bukannya sekarang ini aids lebih banyak disebar luaskan oleh pengguna
narkoba yg pakai jarum suntik bareng bareng, yak ?
salam,
Ari
<http://papabonbon.wordpress.com>
2010/12/9 Yudi Yuliyadi <yudi@geoindo.com>
>
>
> AIDS, Akibat Gaya Hidup Sekuler!
>
> Bulan Desember dicanangkan sebagai hari AIDS sedunia. Banyak berita-berita
> di surat kabar yang berisi tentang AIDS dan ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS).
> Mayoritas artikel-artikel itu menulis tentang cara penularan AIDS,
> tanda-tandanya dan kemungkinan siapa saja yang rawan terkena penyakit ini.
> Jarang banget ada yang membahas gaya hidup apa dan bagaimana yang
> melatarbelakangi merebaknya virus ini.
>
> Pembelaan atas penderita AIDS atas nama HAM sudah banyak. Begitu juga
> pembahasan tentang kemungkinan orang yang lurus dan bayi yang suci terkena
> AIDS juga tidak sedikit. Tapi pernahkah terpikir bahwa semua pembahasan itu
> bakal nonsense apabila akar dari permasalahan tidak tersentuh sama sekali.
>
> Penyuluhan AIDS di lokalisasi, pembagian kondom gratis, pendidikan seks di
> sekolah-sekolah, itu semua tak menyelesaikan masalah. Bahkan yang ada, AIDS
> akibat perilaku seks bebas semakin merebak. Hal ini karena seolah-olah para
> aktivis dan pemerintah bahu-membahu dalam melegalkan seks bebas dengan
> alasan kebebasan berperilaku. Tak ada pasal yang bisa menjerat pelaku zina
> di negeri ini apabila didasarkan suka sama suka. Tak ada pula hukum yang
> bisa menjerat perempuan yang menjual dirinya (pelacur) dan laki-laki yang
> menjadi gigolo, apalagi pelanggan yang menikmatinya.
>
> ....Tak ada pasal yang bisa menjerat pelaku zina di negeri ini apabila
> didasarkan suka sama suka. Tak ada pula hukum yang bisa menjerat perempuan
> yang menjual dirinya (pelacur) dan laki-laki yang menjadi gigolo, apalagi
> pelanggan yang menikmatinya....
>
> Lemah, itu yang terjadi pada hokum buatan manusia. Apalagi hokum ini dalah
> warisan dari colonial penjajah Belanda yang memang seks bebas menjadi
> sebuah
> hal yang dianggap biasa dan bukan kejahatan. Maka tak heran bila fenomena
> penderita AIDS semakin banyak dan banyak saja. Kucuran dana untuk program
> penanggulangan AIDS seakan tak ada artinya. Uang itu hanya makanan empuk
> bagi mereka yang oportunis atas nama pembela HAM untuk masuk kantong
> sendiri.
>
> Kembali ke topik AIDS. Selama tak ada aturan tegas yang mengatur pergaulan
> antar lawan jenis di negeri ini, maka jangan pernah berharap masalah ini
> akan selesai dengan tuntas. Yang ada malah masalah lain timbul sebelum
> masalah yang satu terselesaikan. Ibarat lingkaran setan, bingung menentukan
> ujung pangkal permasalahan.
>
> Hak asasi manusia (HAM) harus tunduk pada hokum syara'. Ini dulu yang harus
> dipahami. Ketika hokum syara mengatakan berzina haram, maka biarpun
> dilakukan suka sama suka, berzina tetap berzina. Lakukan tindakan tegas
> bagi
> siapa saja pelaku zina tak peduli apa pangkat dan golongannya. Masalahnya,
> tindakan tegas bagi pezina seringkali dicemooh sebagai hukuman yang tidak
> manusiawi. Dalam Islam, pezina yang belum menikah baik laki-laki maupun
> perempuan dijatuhi hukuman cambuk 100 kali dera. Sedangkan bagi yang sudah
> menikah, baik laki-laki maupun perempuan, hukumannya adalah dirajam hingga
> mati.
>
> Hukuman ini tidak berdiri sendiri. Ada seperangkat aturan lainnya semisal
> dalam ranah social, pendidikan, ekonomi, budaya dan lain-lain yang itu
> semua
> merupakan satu kesatuan. Jangan lupa pula semua aturan kehidupan ini
> berdiri
> pada sebuah dasar atau fondasi. Selama fondasi yang ada bukan ketundukan
> pada Sang Mahamenciptakan, maka selama itu pula jangan berharap
> permasalahan
> AIDS ini bisa selesai.
>
> ....Ketika pola hidup sekuler bin liberal yang menjadi acuan, maka sampai
> kapan pun juga AIDS akan menjadi bagian dari masyarakat....
>
> Ketika pola hidup sekuler (memisahkan agama dari kehidupan) bin liberal
> yang
> menjadi acuan, maka sampai kapan pun juga AIDS akan menjadi bagian dari
> masyarakat seperti ini. Yang kasihan adalah bayi-bayi mungil tanpa dosa
> yang
> terjangkit virus HIV karena perilaku orang tuanya. Bila masalah ini tak
> segera mendapat perhatian dengan solusi jitu, maka mudah diprediksi akan
> jadi apa generasi negeri ini sepuluh tahun mendatang.
>
> Tak ada pilihan lain kecuali kembali kepada aturan yang shahih/benar. Islam
> saja yang bisa menyelesaikan semua permasalahan termasuk AIDS tanpa
> menimbulkan permasalahan baru. Tinggal manusianya saja, mau atau tidak
> untuk
> tunduk pada aturan Allah ini. Dan orang yang berakal, tentu tahu pilihan
> mana yang akan dipilih. Orang cerdas, tentu taat syariat donk. Pasti itu!
> ^_^ [riafariana/voa-islam.com]
>
>
> http://www.voa-islam.com/teenage/young-spirit/2010/12/05/12122/aids-akibat-g
> aya-hidup-sekuler/
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
wanita-muslimah-digest@yahoogroups.com
wanita-muslimah-fullfeatured@yahoogroups.com
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/






0 comments:
Post a Comment