Tambahan :
Nah terkait dengan seringnya Allah menggunakan redaksi jama' yaitu muntaqimuun, menunjukkan bahwa Allah dalam mengimplementasikan intiqam (avenger) itu tidak dilakukan sendiri yaitu melibatkan banyak pihak :
(1) misalnya bencana masa lalu : kaum ad, tsmaud, sodom, kaum nabi nuh diazab dengan media yang beragam, gunung meletus, angin topan, batu pijar, banjir. Ini menunjukkan bahwa malapetaka yang ditimpakan tidak sendirian dikerjakan Allah tetapi melibatkan banyak pihak.
Yang perlu dicatat adalah bahwa avenger (balasan hukuman) tsb bukanlah semata-mata bahwa Allah Maha Kejam dan bengis, tetapi sebenarnya malapetaka atau azab tsb adalah kesalahan mereka (korban) itu sendiri dengan sikap sombong, arogan, menantang bahkan minta didatangkan azab. Allah menegasikan diri-Nya tidak kejam, tidak bengis dapat dijumpai di QS 9:70.
(2) Begitu pula musibah di zaman sekarang, seperti banjir, kebakaran dan gonjang-ganjing politik yang kusut dan menyesakkan dada serta memprihatinkan, ada hukum alam (sunnatullah maupun taqdirullah) yang dilanggar umat manusia, maka muncullah bencana yang menyakitkan tsb.
Yang ingin saya sampaikan sejak awal topik ini, bahwa asmaa ulhusna lebih banyak yang menampilkan kesejukan daripada kebengisan adalah merujuk pendapat pak Quraisy Syihab bahwa Allah dengan memberikan rahman dan rahim-Nya seolah menutupi bencana dan malapetaka. Apalagi rahman rahim dicombine dengan Maha Pengampun juga banyak disebut : afuw, ghafur, dan tawwab menunjukkan betapa tidak terbatasnya Kasih Sayang Allah. Bahkan seandainya hamba Allah datang minta ampun karena melakukan dosa seluas bumi dan langit akan diampuni, tentu ada yang dikecualikan yaitu dosa syirik.
Kembali kepada nama sejuk, misalnya musibah gunung meletus, akan berlaku janji Allah bahwa fa inna ma'al usri yusra yang diulang lagi dengan inna ma'al usri yusra. Bencana gunung meletus memang menyengsarakan, tetapi endapan tanah dari letusan gunung berapi juga memberikan harapan prospektif tanah yang subur, tentunya butuh waktu untuk memanagenya agar meraih kemakmuran yang didambakan.
Wassalam
Abdul mu'iz
------Original Message------
From: Mu'iz, Abdul
Sender: wanita-muslimah@yahoogroups.com
To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
ReplyTo: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Subject: Re: Bls: Re: Re: [wanita-muslimah] Re: No Need to Believe: Indonesia's Atheists
Sent: Jan 23, 2012 10:12
Pak ANB,
(1) Sebenarnya kami (saya dan abah HMNA) sama-sama menyepakait bahwa al muntaqim adalah asmaa ulhusna, hanya saya menginformasikan bahwa dalam pemakain redaksi di Qur-an tidak ada dalam bentuk mufrad (singular), semuanya disajikan dalam buntuk jama' (plural). Namun saya tidak tahu apanya yang dibantah abah HMNA ?, muntaqimuun (QS 32:22, QS 43:41, QS 44:16) jelas-jelas dalam bentuk jama' tetapi yang dipermasalahkan abah HMNA adalah ketiadaan "al", mungkin karena asmaa ulhusna dalam bentuk definite article maka muntaqimuun (bentuk jama') di qur'an karena tanpa "al" maka di benak abah muntaqimuun tsb bukan termasuk asmaa ulhusna. Kalau benar pemikiran abah HMNA demikian maka tentu keliru. Karena ada juga asmaa ulhusna yang bentuk mufrad (singular) juga tanpa "al" contohnya sudah saya sebutkan yaitu al alim" di QS 2:263.
(2) Adapun makna al muntaqim ya dekat dengan hal-hal pembalasan, siksaan atau hal-hal yang menyakitkan. Dalam hal apa Allah tampil sebagai al muntaqim ?
a) Allah menghancurkan mereka yang suka menantang, menghukum penjahat, dan memperkeras hukuman atas penindas.
Contohnya Kaum Ad yang menentang Nabi Hud dan mereka manantang ditimpakan azab, Kaum Tsamud yang menentang Nabi Syuaib, mereka juga menantang diberi azab, Kaum Sodom dan Gomorah yang menentang Nabi Luth, juga meremehkan azab juga meminta didatangkan azab. Ini contoh masa dahulu.
Bagaimana dengan contoh masa sekarang ?, intiqam juga berlaku misalnya kalau pendduduk jorok hidup tidak tertib, buang sampah sembarangan sehingga menyumbat air selokan, kawasan resapan air dan hutan lindung dijadikan villa atau pabrik maupun plaza maka akan terjadi banjir, yang bakal menderita tidak hanya kaum yang bersalah tetapi semua wilayah akan mendapat penderitaan yang sama tanpa pandang bulu meskipun hidup tertib (misalnya buang sampah pada tempanya), contoh lain penduduk yang gemar mencuri listrik, main batol arus listrik seenaknya sendiri sehingga berpotensi korsluit maka tertimpa musibah kebakaran. Negeri yang gak kunjung tuntas mengatasi korupsi, maka akan dirundung malapetaka silih berganti bak benang kusut.
Nah, kalau contoh di akhirat ya neraka merupakan balasan (intiqam) bagi hamba-hamba Allah yang kafir. Adapun balasan bagi orang yang beriman dan beramal sholeh dapat balasan juga berupa syurga, biasanya balasan syurga bukan menggunakan istilah intiqam melainkan pahala atau ajrun ghairu mamnuun alias pahala yang tiada putus2nya.
Wassalam
Abdul Mu'iz
Powered by Telkomsel BlackBerry®
------------------------------------
=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.Yahoo! Groups Links
Powered by Telkomsel BlackBerry®
------------------------------------
=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
wanita-muslimah-digest@yahoogroups.com
wanita-muslimah-fullfeatured@yahoogroups.com
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/






0 comments:
Post a Comment