Advertising

Tuesday, 26 October 2010

RE: [wanita-muslimah] Umat Islam dan Pluralisme

 

Abah yang saya hormati,

Yang saya sampaikan dalam alur IPO di bawah itu adalah dalam konteks
system informasi. Dalam hal ini saya tidak mengatakan data lebih tinggi
derajatnya dari informasi atau sebaliknya. Saya hanya menjelaskan,
itulah terminology yang digunakan pada IPO dalam konteks system
informasi.

Apakah informasi bisa menjadi data (seperti yang abah buat dalam alur
di bawah)? Jawabannya : BISA. Ini masih dalam konteks system informasi
ya, abah. Jadi informasi yang dihasilkan dari satu IPO, bisa menjadi
data untuk IPO berikutnya. Tetapi dalam satu IPO, informasi itu tingkat
applikabilitas (applicability)-nya biasanya lebih tinggi dari pada data,
karena dalam informasi itu sudah diapply "knowledge"..

Di dunia IT yang saya geluti, yang dilakukan sebenarnya ya 3 itu saja,
secara garis besarnya sih. Yakni managing data, kemudian memfasilitasi
pengolahan data (proses), dan penyajian informasi yang pada akhirnya
digunakan oleh para decision maker untuk mengambil keputusan.

Namun demikian, saya tidak menganggap alur abah itu keliru. Bisa jadi
dalam konteks yang berbeda memang alur seperti itu lah yang masuk di
akal. Atau, bisa jadi memang secara konotasi abah dan saya memiliki
pengertian yang berbeda mengenai data dan informasi. Sebagai contoh yang
ayat => process => ilmu, maka dalam konteks IT ayat itu akan dikatakan
sebagai 'data', processnya tentu knowledge dari para mujtahid/mufassir,
kemudian 'ilmu' itu adalah informasi yang applikabilitasnya lebih tinggi
(bisa lebih mudah dipakai orang) dari pada 'data' nya.

Mengenai opini, itu lain lagi. Opini dan fakta adalah sesuatu yang
berbeda, dan sangat penting dalam proses analisa untuk memisahkan hal
tersebut. Saat ini media seringkali mengaburkan antara fakta dan opini,
sehingga analisa jadi keliru. Baik opini maupun fakta bisa menjadi data.
Fakta itu tingkat kepastiannya tentunya lebih tinggi dari pada opini,
karena fakta itu mestinya 'bisa dipotret' atau 'bisa dibuktikan secara
empirik'. "Sri Mulyani menangis" -> itu adalah fakta. "Sri Mulyani
bersedih" -> itu adalah opini.

Ada satu lagi yaitu asumsi. Ini pun bisa dijadikan data, dan lagi-lagi
saat kita masukkan asumsi sebagai data, maka perlu ada 'tag' (bahwa itu
asumsi). Karena asumsi yang berbeda akan menghasilkan
informasi/kesimpulan yang berbeda. Dan saat pengambilan keputusan
dilakukan, semua sumber data yang digunakan itu akan dilihat termasuk
kategorisasinya (fakta atau opini atau asumsi).

Demikian yang saya pahami. Mohon maaf bila kurang berkenan.

Wallahua'lam bishowab.

Wassalaam,

-Ning

From: wanita-muslimah@yahoogroups.com
[mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com] On Behalf Of H. M. Nur
Abdurahman
Sent: Wednesday, October 27, 2010 6:11 AM
To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Subject: Re: [wanita-muslimah] Umat Islam dan Pluralisme

Mia jangan asal nyeletuk saja, lebih baik diam kalau tidak faham. Orang
Belanda bilang: "Zwijgen is Goud", (tutup mulut itu emas).
Justru karena saya sudah simak, maka saya kelaurkan dari kantong Dora
Emon.

"Lestyaningsih":
Kalau dalam alur IPO (Input-Process-Output), data adalah input,
informasi adalah output. Process-nya adalah knowledge.
=======================
HMNA:
Jadi Lestyaningsih sefaham dengan Chodjim bahwa secara hirarkis data itu
posisinya lebih tinggi dari informasi. Data => Informasi. Itu
bertentangan denga faham yang telah saya pelajari, bahwa informasi itu
posisinya lebih tinggi dari data. Informasi => fakta => data.
Lalu saya kemukakan dari kantong dora emon:
:

+--------+
iman -------> [ puasa ] ------> taqwa
+--------+
http://waii-hmna.blogspot.com/1996/01/212-menebus-dosa-dan-memahami-puas
a.html

+-------------+
bahasa Allah----->| Al-Quran |----->bahasa Arab
+-------------+
http://waii-hmna.blogspot.com/2010/09/939-laylat-al-qadr-al-quran-itu-qa
dim.html

Selanjutnya saya tanya kepada Ning IPO dari kantong dora emon (itu bukan
IPO jaman jebot lho), yang mana informasi yang mana data.

Yang akhirnya saya susul dengan dari kantong dora emon lagi, yang
menunjukkan bahwa Informasi itu adalah input, seperti berikut:
+---------+
informasi -------> [ proses ] ------> ilmu
+---------+

Proses dengan metode tertentu adalah seperti berikut:
1. iqra, mengobservasi informasi (ayat Qawliyah dan Kawniyah)
2. tafsir / interpretasi yang menghasilkan teori
3. ujicoba teori dengan merujukkannya pada ayat Qawliyah dan Kawniyah
http://waii-hmna.blogspot.com/2003/06/580-evolusi-dan-loncatan.html

Lalu kuncinya, ini dia:
Adapun bahayanya jika informasi itu diposisikan paling bawah dalam
hirarki, itulah yang terjadi dalam kasus bank Century, Sri Mulyani
menganggap kasus bank Century sistemik itu adalah fakta, yang
sesungguhnya adalah opini. Syukurlah anda (Chodjim) menyangkal, tidak
terjerumus seperti Sri Mulyani. Yang memposisikan informasi itu pada
hirarki paling bawah mudah sekurang-kurangnya cenderung menganggap opini
itu fakta. Ya seperti Al Walid bin 'Uqbah bin Abu Mu'ith yang menganggap
opininya itu sebagai fakta, latar belakang turunnya ayat (49:6).

Wassalam
HMNA Al-Hajj Muhammad Nur Abdurrahman, bukan NMHA (Nur Muhammad Al-Hajj
Abdurrahman), kalau mau dibalik bisa begini Al-Hajj Abdurrahman Muhammad
Nur (HAMN).
Fyi, nama saya di KTP dan Paspor HMNA
sedangkan nama saya sebagai nasabah Bank: HAMN

Begitu senorita el Presidente Mia

----- Original Message -----
From: <aldiy@yahoo.com <mailto:aldiy%40yahoo.com> >
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com
<mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com> >
Sent: Tuesday, October 26, 2010 11:09
Subject: Re: [wanita-muslimah] Umat Islam dan Pluralisme

Pak NMHA ini, bukannya simak penjelasan mba ning dulu malah kasih
artikel doraemon jaman jebot. Guru kencing sendiri murid lari2an.
Salam
Mia

[Non-text portions of this message have been removed]

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com

Milis ini tidak menerima attachment.
MARKETPLACE

Get great advice about dogs and cats. Visit the Dog & Cat Answers Center.


Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.


Hobbies & Activities Zone: Find others who share your passions! Explore new interests.

.

__,_._,___

0 comments:

Post a Comment