Turut Berduka atas wafatnya 3 aktivis Front Rakyat Anti Tambang (FRAT) yang tewas di Sape, Bima,
Penembakan Aparat Kepolisian terhadap aksi pengunjuk rasa menuntut keadilan atas hak - hak Kerakyatan, adalah tindakan kekerasan Militeris sistim pemerintahan Rezim SBY atas keberpihakannya pada kepentingan Kapital Asing, yang dimiliki oleh PT Arc Exploration Ltd dari Australia.
Kenyataan sikap kekerasan pengabdi kekuasaan Kapitalisme Neo Liberal yang tidak berprikemanusiaan ini pasti akan terus di Lawan....
La Luta Continua!
"Rakyat Bersatu, Tak Bisa dikalahkan, hanya satu kata: LAWAN"
***
http://regional.kompas.com/read/2011/12/24/18014164/Korban.Tewas.di.Sape.Menjadi.3.Orang
Korban Tewas di Sape Menjadi 3 Orang
JAKARTA, KOMPAS.com - Gabungan lembaga swadaya masyarakat, diantaranya Wahana Lingkungan Hidup Indonesia, Jaringan Tambang, dan YLBHI menyatakan, jumlah pengunjuk rasa dari Front Rakyat Anti Tambang (FRAT) yang tewas di Sape, Bima, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (24/12/2011) sebanyak tiga orang. Korban tewas adalah Arief Rahman (19), Syaiful (17), dan Ansyari (20). Ketiga tewas setelah diterjang peluru yang diyakini berasal dari pihak aparat keamanan yang terdiri dari 250 personel Polres Kota Bima, 60 personel gabungan intel dan Bareskrim, serta 60 personel Brimob Polda NTB.
Ketiga korban, bersama puluhan pengunjuk rasa lainnya, menutup jalur lalu lintas ke Pelabuhan Sape sejak 20 Desember 2011. Informasi dari Kadiv Humas Polri Irjen (Pol) Saud Usman Nasution menyebutkan, pengunjuk rasa ini menuntut pencabutan SK Bupati Bima Nomor 188 Tahun 2010 tentang izin pertambangan PT Sumber Mineral Nusantara (SMN) dan pembebasan seseorang berinisial AS, tersangka pembakaran kantor Camat Lumbu yang terjadi pada 10 Maret 2011 dan telah diserahkan ke kejaksaan.
Sementara itu, Ketua Badan Pengurus Jaringan Tambang, Siti Maemunah mengatakan, tuntutan pencabutan izin pertambangan tersebut didasari atas kekhawatiran warga bahwa aktivitas pertambangan yang dilakukan PT SMN mengganggu mata pencarian mereka.
Maemunah mengatakan, sebagian besar saham PT SMN dimiliki oleh PT Arc Exploration Ltd dari Australia. Penerbitan SK baru bernomor 188/45/357/004/2010 memberi izin kepada PT SMN untuk mengeksplorasi lahan seluas 24.980 hektar. "Warga sebagian besar penduduknya bertani dan nelayan. Tambang itu akan membongkar tanah dan mengganggu sumber air. Tentunya ini akan mengganggu pertanian warga," kata Maemunah pada jumpa pers di Jakarta pada hari yang sama.
Berdasarkan versi gabungan LSM ini, pada Sabtu pagi, sebuah pertemuan digelar di kantor Kecamatan Lambu. Namun, pertemuan tersebut tak membuahkan kesepakatan. Warga pun kecewa dan mendorong pintu kantor Kecamatan lambu. Namun, aksi ini dibalas aparat keamanan dengan menembakkan gas air mata, peluru karet, dan bahkan peluru tajam. "Ratusan preman yang diorganisir aparat kecamatan memprovokasi warga. Bentrok tak bisa dihindari," kata Maemunah.
***
http://us.detiknews.com/read/2011/12/24/140850/1799208/10/bentrok-bima-walhi-3-orang-tewas-ditembak-8-orang-luka-luka?nd992203605
Bentrok Bima, Walhi: 3 Orang Tewas Ditembak & 8 Orang Luka-luka
Hestiana Dharmastuti - detikNews
Sabtu, 24/12/2011 14:08 WIB
Jakarta - Direktur Walhi NTB, Ali Usman, memastikan 3 orang tewas ditembak saat bentrokan warga dengan aparat keamanan di Pelabukan Sape, Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Sedangkan 8 orang mengalami luka tembak.
"3 Orang meninggal. Laki-laki semua," kata Ali saat dihubungi detikcom, Sabtu (24/12/2011).
Menurut Ali, 8 orang mengalami luka tembak dan dirawat di RS Bima, RS Sambu dan RS Lambu.
"Kevin alias Faisal kritis. Dia mahasiswa Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND). Luka tembak di betis bagian kiri dan lengan," ujar Ali.
Ali memaparkan bentrokan diduga dipicu dari penolakan warga setempat atas tambang emas PT Sumber Mineral Nusantara seluas 24.984 hektar. Warga menolak tambang tersebut karena lokasinya berada di dekat persawahan dan pemukinan.
Warga lalu memblokade jalan selama 5 hari sejak Senin 19 Desember hingga 24 Desember. Aparat kepolisian membubarkan massa pukul 07.00 WITA, lalu melepaskan tembakan pukul 08.00 WITA dan melepaskan tembakan peluru tajam pukul 09.00 WITA.
"Situasi masih mencekam," ujar Ali.
***
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Andrian Salam Wiyono
http://www.tribunnews.com/2011/12/19/didzalimi-pemerintah-massa-jahit-mulut-di-depan-dpr-ri
Didzalimi Pemerintah, Massa Jahit Mulut di Depan DPR RI
Tribunnews.com - Senin, 19 Desember 2011 11:55 WIB
Kordinator Forum Komunikasi Masyarakat Penyelamatan Pulau Padang (FKM PPP) Muhamad Ridwan mengatakan selain merusaknya wilayah hutan yang berpotensi menghasilkan karet, penggusuran tersebut akan mengancam kehidupan masyarakat sekitar.
Pasalnya kata dia, wilayah tersebut merupakan bagian dari mata pencaharian masyarakat pulau Padang yang berpotensi menghasilkan kayu. "Kehidupan kita bergantung hutan tersebut," katanya
"Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya seharusnya bisa digunakan untuk memakmurkan rakyatnya," menambahkan
Pemerintah disini hanya mengutamakan kepentingan pemilik modal, bukan rasa aman yang diberikan terhadap masyarakat yang sebenarnya mampu hidup mandiri di wilayah tersebut.
"Demi Tuhan kami disini akan melakukan aksi hingga ajal menjemput, jika pemerintah masih tidak merespons aksi kami dengan menghentikan Operasional PT. RAPP di Pulau Padang," tegasnya
Penembakan Aparat Kepolisian terhadap aksi pengunjuk rasa menuntut keadilan atas hak - hak Kerakyatan, adalah tindakan kekerasan Militeris sistim pemerintahan Rezim SBY atas keberpihakannya pada kepentingan Kapital Asing, yang dimiliki oleh PT Arc Exploration Ltd dari Australia.
Kenyataan sikap kekerasan pengabdi kekuasaan Kapitalisme Neo Liberal yang tidak berprikemanusiaan ini pasti akan terus di Lawan....
La Luta Continua!
"Rakyat Bersatu, Tak Bisa dikalahkan, hanya satu kata: LAWAN"
***
http://regional.kompas.com/read/2011/12/24/18014164/Korban.Tewas.di.Sape.Menjadi.3.Orang
Korban Tewas di Sape Menjadi 3 Orang
JAKARTA, KOMPAS.com - Gabungan lembaga swadaya masyarakat, diantaranya Wahana Lingkungan Hidup Indonesia, Jaringan Tambang, dan YLBHI menyatakan, jumlah pengunjuk rasa dari Front Rakyat Anti Tambang (FRAT) yang tewas di Sape, Bima, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (24/12/2011) sebanyak tiga orang. Korban tewas adalah Arief Rahman (19), Syaiful (17), dan Ansyari (20). Ketiga tewas setelah diterjang peluru yang diyakini berasal dari pihak aparat keamanan yang terdiri dari 250 personel Polres Kota Bima, 60 personel gabungan intel dan Bareskrim, serta 60 personel Brimob Polda NTB.
Ketiga korban, bersama puluhan pengunjuk rasa lainnya, menutup jalur lalu lintas ke Pelabuhan Sape sejak 20 Desember 2011. Informasi dari Kadiv Humas Polri Irjen (Pol) Saud Usman Nasution menyebutkan, pengunjuk rasa ini menuntut pencabutan SK Bupati Bima Nomor 188 Tahun 2010 tentang izin pertambangan PT Sumber Mineral Nusantara (SMN) dan pembebasan seseorang berinisial AS, tersangka pembakaran kantor Camat Lumbu yang terjadi pada 10 Maret 2011 dan telah diserahkan ke kejaksaan.
Sementara itu, Ketua Badan Pengurus Jaringan Tambang, Siti Maemunah mengatakan, tuntutan pencabutan izin pertambangan tersebut didasari atas kekhawatiran warga bahwa aktivitas pertambangan yang dilakukan PT SMN mengganggu mata pencarian mereka.
Maemunah mengatakan, sebagian besar saham PT SMN dimiliki oleh PT Arc Exploration Ltd dari Australia. Penerbitan SK baru bernomor 188/45/357/004/2010 memberi izin kepada PT SMN untuk mengeksplorasi lahan seluas 24.980 hektar. "Warga sebagian besar penduduknya bertani dan nelayan. Tambang itu akan membongkar tanah dan mengganggu sumber air. Tentunya ini akan mengganggu pertanian warga," kata Maemunah pada jumpa pers di Jakarta pada hari yang sama.
Berdasarkan versi gabungan LSM ini, pada Sabtu pagi, sebuah pertemuan digelar di kantor Kecamatan Lambu. Namun, pertemuan tersebut tak membuahkan kesepakatan. Warga pun kecewa dan mendorong pintu kantor Kecamatan lambu. Namun, aksi ini dibalas aparat keamanan dengan menembakkan gas air mata, peluru karet, dan bahkan peluru tajam. "Ratusan preman yang diorganisir aparat kecamatan memprovokasi warga. Bentrok tak bisa dihindari," kata Maemunah.
***
http://us.detiknews.com/read/2011/12/24/140850/1799208/10/bentrok-bima-walhi-3-orang-tewas-ditembak-8-orang-luka-luka?nd992203605
Bentrok Bima, Walhi: 3 Orang Tewas Ditembak & 8 Orang Luka-luka
Hestiana Dharmastuti - detikNews
Sabtu, 24/12/2011 14:08 WIB
Jakarta - Direktur Walhi NTB, Ali Usman, memastikan 3 orang tewas ditembak saat bentrokan warga dengan aparat keamanan di Pelabukan Sape, Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Sedangkan 8 orang mengalami luka tembak.
"3 Orang meninggal. Laki-laki semua," kata Ali saat dihubungi detikcom, Sabtu (24/12/2011).
Menurut Ali, 8 orang mengalami luka tembak dan dirawat di RS Bima, RS Sambu dan RS Lambu.
"Kevin alias Faisal kritis. Dia mahasiswa Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND). Luka tembak di betis bagian kiri dan lengan," ujar Ali.
Ali memaparkan bentrokan diduga dipicu dari penolakan warga setempat atas tambang emas PT Sumber Mineral Nusantara seluas 24.984 hektar. Warga menolak tambang tersebut karena lokasinya berada di dekat persawahan dan pemukinan.
Warga lalu memblokade jalan selama 5 hari sejak Senin 19 Desember hingga 24 Desember. Aparat kepolisian membubarkan massa pukul 07.00 WITA, lalu melepaskan tembakan pukul 08.00 WITA dan melepaskan tembakan peluru tajam pukul 09.00 WITA.
"Situasi masih mencekam," ujar Ali.
***
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Andrian Salam Wiyono
http://www.tribunnews.com/2011/12/19/didzalimi-pemerintah-massa-jahit-mulut-di-depan-dpr-ri
Didzalimi Pemerintah, Massa Jahit Mulut di Depan DPR RI
Tribunnews.com - Senin, 19 Desember 2011 11:55 WIB
Kordinator Forum Komunikasi Masyarakat Penyelamatan Pulau Padang (FKM PPP) Muhamad Ridwan mengatakan selain merusaknya wilayah hutan yang berpotensi menghasilkan karet, penggusuran tersebut akan mengancam kehidupan masyarakat sekitar.
Pasalnya kata dia, wilayah tersebut merupakan bagian dari mata pencaharian masyarakat pulau Padang yang berpotensi menghasilkan kayu. "Kehidupan kita bergantung hutan tersebut," katanya
"Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya seharusnya bisa digunakan untuk memakmurkan rakyatnya," menambahkan
Pemerintah disini hanya mengutamakan kepentingan pemilik modal, bukan rasa aman yang diberikan terhadap masyarakat yang sebenarnya mampu hidup mandiri di wilayah tersebut.
"Demi Tuhan kami disini akan melakukan aksi hingga ajal menjemput, jika pemerintah masih tidak merespons aksi kami dengan menghentikan Operasional PT. RAPP di Pulau Padang," tegasnya
__._,_.___
=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.
MARKETPLACE
.
__,_._,___






0 comments:
Post a Comment