Advertising

Monday, 25 October 2010

Re: [wanita-muslimah] Umat Islam dan Pluralisme

 

Di kamus Filsafat telah dibedakan antara fakta dan opini. Lihat hal. 753 tentang opini yang dijelaskan bahwa opini berasal dari kata Latin opinio yang artinya sangkaan, terkaan, dugaan, pemikiran, penilaian, dan perkiraan.

Jelas kan Abah bedanya opini dan fakta yang telah saya posting sebelumnya. Abah saja yang ngawur langsung menyalahkan Lorens Bagus. Terminologi Alquran itu kan menyangkut "berita", Abah. Kalau ada berita perlu tabayyun. Jangan ngarang dan nguuuawuuur pula.

Pelajari lagi Abah makna-makna yang benar tentang: opini, berita, fakta, data, informasi, gejala, tanda, silogisme, bukti, realita, klarifikasi, pengamatan, variabel, parameter, kesimpulan, dan model.

Wassalam,

chodjim

----- Original Message -----
From: H. M. Nur Abdurahman
To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Sent: Sunday, October 24, 2010 10:32 PM
Subject: Re: [wanita-muslimah] Umat Islam dan Pluralisme

Pantas, anda pakai definisi Kamus Filsafatnya Lorens Bagus yang tidak bisa membedakan antara fakta dengan opini, sedangkan saya pakai definisi menurut Kamus Otentik yaitu terminologi Al-Quran (bukan Latin). Justru masalah fakta vs opini ini menjadi asbabun nuzul ayat (49:6). Al Walid bin 'Uqbah bin Abu Mu'ith memaparkan informasi kepada Nabi Muhammad SAW berupa opini, sedangkan Khalid ibn Walid memaparkan informasi kepada Nabi Muhammad SAW berupa fakta.

Wassalam
HMNA

----- Original Message -----
From: "chodjim" <chodjim@gmail.com>
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
Sent: Monday, October 25, 2010 23:52
Subject: Re: [wanita-muslimah] Umat Islam dan Pluralisme

Abah, saya tidak tega, jadi saya bantu mencarikan definisi "informasi" dari Kamus Filsafat oleh Lorens Bagus.

Informasi (Inggris: information, Latin:informatio) yang berasal dari kata Latin informare yang artinya membentuk, memaparkan.

Informasi: jumlah seluruh pengetahuan atau data tertentu mengenai sesuatu.

Demikian bantuan dari saya agar Abah tidak mengarang sendiri makna informasi.

Wassalam,

chodjim

----- Original Message -----
From: H. M. Nur Abdurahman
To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Sent: Sunday, October 24, 2010 3:39 PM
Subject: Re: [wanita-muslimah] Umat Islam dan Pluralisme

----- Original Message -----
From: "chodjim" <chodjim@gmail.com>
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
Sent: Monday, October 25, 2010 04:10
Subject: Re: [wanita-muslimah] Umat Islam dan Pluralisme

Hehehe...... klasifikasi binatang, tumbuhan, bakteri, cendawan dan virus, itu setelah ada kumpulan fakta, Abah.

Kita bukan tahu binatangnya dulu, tapi ada faktanya dulu. Baru kita tahu bahwa fakta singa-singa yang kita teliti itu bisa ditarik kesimpulan bahwa singa termasuk binatang, dan tidak termasuk tumbuhan.
##############################################################################
HMNA:
Saya mau meneliti binatang buas saya masuk hutan. Saya temukan misal ranting patah, itu baru gejala ada binatang. Saya teruskan mencari mendapatkan binatang, dan itu fakta. Saya temukan bermacam-macam binatang tetapi belum mendapatkan binatang buas semuanya saya sisihkan, setelah dapat singa saya tembak singa itu pakai peluru pembius, nah singa itu adalah data relevan dengan obyek penelitian saya. Saya terus kumpulkan data hingga mendapat binatang buas yang lain-lain dst., dst.
Tentang informasi yang menurut anda posisikan pada hirarki yang paling bawah, itu anda itu anda tidak singgung, padahal informasi itu adalah titik awal. Informasi terdiri atas fakta dan opini. Opini harus disisihkan yang diambil adalah fakta. Jadi hirarkinya: informasi => fakta => data.

Wah, kalau anda ajarkan pada mahasiswa anda informasi itu pada hirarki paling bawah, niscaya mahasiswa anda akan mencampurkan fakta dan opini, kacau nanti. Seperti Sri Mulyani menganggap kasus bank Century itu sistemik sebagai fakta, padahal itu cuma opini. Ya, buat sementara begitu saja dulu. Mudah-mudahan mantan mahasiswa asuhan anda tidak ikut jejak Sri Mulyani yang mengacaukan antara fakta dengan opini, bahaya !
##############################################################################

Cekap semanten, Abah. Mudah-mudahan mahasiswa Abah tidak menjadi orang yang salah alamat karena belum bisa membedakan "gejala" dan "tanda". Matur kasuwun, atas partisipasinya...

Wassalam,

chodjim

----- Original Message -----
From: H. M. Nur Abdurahman
To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Sent: Saturday, October 23, 2010 8:54 PM
Subject: Re: [wanita-muslimah] Umat Islam dan Pluralisme

----- Original Message -----
From: "chodjim" <chodjim@gmail.com>
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
Sent: Sunday, October 24, 2010 21:37
Subject: Re: [wanita-muslimah] Umat Islam dan Pluralisme

HMNA: "Tidak semua fakta itu bisa jadi data."

chodjim: Lha, tulisan saya yang Abah kopi, kan begitu. Yang berbeda dengan saya kan apa yang diambil sebagai titik awal informasi oleh Abah.

HMNA:
Tidak semua binatang itu singa.
Sedangkan semua singa itu adalah binatang
Tidak semua fakta itu data.
Sedangkan semua data itu adalah fakta

chodjim:
Ini cara Abah memberi contoh yang salah. Coba Abah tunjukkan, mana yang fakta, binatang atau singa? Padahal, keduanya bisa menjadi fakta, maupun data. Jadi, contoh yang Abah kemukakan itu bukan yang kita bicarakan. Contoh tersebut adalah silogisme.
######################################################################
HMNA:
Dalam sebuah kebun binatang di dalamnya hanya ada satu jenis binatang buas yaitu singa. Binatang dalam kebun binatang itu adalah fakta. Saya meneliti binatang buas. Binatang dalam kebun binatang itu adalah fakta. Yang relevan dengan penelitian saya itu singa. Maka singa itu adalah data, binatang itu adalah fakta
######################################################################.

Abah tampaknya juga belum bisa membedakan istilah "informasi" dalam dunia sains.
Fakta-fakta justru harus dikumpulkan dulu --istilah lain facts finding-- agar bisa menjadi data. Bila sudah menjadi "data" --meskipun belum disimpulkan--maka data menjadi titik awal informasi karena dari datalah kita memperoleh informasi tentang sebuah kenyataan.
#########################################################
HMNA:
Informasi (ALNBA) itu ada dua macam, fakta dan opini. Hirarki informasi lebih tinggi dari fakta
informasi
|
fakta
|
data

Jadi informasi itu merupakan titik awal. Tidak semua informasi yang terkumpul yang diambil. Hanya fakta yang diambil, yang opini disisihkan. Sudah itu diseleksi lagi. Mana yang tidak relevan dengan substansi disisihkan, dan yang tertinggal yaitu yang relevan itulah data. Kalau ada missing link dari data, maka observasi (NZhR) diteruskan sehingga mendapatkan yang missing link itu.
########################################################################

Lha kalau "Kemenkominfo" kerjanya cari fakta terus tanpa diolah dulu untuk menjadi data, langsung saja fakta --> informasi, akan bahaya sekali, Abah. Katanya kita menerima informasi, ee.... gak tahunya rumor alias gosip.
Wassalam,

chodjim

----- Original Message -----
From: H. M. Nur Abdurahman
To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Sent: Thursday, October 21, 2010 6:23 PM
Subject: Re: [wanita-muslimah] Umat Islam dan Pluralisme

Chodjim wrote:
seandainya sudah terkumpul sejumlah fakta, belum tentu bisa menjadi "data", karena bisa jadi masih ada "missing link" di antara fakta itu sebelum bisa dijadikan "data". Jadi, data itu sudah menjadi titik awal "informasi",
#########################################################
HMNA:
Fakta adalah titik awal dari informasi, bukan data. Tidak semua fakta itu bisa jadi data.

Tidak semua binatang itu singa.
Sedangkan semua singa itu adalah binatang
Tidak semua fakta itu data.
Sedangkan semua data itu adalah fakta

Data itu adalah fakta yang relevan dengan subyek penelitian/perbincangan.
Contoh:
Ayam jantan berkokok ayam betina berkotek itu fakta
Tetapi itu bukan data dalam perbincangan tentang Ahmadiyah

Konklusi adalah hasil interpretasi mengenai data
Namun konklusi itu belum tentu sebuah truth

Contoh:
Dalam penelitian ttg IQ kulit putih dan kulit hitam di Amrik didapatkan data dua kurva. Dalam sistem sumbu IQ dan N puncak kurva kulit putih dan kulit hitam sama tingginya, namun puncak kulit putih mencong ke kanan dari kurva normal sedangkan puncak kurva kulit hitam mencong kekiri.
Ada dua konklusi hasil interpretasi atas data tsb
Pertama: Kesimpulannya memang dari sononya kulit putih lebih unggul/dominan dari kulit hitam dalam hal kecerdasan.
Kedua: Kesimpulannya itu bukti bahwa perlakuan terhadap kedua macam ras itu oleh pemerintah diskriminatif. Ras kulit hitam tidak mempunyai kesempatan yang sama dengan ras kulit putih.

Kedua macam interpretasi itu belumlah menyatakan suatu truth, harus dilakukan penelitian berlanjut, dan berlanjut, dan berlanjut .

[Non-text portions of this message have been removed]

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com

Milis ini tidak menerima attachment.
.

__,_._,___

0 comments:

Post a Comment