Advertising

Monday, 25 October 2010

RE: [wanita-muslimah] Umat Islam dan Pluralisme

 



Pingin nyelak dikit, mengenai apa yang pahami mengenai data, fakta,
opini dan informasi.

Kalau dalam alur IPO (Input-Process-Output), data adalah input,
informasi adalah output. Process-nya adalah knowledge. Bila ada
rangkaian beberapa IPO, maka informasi (output) dari IPO pertama bisa
menjadi data(input) untuk IPO berikutnya.

Jadi, yang saya pahami, informasi pun bisa menjadi data bagi process
lainnya. Raw data sendiri bisa berasal dari fakta dan opini. Asumsi juga
bisa dijadikan data, kalau memang diperlukan.

Begitu sih yang saya pahami..

Ini discuss apa sih.. kok beda sama subjectnya ya ?

Maaf kalau mengganggu.. Silakan dilanjutkan lagi diskusinya..

Wassalaam,

-Ning

From: wanita-muslimah@yahoogroups.com
[mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com] On Behalf Of chodjim
Sent: Tuesday, October 26, 2010 9:41 PM
To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Subject: Re: [wanita-muslimah] Umat Islam dan Pluralisme

Ini saya ambilkan dari WIKI, silakan memahami sendiri, Abah.

Informasi adalah pengetahuan yang didapatkan dari pembelajaran,
pengalaman, atau instruksi [1]. Namun demikian, istilah ini memiliki
banyak arti bergantung pada konteksnya, dan secara umum berhubungan erat
dengan konsep seperti arti, pengetahuan, negentropy, komunikasi,
kebenaran, representasi, dan rangsangan mental.

Dalam beberapa hal pengetahuan tentang peristiwa-peristiwa tertentu atau
situasi yang telah dikumpulkan atau diterima melalui proses komunikasi,
pengumpulan intelejen, ataupun didapatkan dari berita juga dinamakan
informasi. Informasi yang berupa koleksi data dan fakta seringkali
dinamakan informasi statistik. Dalam bidang ilmu komputer, informasi
adalah data yang disimpan, diproses, atau ditransmisikan. Penelitian ini
memfokuskan pada definisi informasi sebagai pengetahuan yang didapatkan
dari pembelajaran, pengalaman, atau instruksi dan alirannya.

|transformasi data menjadi informasi

Etimologi
Kata informasi berasal dari kata Perancis kuno informacion (tahun 1387)
yang diambil dari bahasa Latin informationem yang berarti "garis besar,
konsep, ide". Informasi merupakan kata benda dari informare yang berarti
aktivitas dalam "pengetahuan yang dikomunikasikan" [2].

Informasi merupakan fungsi penting untuk membantu mengurangi rasa cemas
seseorang. Menurut Notoatmodjo (2008) bahwa semakin banyak informasi
dapat mempengaruhi atau menambah pengetahuan seseorang dan dengan
pengetahuan menimbulkan kesadaran yang akhirnya seseorang akan
berperilaku sesuai dengan pengetahuan yang dimilikinya.[rujukan?]

Istilah informasi
Banyak orang menggunakan istilah "era informasi", "masyarakat
informasi," dan teknologi informasi, dalam bidang ilmu informasi dan
ilmu komputer yang sering disorot, namun kata "informasi" sering dipakai
tanpa pertimbangan yang cermat mengenai berbagai arti yang dimilikinya.

Referensi
1.. ^ (en) American Heritage Dictionary: Information
2.. ^ (en) Online Etymology Dictionary: Information
===================================================================

Abah bisa memperhatikan sendiri pernyataan Abah yang menyatakan bahwa
hirarki yang saya sampaikan "tidak benar", dan bandingkan dengan
"transformasi data menjadi informasi". Seharusnya, menurut Barraba dan
Zaltman hirarkinya..... dan dalam konteks apa hirarki itu dibuat.

cheerio.....

Wassalam,

chodjim

----- Original Message -----
From: H. M. Nur Abdurahman
To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
<mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com>
Sent: Monday, October 25, 2010 12:09 AM
Subject: Re: [wanita-muslimah] Umat Islam dan Pluralisme

"chodjim" wrote:
Menurut kamus Filsafat, fakta adalah apa yang ada. Data adalah apa yang
dihadirkan. Sehingga: fakta --> data --> informasi.
Ini semua saya ambilkan dari kamus, lho Abah, jangan ngarang-ngarang
sendiri, mengambil contoh sendiri, ditafsiri sendiri, orang lain
dinyatakan salah.

########################################################################
#######################
HMNA:
Kok menuduh sembarangan, saya TIDAK ngarang-ngarang sendiri. Hirarki
fakta --> data --> informasi, itu tidak benar. Menurut Barabba & Zaltman
(1990): The information gathered are "facts" or not. Data is lowest in
the hierarchy, information is highest in the hierarchy.
Seperti saya kemukakan di bawah: informasi => fakta => data.
Informasi terdiri atas fakta dan opini (non-fact).
Data adalah fakta yang relevan dengan substansi penelitian.
########################################################################
#######################################
:

----- Original Message -----
From: "chodjim" <chodjim@gmail.com <mailto:chodjim%40gmail.com> >
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com
<mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com> >
Sent: Tuesday, October 26, 2010 03:47
Subject: Re: [wanita-muslimah] Umat Islam dan Pluralisme

Saya tidak menyatakan bahwa kasus bank Century itu fakta.

Itu kan Abah yang mencoba menjelaskan dengan mengambil contoh BC. Kalau
saya, sekali lagi saya, bila Bank Century yang diangkat dalam diskusi
ini, maka saya tidak membicarakan dalam fakta atau opini, tapi "kasus".
Jadi, ini lain lagi, Abah. Jadi, tidak ada kekeliruan yang saya buat,
karena saya berbicara masalah konsep. Dan, Abah sudah saya tunjukkan
dalam Kamus Filsafat dari Lorens Bagus tentang arti informasi. Mengapa
sih Abah sulit sekali menerima kebenaran ilmiah dan hanya mau mengarang
definisi sendiri?

Gini lho Abah, dulu para ahli biologi melihat fakta-fakta tentang
makhluk hidup hanya bisa mengklasifikasi menjadi animal kigdom dan plant
kingdom. Setelah fakta terkumpul lebih banyak, akhirnya membagi lagi dan
bertambah kingdomnya yaitu monera kingdom, fungi kingdom, dan protista
kingdom. Fakta --> Data. Menurut kamus Filsafat, fakta adalah apa yang
ada. Data adalah apa yang dihadirkan. Sehingga: fakta --> data -->
informasi. Sedangkan informasi adalah jumlah seluruh pengetahuan atau
data tertentu mengenai sesuatu.

Ini semua saya ambilkan dari kamus, lho Abah, jangan ngarang-ngarang
sendiri, mengambil contoh sendiri, ditafsiri sendiri, orang lain
dinyatakan salah. Padahal, saya nggak menggubris sama sekali kasus Bank
Century karena tidak relevan dengan yang kita bicarakan.

Kasihan Abah, anak didik bila Abah mengajarkan sesuatu tidak punya
landasan ilmiah. Lha, informasi koq disamakan dengan berita, kalau
berita atau kabar, itu perlu tabayyun, Abah. Berita bisa diperoleh
melalui gosip, rumor, opini, dan lain-lain; makanya perlu tabbayun alias
klarifikasi.

Ada ranting patah, langsung Abah simpulkan bahwa itu merupakan gejala
bahwa ada binatang (yang menyebabkan patah). Padahal, ranting atau
cabang patah bisa disebabkan oleh angin kencang, manusia, sudah lapuk,
atau tertimpa pohon sebelahnya yang tumbang. Ternyata, ada ranting patah
belum membuktikan ada binatang. Jadi, pahami lagi Abah apa yang disebut
gejala, tanda, pengamatan, variabel, parameter, fakta, data, informasi,
opini, gosip/rumor, berita, dan silogisme. Ini penting agar Abah tidak
muter-muter, dan mencampuradukkan apa yang sedang didiskusikan.

Abah, yang membaca milis ini beragam orang dan luas penyebarannya,
jangan sampai memaksakan sesuatu yang tidak benar. Saya sudah
menunjukkan via kamus filsafat sebagai landasan.

Wassalam,

chodjim

----- Original Message -----
From: H. M. Nur Abdurahman
To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
<mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com>
Sent: Sunday, October 24, 2010 9:54 PM
Subject: Re: [wanita-muslimah] Umat Islam dan Pluralisme

Kasus bank Century sistemik itu opini bukan fakta. Itulah kekeliruan
semacam Anda dan Sri Mulayni yang menganggap informasi terkait dengan
bank Century sistemik itu informasi anak gaul. Dalam terminologi
Al-Quran informasi itu = ALNBA, dan itu bukan terminologi anak gaul.
Terhadap ALNBA harus diadakan TBYN untuk menyeleksi / memisahkan opini
dari fakta.

Wassalam
HMNA

----- Original Message -----
From: "chodjim" <chodjim@gmail.com <mailto:chodjim%40gmail.com> >
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com
<mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com> >
Sent: Monday, October 25, 2010 23:11
Subject: Re: [wanita-muslimah] Umat Islam dan Pluralisme

Cekap semanten, Abah. Ternyata Abah tidak paham makna "informasi" dalam
dunia sains. Informasi yang Abah maksud itu "informasi" anak gaul, bukan
informasi yang diterapkan dalam Kementerian Komunikasi dan Informasi.
Informasi itu sudah menjadi sajian yang benar, dan tidak lagi diuji
ulang.

Sudah saya sebutkan, untuk menjadi data, harus dikumpulkan dari
fakta-fakta. Tetapi, kumpulan fakta belum tentu bisa menjadi fakta
bilamana masih ada "missing link" di antara fakta. Bila sudah menjadi
data, baru ditarik kesimpulan, dan kesimpulan tidaklah tunggal.
Kemudian, kesimpulan yang dipilih itulah yang menjadi "informasi" yang
selanjutnya bisa digunakan untuk operasional.

Maaf, Abah memang mutar-mutar terus tidak pernah bisa menyimpulkan
tulisan orang yang sudah diterangkan dengan jelas. Abah tidak mau
menerima kebenaran tapi hanya mau benar sendiri meski salah!

Selamat muter-muter, Abah.

Wassalam,

chodjim

----- Original Message -----
From: H. M. Nur Abdurahman
To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
<mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com>
Sent: Sunday, October 24, 2010 3:39 PM
Subject: Re: [wanita-muslimah] Umat Islam dan Pluralisme

----- Original Message -----
From: "chodjim" <chodjim@gmail.com <mailto:chodjim%40gmail.com> >
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com
<mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com> >
Sent: Monday, October 25, 2010 04:10
Subject: Re: [wanita-muslimah] Umat Islam dan Pluralisme

Hehehe...... klasifikasi binatang, tumbuhan, bakteri, cendawan dan
virus, itu setelah ada kumpulan fakta, Abah.

Kita bukan tahu binatangnya dulu, tapi ada faktanya dulu. Baru kita tahu
bahwa fakta singa-singa yang kita teliti itu bisa ditarik kesimpulan
bahwa singa termasuk binatang, dan tidak termasuk tumbuhan.
########################################################################
######
HMNA:
Saya mau meneliti binatang buas saya masuk hutan. Saya temukan misal
ranting patah, itu baru gejala ada binatang. Saya teruskan mencari
mendapatkan binatang, dan itu fakta. Saya temukan bermacam-macam
binatang tetapi belum mendapatkan binatang buas semuanya saya sisihkan,
setelah dapat singa saya tembak singa itu pakai peluru pembius, nah
singa itu adalah data relevan dengan obyek penelitian saya. Saya terus
kumpulkan data hingga mendapat binatang buas yang lain-lain dst., dst.
Tentang informasi yang menurut anda posisikan pada hirarki yang paling
bawah, itu anda itu anda tidak singgung, padahal informasi itu adalah
titik awal. Informasi terdiri atas fakta dan opini. Opini harus
disisihkan yang diambil adalah fakta. Jadi hirarkinya: informasi =>
fakta => data.

Wah, kalau anda ajarkan pada mahasiswa anda informasi itu pada hirarki
paling bawah, niscaya mahasiswa anda akan mencampurkan fakta dan opini,
kacau nanti. Seperti Sri Mulyani menganggap kasus bank Century itu
sistemik sebagai fakta, padahal itu cuma opini. Ya, buat sementara
begitu saja dulu. Mudah-mudahan mantan mahasiswa asuhan anda tidak ikut
jejak Sri Mulyani yang mengacaukan antara fakta dengan opini, bahaya !
########################################################################
######

Cekap semanten, Abah. Mudah-mudahan mahasiswa Abah tidak menjadi orang
yang salah alamat karena belum bisa membedakan "gejala" dan "tanda".
Matur kasuwun, atas partisipasinya...

Wassalam,

chodjim

----- Original Message -----
From: H. M. Nur Abdurahman
To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
<mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com>
Sent: Saturday, October 23, 2010 8:54 PM
Subject: Re: [wanita-muslimah] Umat Islam dan Pluralisme

----- Original Message -----
From: "chodjim" <chodjim@gmail.com <mailto:chodjim%40gmail.com> >
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com
<mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com> >
Sent: Sunday, October 24, 2010 21:37
Subject: Re: [wanita-muslimah] Umat Islam dan Pluralisme

HMNA: "Tidak semua fakta itu bisa jadi data."

chodjim: Lha, tulisan saya yang Abah kopi, kan begitu. Yang berbeda
dengan saya kan apa yang diambil sebagai titik awal informasi oleh Abah.

HMNA:
Tidak semua binatang itu singa.
Sedangkan semua singa itu adalah binatang
Tidak semua fakta itu data.
Sedangkan semua data itu adalah fakta

chodjim:
Ini cara Abah memberi contoh yang salah. Coba Abah tunjukkan, mana yang
fakta, binatang atau singa? Padahal, keduanya bisa menjadi fakta, maupun
data. Jadi, contoh yang Abah kemukakan itu bukan yang kita bicarakan.
Contoh tersebut adalah silogisme.
######################################################################
HMNA:
Dalam sebuah kebun binatang di dalamnya hanya ada satu jenis binatang
buas yaitu singa. Binatang dalam kebun binatang itu adalah fakta. Saya
meneliti binatang buas. Binatang dalam kebun binatang itu adalah fakta.
Yang relevan dengan penelitian saya itu singa. Maka singa itu adalah
data, binatang itu adalah fakta
######################################################################.

Abah tampaknya juga belum bisa membedakan istilah "informasi" dalam
dunia sains.
Fakta-fakta justru harus dikumpulkan dulu --istilah lain facts finding--
agar bisa menjadi data. Bila sudah menjadi "data" --meskipun belum
disimpulkan--maka data menjadi titik awal informasi karena dari datalah
kita memperoleh informasi tentang sebuah kenyataan.
#########################################################
HMNA:
Informasi (ALNBA) itu ada dua macam, fakta dan opini. Hirarki informasi
lebih tinggi dari fakta
informasi
|
fakta
|
data

Jadi informasi itu merupakan titik awal. Tidak semua informasi yang
terkumpul yang diambil. Hanya fakta yang diambil, yang opini disisihkan.
Sudah itu diseleksi lagi. Mana yang tidak relevan dengan substansi
disisihkan, dan yang tertinggal yaitu yang relevan itulah data. Kalau
ada missing link dari data, maka observasi (NZhR) diteruskan sehingga
mendapatkan yang missing link itu.
########################################################################

Lha kalau "Kemenkominfo" kerjanya cari fakta terus tanpa diolah dulu
untuk menjadi data, langsung saja fakta --> informasi, akan bahaya
sekali, Abah. Katanya kita menerima informasi, ee.... gak tahunya rumor
alias gosip.
Wassalam,

chodjim

----- Original Message -----
From: H. M. Nur Abdurahman
To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
<mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com>
Sent: Thursday, October 21, 2010 6:23 PM
Subject: Re: [wanita-muslimah] Umat Islam dan Pluralisme

Chodjim wrote:
seandainya sudah terkumpul sejumlah fakta, belum tentu bisa menjadi
"data", karena bisa jadi masih ada "missing link" di antara fakta itu
sebelum bisa dijadikan "data". Jadi, data itu sudah menjadi titik awal
"informasi",
#########################################################
HMNA:
Fakta adalah titik awal dari informasi, bukan data. Tidak semua fakta
itu bisa jadi data.

Tidak semua binatang itu singa.
Sedangkan semua singa itu adalah binatang
Tidak semua fakta itu data.
Sedangkan semua data itu adalah fakta

Data itu adalah fakta yang relevan dengan subyek
penelitian/perbincangan.
Contoh:
Ayam jantan berkokok ayam betina berkotek itu fakta
Tetapi itu bukan data dalam perbincangan tentang Ahmadiyah

Konklusi adalah hasil interpretasi mengenai data
Namun konklusi itu belum tentu sebuah truth

Contoh:
Dalam penelitian ttg IQ kulit putih dan kulit hitam di Amrik didapatkan
data dua kurva. Dalam sistem sumbu IQ dan N puncak kurva kulit putih dan
kulit hitam sama tingginya, namun puncak kulit putih mencong ke kanan
dari kurva normal sedangkan puncak kurva kulit hitam mencong kekiri.
Ada dua konklusi hasil interpretasi atas data tsb
Pertama: Kesimpulannya memang dari sononya kulit putih lebih
unggul/dominan dari kulit hitam dalam hal kecerdasan.
Kedua: Kesimpulannya itu bukti bahwa perlakuan terhadap kedua macam ras
itu oleh pemerintah diskriminatif. Ras kulit hitam tidak mempunyai
kesempatan yang sama dengan ras kulit putih.

Kedua macam interpretasi itu belumlah menyatakan suatu truth, harus
dilakukan penelitian berlanjut, dan berlanjut, dan berlanjut .

[Non-text portions of this message have been removed]

[Non-text portions of this message have been removed]

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com

Milis ini tidak menerima attachment.
MARKETPLACE

Hobbies & Activities Zone: Find others who share your passions! Explore new interests.


Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.


Get great advice about dogs and cats. Visit the Dog & Cat Answers Center.

.

__,_._,___

0 comments:

Post a Comment