Advertising

Wednesday, 8 December 2010

[wanita-muslimah] Pasangan Suami Isteri Sekularisme + Liberalisme memperanakkan Imperalisme & Pluralisme

 

BISMILLA-HIRRAHMA-NIRRAHIYM
Pasangan Suami Isteri Sekularisme + Liberalisme memperanakkan Imperalisme & Pluralisme
oleh:
H.Muh.Nur Abdurrrahaman (*)

disajikan dalam:
Seminar Nasional Mewaspadai Sipilis (**)
penyelenggara: Senat Mahasiswa Sastra Universitas Hasanuddin
pada: Hari Sabtu 11 Maret 2006

=================================

Assalamu 'alaykum wr.wb.

Istilah Sekularisme berasal dari bahasa Latin saeculum, artinya dunia. Sekularisme) itu pada mulanya adalah paham yang memisahkan politik dari agama, netral terhadap agama yang hanya dianggap sebagai urusan privat dimana pemerintah dilarang ikut campur di dalamnya. Tetapi sekulerisme kemudian berkembang menjadi ekstrim dan menjadi paham anti agama (khususnya Islam) di Turki sejak 1924 dan baru-baru ini juga kita lihat di Prancis, Jerman, dll, dimana agama (khususnya Islam) dipandang sebagai musuh dengan mengatasnamakan sekulerisme. Akar historis faham Sekularisme itu dari Yunani Kuno yang memuja keindahan, diteruskan oleh Romawi yang memuja kekuasaan.

Indikator sekularisme yaitu menunjukkan sekurang-kurangnya: mundurnya pengaruh agama,
desakralisasi lembaga-lembaga keagamaan seperti ikatan keluarga dsb, individualistis yaitu ketidakterikatan (disengagement) kepada masyarakat, dan pemindahan kepercayaan/iman dan pola-pola perilaku dari suasana keagamaan ke suasana sekular.

Istilah `liberalisme' berasal dari bahasa Latin, liber, yang artinya `bebas' atau `merdeka'.
Hingga penghujung abad ke-18 Masehi, istilah ini terkait erat dengan konsep manusia merdeka. Pakar sejarah Barat biasanya menunjuk motto Revolusi Perancis 1789: kebebasan, kesetaraan, persaudaraan (liberté, égalité, et fraternité) sebagai piagam agung (magna charta) liberalisme modern. Prinsip liberalisme yang paling mendasar ialah pernyataan bahwa tunduk kepada otoritas -apapun namanya- adalah bertentangan dengan hak asasi, kebebasan dan harga diri manusia -yakni otoritas yang akarnya, aturannya, ukurannya, dan ketetapannya ada di luar dirinya. Di sini kita mencium bau sophisme dan relativisme ala falsafah Protagoras yang mengajarkan bahwa "manusia adalah ukuran dari segalanya" - sebuah doktrin yang kemudian dirayakan oleh para penganut
nihilisme semacam Nietzsche.

Dalam politik, liberalisme dimaknai sebagai sistem di mana negera tidak boleh mencampuri "privacy" warga-negara, negara tidak boleh mencampuri urusan moral individu. Sementara di bidang ekonomi, liberalisme merujuk pada sistem pasar bebas dimana intervensi pemerintah dalam perekonomian tidak dibolehkan sama sekali. Dalam hal ini liberalisme identik dengan kapitalisme. Di wilayah sosial, liberalisme berarti emansipasi perempuan, penyetaraan gender, pupusnya kontrol sosial terhadap individu dan runtuhnya nilai-nilai kekeluargaan. Biarkan perempuan menentukan nasibnya sendiri, tak seorang pun berhak dan boleh memaksa ataupun melarangnya untuk melakukan sesuatu.

Sedangkan dalam urusan agama, liberalisme berarti kebebasan menganut, meyakini, dan mengamalkan apa saja, sesuai kecenderungan, kehendak dan selera masing-masing. Bahkan lebih jauh dari itu, liberalisme mereduksi agama menjadi urusan privat. Maka prinsip amar ma'ruf maupun nahi munkar bukan saja dinilai tidak relevan, bahkan dianggap bertentangan dengan semangat liberalisme. Asal tidak merugikan pihak lain, orang yang berzina tidak boleh dihukum, apalagi jika dilakukan atas dasar suka sama suka, menurut prinsip ini. Karena menggusur peran agama dan otoritas wahyu
dari wilayah politik, ekonomi, maupun sosial, maka liberalisme dipadankan dengan sekularisme.

Di dunia Islam virus liberalisme juga berhasil masuk ke kalangan cendekiawan yang konon dianggap sebagai "pembaharu". Mereka yang menjadi liberal antara lain: Rifa`ah at-Tahtawi (1801-1873 M),
Qasim Amin (1863-1908 M) dan Ali Abdur Raziq (1888-1966 M) dari Mesir, Sayyid Ahmad Khan (1817-1898 M) dari India.

Di abad keduapuluh muncul pemikir-pemikir yang juga tidak kalah liberal seperti Fazlur Rahman, Mohammed Arkoun, Nasr Hamid Abu Zayd, Mohammed Shahrour dan pengikut-pengikutnya di Indonesia yang bersekongkol dalam yang mereka namakan dirinya Jaringan Islam Liberal (JIL), yang pada pokoknya libralisme yang dibungkus oleh kemasan yang kelihatannya Islami. Pemikiran dan pesan-pesan yang dijual para tokoh liberal itu sebenarnya kurang lebih sama saja. Ajaran Islam harus disesuaikan dengan perkembangan zaman, al-Qur'an dan Hadits mesti dikritisi dan ditafsirkan ulang menggunakan pendekatan historis, hermeneutis dan sebagainya, perlu dilakukan modernisasi dan sekularisasi dalam kehidupan beragama dan bernegara, tunduk pada aturan pergaulan internasional berlandaskan hak asasi manusia, pluralisme dan lain lain-lain.

Menurut JIL, pluralisme bersikap melihat agama-agama lain dibanding dengan agamanya sendiri dalam rumusan: other religions are equally valid ways to the same truth; other religions speak af different but equally valid truths; each religion expresses an important part of the truth. Intinya, JIL yang penganut pluralisme meyakini bahwa semua agama memiliki tujuan yang sama.

Menurut JIL, pemeluk suatu agama harus menganut teologi pluralisme. yaitu meyakini bahwa agama lain juga benar; yang berbeda hanya cara, tetapi tujuannya adalah sama. Ini sesungguhnya merupakan kemasan baru dari sinkretisme, yang hanya dikemas dengan istilah-istilah yang mentereng seperti inklusif, pluralis, dan sejenisnya, yaitu gagasan iblis, pendangkalan aqidah, atau sekularisme, yang semakin menjadi-jadi setelah World Parliement of Religions di Chicago tahun 1993 menyepakati perlunya suatu global ethics untuk membangun perdamaian dunia. Sejumlah benggolan di Indonesia juga rajin mengampanyekan gagasan ini, antara lain: mendiang Nurcholis Madjid, Ulil Absar Abdalla, Dawam Raharjo, Gus Dur. Mantan presiden RI ke-4 ini pernah mengeluarkan pernyataan bernada sinkretis ketika berkunjung ke Bali, "Kalau kita benar-benar beragama, maka akan menolak kebenaran satu-satunya di pihak kita dan mengakui kebenaran semua pihak. Kebenaran mereka yang juga kita anggap berbeda dari kita. Ini paling penting. Oleh karena itu, semuanya benar. Semuanya benar."

Apa kata mendiang Nurcholis Madjid ttg Gus Dur:
"Terus terang, selain dia (Gus Dur -pen) sendiri punya potensi, banyak hal yang diambilnya dari saya, seperti ide toleransi, pluralisme. Itu bahasa-bahasa yang kita sosialisasikan kepada Gus Dur melalui Majelis Reboan. Setelah pindah dari Jombang ke Jakarta dia tidak punya forum yang serius, lalu, kita ciptakan antara lain Majelis Reboan. Karena itu ada banyak kesamaaan kami, antara lain, toleransi, inklusivisme," kata Nurcholish dalam wawancaranya dengan Kompas.

Alhasil, yang dijadikan paradigma oleh JIL adalah pasangan suami isteri Sekularisme Liberalisme dan anak-anaknya, seperti demokrasi, HAM, pluralisme dan genderisme. Paradigma, kerangka/frame work, atau pola pikir inilah yang dianggap benar secara mutlak. Jadi sesungguhnya yang menamakan diri sebagai Islam Liberal bukan Islam lagi, tetapi sudah tersungkur derajatnya menjadi Aliran Kepercayaan Liberal.

Di atas paradigma tesebut istinbath dilakukan dengan disiplin ilmu hermeneutika, tidak terkecuali dalam hal kritik teks Al Quran, dan menundukkan Syari'ah pada tuntutan zaman dengan apa yang disebut dengan kontekstual. Tidak jarang tuntutan seseorang yang dikultuskan sebgai "icon" disimpulkan sebagai kebutuhan-zaman dan terperangkap dalam "the fallacy of dramatic instance" akibat rampatan yang keliwat batas (over generalisasi). Ilmu hermeneutika tidak punya gigi untuk mengunyah istinbath baik hukum ibadah ritual maupun hukum ibadah non-ritual (mu'amalaat).

WaLahu a'lamu bisshawab.
(*)
Anggota Majlis Pengkajian MUI Sul-Sel
(**)
Singkatan oleh Panitia Seminar: [S]ekularisme [I]mperialisme [P]lural[i]sme Libera[lis]me

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com

Milis ini tidak menerima attachment.
MARKETPLACE

Get great advice about dogs and cats. Visit the Dog & Cat Answers Center.


Hobbies & Activities Zone: Find others who share your passions! Explore new interests.


Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.

.

__,_._,___

0 comments:

Post a Comment