BISMILLA-HIRRAHMA-NIRRAHIYM
WAHYU DAN AKAL - IMAN DAN ILMU
[Kolom Tetap Harian Fajar]
1004 Kearifan Lokal dan Gaya Kepemimpinan Islami
Selamat kepada anakda Abraham Samad yang terpilih menjadi Ketua KPK. Peganglah kearifan lokal sub-kultur Bugis/Makassar: Maccai na malempu, waraniwi na magetteng; ewai/rewai/ngehai (Cendekia lagi jujur, berani lagi teguh pendirian; pantang mundur). Kepemimpinan KPK terutama harus berani dan pantang mundur. Berani menyeret siapa saja Centaur (manusia berbadan kuda) yang terlibat dalam skandal Century. Ciniki annanga sulapaq (hati-hati dari enam penjuru): depan-belakang-kanan-kiri-atas-bawah, dan kurangi publikasi.
***
Hymne Mase-maseya Korban 40.000
gubahan A. Nanni Sapada
alih-bahasa HMNA
Punna kuciniq tauwa
Nirurungang ri manggena
Maqbokomamaq
mangkereng jeqneq matangku
Bila aku terpandang
Sebayaku dituntun ayahnya
Aku membalik belakang
sambil menyeka air mata
Hari ini 11 Desember, 65 tahun lalu perlawanan rakyat di Sulawesi Selatan waraniwi na magetteng, ewai/rewai/ngehai menantang peluru Belanda, dalam menghadapi operasi pembantaian oleh Speciale Troepen (Pasukan Khusus) Belanda di bawah komandan Raymond Westerling de Turk. Pembantaian itu dimulai tanggal 11 Desember 1946, dengan menggunakan metode Gestapo (Geheime Staatspolizei)-nya Hitler.
Berhasilnya tujuh janda korban pembantaian Rawagede, satu anak perempuan korban, dan seorang lelaki survivor menggugat Pemerintah Belanda yang terjadi di tahun 1947, itu seharusnya Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berupaya mendorong Pemerintah RI untuk melakukan di samping gugatan perdata kepada pemerintah Belanda, juga gugatan ke International Criminal Court (ICC) di Den Haag, Belanda. Pembantaian/pemusnahan (genocide) ini termasuk kategori crimes against humanity, tidak ada kadaluarsanya.
- - - - - -- - - - - - - - - - - - - - - -- - - - - - - - - - - - - - - -- - - - - - - - - - - - - - - -- - - - - - - - - -
- - - - - -- - - - - - - - - - - - - - - -- - - - - - - - - - - - - - - -- - - - - - - - - - - - - - - -- - - - - - - - - -
- - - - - -- - - - - - - - - - - - - - - -- - - - - - - - - - - - - - - -- - - - - - - - - - - - - - - -- - - - - - - - - -
http://waii-hmna.blogspot.com/2011/12/1004-kearifan-lokal-dan-gaya.html
----- Original Message -----
From: chodjim
To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Sent: Saturday, December 24, 2011 11:33 AM
Subject: Re: [wanita-muslimah] Selamat Bekerja Panglima KPK
Begitu terpilih sebagai ketua KPK, saya ucapkan selamat bekerja dengan benar terhadap Abraham Samad dan jajaran pimpinan yang baru.
Tentu, ucapan selamat itu bukan ditujukan karena sekarang yang memimpin orang Bugis atau Makassar. Selamat terhadap pimpinan baru KPK, semoga mereka mampu dan berani bekerja secara benar.
Nah, yang harus menjadi perhatian adalah kata "berani". Saya malah kecewa dengan ucapan Abraham Samad yang menyatakan bahwa bila dalam waktu satu tahun gagal atau tidak berhasil dalam memimpin KPK, ia mengundurkan diri. Bila benar itu yang dikatakan --maaf saya tidak mendengar sendiri dan hanya membaca dari ulasan surat kabar-- maka Samad dan rekan bisa terjebak permainan yang membuat mereka gagal.
Intinya, pimpinan KPK yang baru harus berani menelanjangi kasus Century, Gayus Tambunan, dan rekening gendud polri, dan sekarang Nazaruddin. Dan, seharusnya pimpinan KPK yang baru itu mengetahui yang sebenarnya, karena banyak anak bangsa yang tahu hanya saja tidak memiliki kewenangan untuk mengungkap.
Wassalam,
chodjim
----- Original Message -----
From: H. M. Nur Abdurrahman
To: mayapadaprana@yahoogroups.com ; wanita-muslimah@yahoogroups.com
Sent: Saturday, December 24, 2011 10:03 AM
Subject: [wanita-muslimah] Selamat Bekerja Panglima KPK
http://www.fajar.co.id/read-20111222231407-selamat-bekerja-panglima-kpk
Opini Jumat 23 Desember 2011 Selamat Bekerja Panglima KPK
Oleh: HAB Amiruddin Maula (Pemerhati Hukum dan Pemerintahan)
Dalam mengawali pelaksanaan tugasnya sebagai Ketua KPK, kiranya Bung Abraham Samad mau sejenak meluangkan waktu merenungkan pandangan seorang panglima perang bernama Sun Tzu bahwa "siapa yang memiliki panglima yang mampu dan tidak diganggu oleh penguasa, niscaya akan menang"
Pekan lalu seusai salat Jumat, Pimpinan KPK jilid tiga telah mengucapkan sumpah jabatan di hadapan Presiden RI disaksikan para undangan yang hadir. Momentum ini adalah sebuah episode bersejarah dalam pemberantasn korupsi, teristimewa tentu bagi para pimpinan baru KPK di bawah komando Dr Abraham Samad SH, MH yang berdarah Bugis-Makassar itu.
Mereka laksana terlahir tanpa dosa dengan misi suci memberantas korupsi di bumi persada Indonesia. Bagi masyarakat Bugis terdapat mitos bahwa anak yang lahir pada hari Jumat memiliki pembawaan berwatak keras dan pemberani. Hal itu membuat kita menaruh harapan besar kepada Pak Abraham Samad untuk mampu mengemban tugasnya selaku Ketua KPK jilid tiga, dengan prestasi jauh lebih baik dari pendahulunya.
Budaya Bugis
Terpilihnya Bung Abraham Samad sebagai Ketua KPK setelah melalui seleksi yang sangat ketat dalam pusaran tarik menarik kepentingan politik, tentunya menorehkan citra positif terhadap keuanggulan kualitas SDM masyarakat Sulawesi Selatan dalam rekrutmen kepemimpinan yang berskala nasional, sungguh pun masih menyisakan keraguan dari banyak pihak yang harus dihadapi dengan kerja keras dan dedikasi yang tinggi oleh Bung Abraham beserta segenap pasukannya di KPK, untuk membuktikan bahwa mereka memang bisa.
Bagi mereka yang mengenal sepak terjang Pak Abraham selama lebih sepuluh tahun berpraktik sebagai pengacara yang menggagas dan mengomandani sebuah LSM penggiat anti korupsi bernama ACC (Anti Corruption Committee) tentulah sangat memaklumi kemampuan dan komitmennya untuk dapat mengemban amanah sebagai Ketua KPK. Namun yang menarik adalah perilaku masyarakat Bugis Makassar terutama yang ditunjukkan oleh elite dan tokoh masyarakat di berbagai kalangan dan profesi, yang dapat menahan diri dan bersikap dingin tanpa terjebak euforia mengawal dan menyambut terpilihnya Bung Abraham sebagai "Panglima " pada institusi yang super body dan powerfull dalam kanca pemberantasan korupsi di negeri ini.
Masyarakat Sulsel ternyata mampu bersikap proporsional mengendalikan diri untuk tidak memuja muji atau membanjiri kiriman karangan bunga ucapan selamat kepada Abraham Samad yang melejit menjadi tokoh nasional sekaligus sebagai figur utama yang menjadi tumpuan harapan masyarakat Indonesia dalam memberantas korupsi di negeri ini. Ini adalah bukti bahwa masyarakat Sulsel selain paham misi dan kode etik para komisioner KPK juga masih menjaga budaya Bugis-Makassar yang lebih mengedepankan substansi dari sekadar basa basi yang bersifat entertain dan seremonial.
Kebanggaan dan penghargaan atas prestasi seseorang tidak harus diumbar dalam ungkapan puja puji yang dapat melenceng dari rel objektivitas menjadi tujuan ganda untuk cari muka atau asbun, tetapi lebih penting bagaimana menghormati dan tidak mencelanya. Kesetiaan dan pemuliaan terhadap seseorang tidak selalu harus membelanya tetapi yang lebih penting adalah tidak mengkhianatinya.
Bung Abraham, kini telah duduk di kursi pimpinan puncak KPK, dengan berbagai persoalan yang mengelilinginya di tengah-tengah hiruk-pikuknya cacian dan makian sebagai ekspresi kekecewaan publik terhadap kinerja pendahulunya yang dinilai masih pandang bulu, tebang pilih, hanya tajam ke bawah tetapi tumpul ke atas.
Selain masalah internal yang melilit KPK karena masih adanya oknum komisioner dan pejabat KPK yang senang melakukan tindakan tercelah dan pelanggaran etik, bahkan pengacara senior O.C. Kaligis telah dengan gagah berani meluncurkan buku yang secara terbuka menuding dan membeberkan fakta-fakta terjadinya praktik korupsi oleh komisioner Bibit Samad Ryanto dan Chandra Hamzah, tanpa bantahan yang bersangkutan.
Kekecewaan para politisi Senayan atas penanganan kasus Century, Kasus Wisma Atlet, Kasus Cek Pelawat, dan lain-lain yang terkesan mandeg dan bertele-tele di tangan KPK jilid dua, seketika mendapat titik terang dan angin segar dari Abraham Samad ketika menjalani fit and proper test di depan Komisi III DPR, yang berkomitmen dengan janji dalam bahasa terang untuk menuntaskan semua itu dan menyapu bersih semua yang terlibat tanpa pandang bulu.
Komitmen itu telah membuat Anggota Komisi III "jatuh cinta" kepadanya lalu memilihnya sebagai Ketua KPK, namun tentulah bukan hanya karena komitmen seperti itu saja, tetapi juga memang Bung Abraham dipandang kredibel sebagai orang muda yang memiliki track record yang masih bersih dan terbukti dalam sepak terjangnya sebagai penggiat anti korupsi, mampu menjaga diri dan mengatur jarak dengan kekuasaan. Sungguhpun hanya diposisikan sebagai unggulan kelima dalam susunan pringkat oleh pansel, namun dalam pemilihannya sebagai pimpinan KPK oleh Komisi III DPR justru ia berhasil menang secara mayoritas, mengalahkan secara mutlak Busyro Muqaddas dan Bambang Wijayanto yang semula digadang-gadang dan diharapkan oleh banyak pihak untuk menjadi Ketua KPK.
Komisi III yang terkesan mengabaikan susunan peringkat yang disodorkan oleh Pansel, membuktikan kemandiriannya dan melepaskan diri dari perangkap perang pshychologis dari Pansel dalam proses seleksi dan pemilihan pimpinan KPK jilid tiga tersebut. Dari proses ini maka tugas Bung Abraham Samad tentulah tidak ringan, karena tidak cukup dijawab hanya dengan komitmen atau janji-janji serta pernyataan berani saja, tetapi diperlukan langkah-langkah konkret untuk bekerja secara profesional berdasarkan koridor penegakan hukum secara substansial dan kepiawaian kepemimpinan yang berkarakter dan bermoral.
Memilih Mati
Abraham Samad mengawali tugasnya dengan janji untuk bertindak tegas tanpa pandang bulu dan meyakinkan publik bahwa ia adalah figur yang mampu bertindak keras sebagaimana spirit Alm Baharuddin Lopa dalam menegakkan hukum dan menghukum siapa saja bila cukup bukti.
Saya merasa terharu atas komitmen beliau mewakafkan diri dalam perang memberantas korupsi tanpa pandang bulu, dan akan memulainya dengan membersihkan kampung halamannya Sulawesi Selatan terlebih dahulu, bahkan saudaranya sekalipun bila ia terbukti korupsi akan dia gantung sampai mati. Dia pun telah berjanji siap pulang kampung bila dalam satu tahun tidak ada langkah-langkah perbaikan kinerja KPK.
Yang lebih mengharukan lagi dukungan moral yang telah diberikan oleh rekan-rekan sesama aktivis LSM yang tidak hanya membekalinya dengan sebila badik sebagai simbol keberanian untuk pa' entengngi siri'na (membela dan menegakkan harkat harga dirinya) sebagai anak Bugis, tetapi juga mendapat pesan yang menggugah dari seorang teman dekatnya bernama Asmin Amin, agar Abraham tidak mempermalukan masyarakat Suilawesi Selatan dan berharap berani menyapu bersih seluruh praktik korupsi dengan tidak takut kepada siapapun, dan sebaiknya memilih mati di Jakarta saja dari pada pulang kampung karena kalah dalam melaksanakan tugas.
Dalam mengawali pelaksanaan tugasnya sebagai Ketua KPK, kiranya Bung Abraham Samad mau sejenak meluangkan waktu merenungkan pandangan seorang panglima perang bernama Sun Tzu bahwa "siapa yang memiliki panglima yang mampu dan tidak diganggu oleh penguasa, niscaya akan menang". Menurutnya seorang panglima harus memiliki lima sifat atau atribut penting, yaitu kearifan, ketulusan, kebapakan, keberanian, dan kekerasan.
Keberanian berarti bersikap tegas dan pasti serta mampu merebut kemenangan dengan memamfaatkan peluang tanpa ragu-ragu. Kajao Laliddo penasehat Raja Bone dijamannya, menekankan pentingnya seorang pemimpin bersikap hati-hati dan mawas diri dengan berpesan dalam paseng: "jagai balimmu wekka seppulo namu jagai rengemmu wekka sisebbu" yang artinya Waspadailah lawan-lawanmu sepuluh kali namun bersikap waspadalah terhadap rekan-rekanmu seribu kali. Selamat bekerja Bung.
[Non-text portions of this message have been removed]
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.






0 comments:
Post a Comment