Advertising

Monday, 25 October 2010

Re: Bls: [wanita-muslimah] Mahendradatta Mendebat Pengemban Sekularisme Pembela Ahmadiyah

 

Setuju Mbak Mia...

Makanya saya katakan, penting utk belajar berjiwa besar dan tulus untuk dalam diskusi katakan salah jika salah dan katakan benar jika benar - setelah datangnya bukti dan argumen yang valid.

Dan seperti yang sering saya bilang, kalau cuma menuding, membuat fitnah (seperti kasus Mahendradatta) atau mendiskreditkan Ahmadiyah adalah semudah membalik tangan, namun untuk membuktikan adalah sulit.

Salam,
MAS

--- In wanita-muslimah@yahoogroups.com, aldiy@... wrote:
>
>
> Mengikutin pola diskusi pak Muiz di WM selama ini, blio sebetulnya berdiskusi seimbang dg pikiran-perasaan. Empatinya selalu diuji dengan analisa2.
> Kalau pak Muiz terkesan kurang simpatik dg Ahmadiyyah, lha itu kan mecerminkan sebagian sikap kita sekarang2 ini.
> Bukan berarti keadaan seperti itu ndak bisa berubah.
> Salam
> Mia
>
> -----Original Message-----
> From: "ma_suryawan" <ma_suryawan@...>
> Sender: wanita-muslimah@yahoogroups.com
> Date: Tue, 26 Oct 2010 04:27:36
> To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
> Reply-To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
> Subject: Re: Bls: [wanita-muslimah] Mahendradatta Mendebat Pengemban Sekularisme Pembela Ahmadiyah
>
> Nah...salah lagi deh...dan itu si Mahendradatta kudu buktiin ocehannya...
>
> Saya ulang, kita kembali ke persoalan awal.
>
> Kutipan di bawah ini adalah pernyataan (bukan TAFSIR) Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad (MBMA) sendiri dalam buku Ainai Sadaqat (The Truth about the Split) yang sebelumnya telah Anda rujuk.
>
> "In this announcement it was explained that my article could be accepted only if it was interpreted as meaning "that those who did not accept the Promised Messiah as were only deniers of, or unbelievers in the Promised Messiahas and not actually outside the pale of Islam."
>
> Pernyataan MBMA berlawanan dengan omongan Anda (dan GAL) yang menuding MBMA telah menyatakan orang yang tidak percaya kepada MGA sebagai non-Islam.
>
> Jadi, apakah Anda mau terima atau tidak pernyataan MBMA tersebut? Ya atau tidak.
>
> Salam,
> MAS
>
> --- In wanita-muslimah@yahoogroups.com, Abdul Muiz <muizof@> wrote:
> >
> > Thanks Mas Wawan atas linknya, sekaligus saya meralat, saya menyimak debat TVone itu beberapa tahun yang lalu, wajar kalau saya khilaf, bukan anjing ya tetapi babi, sekali lagi thanks atas infonya.
> >  
> > Wassalam
> > Abdul Mu'iz
> >
> > --- Pada Sel, 26/10/10, wawan™ و و ﻦ <hrn.milis@> menulis:
> >
> >
> > Dari: wawan™ و و ﻦ <hrn.milis@>
> > Judul: [wanita-muslimah] Mahendradatta Mendebat Pengemban Sekularisme Pembela Ahmadiyah
> > Kepada: wanita-muslimah@yahoogroups.com
> > Tanggal: Selasa, 26 Oktober, 2010, 11:07 AM
> >
> >
> >  
> >
> >
> >
> > gara2 ustd Muiz nyebut soal mahendradatta, jadi inget link ini
> >
> > - Mahendradatta Mendebat Pengemban Sekularisme Pembela
> > Ahmadiyah<http://www.syabab.com/index.php?option=com_content&view=article&id=254:mahendradatta-mendebat-pengemban-sekularisme-pembela-ahmadiyah&catid=81:ummah&Itemid=198>
> >
> > [image: [Image]]*Syabab.Com* - Persoalan Ahmadiyah dan SKB bukanlah masalah
> > kekerasan seperti yang sering dituding oleh kaum sekular AKKBB. Demokrasi
> > pun kerapkali menimbulkan kekerasan dan konflik. Mahendradatta dari Tim
> > Pembela Muslim (TPM) menegaskan bahwa SKB ini hanya masalah agama. Ia
> > menyatakan bahwa persoalan ini merupakan persoalan adanya penistaan dan
> > penodaan agama bukan kekerasan.
> >
> > Demikian diungkapkan Mahendradatta dalam acara debat soal SKB Ahmadiyah di
> > tvOne yang disiarkan pada hari Rabu malam (11/06) [baca: Audio Mahendradatta
> > Mendebat Ketua Kontras - *soon*]. Dalam debat tersebut hadir dari wakil
> > pembela Ahmadiyah, Ketua Kontras, Usman Hamid. Takbir pun berkali-kali
> > menggema diteriakkan oleh para peserta wakil dari umat Islam.
> >
> > *Masalah Kekerasan?*
> >
> > Seringkali para pembela kebebasan yang nota bene membela sekularisme
> > menuding umat Islam seringkali melakukan tindakan kekerasan. Bahkan sejak
> > insiden Monas berbagai media tak luput dari tudingan terhadap umat Islam
> > yang seolah-olah selalu melakukan kekerasan. Ujung-ujungnya mereka menuntut
> > pembubaran ormas-ormas Islam seperti Front Pembela Islam. Lebih parah lagi,
> > beberapa waktu lalu Adnan Buyung Nasution meminta Majelis Ulama Indonesia
> > (MUI) ikut dibubarkan saja.
> >
> > "Jangan dibelokkan ini masalah kekerasan karena kalau masalah kekerasan maka
> > SKB tersebut bisa juga harus mengatur Persija, Persib, penonton-penonton
> > yang melakukan kekerasan. SKB ini hanya masalah agama. Di sini adalah
> > penistaan dan penodaan agama jangan dibelokkan masalah kekerasan," tegas
> > Mahendradatta.
> >
> > "Ini dibelokkan juga bahwa ada kebebasan beragama dalam hal ini umat Islam
> > yang diganggu selama 1400 tahun lebih. Mereka meyakini ada ajaran
> > sebagaimana yang ditulis dalam Al-Quran dan Rasulullah sebagai Nabi
> > terakhir. Tiba-tiba diganggu dengan penafsiran-penafsiran baru yang baru
> > muncul di abad 18," tambahnya lagi.
> >
> > *Kekerasan Demokrasi*
> >
> > Demokrasi seringkali menimbulkan tindakan kekerasan dan konflik di
> > tengah-tengah umat. Hanya sayang, para pembela kebebasan yang notabene
> > mereka pengemban sekularisme jarang mengangkat kekerasan akibat demokrasi
> > ini. Justru mereka selalu membebasarkan kekerasan yang terjadi oleh kelompok
> > Islam, tanpa melihat alasan penyebabnya. Seperti sejak insiden Monas,
> > tudingan kekerasan oleh kelompok umat Islam menjadi sorotan berbagai pihak.
> > Sebagian media pun ikut membesar-besarkan tindak kekerasan ini.
> > Ujung-ujungnya desakan pembubaran segelintir kelompok terhadap ormas-ormas
> > Islam seperti Front Pembela Islam (FPI). Lebih parah lagi, Adnan Buyung
> > Nasution meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga harus dibubarkan.
> >
> > Mahendradatta menegaskan kepada semua pihak, bahwa tindakan kekerasan bukan
> > hanya monopoli dari konflik ini. Kekerasan juga terjadi seperti yang
> > dilakukan para penonton sepakbola bahkan juga dalam pilkada.
> >
> > "Kalau jangan melakukan kekerasan, bukan monopoli dari konflik ini. Itu juga
> > monopoli penonton sepakbola. Pilkada juga. Kalau bicara masalah kekerasan
> > maka KPUD-KPUD itu bubarkan saja karena setiap pilkada selalu mengadakan
> > kekerasan. Contoh Maluku Utara sampai sekarang belum beres. Berapa rumah
> > yang terbakar. itu bukan gara-gara SKB, itu gara-gara SKB." tegas
> > Mahendradatta.
> >
> > Memang seringkali para pembela ideologi kapitalisme dengan asasnya
> > sekularisme selalu menuding dan memiliki perhatian besar bila terjadi
> > kekerasan oleh kelompok kaum Muslim. Seperti insiden Monas dan tuntutan
> > pembubaran Ahmadiyah. Wajar mereka selalu bersikap demikian karena mereka
> > mengikuti skenario dan strategi Rand Corporation dalam upaya pecah belah
> > umat Islam. Tujuannya agar Islam dan para pejuang yang rindu ideologi Islam
> > ditegakkan di muka bumi ini tenggelam.
> >
> > Mahendradatta juga membantah Usman yang meminta umat Islam berdialog saja
> > dengan Ahmadiyah.
> >
> > "Kita bicara masalah hukum saja. Tidak ada tindak pidana dinegosiasikan atau
> > didialogkan. Kalau penistaan agama itu sudah jelas melanggar 156A KUHP sama
> > ama maling, rampok dan lain sebagainya. Bagaimana bayangkan apabila kita
> > harus bernegosiasi atau berdialog dengan maling, rampok." kata
> > Mahendradatta.
> >
> > Ahmad Michdan yang juga ikut dalam acara debat tersebut menegaskan bahwa
> > yang dilakukan Ahmadiyah itu adalah penodaan.
> >
> > "Kebebasan beragama itu dalam Islam dinyatakan dengan tegas. Lakum dinukum
> > walyadiin artinya semua orang boleh, budha boleh, kristen boleh. Tapi yang
> > dilakukan Ahmadiyah adalah penodaan. Penodaan itu menyatakan bahwa siapa
> > yang tidak percaya pada dia adalah babi dan macam-macam. Bahkan di dalam
> > kitab tadzkirahnya itu enghina banyak agama. Apa anda sudah belajar itu?
> > Pelajari dulu!" tegas Michdan.
> >
> > *Cari Simpati*
> >
> > Pihak pembela Ahmadiyah dan pegemban kebebasan yang mengemban akidah
> > sekularisme menggiring perhatian pada persoalan minoritas dan mayoritas.
> > Tegas saja, Mahendradatta menolaknya. Menurutnya para pembela Ahmadiyah
> > melakukan hal tersebut untuk mencari simpati. Padahal penodaan yang
> > dilakukan Ahmadiyah tersebut merupakan tindakan pidana.
> >
> > "Jangan kita kemudian dibawa lagi kepada dikotomi antara minoritas dan
> > mayoritas. Itu adalah membangkitkan katakanlah simpati bahwa ini orang kecil
> > dan lain sebagainya, enggak kena dalam hal ini. Karena bagaimana pun juga
> > minoritas bisa terjadi, katakanlah sekarang pelaku-pelaku tindak pidana itu
> > minoritas. Orang gila juga minoritas nggak semua rakyat Indonesia, banyakkan
> > yang waras. Jangan mengungkapkan sesuatu untuk mencari simpati. Ini orang
> > kecil, kasihan kelompok kita, nggak kena jaman sekarang. Ini adalah suatu
> > bentuk penistaan, orang menghina," tegasnya lagi.
> >
> > *Tarik Tadzkirah*
> >
> > Umat Islam marah ketika Nabi dan ajarannya dinodai oleh Ahmadiyah.
> > Mahendradatta mendesak pembubaran Ahmadiyah.
> >
> > "Kalau anda mengatakan jangan emosional. Bagaimana tidak emosional ibu saya
> > diganti, saya marah. Ini Rasul saya diganti," ujarnya lagi.
> >
> > Dalam pernyataan terakhir Mahendradatta menegaskan kembali bahwa SKB ini
> > merupakan langkah maju tetapi menurutnya belum cukup. SKB ini harus diikuti
> > dengan pembubaran Ahmadiyah serta penarikan semua ajaran-ajaran Ahmadiyah
> > terutama Tadzkirah.
> >
> > "Ini sangat berbahaya. Di dalam Tadzkirah ini yang mendustai Ahmadiyah
> > adalah manusia kotor dan babi. Islam tidak pernah mengajarkan begitu. Islam
> > selalu menghormati agama-agama lain. Dengan demikian ajaran-ajarannya
> > semacam ini jelas harus dilarang karena mengajarkan suatu perpecahan, ini
> > mengajarkan suatu konflik , apa jadinya. Sekarang kita konflik karena
> > Ahmadiyah." tegasnya lagi. [z/m/syabab.com]
> >
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
>
>
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>

__._,_.___
Recent Activity:
=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com

Milis ini tidak menerima attachment.
.

__,_._,___

0 comments:

Post a Comment