Advertising

Saturday, 21 January 2012

Re: Bls: Re: Re: [wanita-muslimah] Re: No Need to Believe: Indonesia's Atheists

 

(1) Hamzah Fansuri memang tokoh penyair sufi Aceh. Tokoh ini menganut tarikah Wujudiyah. Pemahahaman ini beranggapan bahwa segala makhluk itu pada dasarnya adalah esa, karena wujud daripada zat Allah.

Banyak yang berpendapat bahwa Hamzah Fansuri terpengaruh faham Ibn Arabi, ahli tasawuf yang masyhur pada akhir abad ke-12 dan awal abad ke-13.

Ajaran ini memang memicu konflik, mendapat tantangan hebat dari Nuruddin ar-Raniri penganut tarekat Rifa'iyah yang mengatakan Tuhan kekal steril dari pengaruh ciptaannya. Al-Raniri memiliki kedekatan dengan Sultan Aceh membawa implikasi yang cukup luas. Misalnya, dalam satu kesempatan dan didukung oleh Sultan, Al-Raniri mengadakan majelis persidangan dengan 40 ulama pendukung paham wujudiyyah guna membahas paham tersebut. Dari sidang ini kemudian lahir fatwa Syeikh Al-Raniri dan para ulama istana yang menghukumi kafir terhadap para pengikut paham wujudiyyah, sehingga boleh dbunuh. Tidak hanya sampai disini, Al-Raniri dengan penuh semangat menulis dan sering berdebat dengan para penganut paham panteisme ini dalam banyak kesempatan. Bahkan, perdebatan itu sering dilakukan dihadapan sultan.

(2) Syekh Siti Jenar (SSJ) dianggap singkretisme islam dan lokal nusantara. Dan SSJ harus terpental dari sistem sosial jawa adalah semata-mata faktor politik, akhir dari politisasi agama adalah persekusi terhadap SSJ. Karena SSJ mengajarkan kemandirian dan menjauh dari kekuasaan, dianggap membahayakan strategi dakwah yang dipakai wali songo yang condong bersinergi pada sultan Demak. Maka konflik yang semula adalah perbedaan visi dan misi dakwah menjadi bergeser pada aqidah dan sekali lagi karena dipolitisirlah yang berakhir dengan aksi persekusi di pihak SSJ.

Terkait dengan QS 35:24, SSJ sebenarnya menyuarakan peringatan kemerdekaan jiwa bebas dari kekuasaan atau kooptasi pemerintahan (politik) agar terbebas dari aksi tipu daya menjauhi kejujuran dan zuhud. Umat kudu bebas dari upaya eliti politisi busuk yang mengeksploitasi rakyat demi kepentingan kelompok tertentu.

Namun sekali lagi karena faktor politiklah menghasilkan persekusi dan menghakimi sejarah untuk menilai sesat di pihak SSJ dan kudu dibid'ahkan dan dikafirkan alias sesat. Historiografi ini dilestarikan turun temurun sekian generasi. Salah satu buku yang melihat dari sisi lain SSJ adalah karya tulisan pak Chodjim salah satu member WM.

Wassalam
Abdul Mu'iz

Powered by Telkomsel BlackBerry®

From: aldiy@yahoo.com
Sender: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Date: Sat, 21 Jan 2012 23:56:09 +0000
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
ReplyTo: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Subject: Re: Bls: Re: Re: [wanita-muslimah] Re: No Need to Believe: Indonesia's Atheists

 

Hamzah Fansuri ini tokoh Aceh kan ya? BTW, apakah di Aceh pernah terjadi konflik seperti di Tanah Minang, antara adat dan ulama, dimana akhirnya ulama yg memenangkan?

Pak Muiz,
Kejawen, kebatinan, yang dikembangkan SSJ bukannya sinkretisme, ajaran yg mencampuradukkan tradisi Islam dengan tradisi lokal Nusantara?

Apa aplikasi dari surat2 yg dikutip sebelumnya, ttg tiap2 bangsa diutus Rasul?

Apakah kira2 ummat Islam bakal rela kalau;
-berkembang ajaran sinkretisme
-berkembang ajaran leluhur Nusantara yg bukan sinkretisme, melainkan agama/keyakinan tersendiri. (Mereka menolak disebut dg istilah a-gama).

Salam
Mia

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

From: "Mu iz, Abdul" <muizof@yahoo.com>
Sender: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Date: Sat, 21 Jan 2012 16:58:39 +0800 (SGT)
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
ReplyTo: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Subject: Bls: Re: Re: [wanita-muslimah] Re: No Need to Believe: Indonesia's Atheists

 


Mbak Mia,

Coba dishare kisah imam hanbali di damaskus (masih timteng) al hallaj di baghdad (masih di timteng), nah yang di luar timteng adalah : ibnu arabi di andalusia, syekh siti jenar di tanah jawa, hamzah fansuri di tanah Sumatra mereka pada dasarnya adalah pemberi peringatan di zaman dan lokasinya masing-masing ini relevan dengan "pemberi peringatan bagi kaumnya" sebagaimana disebut di QS 35:24, maupun tugas kerasulan seperti yang disebutkan di QS 10:47 dan QS 16:36. Tanpa perlu proklamasi atau pengumuman dirinya sebagai nabi atau rasul sebenarnya mereka sudah menyuarakan risalah dan nubuwah mengajak beriman dan beramal sholeh, tetapi karena dipolitisir maka mereka telah dihakimi sebagai penjahat (dipersekusi), sehingga harus terpental dari struktur atau sistem sosial yang didominasi oleh para politisi yang mengatasnamakan agama, mesekipun para politisi adalah elit tetapi merasa dominan dan hegemonik dalam menafsirkan agama, dengan memonopoli tafsir sudah
merasa paling benar dan merasa legitimate.

Wassalam
Abdul Mu'iz

------------------------------Pada Sab, 21 Jan 2012 09:44 ICT aldiy@yahoo.com menulis:>Pak Muiz, kalau kebiasaan mengutip standar yg tertulis tanpa menyebut, menanggapi atau membahas kenyataan yg bener2 berlaku, kita jadi berlaku artifisial, nggak tau lagi beda kenyataan dan yang seharusnya.>>Apakah ada temen3 di sini yg bisa menyebutkan siapa nabi/rasul lokal kita, dan apa ajarannya? Gimana Pak Chodjim, apa bisa menjelaskan?>>Ada temen penganut ajaran Leluhur yang memberikan saya artikel Jagad Gumelar yang berisikan nama2 dewata, yang bagi saya nama2 yg turun ke bumi sebanding dengan nama nabi/rasul - sebagian laki2 sebagian perempuan.>>Bagi saya kisah Adam-Hawa sebanding dengan kisah Togog, Semar dan Batara Guru. Dalam pemahaman saya itu bukan kisah penciptaan per se melainkan perumpamaan "moral mitos/kejadian yang terjadi setiap saat". Di situlah nilai keabadiannya.>>Salam>Mia>Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung
Teruuusss...!>>-----Original Message----->From: "Mu'iz, Abdul" <quality@posindonesia.co.id>>Sender: wanita-muslimah@yahoogroups.com>Date: Fri, 20 Jan 2012 17:02:54 >To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>>Reply-To: wanita-muslimah@yahoogroups.com>Subject: Re: Re: [wanita-muslimah] Re: No Need to Believe: Indonesia's Atheists>>Mas Wikan :>>(1) Setiap umat punya rasul dapat dibaca di :>>a) QS 10:47, "Tiap-tiap umat mempunyai rasul; maka apabila telah datang rasul mereka, diberikanlah keputusan antara mereka dengan adil dan mereka (sedikit pun) tidak dianiaya".>>b) QS 16:36, "Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat ..."> >c) QS 35:24, "....Dan tidak ada suatu umat pun melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan".>>Kalau baca ayat di atas, maka umat, komunitas tentunya tidak cuma di timur tengah.>>(2) Umat non timur tengah jelas bukan pemeran pembantu, atau penggembira, karena Rasul itu ada yang dikisahkan dan ada yang tidak
dikisahkan, sebagaimana QS An-Nisaa 4:164, "Dan (Kami telah mengutus) rasul-rasul yang sungguh telah Kami kisahkan tentang mereka kepadamu dahulu, dan rasul-rasul yang tidak Kami kisahkan tentang mereka kepadamu.....">>Wassalam>Abdul Mu'iz>>Powered by Telkomsel BlackBerry®>>-----Original Message----->From: Wikan Danar Sunindyo <wikan.danar@gmail.com>>Sender: wanita-muslimah@yahoogroups.com>Date: Fri, 20 Jan 2012 11:38:33 >To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>>Reply-To: wanita-muslimah@yahoogroups.com>Subject: Re: Re: [wanita-muslimah] Re: No Need to Believe: Indonesia's Atheists>>baca taurat, injil dan al quran kok geografinya cuman seputaran timur tengah ya?>apa iya, Allah tidak tahu ada tempat lain selain timur tengah>apa iya, agama cuma diturunkan di timur tengah buat orang timur tengah>>lha kita ini apa? pemeran pembantu? atau cuman penggembira saja yang>kebagian sorak-sorak di belakang pemain utama?>:)>>salam,>-->Wikan>>2012/1/20 Ari
<masarcon@gmail.com>>>>>>>>> rasul itu hanya turun di timur tengah. dan nabi utama,>> hanya ada di kalangan arab sama yahudi.>> arab saja cuman kebagian satu orang doang.>>>> 124 ribu itu angka hiperbolis kalau jumlah nabi banyak.>> meskipun itu sebenarnya merujuk ke orang yahudi>> yang nabinya banyak bener.>>>> sementara nabi di kalangan arab hanya satu orang.>>>> nabi gak pernah kok mengakui kebenaran agama jawa,>> agama budha, agama hindu. :D>

__._,_.___
Recent Activity:
=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com

Milis ini tidak menerima attachment.
.

__,_._,___

0 comments:

Post a Comment