Perangnya di Indonesia, Kok Monumennya di Belanda Sih?
Minggu, 22 Januari 2012 | 19:18
Pertempuran Tarakan pada 1942. [google] Masih ingkatkah Anda akan pertempuran Tarakan tahun 1942? Mungkin Anda dan mayoritas orang Indonesia sudah lupa sejarah pertempuran Tarakan yang terjadi pada Januari 1942.
Tetapi yang pasti, saat ini sejumlah keluarga korban, yang didukung Yayasan Makam Pahlawan Belanda, membangun monumen perang di perairan Pulau Tarakanbdi Taman Makam Pahlawan Loenen, Belanda tengah.
Dalam sejarah, pertempuran Tarakan disebut sebagai Pearl Harbour-nya Indonesia. Pada tanggal 19 Januari 1942, rombongan kapal perang (dua di antaranya kapal penyapu ranjau) milik Jepang, masuk perairan di Laut Sulawesi.
Pasukan artileri Hindia Belanda tidak tahu bahwa sebenarnya Pemerintah Belanda di Pulau Tarakan sudah menyerah. Pasukan yang waktu itu bertugas menjaga ladang minyak, dengan meriam artileri, berhasil menenggelamkan dua kapal penyapu ranjau. Namun, pasukan Jepang, kemudian berhasil menaklukkan perlawanan.
Sekalipun sudah menyatakan menyerah, 215 tentara Hindia Belanda di Pulau Tarakan, tetap dieksekusi pasukan Jepang di atas kapal, dan jasadnya dibuang ke laut. Tujuh puluh persen korban yang dibantai pasukan Jepang lahir di Indonesia (dulu Hindia Belanda) dan 125 korban hingga kini belum diketahui namanya.
Sanak saudara, kebanyakan warga Indo-Belanda, sangat menyambut baik tugu peringatan pertempuran Tarakan. Karena karena kini mereka punya tempat untuk meletakkan bunga dan mengenang para korban. [RN/L-8]
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.






0 comments:
Post a Comment