Advertising

Sunday, 22 January 2012

Re: Re: [wanita-muslimah] Re: No Need to Believe: Indonesia's Atheists

 

Mu'iz, Abdul wrote:
al muntaqimuun di al Qur-an dapat dibaca di QS al Zukhruf 43:41 dan QS as Sajdah 32:22.
 
((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((
 
HMNA:
Tidak ada al-muntaqimuun (bentuk ma'rifah/definite)) dalam Al-Quran, melainkan muntaqimuun (bentuk nakirah/indefinite)
Fainnamaa nadzhabanna bika fainnaa minhum muntaqimuun (S.Al-Zukhruf, 43:41)
Tsumma a'radha 'anhaa innaa mina l-mujrimiina muntaqimuun (As-Sajdah, 32:22)
 
hum muntaqimuun jumlah ismiyah (nominal sentence), hum => mubtada/subject dan muntaqimuun => khabar/predicate. Karena hum itu jamak, maka predikatnya juga mesti jamak. Disebut jumlah (kalimat) ismiyah karena predikatnya isim (kata benda).
al-mujrimuuna muntaqimuun sda   (dalam ayat 32:22 tertulis al-mujrimiina karena didahului oleh min)
 
Dari kedua ayat itu muntaqimuun adalah khabar, bukan asmaa al-husnaa. Asmaa al-husnaa itu selamanya dalam bentuk ma'rifah, pakai Al di depannya.
 
Wassalam
 
))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))
 
 
----- Original Message -----
Sent: Sunday, January 22, 2012 5:33 PM
Subject: Re: Re: [wanita-muslimah] Re: No Need to Believe: Indonesia's Atheists

 

Abah HMNA,

(1) asmaa ulhusna itu merujuk Al Qur-an, al muntaqimuun di al Qur-an dapat dibaca di QS al Zukhruf 43:41 dan QS as Sajdah 32:22.

(2) Memang kalau daftar asmaa-ulhusna versi bukhari ada 99, maka untuk nama Maha Menyiksa pada no urut 81 disebut secara mufrad (al muntaqim). Menurut Quraisy Syihab (mantan Meneg RI), di Qur-an tidak ditemukan Maha menyiksa dalam bentuk mufrad (al muntaqim) yang ada adalah bentuk jama', artinya ketika Allah menyiksa senantiasa melibatkan banyak pihak seperti bencana alam, angin tofan, kebakaran dsb.

(3) Sesuai pendapat saya semula bahwa asmaa ulhusna lebih banyak yang sejuk daripada yang menggambarkan kekerasan baik secara kuantitas maupun kualitas. Senada dengan pendapat Quraisy Syihab (penulis buku asmaa ul husna), nama Al Rahim dan al Rahman seolah menutup sifat keras dan bengis-Nya.

Wassalam
Abdul Mu'iz

Powered by Telkomsel BlackBerry®

From: "H. M. Nur Abdurrahman" <mnur.abdurrahman@yahoo.co.id>
Sender: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Date: Sun, 22 Jan 2012 16:35:30 +0800
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
ReplyTo: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Subject: Re: Re: [wanita-muslimah] Re: No Need to Believe: Indonesia's Atheists

 

1. Menurut hemat saya pernyataan Sunny:  "maaf komentar saya ini bukan untuk text Pak HMNA tetapi yang lain. sekali lagi maaf", itu pernyataan shahih sebagai klarifikasi, bukan karena takut. Sedangkan pernyataan Sunny: "Jelas saya takut kalau di hari kemudian saya dicegat oleh Pak HMNA dan serdadunya, bisa langsung disuruh ke tempat BBQ. hehehe," itu cuma pernyataan senda gurau saja. 
 
2. Pak Abd Muiz, coba buka Cover belakang bahagian dalam dari Mushaf Al-Quran baris keempat dari bawah paling kiri tertulis Alif - Lam  -Mim - Nun  -Ta -Qaf - Mim (dibaca al muntaqimu), bentuk mufrad; bukan bentuk jamak Alif - Lam - Mim - Nun - Ta - Qaf  -Mim  - Waw - NUN (dibaca: al muntaqimuun). Dan coba Pak Abd Muiz perhatikan semua Al-Asmaa Al-Husnaa yang 99 itu tidak ada yang berbentuk jamak.  
 
Wasalam
HMNA. 
 
 
----- Original Message -----
Sent: Sunday, January 22, 2012 11:49 AM
Subject: Bls: Re: [wanita-muslimah] Re: No Need to Believe: Indonesia's Atheists

 


(1) Klarifikasi yang shahih adalah reply dari om Sunny sendiri tempo hari Jum'at, 20 January 2012 20:25, "Jelas saya takut kalau di hari kemudian saya dicegat oleh Pak HMNA dan serdadunya, bisa langsung disuruh ke tempat BBQ. hehehe"

(2) Asmaa ulhusna, memang ada yang sejuk dan ada yang tidak sejuk.

a) Al-Maalik: Maha Merajai, kalau menurut saya masih netral bahkan terkesan sejuk, karena Allah sebagai raja adalah raja yang mengayomi bukan menindas atau menyengsarakan yang dikuasai.

b) Al-Jabbar: Maha Perkasa, tepatnya adalah Maha Memaksa, karena memang keperkasaan-Nya tidak dapat diingkari. Lagi pula kehendak memaksa Allah bukan karena lalim, tetapi karena kesalahan hamba-Nya sendiri, yang namanya kesalahan kan ada konsekuensi sanksi, jadi kurang pas kalau dimasukkan kelompok tidak sejuk

c) Al-Qahhar: Maha Menundukkan.

d) Al-Mutakabbir : Maha Memilik Segala kebesaran.

e) Al-Qaabidh: Maha Pengendali selalu diantonimkan dengan al Baasith Maha Melapangkan.

f) Al-Khaafidh: Maha Menjatuhkan, yang dijatuhkan atau direndahkan hanya hamba-Nya yang kafir

g) Asy-Syakuwr: Maha Pembalas, menerima syukur hamba-Nya, ini menurut saya termasuk sejuk.

h) Al-Qawiyy: Maha Kuat, menurut saya bisa sejuk.

i) Al-Matiyn: Maha Kokoh, menurut saya netral.

j) Al-Mumiyt: Maha Mematikan selalu diantonimkan dengan maha menghidupkan al Muhyi.

k) AL-Muntaqim): Maha Membalas, di Qur'an tidak ada kata al muntaqim (mufrad/singular) yang ada dalam bentuk jama' al muntaqimuun.

l) Al-Mudzill): Maha Pemberi Kehinaan, ada antonimnya yaitu al Mu'iz yang Maha Memuliakan.

Wassalam
Abdul Mu'iz

__._,_.___
Recent Activity:
=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com

Milis ini tidak menerima attachment.
.

__,_._,___

0 comments:

Post a Comment