Advertising

Saturday, 24 December 2011

Re: [wanita-muslimah] Hayo, siapa berani bilang postingan ini cuma hoax ?!

Laporin saja ke polisi, kumpulkan bukti, di meja hijauan kalau perlu...
Lebih efektif dan santun daripada bikin tulisan yang memanas-manasi
massa...

;D
On Dec 24, 2011 11:50 AM, "H. M. Nur Abdurrahman" <
mnur.abdurrahman@yahoo.co.id> wrote:

> **
>
>
> Saya tidak perduli, jika donnie ngeyel yang saya postingkan ini hoax.
> Sekali lagi saya tidak perduli.
>
> HMNA
>
> Kristenisasi Makin Brutal! Dari Masjid Umat Diangkut ke Gereja, Dipaksa
> Kebaktian!
> JAKARTA (voa-islam.com) - Jelang Natal tipuan kristenisasi makin brutal!
> Umat, tokoh dan ormas Islam harus meningkatkan kewaspadaan, karena para
> misionaris sudah berani menipu umat Islam secara terang-terangan menipu
> umat Islam, berkedok sembako di masjid.
>
> Kasus tipuan kristenisasi yang terkini, terjadi di Jakarta dan Bekasi pada
> hari Minggu lalu (18/12/2011). Dengan iming-iming sembako di masjid, lalu
> ratusan umat diangkut ke gereja dan dipaksa mengikuti kebaktian.
>
> Mulanya, seorang wanita berusia sekira 55 tahun mendatangi para tukang
> becak di Bekasi, Kranji, dan sekitarnya. Wanita berjilbab ini menawarkan
> bantuan sembako kepada para tukang becak.
>
> Dengan senang hati, para tukang becak menerima tawaran ini, karena mereka
> dikumpulkan di Masjid Al-Ikhlas Duren Jaya, Bekasi. Setelah menunggu satu
> jam, sebuah mobil menjemput mereka.
>
> "Kalau mau, ngambilnya di Jakarta. Besok ngumpul di Masjid Al-Ikhlas jam 2
> siang. Kita naik mobil ke Jakarta," ujar Jaka (54), salah satu korban
> tipuan kristenisasi, menirukan wanita utusan gereja itu.
>
> Tepat pada waktu yang dijanjikan, 19 orang tukang becak dan para ibu
> berjilbab menunggu di Masjid Al-Ikhlas, Ahad (18/12/2011). Setelah menunggu
> setengah jam, mereka diangkut ke Jakarta menggunakan angkot Elf 01 jurusan
> Bekasi-Pulogadung.
>
> Tak disangka, ternyata rombongan kaum miskin ini diangkut ke sebuah ruko
> di kawasan Kelapa Gading. "Pas sampai, saya kaget, kok di ruko? Lalu saya
> dan teman-teman disuruh masuk, naik ke lantai tiga" papar Jaka.
>
> Di dalam gedung yang ternyata adalah gereja itu, sudah berkumpul 700-an
> orang yang siap beribadah. Tidak semuanya Kristen, tapi sebagian umat
> Islam, karena banyak wanita berjilbab.
>
> Ternyata, rombongan tukang becak dari Bekasi itu tidak sendirian, ada juga
> rombongan umat Islam dari Tanjungpriok, Tipar, Cakung, dan sebagainya.
> Mereka juga dijanjikan akan diberi sembako gratis.
>
> Di dalam ruangan yang ternyata gereja itu, rombongan di suruh duduk di
> kursi, berbaur dengan hadirin lainnya untuk mengikuti kebaktian. "Di dalam
> kami tidak ngapa-ngapin, cuma disuruh ngikut-ngikutin. Nyanyi-nyanyi dan
> berdoa," jelas Jaka.
>
> Karena ritual di gereja itu tidak sesuai dengan ajaran agamanya, maka Jaka
> tak mau mendengarkan apapun, baik ceramah maupun nyanyian pujian. "Saya gak
> dengerin sedikit pun. Saya hanya nunduk aja," ujar Jaka. "Ajaran Kristen
> gak masuk sedikitpun ke hati saya," tambahnya.
>
> Protes yang sama dilakukan oleh Ziyad, tukang becak yang terkenal fanatik
> dalam Islam. Di dalam gereja, ia melantunkan kalimat-kalimat islami dengan
> suara keras, tak peduli siapapun di sekitarnya. "Makanya saya cuma bilang
> masya Alloh! Masya Alloh dengan keras! Saya gak peduli di sekitar saya ada
> orang Cina dan Batak," tuturnya.
>
> Penyesalan serupa juga dirasakan oleh Wasli. Tukang becak warga Kampung
> Mede Bekasi ini mengecam pihak gereja yang sudah terang-terangan melecehkan
> agamanya.
>
> "Masya Allah, kayak gini rupanya. Apalagi ini cuman sembako. Dihargai
> seratus ribu juga saya gak bakalan datang kalau disuruh ibadah di gereja
> ginian mah," ujar pria berusia 50 tahun itu. "Kalau tahu itu gereja mah,
> baru sampai di depannya saya langsung kabur. Ini bukan cari kebenaran tapi
> cari neraka!" tambahnya.
>
> ....Setelah kejadian ini saya kapok. Gak bakalan mau diajak-ajakin ke
> gereja. Gak bakalan mau diiming-iming sembako kalau belum jelas orangnya...
>
> Meski protes dan berontak, namun Wasli merasa tak bisa berbuat apa-apa,
> karena semua tukang becak dan umat Islam yang sudah masuk gereja itu
> dilarang keluar sebelum acara berakhir. "Masalahnya gak boleh keluar. Kalau
> boleh keluar, saya langsung pulang," jelas Wasli
>
> Saking ketatnya penjagaan gereja, satpam mengawasi seluruh gerak-gerik
> umat Islam agar tidak kabur dari ruang kebaktian. "Jangankan keluar, mau
> kencing saja sama satpamnya diawasi," tutur Wasli. "Belum selesai gak boleh
> keluar. Mau kencing, mau mandi silakan, tapi gak boleh pulang," ujar Wasli
> menirukan satpam.
>
> Tepat pukul 21.00, kebaktian gereja berakhir. Rombongan umat Islam yang
> diangkut dari berbagai daerah itu pun disuruh pulang tanpa diberi apapun.
> Tak ada sembako maupun transport sedikit pun seperti yang mereka janjikan
> sebelumnya.
>
> Mereka hanya diberi air minum, roti bungkus yang tertera label harga Rp
> 1.000 dan kalender Kristen terbitan Gereja Bethel Indonesia (GBI) Jemaat
> MOI yang beralamat di Ruko Gading River View Blok H/2, Mall of Indonesia
> (MOI), Kalapa Gading Jakarta.
>
> "Nggak ada itu sembako atau uang transport sama sekali. Boro-boro dikasih
> uang transport. Orang saya sampai rumah jam 10 malam, langsung makan karena
> lapar. Padahal saya berangkat dari jam 12 siang dari rumah. Saya nggak
> dikasih apa-apa, cuma dikasih air, roti yang harganya seribuan, sama
> kalender Kristen itu. Air juga gak saya minum, roti juga nggak saya makan.
> Saya buang aja di gereja itu," ujar Jaka geram. "Makanya rombongan dari
> Priok ribut karena janjinya tak ditepati. Kami dibohongin," tambahnya.
>
> Para tukang becak Bekasi itu menilai kebohongan gereja sudah luar biasa
> dan keterlaluan, karena berani memperalat masjid untuk kristenisasi. "Saya
> tidak curiga kalau mau dibohongin ke gereja, karena mereka mengumpulkan
> rombongan mau ambil sembako di masjid. Saya kan percaya sama masjid. Pikir
> saya ngambil sembakonya itu di masjid yang dikasih oleh orang partai," ujar
> Wasli. "Ini bukan dibohongin lagi. Mending narik becak dapat duit. Kalau
> gak dibohongin gereja, narik becak juga dapat saya kalau 25 ribu dari jam
> 11 siang sampai sore," imbuhnya.
>
> Pengalaman ditipu oknum Gereja Bethel itu membuat para tukang becak Bekasi
> sinis kepada gereja dan orang Kristen. "Setelah kejadian ini mah, saya
> kapok. Gak bakalan mau diajak-ajakin ke gereja. Gak bakalan mau
> diiming-iming sembako kalau belum jelas orangnya," jelas Wasli. "Kalau tahu
> mau dibawa ke gereja, dorongin aja badan saya pakai mobil, kagak bakalan
> saya mau ikut!" tutupnya. [taz]
>
>
> http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2011/12/23/17161/kristenisasi-makin-brutal-dari-masjid-umat-diangkut-ke-gereja-dipaksa-kebaktian/
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>


[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com

Milis ini tidak menerima attachment.Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
wanita-muslimah-digest@yahoogroups.com
wanita-muslimah-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

0 comments:

Post a Comment