa-Duru sepanjang 37 Kilometer telah membangun dan menempati Camp baru di Desa Kiliwa. Pembangunan Camp baru tersebut dimaksudkan untuk mempersingkat jarak tempuh ke lokasi pengerjaan jalan, sehingga dapat menyelesaikan tugasnya sesuai dengan target yang ditetapkan.
"Tugas ini merupakan kehormatan, kebanggaan sekaligus tantangan bagi Kontingen Indonesia demi menjaga kehormatan bangsa dan Negara. Sebagai Kontingen Zeni dengan predikat peringkat Pertama di jajaran Monusco, kita harus siap melaksanakan tugas apapun yang diperyakan kepada kita", tegas Letnan Kolonel Sapto.
Selama proses pekerjaan jalan Kiliwa-Duru sepanjang 37 Kilometer, personel Kontingen Garuda XX-I/Monusco mendapat dukungan pengamanan dari personel Batalyon Infanteri Maroko", tambah Dansatgas.(sn01)
Kecelakaan di Jakarta Tinggi karena Banyak Jalan Butut
Tri Kurniawan - Okezone
Senin, 12 Desember 2011 19:07 wib
JAKARTA - Kecelakaan saat berkendara bisa karena bermacam sebab. Selain faktor manusia, cuaca dan alam, kondisi jalan juga menjadi penyebab utama kecelakaan.
Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Wahyono mengatakan, berdasarkan data operasi Zebra Jaya 2011, dari 200 pengendara yang terlibat kecelakaan, 152 di antaranya disebabkan tidak layaknya kondisi jalan....selanjutnya, silahkan click: http://news.okezone.com/read/2011/12/12/338/541424/kecelakaan-di-jakarta-tinggi-karena-banyak-jalan-butut
Kapolda: korban kecelakaan meningkat akibat jalan rusak, Rabu, 15 Februari 2012 14:58 WIB
".. berdasarkan catatan dari Direktorat Lalulintas jumlah korban meninggal selama 2011 tercatat 259 orang, meningkat 37 orang dari tahun sebelumnya sebanyak 222 orang meninggal dunia..." selanjutnya silahkan click http://bengkulu.antaranews.com/berita/1424/kapolda-korban-kecelakaan-meningkat-akibat-jalan-rusak
sumber: http://www.sumbawanews.com/berita/tni-bangun-sarana-olahraga-masyarakat-dungu
TNI Bangun Sarana Olahraga Masyarakat Dungu
Dungu-Kongo, Sumbawanews.com.- Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Zeni TNI Kontingen Garuda XXI/MONUSCO (Mission de I'Organisation de republic des Nation Unies Pour la Stabilisation en Republique Democratique du Congo) tengah membangun sarana olahraga berupa lapangan Bola Basket dan Volly bagi masyarakat Dungu-Republik Demokratik Kongo. Pembangunan sarana olahraga tersebut, telah mulai dikerjakan pada hari Kamis (16/2/2012). Seperti yang disampaikan oleh Dansatgas Konga XX-I/Monusco Letnan Kolonel Czi Sapto Widhi Nugroho kepada Perwira Penerangannya Lettu Cku Sulikan, bahwa dalam pengerjaan lapangan Bola Basket dan Volly, Satgas Zeni TNI mengerahkan alat-alat berat seperti Becho Loader, Exavator, Dump Truck, Greder dan Vibro Roller. Direncanakan, akan selesai pada hari Minggu 19 Februari 2012.
Dengan dibangunnya sarana olahraga oleh prajurit TNI Kontingen Garuda dalam mengemban misi MONUSCO, diharapkan masyarakat Dungu dapat lebih mengenal olahraga yang cukup terkenal di negeri Paman Sam ini serta tidak menutup kemungkinan suatu saat nanti ada atlet basket maupun volly dari negara Kongo dapat berprestasi dan berlaga di tingkat dunia.
Sarana olahraga yang tengah dibangun oleh Kontingen Garuda berukuran 200 x 400 m dengan menggunakan Limonite yang ada Kongo yaitu tanah merah yang apabila sudah dipadatkan dengan menggunakan alat berat, Limonite tersebut bisa menjadi keras dan kuat seperti aspal dan semen.
Sementara itu, tokoh masyarakat Dungu Pastur Ernest mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan Kontingen Garuda dan berharap masyarakat Dungu dapat menggunakan serta memelihara sarana olahraga tersebut dengan sebaik-baiknya.(sn01)
sumber: http://www.semenanjung.com/news/?p=1160
Kerusakkan Jalan Ganggu Pendidikan
Published By irwansyah On November 30th 2011. Under Pendidikan
Semenanjungpangkalankerinci– Kerusakan ruas jalan di Dusun Tambun kelurahan Pangkalan Lesung menyebabkan sedikitnya 30 siswa sekolah dasar (SD) terlantar. Selama tiga hari sejak Senin hingga Rabu pekan ini, para siswa yang terdaftar di sebuah SDN di jalan lintas timur tidak pergi sekolah lantaran jalan sepanjang enam kilometer menuju dusun mereka tidak bisa dilalui kendaraan.
Seorang warga Tambun bernama Rahmat (25) mengatakan, rusaknya ruas jalan tersebut menyusul guyuran deras sepekan terakhir.
"Kami mengharapkan perhatian pemerintah kabupaten Pelalawan agar segera memperbaiki jalan ke dusun Tambun. Kalau tidak diperbaiki, apalagi sekarang musim hujan, anak sekolah tetap tidak bisa belajar," tutur Rahmat yang merupakan tokoh pemuda dusun Tambun, Rabu (30/11).
Menurutnya kondisi kerusakan jalan di dusun tersebut sudah lama menjadi keluhan masyarakat. Namun sejauh ini perhatian yang diberikan pemerintah kabupaten Pelalawan dinilai belum maksimal. Selama ini jalan sepanjang enam kilometer yang menjadi satu-satunya akses menuju dusun yang dihuni 150 kepala keluarga itu baru sekali diperbaiki. Yaitu pada tahun 2009 melalui program oeningkatan jalan perkebunan masyarakat di dinas perkebunan kabupaten Pelalawan. Kala itu dinas perkebunan meluncurkan paket pekerjaan penimbunan material base kelas C. Seiring dengan berlalunya waktu, ditambah rendahnya mutu material bace yang digunakan, jalan Tambun kembali mengalami kerusakan berat dalam beberapa pekan terakhir.
"Beginilah modelnya, waktu minggu kemarin anak sekolah masih bisa sekolah dengan jalan kaki. Mulai hari Senin sampai sekarang sama sekali tiak bisa lewat, Jadi anak-anak itu terpaksa libur. Masyarakat sudah mulai khawatir kalau anaknya terlalu lama libur," imbuh Rahmat sambil memperlihatkan foto sebuah mobil yang tengah melintas di jalan berlumpur.
Keluhan serupa diungkapkan Ical (32), warga dusun Tambun lainnya. Kondisi jalan saat ini menurutnya demikian buruk dan sulit ditembus meskipun dengan berjalan kaki. Akibatnya puluhan ton tandan buah segar (TBS) kelama sawit milik masyarakat tidak bisa dibawa dijual. '"Sangat merugikan pmasyarakat. Kenapa rugi, karena tidak bisa mengeuaran hasil perkebunan. Barangkali kalau dihitung kerugian masyarakat sampai puluhan juta seminggu," jelas Ical yang juga merupakan tokoh pemuda setempat.
Ditempat terpisah, Camat Pangkalan Lesung H Hanafie SSos yang dikonfirmasi melalui Ponselnya mengaku sangat prihatin dengan kondisi kerusakan jalan menuju dusun Tambun. Saat ini pihaknya tengah berusaha mencari bantuan perbaikan jalan untuk mengatasi masalah jangka pendek warganya. "Untuk jangka pendek saya sama pak Lurah sedang berusaha. Setidaknya ada perbaikan untuk sekedar bisa dilewati jalan itu. Supaya warga bisa menjual hasil kebun, dan anak-anak tak terhambat pergi ke sekolah. Mungkin solusinya kita berunding sama perusahaan, pakai alat berat dia. Cuma kendalanya memang musim hujan gini susah juga masuk alat berat, lumpur semua. tapi tetap kita upayakan," jelas Hanafie.
Sedangkan untuk jangka panjang, pihaknya telah mengajukan usulan pembangunan jalan ke Pemkab Pelalawan melalui Dinas Perkebunan dan Dinas Bina Marga. "Ada dua program, pertama jalan produksi kebun di Dinas Perkebunan. Kemarin kepala dinas sudah lihat lokasi. kemudian kita usulkan juga program peningkatan jalan di dina Bina Marga. Sudah kita usulkan, mudah-mudahan tahun 2012 mulai dibangun," imbuh Camat.*
Renovasi SMA Negeri 1 Pangururan senilai Rp 19 Milyar Rawan Penyimpangan On 04 Feb 2012.
Samosir,SHR
Pembangunan renovasi gedung SMA Negeri 1 Pangururan diduga rawan penyimpangan yang dimana pembangunan sekolah tersebut nilainya sampai Rp19 milyar ini diperkirakan suatu akal-akalan dimana ini diduga sudah mengarah KKN dan hasil dilapangan menunjukan biaya yang Rp19 milyar sudah terlalu besar dalam pembangunan Renovasi dan pengadaan di SMA Negeri 1 ....berita selanjutnya silahkan click: http://www.swarahatirakyat.com/korupsi/renovasi-sma-negeri-1-pangururan-senilai-rp-19-milyar-rawan-penyimpangan
****
Source: China. People´s Daily Feb 21
http://english.peopledaily.com.cn/
Chinese defense minister meets with Indonesian counterpart
BEIJING, Feb. 20 (Xinhua) -- Chinese Defense Minister Liang Guanglie met with his Indonesian counterpart Purnomo Yusgiantoro on Monday and exchanged views on bilateral ties and relations between the two militaries.
During their talks, they praised the communication and cooperation between the two militaries.
Liang, who is also a state councilor, said the two militaries have achieved encouraging progress in recent years with close contact between the two defense departments and high-level military officials.
"The two sides have promoted pragmatic cooperation in all fields, such as personnel training, equipment and technology, joint exercise, maritime security and multilateral safety," Liang said. "China is ready to work with Indonesia to promote the two countries' strategic partnership and make new contributions to regional development and prosperity."
Yusgiantoro said the two militaries have enjoyed sound development in recent years.
"Indonesia attaches great importance to the two countries' defense and security cooperation and hopes to further strengthen friendly communication and cooperation between the two militaries so as to promote regional peace, stability and development," he said.
***
Source: http://the-diplomat.com/flashpoints-blog/2012/01/18/indonesia-military-powers-up/
Indonesia Military Powers Up
By Trefor Moss
January 18, 2012
On Monday, Indonesian Defense Minister Purnomo Yusgiantoro, flanked by the country's military leadership, announced that after 10 years of frugality on the part of the military designed to give precedence to political reform, the country was now entering an intensive period of military procurement. Coming from many countries, such talk would sound reckless, if not dangerous. But coming from Indonesia, it should be welcomed.
Purnomo also spelled out his 2012 wish list, which includes tanks, multiple launch rocket systems, a guided missile destroyer, and retrofits for ex-U.S. F-16s and ex-Australian C-130 transport planes. And much more new equipment is to follow before the end of President Yudhoyono's term in 2015, not least three new South Korean submarines.
For the first time in recent memory, the Indonesian defense ministry has money in its pocket. Announcing the acquisition of an additional six Su-30 Sukhoi fighter aircraft over the weekend, Purnomo could be heard to boast: "Our economy is very strong and we have a defense budget of Rp 150 trillion [$16.3 billion]." While that figure represents a multi-year procurement budget, Purnomo is right to feel flush. In December, the government decided to revise the defense allocation upwards, giving defense a 53 percent year-on-year increase. That presents Jakarta with a 2012 defense budget of $7.9 billion – a total that should finally bring the defense budget above the 1 percent of GDP mark (just).
It has long been the stated aim of the Yudyohono administration to elevate defense spending to 1.5 percent of GDP by 2015. Analysts have often speculated that the government lacks the political will to make that happen, but the huge 2012 budget hike means that this goal is now attainable. Allocating 1.5 percent of GDP to defense in 2015 would yield a defense budget in the $14 to 15 billion range, assuming the Indonesian economy continues to grow at 6 percent to 7 percent annually. That means that Jakarta now needs to grow its defense budget by 20 percent to 25 percent in 2013, 2014 and 2015 to reach its target – which is doable, so long as the wider economy stays healthy. And since the Indonesian economy is exceptionally well insulated against global shocks, continued growth is likely.
The numbers are highly significant, because a Southeast Asia in which Indonesia has a $15 billion defense budget starts to look like a very different place. It would see Indonesia overtake Singapore as the region's biggest military spender, and leave others like Malaysia and Thailand trailing a long way behind. Since Indonesia is Southeast Asia's biggest country by far, its neighbors will hopefully look on this as a natural development and not try to compete – which they would in any case struggle to do. So long as Indonesia remains on its current trajectory of democratic consolidation, and it remains the hub of the ASEAN community, its emergence as a military power shouldn't destabilize the region.
Indonesia's rise is naturally attracting attention. China's Defence Minister, Gen. Liang Guanglie, met the Indonesian ambassador on Monday, in an encounter that Xinhua described under the headline "China, Indonesia eye for [sic] closer military links." But mainly it's China that's keen to foster closer military ties with Indonesia. Apart from a joint Sino-Indonesian missile production program initiated in early 2011, China is yet to find a significant role in Indonesia's rise to strategic prominence. While Australia, the Netherlands, Russia, South Korea and the United States are now actively all involved in the re-equipping of the Indonesian armed forces – often on terms that are quite favorable to Jakarta – China has made few inroads. Its offer of JF-17 fighters, for example, doesn't appear to have aroused much enthusiasm among the Indonesians.
Indonesia's military modernization won't be without its setbacks: already, attempts to buy Dutch Leopard 2 tanks have become bogged down in parliament. But with no shortage of friends, and adequate levels of defense funding for the first time in well over a decade, Indonesia seems close to standing up as a regional power. Furthermore, by maintaining a friendly distance from both China and the United States, as Jakarta seems determined to do, it can once again become a leader of non-aligned countries, and an anchor of stability in the Asia-Pacific.
Samosir,SHR
Pembangunan renovasi gedung SMA Negeri 1 Pangururan diduga rawan penyimpangan yang dimana pembangunan sekolah tersebut nilainya sampai Rp19 milyar ini diperkirakan suatu akal-akalan dimana ini diduga sudah mengarah KKN dan hasil dilapangan menunjukan biaya yang Rp19 milyar sudah terlalu besar dalam pembangunan Renovasi dan pengadaan di SMA Negeri 1 ....berita selanjutnya silahkan click: http://www.swarahatirakyat.com/korupsi/renovasi-sma-negeri-1-pangururan-senilai-rp-19-milyar-rawan-penyimpangan
****
Source: China. People´s Daily Feb 21
http://english.peopledaily.com.cn/
Chinese defense minister meets with Indonesian counterpart
BEIJING, Feb. 20 (Xinhua) -- Chinese Defense Minister Liang Guanglie met with his Indonesian counterpart Purnomo Yusgiantoro on Monday and exchanged views on bilateral ties and relations between the two militaries.
During their talks, they praised the communication and cooperation between the two militaries.
Liang, who is also a state councilor, said the two militaries have achieved encouraging progress in recent years with close contact between the two defense departments and high-level military officials.
"The two sides have promoted pragmatic cooperation in all fields, such as personnel training, equipment and technology, joint exercise, maritime security and multilateral safety," Liang said. "China is ready to work with Indonesia to promote the two countries' strategic partnership and make new contributions to regional development and prosperity."
Yusgiantoro said the two militaries have enjoyed sound development in recent years.
"Indonesia attaches great importance to the two countries' defense and security cooperation and hopes to further strengthen friendly communication and cooperation between the two militaries so as to promote regional peace, stability and development," he said.
***
Source: http://the-diplomat.com/flashpoints-blog/2012/01/18/indonesia-military-powers-up/
Indonesia Military Powers Up
By Trefor Moss
January 18, 2012
On Monday, Indonesian Defense Minister Purnomo Yusgiantoro, flanked by the country's military leadership, announced that after 10 years of frugality on the part of the military designed to give precedence to political reform, the country was now entering an intensive period of military procurement. Coming from many countries, such talk would sound reckless, if not dangerous. But coming from Indonesia, it should be welcomed.
Purnomo also spelled out his 2012 wish list, which includes tanks, multiple launch rocket systems, a guided missile destroyer, and retrofits for ex-U.S. F-16s and ex-Australian C-130 transport planes. And much more new equipment is to follow before the end of President Yudhoyono's term in 2015, not least three new South Korean submarines.
For the first time in recent memory, the Indonesian defense ministry has money in its pocket. Announcing the acquisition of an additional six Su-30 Sukhoi fighter aircraft over the weekend, Purnomo could be heard to boast: "Our economy is very strong and we have a defense budget of Rp 150 trillion [$16.3 billion]." While that figure represents a multi-year procurement budget, Purnomo is right to feel flush. In December, the government decided to revise the defense allocation upwards, giving defense a 53 percent year-on-year increase. That presents Jakarta with a 2012 defense budget of $7.9 billion – a total that should finally bring the defense budget above the 1 percent of GDP mark (just).
It has long been the stated aim of the Yudyohono administration to elevate defense spending to 1.5 percent of GDP by 2015. Analysts have often speculated that the government lacks the political will to make that happen, but the huge 2012 budget hike means that this goal is now attainable. Allocating 1.5 percent of GDP to defense in 2015 would yield a defense budget in the $14 to 15 billion range, assuming the Indonesian economy continues to grow at 6 percent to 7 percent annually. That means that Jakarta now needs to grow its defense budget by 20 percent to 25 percent in 2013, 2014 and 2015 to reach its target – which is doable, so long as the wider economy stays healthy. And since the Indonesian economy is exceptionally well insulated against global shocks, continued growth is likely.
The numbers are highly significant, because a Southeast Asia in which Indonesia has a $15 billion defense budget starts to look like a very different place. It would see Indonesia overtake Singapore as the region's biggest military spender, and leave others like Malaysia and Thailand trailing a long way behind. Since Indonesia is Southeast Asia's biggest country by far, its neighbors will hopefully look on this as a natural development and not try to compete – which they would in any case struggle to do. So long as Indonesia remains on its current trajectory of democratic consolidation, and it remains the hub of the ASEAN community, its emergence as a military power shouldn't destabilize the region.
Indonesia's rise is naturally attracting attention. China's Defence Minister, Gen. Liang Guanglie, met the Indonesian ambassador on Monday, in an encounter that Xinhua described under the headline "China, Indonesia eye for [sic] closer military links." But mainly it's China that's keen to foster closer military ties with Indonesia. Apart from a joint Sino-Indonesian missile production program initiated in early 2011, China is yet to find a significant role in Indonesia's rise to strategic prominence. While Australia, the Netherlands, Russia, South Korea and the United States are now actively all involved in the re-equipping of the Indonesian armed forces – often on terms that are quite favorable to Jakarta – China has made few inroads. Its offer of JF-17 fighters, for example, doesn't appear to have aroused much enthusiasm among the Indonesians.
Indonesia's military modernization won't be without its setbacks: already, attempts to buy Dutch Leopard 2 tanks have become bogged down in parliament. But with no shortage of friends, and adequate levels of defense funding for the first time in well over a decade, Indonesia seems close to standing up as a regional power. Furthermore, by maintaining a friendly distance from both China and the United States, as Jakarta seems determined to do, it can once again become a leader of non-aligned countries, and an anchor of stability in the Asia-Pacific.
http://tamanhaikumiryanti.blogspot.com/
Information about Coup d'etat '65, click: http://www.progind.net/
List of books , click: http://sastrapembebasan.wordpress.com/
Information about Coup d'etat '65, click: http://www.progind.net/
List of books , click: http://sastrapembebasan.wordpress.com/
__._,_.___
=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.
.
__,_._,___






0 comments:
Post a Comment