Kelihatan sekali sikap atau attitude Ulama2 Islm Fundamentalis
ini menyebarakan ==permusuhan==yang tidak henti2nya dgn
berbagai macam dan dimana kesempatan.
Apakah itu budaya atau agama, tidaklah menjadi masalah
Yang penting mereka Kristen dgn keyakinan mereka yg teguh
tetap ingin merayakan Hari Natal...
Salah atau benar..biarlah ALLAH yang memberikan judgment
kitassebagai manusia wajib bersilah turahmi dgn akhlaq yang mulia
agar tercapai masarakat yang rahmatn lil'alamin
Klompok yg menyebarkan kebencian ini hidupnya tidak berkah
,masih terbelakang,tangan2nya tidak berkarya...mulutnya
menyebarkan permmsuhan dan kebencian..
Mereka tidak bisa bermasarakat dalam masarakat plurals
mereka akan terasingkan, terutama di perusahan2 dan politik
Siapa2 yang mengandung kebencian kpd satu masakat
mereka berjalan dlm kegelapan,dan tidak tahu kemana pergi
akirnya masuk lobang terhina..seperti Abu Bakar Basyir cs
Taliba, Osma Bin laden,Gaddafi dll
Wassalam
--- In wanita-muslimah@yahoogroups.com, "Sunny" <ambon@...> wrote:
>
> Refl Barangkali supaya tidak diracuni, maka seharusnya yang berdagang, mempunyai toko, restauran atau transport, etc berhenti berbisnis selama 3 bulam bulan mulai 1 November s/d 31 Januari. Bagi yang mempunyai pendapat atau usulan lebih jitu, silahkan dikemukakan.
>
>
> http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2011/12/24/17174/umat-islam-jangan-sampai-diracuni-dengan-budaya-natal/
>
> Sabtu, 24 Dec 2011
>
> Umat Islam Jangan Sampai Diracuni Dengan Budaya Natal
> JAKARTA (voa-islam.com) - Hari raya natal yang diperingati umat Kristiani sudah menjadi budaya di negeri-negeri mayoritas Kristen. Natal yang tidak pernah ada contohnya dan diperintahkan dalam bible ini oleh Herbert W. Amstrong dalam bukunya The Plain Truth about Christmas terang-terangan dikritik lantaran budaya natal ini berasal dari budaya pagan.
>
> Masih dalam buku tersebut, atribut-atribut natal seperti pohon cemara juga merupakan budaya pagan kuno, pohon itu disebut "Mistletoe" yang dipakai pada saat perayaan musim panas, karena mereka harus memberikan persembahan suci kepada matahari, yang telah memberikan mukjizat penyembuhan.
>
> Sementara kisah Sinterklas atau Santa Claus asalnya adalah Santo Nicolas seorang pendeta yang diagung-agungkan oleh bangsa Yunani dan Latin.
>
> Dari sinilah kemudian budaya natal mendunia di tengah-tengah kaum kristiani dengan atribut-atribut pohon natal dan Sinterklas. Budaya ini pun lama kelamaan menjalar ke berbagai negeri muslim seperti di Indonesia. Ironisnya yang ikut meramaikan syiar agama Kristen ini adalah umat Islam sendiri baik secara sukarela maupun terpaksa. Fakta ini bisa kita lihat di berbagai perusahaan ataupun ritail-ritail di mal di mana mereka yang mengenakan atribut natal seperti Sinterklas adalah karyawan-karyawan muslim.
>
> Melihat fenomena tersebut Ketua MUI (Majelis Ulama Indonesia) pusat KH. Ahmad Cholil Ridwan, Lc. mengungkapkan bahwa bagaimana pun perayaan natal merupakan bagian dari perang budaya yang dilancarkan oleh barat terhadap Islam. Lebih lanjut ia mengibaratkan budaya seperti bunga dalam satu pohon sedangkan rantingnya adalah syariâat dan akarnya adalah âaqidah.
>
> âNatalan itu saya kira budaya, di mana sekarang itu sedang perang budaya Islam dengan budaya barat. Budaya itu ibarat bunga bagi pohon, batangnya dengan rantingnya itu kan syariâat ibadah, âaqidahnya itu akar. Seperti pakaian menutup aurat itu syariâat tapi bentuk warna, bahan, corak pakaian yang menutup aurat itu budaya. Seperti di timur tengah, orang laki-laki Indonesia pecinya hitam, syariâatnya adalah menutup kepala, cara menutup kepala apakah pakai peci atau blangkon itu budaya,â jelasnya kepada voa-islam.com Senin (19/12).
>
> Budaya menurut ulama yang juga pimpinan SKPPMI (Syabakah Konsumen Pengusaha Produsen Muslim Indonesia) ini bukanya tidak berbahaya, justru menurutnya jika budaya ini telah terkontaminasi maka laksana pestisida yang ditaburkan, meski awalnya hanya mengenai daun nantinya ranting hingga akarnya pun juga akan kering bahkan mati.
>
> âBudaya ini bukan tidak berbahaya justru sangat berbahaya. Apabila pohon itu daunnya disemprot dengan racun, maka nanti seminggu daunnya rontok sampai nanti kemudian anting dan cabangnya ikut kering, tiga minggu hingga sebulan nanti akarnya ikut kering lalu matilah pohon itu secara total, seperti petani kalau menghilangkan hama kan begitu,â paparnya.
>
> Akhirnya pengasuh Ponpes Al Husnayain ini mengimbau agar umat Islam menolak budaya yang jelas-jelas bertentangan dengan Islam seperti budaya mengucapkan selamat natal atau mengenakan atribut-atribut natal.
>
> âNah, budaya barat itu racun, kalau pohon Islam itu sudah diracuni dengan budaya barat dengan Sinterklas, ucapan selamat natal dan lain sebagainya, akarnya itu akan ikut rusak. Jadi umat Islam harus menyerukan bahwa budaya yang bertentangan dengan syariâat Islam itu harus ditolak karena budaya itu harus sesuai dan sejalan dengan syariâat Islam,â tutupnya. (Ahmed Widad
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.






0 comments:
Post a Comment