Advertising

Monday, 25 October 2010

RE: [wanita-muslimah] Umat Islam dan Pluralisme

 

Masih ada satu IPO yang terlampaui. Dalam Seri 580 input adalah informasi
*******************************************************
BISMILLA-HIRRAHMA-NIRRAHIYM

WAHYU DAN AKAL - IMAN DAN ILMU
[Kolom Tetap Harian Fajar]
580. Evolusi dan Loncatan

Hari ini tgl. 22 Juni, adalah hari lahir Piagam Jakarta. Akan tetapi materi tentang Piagam Jakarta telah diserap oleh judul RUU Sisdiknas, sehingga dipersilakan membaca Seri 579 yang baru lalu.

***

Iqra, bacalah. Apa yang dibaca? Yaitu informasi dari ayat Qawliyah (Al Quran) dan ayat Kawniyah (alam syahadah, universum). Informasi itu diolah melalui proses dengan metode tertentu, dan hasilnya itulah ilmu, seperti ditunjukkan dalam diagram:

+--------+
informasi----->| proses |----->ilmu
+--------+

Proses dengan metode tertentu adalah seperti berikut:
1. iqra, mengobservasi informasi (ayat Qawliyah dan Kawniyah)
2. tafsir / interpretasi yang menghasilkan teori
3. ujicoba teori dengan merujukkannya pada ayat Qawliyah dan Kawniyah

Maka dalam konteks judul di atas, tulang-belulang diobservasi kemudian diadakan interpretasi atas tulang belulang itu, hasilnya teori evolusi. Diujicoba dengan ayat Qawliyah.
-- ALDZY KHLQ FSWY (S. ALA'ALY, 87:2), dibaca:
-- Alladzi- khalaqa fasawwa-, artinya:
-- (Allah Yang Maha Pencipta dan Pengatur) mencipta lalu menyempurnakan.

Teori evolusi tidak tertolak, namun perubahan makhluq dari mulai dicipta ke sempurna, tidak mesti evolusi saja. Diujicoba kepada ayat Kawniyah. Ternyata ada loncatan dari manusia purba ke manusia berakal. Manusia masa kini tidak memiliki hubungan genetik dengan manusia Neanderthal, manusia purba yang hidup di daratan Eropa dan Asia barat dan tengah, demikian hasil temuan para peneliti di Italia yang dipublikasikan Selasa, 13 Mei 2003. Giorgio Bertorelle dan timnya dari universitas Florence, Italia, telah meneliti dengan mengambil DNA dari beberapa tulang nenek moyang manusia modern Cro-Magnon yang hidup di Perancis selatan 25 ribu hingga 23 ribu sebelum masehi, lalu dibandingkan dengan DNA Neanderthal yang hidup antara 42 ribu hingga 29 ribu tahun sebelum Masehi. Hasil temuan tersebut menunjukkan manusia Cro-Magnon nenek moyang manusia modern itu tidak mempunyai hubungan genetik sama sekali dengan manusia purba tersebut.

Jadi perubahan itu berwujud evolusi dan loncatan. Maka ada dua masalah, yaitu mekanisme evolusi dan mekanisme loncatan.

***

Mengenai mekanisme evolusi, Darwin berteori dengan paradigma filsafat positivisme, yaitu "blind evolution by chance", perubahan perlahan-lahan secara untung-untungan, yaitu cecara lempar dadu. Darwin melihat evolusi sebagai analogi dari "motion" dalam kinematika, karena itu dia mencari "mechanism of evolution" dan menemukan "principle of natural selection", asas seleksi alam sebagai hukum dasar mekanika evolusi. Tetapi "mechanical laws" dari teori Darwin tidak kuantitatif, jadi tidak mampu memprediksi apa yang akan terjadi. Teori Darwin itu hanya dapat menjelaskan apa yang sudah terjadi. Di sinilah kelemahan yang pertama teori Darwin. Maka lahirlah neo-darwinisme di abad 20 dengan dimasukkannya teori statistik, teori permainan lempar dadu (probabilitas) dalam teori evolusi modern.

Namun ada kelemahan mendasar lain yang tidak mampu ditanggulangi oleh neo-darwinisme yaitu Paradoks Entropi Evolusi dan Paradoks Revolusi-Evolusi.

Paradoks Entropi Evolusi ialah kenyataan adanya peningkatan kompleksitas, yaitu munculnya spesies yang lebih kompleks secara struktural ataupun secara behavioral, misalnya munculnya organisme multiselular (lompatan kompleksitas struktural) dan munculnya manusia dengan kesadarannya (lompatan kompleksitas behavioral/fungsional). Di sini pulalah kelemahan yang kedua teori Darwin, tidak dapat menjelaskan mekanisme loncatan ini.

Paradoks Revolusi-Evolusi ialah kenyataan adanya titik-titik diskontinuitas dalam keseluruhan proses evolusi yang perdefinisi adalah gradual, yaitu adanya gap dalam rangkaian khronologis fosil. Orang filsafat menyebutnya paradoks, tapi di bidang sains disebut sebagai anomali yaitu ketidak-sesuaian antara fakta pengamatan dengan predisksi berdasar atas teori yang ada. Inilah kelemahan yang ketiga teori Darwin.

***

Kalau memakai paradigma petunjuk Al Quran, maka mekanisme evolusi ialah:
-- QDR FHDY (S. ALA'ALY, 87:3), dibaca:
-- qaddara fahada- (S. Al A'la-), artinya:
-- (Allah) mentaqdirkan (membuat hukum) lalu mengarahkan.

Jadi mekanisme evolusi ialah TaqdiruLlah. (Di makrokosmos Taqdirullah berwujud medan gravitasi yang mengarahkan gerak benda-benda langit).

Perkara mekanisme loncatan, berdasarkan paradigma filsafat positivisme ternyata buntu. Rujukan informasi dari ayat Kawniyah habis sampai loncatan ini. Jadi jangan pakai filsafat positivisme sebagai paradigma dalam berteori, karena menghasilkan yang tidak logis dalam mekanisme evolusi, yaitu lempar dadu, dan buntu dalam berteori dalam hal mekanisme loncatan.

Mekanisme perubahan loncatan adalah 'Ain, Jim, Ba, 'ajaba, dan 'Ain, Jim, Zai, 'ajaza, yaitu TaqdirLlah yang tidak ditanam di universum oleh Maha Pengatur (lihat Seri 578, Mu'jizat). TaqdiruLlah yang tidak ditanam di universum hanya berlaku seperlunya, tidak sinambung. Itu dijelaskan dalam ayat Qawliyah, yaitu antara lain penciptaan Adam dan Hawa (loncatan dari manusia purba ke manusia).

Karena manusia itu hasil "loncatan", tidaklah ia berasal dari ujung evolusi manusia purba. Adam dan Hawa dicipta Allah secara spesifik dengan revolusi menjadi sempurna (fa sawwa-), melalui proses 'ajaba, yaitu TaqdiruLlah yang tidak ditanam di universum.(*) Manusia hasil proses revolusi menjadi sempurna itu terdiri atas tataran jasmani, nafsani dan ruhani. Jasmani manusia modern turunan Adam dan Hawa memiliki DNA yang hampir identik, sehingga perbedaan genetis pada sekelompok simpanse jauh lebih besar dari perbedaan genetis pada 6 miliar manusia yang hidup saat ini. Dengan ruh yang ditiupkan ke dalam diri (nafs) Adam dan Hawa menyebabkan manusia modern mempunyai tenaga batin dan menjadi makhluk berakal, yang sadar akan eksistensi dirinya. Adam dan Hawa serta keturunannya apabila mati ruhnya berpindah ke alam barzakh seterusnya ke alam akhirat. Manusia purba tidak berkebudayaan. Kecakapannya membuat alat pembantu hanya secara instinktif. Manusia purba, anthropoid (manusia kera) dan binatang yang mengalami proses evolusi menurut TaqdiruLlah yang ditanam di universum tidak mempunyai ruh, hanya mempunyai semangat saja, sehingga tidak mempunyai hari kemudian. WaLlahu a'lamu bisshawab.

*** Makassar, 22 Juni 2003
[H.Muh.Nur Abdurrahman]
http://waii-hmna.blogspot.com/2003/06/580-evolusi-dan-loncatan.html
----------------------------
(*)
Perbedaan pandangan antara ilmu sekuler dengan Ilmu Islami.

Kita mulai dahulu dengan ilmu sekuler.
Langkah 1. Hasil observasi melalui penelitian DNA menunjukkan bahwa perbedaan genetis antara hanya sekelompok simpanse lebih besar dari perbedaan genetis 6 milyar manusia modern yang hidup dewasa ini.

Langkah 2. Lahirlah teori seperti berikut: manusia berpisah dari simpanse dalam satu garis keturunan sekitar 5 hingga 6 juta tahun lalu. Itu berarti bahwa manusia seharusnya dalam waktu yang panjang itu dapat mengembangkan gen-gen yang berbeda seperti halnya dengan simpanse. Artinya manusia modern pernah populasinya menyusut demikian kecilnya, nyaris punah sekitar 70 000 tahun lalu, menyusut hingga sekitar 2000 orang, sehingga tidaklah sempat gen-gen itu berkembang seperti simpanse. Artinya yang 2000 orang itu "Out of Africa" kemudia menyebar keseluruh pelosok dunia. Demikian kesimpulan yang dipublikasikan oleh The American Journal of Human Genetics.

Langkah 3. Belum ada publikasi yang menguji-coba teori itu dengan data dari alam, bahwa sekitar 70 000 tahun lalu jumlah manusia susut menjadi 2000 orang. Karena uji-coba itu tidak terpenuhi, maka teori tentang penyusutan populasi manusia yang 2000 orang yang "Out of Africa" 70 000 tahun lalu adalah teori yang SPEKULATIF. Kemudian apabila teori garis keturunan manusia itu yang dianggap sinambung itu mulai 5 hingga 6 juta tahun yang lalu "ditabrakkan" dengan temuan Giorgio Bertorelle perihal nenek moyang manusia modern itu tidak mempunyai hubungan genetik sama sekali dengan manusia purba, maka teori yang SPEKULATIF itu tertolaklah sudah.

Sekarang bagaimana Ilmu Islami
Langkah 1. Hasil observasi melalui penelitian DNA menunjukkan bahwa perbedaan genetis antara hanya sekelompok simpanse lebih besar dari perbedaan genetis 6 milayr manusia modern yang hidup dewasa ini.

Langkah 2. Manusia tidak pernah hampir punah menyusut menjadi 2000 orang, melainkan yang 2000 itu ditarik ke atas (maksudnya di atas 70 000 tahun) secara konvergen hingga 2 orang saja yaitu sepasang "suami isteri", Adam dan Hawa.

Langkah 3. "Teori" pada butir (2) itu kita uji-coba dahulu terhadap ayat alam. Ada dua kenyataan yang mendukung "teori" tersebut: pertama, Paradoks Entropi Evolusi, yaitu kenyataan loncatan kompleksitas behavioral/fungsional. Karena "loncatan", maka sepasang suami isteri itu tidaklah ia berasal dari ujung evolusi manusia purba. Kedua, hasil temuan Giorgio Bertorelle perihal nenek moyang manusia modern itu tidak mempunyai hubungan genetik sama sekali dengan manusia purba. http://news.bbc.co.uk/1/hi/sci/tech/3023685.stm
The latest research by Giorgio Bertorelle and his team from the University of Ferrara in Italy, compared genetic material from Neanderthals, Cro-Magnon humans and 21st-Century Europeans. The DNA from the Neanderthals and Cro-Magnons was taken from their bones. The genetic material was extracted from cell structures called mitochondria rather than the nucleus. The scientists found that while, unsurprisingly, modern humans show clear genetic signs of their Cro-Magnon ancestry, no such link between Neanderthal DNA and modern man DNA could be established.

Kemudian diuji-coba kepada ayat Qawliyah. Adam dan Hawa dicipta Allah secara spesifik dengan revolusi menjadi sempurna (fa sawwa-), melalui proses 'ajaba, yaitu TaqdiruLlah yang tidak ditanam di universum. WaLlahu a'lamu bisshawab.

----- Original Message -----
From: "H. M. Nur Abdurahman" <mnur.abdurrahman@yahoo.co.id>
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
Sent: Tuesday, October 26, 2010 09:51
Subject: RE: [wanita-muslimah] Umat Islam dan Pluralisme

----- Original Message -----
From: "Lestyaningsih, Tri Budi (Ning)" <ninghdw@chevron.com>
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
Sent: Tuesday, October 26, 2010 07:58
Subject: RE: [wanita-muslimah] Umat Islam dan Pluralisme

Pingin nyelak dikit, mengenai apa yang pahami mengenai data, fakta,
opini dan informasi.

Kalau dalam alur IPO (Input-Process-Output), data adalah input,
informasi adalah output. Process-nya adalah knowledge. Bila ada
rangkaian beberapa IPO, maka informasi (output) dari IPO pertama bisa
menjadi data(input) untuk IPO berikutnya.

##############################################################################################
HMNA:
Ning, IPO dalam Seri 212 dan 939 di bawah, yang mana informasi yang mana data ?

*******************************
BISMILLA-HIRRAHMA-NIRRAHIYM

WAHYU DAN AKAL - IMAN DAN ILMU
[Kolom Tetap Harian Fajar]
212. Menebus Dosa dan
Memahami Puasa Dengan Pendekatan Input Proses Output

AlhamduliLlah kita dipanjangkan umur oleh Allah SWT, sehingga Insya-Allah besok kita sempat pula tiba pada tonggak sejarah perjalanan hidup kita yaitu bulan Ramadhan. Umur kita bertambah dari tahun ke tahun dan setiap tahun kita melintasi tonggak sejarah yang berwujud sebulan penuh merenungkan diri dengan Ihtisaban, introspeksi diri, seperti sabda RasuluLlahi SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari: Man Sha-ma Ramadha-na Iymanan waHtisa-ban Ghufiralah Ma- Taqaddama min Dzanbihi. Barang siapa berpuasa Ramadhan dengan iman dan introspeksi diampuni dosanya yang lalu.

Setelah meliwati bulan Ramadhan dengan kesungguhan berpuasa dan introspeksi diri, Allah SWT menjanjikan pengampunan dosa, sehingga setelah melampaui tonggak sejarah itu, mereka yang berhasil ibarat lahir kembali, suci dari dosa. Dengan kesungguhan introspeksi diri menurut RasuluLlah, orang dapat terbebas dari dosa, menebus dirinya sendiri. Menurut ajaran Islam, membebaskan diri dari dosa haruslah oleh diri sendiri, tidak membutuhkan seorang penebus. Seseorang tidak ditimpa dosa yang dibuat oleh orang lain. Kakek dan Nenek kita Adam dan Hawa yang melanggar perintah Allah SWT dengan makan buah larangan, tidaklah menurunkan dosa kepada anak cucunya. Tidak ada konsep dosa warisan (erf zonde) menurut ajaran Islam.

Laha- Ma- Kasabat wa 'Alayh- Ma- Ktasabat (S. AlBaqarah, 286), baginya (pahala kebajikan) yang diusahakannya, dan atasnya (dosa kejahatan) yang diperbuatnya (2:286).

***

Selanjutnya tulisan ini mencoba untuk memberikan pemahaman tentang puasa kepada orang-orang yang bergelimang dalam bidang-bidang ilmu-ilmu exakta. Dalam Teknik Mengatur dikenal sebuah diagram (gambar) aliran input, proses, output seperti berikut:

+---------+
|input -------> [ proses ] ------> output
+---------+

Banyak sekali yang dapat dijelaskan dengan diagram di atas itu. Gambar itu menunjukkan aliran mulai dari panah masuk (input, masukan), selanjutnya kotak proses, kemudian panah keluar (output, luaran). Kalau gabah yang menjadi input, diproses oleh mesin penggiling padi, maka yang menjadi output adalah beras. Gabah itu diberi nilai tambah oleh mesin penggiling padi. Dengan teknologi penggiling padi, gabah diberi nilai tambah menjadi beras. Teknologi alu dan lesung juga dapat memberikan nilai tambah pada gabah untuk menjadi beras. Mesin penggiling padi lebih tinggi mutunya ketimbang kombinasi alu dengan lesung. Itu berarti makin canggih proses makin tinggi pula nilai tambah yang dihasilkan.

Contoh itu dapat digeneralisasikan, sehingga kita dapat memberikan pemahaman tentang teknologi yang lebih jelas. Teknologi adalah suatu proses yang memberikan nilai tambah pada suatu komoditi. Makin canggih teknologi, makin tinggi pula nilai tambah yang dihasilkannya. Itulah sebabnya dalam menghadapi pembangunan orang selalu mengingatkan akan pentingnya sumberdaya manusia yang memiliki ilmu dan teknologi.

Itu dari segi lahiriyah (substantial). Sumberdaya manusia itu bukan hanya dilihat dari segi lahiriyah, akan tetapi yang lebih penting adalah dari segi ruhaniyah. Berfirman Allah SWT dalam Al Quran:

Ya-ayyuha- Lladziyna Kutiba 'Alaykumu shShiya-mu Kama- Kutiba 'alay Lladziyna min Qablikum La'allakum Tattaquwna (S. AlBaqarah, 183). Hai orang-orang yang beriman telah ditetapkan atasmu berpuasa seperti telah ditetapkan atas orang-orang sebelum kamu supaya kamu bertaqwa (2:183).

Ada tiga kata yang kita garis bawahi, iman, puasa dan taqwa. Iman adalah input, puasa adalah proses dan taqwa adalah output, seperti diperlihatkan dalam diagram berikut:

+--------+
iman -------> [ puasa ] ------> taqwa
+--------+

Iman diberi nilai tambah menjadi taqwa dengan melalui proses puasa. Artinya bertaqwa lebih tinggi nilai ruhaniahnya ketimbang beriman. Menurut Al Quran, iman adalah salah satu komponen dari taqwa:

Alif, lam, mim. Dzalika lKita-bu La- Rayba Fiyhi Hudan lilMuttaqiyna. Alladziyna Yu'minuwa bilGhaybi waYuqiymuwna shShala-ta wa Mimma- Razaqna-hun Qunfiquwna (S. AlBaqarah, 1-3). Alif, lam, mim. Inilah Al Kitab tidak ada keraguan di dalamnya petunjuk bagi orang-orang taqwa. Yaitu yang beriman kepada yang Ghaib, mendirikan shalat dan dari sebagian dari apa yang Kami rezekikan kepada mereka, mereka nafaqahkan (2:1-3).

Menurut ayat di atas itu jelaslah bahwa iman, shalat dan zakat merupakan komponen-komponen yang membentuk taqwa. Artinya taqwa mempunyai nilai ruhaniyah yang lebih tinggi ketimbang iman. Atau dengan perkataan lain, nilai ruhaniyah iman dapat ditingkatkan ke nilai ruhaniyah yang lebih tinggi, yaitu taqwa. Hal ini lebih diperjelas dengan gambar anak panah iman (input) kotak puasa (proses) dan anak panah taqwa (output).

Walhasil, dalam ungkapan kalimat yang sering kita dengar: meningkatkan iman dan taqwa, kata penghubung dan harus diganti dengan untuk menjadi, sehingga ungkapan kalimat itu seharusnya menjadi: meningkatkan iman untuk menjadi taqwa. Kalaupun ingin dihubungkan kata meningkatkan dengan kata taqwa, maka dikatakanlah: Meningkatkan taqwa menjadi sebenar-benarnya taqwa, sesuai dengan ayat:

Ya-ayyuha- Lladziyna Amanuw Ittaquw Llaha Haqqa Tuqa-tihi (S. Ali 'Imra-n, 102). Hai orang-orang beriman taqwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya taqwa (3:102).

Orang-orang beriman meningkatkan dirinya menjadi taqwa dan orang-orang bertaqwa meningkatkan dirinya menjadi sebenar-benarnya taqwa. Ungkapan sebenar-benarnya taqwa adalah penyataan kualitatif yang tidak bertepi, sebatas kemampuan manusiawi. WaLlahu A'lamu bi shShawab.

*** Makassar, 21 Januari 1996
[H.M.Nur Abdurrahman]
http://waii-hmna.blogspot.com/1996/01/212-menebus-dosa-dan-memahami-puasa.html*

BISMILLA-HIRRAHMA-NIRRAHIYM

WAHYU DAN AKAL - IMAN DAN ILMU
[Kolom Tetap Harian Fajar]
939 Laylat al-Qadr, Al-Quran itu Qadim Atau Makhluq, dan Masalah Ejaan

Barsihannor (B) dan Wahyuddin Halim (WH) dalam Harian Fajar rubrik Opini berturut-turut edisi 27-8 dan 31-8-2010 masing-masing menulis,
B: Bahwa Allah memilih Ramadan sebagai waktu turunnya lailat al-qadar, dan lailat al-qadar tidak mesti dicari.
WH: Lailatulkadar tidak harus di likur terakhir Ramadan, dan saat pasti lailatulkadar turun menjadi misteri.

Koreksi: laylat al-qadr tidak turun, melainkan yang turun adalah Al-Quran, malaikat dan ruh (Jibril) pada laylat al-qadr. Ini dalilnya: AN ANZLNH FY LYLt ALQDR. TNZL ALMLaKt W ALRWh FYHA (S ALQDR, 97:1,4), dibaca: innaa anzalnaahu fy lailatil qadri. tanazzalul malaaikatu war ruwhu fiyhaa, artinya: Sesungguhnya Kami telah menurunkannya pada laylat al-qadr . Turun malaikat dan ruh (Malaikat Jibril) di dalamnya. Hu (nya) dalam ayat 1 menunjuk Al-Quran dan haa (nya) dalam ayat 4 menunjuk laylat al-qadr.

Comment: Liberal nian pendapat B dan WH, akal mereka keduanya diposisikan mengatasi sabda Nabi Muhammad SAW: "Taharraw laylata l-qadri fil 'asyril awaakhir min ramadhaan" (HR Bukhariy), artinya: Carilah laylat al-qadr pada sepuluh malam terakhir Ramadhan.

Nabi Muhammad SAW bersabda: "Carilah", B bilang: "tidak mesti dicari." Nabi Muhammad SAW bersabda: "Pada sepuluh malam terakhir Ramadhan," WH bilang: "Tidak harus di likur terakhir Ramadan."

B dan WH keduanya mnganggap dirinya lebih pintar dari Nabi Muhammad SAW. Boleh-boleh saja bebas, tetapi jangan kebablasan. Berpendapat mesti dikontrol Nash, tidak boleh MENEMBUS Nash. Secara matematis, Nash merupakan asymptote dari sebuah kurva. Rektor Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar harus bertanggung jawab perihal kebebasan liberal para dosen UIN Alauddin Makassar ini, yang menganggap diri mereka lebih pintar dari Nabi Muhammad SAW. Qulil haqqa walaw kaana murran, katakanlah kebenaran itu walaupun pahit.

***

Firman Allah SWT:
-- YSM'AWN KLM ALLH (S.ALBQRt, 2:75), dibaca: yasma'uwna kalaama Llaah, artinya:
-- mendengar Kalam Allah

-- ANA ANZLNH QRANA 'ARBYA (S>YWSF, 12:2), dibaca: innaa anzalnaahu qur.aanan 'arabiyyan, artinya:
-- Sesungguhnya Kami turunkan Al-Quran dalam bahasa Arab

KLM ALLH = bahasa Allah
QRANA 'ARBYA = Al-Quran itu bahasa Arab

Jadi Allah sendiri yang berfirman, bahwa KLM ALLH = bahasa Allah = bahasa Arab.

Diagram di bawah menjelaskan bahasa Allah ditransfer menjadi Al-Quran dalam bahasa Arab.

+-------------+
bahasa Allah----->| Al-Quran |----->bahasa Arab
+-------------+

Disebelah kiri kotak berupa wahyu, qadim, bukan Makhluq, sebelah kanan kotak adalah Makhluq berupa getaran tali suara manusia merambat melalui udara menggetarkan selaput gendang telinga ditransfer menjadi pulsa elektris yang diteruskan oleh saraf ke otak diproses secara musykil, lalu terdengarlah suara orang melantunkan Al-Quran dalam bahasa Arab. Alhasil Laisa kamitslihi syai'un (tidak ada sesuatupun padanannya) tetap berlaku dan juga sekaligus menjelaskan pertentangan yang sengit apakah A-Quran itu Makhluq atau bukan. Imam Hambali melihat sebelah kiri kotak, kaum Mu'tazilah melihat sebelah kanan kotak. Jadi Imam Hambali vs kaum Mu'tazilah, kedua pihak benar, terjadi perbedaan pendapat berlatar belakang cara pandang, satu pihak melihat ke kiri kotak dan pihak yang lain melihat sebelah kanan kotak.

Seperti diketahui Imam Hambali berada di zaman kekuasaan kaum Mu'tazilah yang berpendapat bahawa Al-Quran itu adalah Makhluq. Pada masa itu satu-satunya ulama yang berani dan keras berpendirian bahawa "Al-Quran itu bukan Makhluq, tetapi ia adalah Kalamullah," ialah Imam Hambali. Beliau adalah satu-satunya ulama ketika itu yang berani membantah. Beliau ditangkap dan dihadapkan ke hadapan Sultan Al-Makmun. Beliau diadili lalu dimasukkan ke dalam penjara disertai hukuman cambuk. Ketika cambuk yang pertama singgah di punggung beliau, beliau mengucapkan "Bismillah." Ketika cambuk yang kedua, beliau mengucapkan "La haula walaa quwwata illaa billah". Ketika cambuk yang ketiga kalinya beliau mengucapkan "Al-Quran kalaamullahi ghairu makhluq" (Al-Quran adalah kalam Allah bukan Makhluq). Dan ketika pada pukulan yang keempat, beliau membaca surah At-Taubah ayat 51. "Katakanlah: Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang ditetapkan oleh Allah bagi kami ." Sehingga seluruh badan beliau mengalir darah merah.

***

Dari segi ejaan:
KLM ALLH, lam dibaca panjang, antara lam dengan mim dicopot alif. Di mana rahasianya ? Mari kita terapkan sistem kontrol keterkaitan matematis angka 19:

Tabulasi surah-surah yang mempunya persekutuan Alif-Lam-Mim
====================================================
No. Nama Jumlah huruf
Surah Surah Mim Lam Alif Alif,Lam,Mim
====================================================
2 alBaqarah 2195 3204 4592 9991
3 Ali 'Imraan 1251 1885 2578 5714
7 alA'raaf 1165 1523 2572 5260
13 alRa'd 260 479 625 1364
29 al'Ankabuwt 347 554 784 1685
30 alRuwm 318 396 545 1259
31 Luqmaan 177 298 348 823
32 alSajadah 158 154 268 580
Jumlah 5871 8493 12312 26676 = 1404 x 19

Kalau dalam ayat [2:75] KLM tidak dicopot Alif, maka tabulasi di atas itu kelebihan satu Alif, sehingga jumlahnya Alif+Lam+Mim menjadi 26677, ini tidak habis dibagi 19.

WaLlahu a'lamu bisshawab.

*** Makassar, 5 September 2010
[H.Muh.Nur Abdurrahman]
http://waii-hmna.blogspot.com/2010/09/939-laylat-al-qadr-al-quran-itu-qadim.html

####################################################################

Jadi, yang saya pahami, informasi pun bisa menjadi data bagi process
lainnya. Raw data sendiri bisa berasal dari fakta dan opini. Asumsi juga
bisa dijadikan data, kalau memang diperlukan.

Begitu sih yang saya pahami..

Ini discuss apa sih.. kok beda sama subjectnya ya ?

Maaf kalau mengganggu.. Silakan dilanjutkan lagi diskusinya..

Wassalaam,

-Ning

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com

Milis ini tidak menerima attachment.
.

__,_._,___

0 comments:

Post a Comment