Ini bagian sambungannya, lumayan panjang :
Kritik Hadis Israk dan Mikraj Bag. 2
oleh : ARMANSYAH
Pembaca diharapkan ikut membacanya secara perlahan dan dengan seksama sehingga
pada akhir pembahasan bisa menentukan sejauh mana akurasi bahasan yang saya buat
ini sehingga tidak menimbulkan fitnah kepada saya pribadi.
Tulisan kali ini memang panjang, namun bila hanya karena panjangnya
hadits-hadits ini membuat anda tidak mau membacanya maka anda tidak akan bisa
mengikuti bahasan selanjutnya. Bayangkan saja semua hadis di bawah ini saya
ketik sendiri semalaman maka anda yang tinggal membacanya saja malas apalagi
untuk meneruskan bahasannya
Let us see
Hadis Abu Hurairah dari Al-Musayyab
Dari Said bin Al-Musayyab, dari Abu Hurairah, ia berkata : Nabi SAW bersabda :
"Pada malam dimana aku mengadakan penjalanan Israk, aku bertemu dengan Nabi Musa
as -sambil menyifati (menyebutkan ciri-ciri Nabi Musa)- bahwa beliau adalah
orang yang kurus dan berambut lurus, (tinggi) seperti orang yang berasal dari
kaum Syanu'ah". Rasulullah bersabda : "Kemudian aku bertemu dengan Nabi 'Isa as
–sambil menyifati (menyebutkan ciri-ciri Nabi 'Isa)- bahwa beliau adalah orang
yang berbadan tinggi, bertubuh sedang dan berkulit merah. Sepertinya beliau baru
saja keluar dari kamar mandi." Rasulullah bersabda : "Setelah itu aku berjumpa
dengan Nabi Ibrahim as, sedangkan menurutku, aku adalah orang yang paling serupa
dengan beliau diantara anak-anak keturunannya. Kemudian Nabi Ibrahim membawakan
dua buah tempat menuman (wadah) kepadaku. Satu diantaranya berisi akir susu, dan
yang satunya lagi berisi arak (Khamr). Jibril berkata kepadaku, "Ambil dan
minumlah salah satu dari kedua minuman ini yang engkau sukai!", lalu aku
mengambil air susu dan meminumnya. Kemudian dia berkata, "Engkau telah mengambil
apa yang menjadi fitrah. Ingat, sungguh seandainya engkau mengambil arak
(Khamr), niscaya umatmu akan tersesat semua." (HR. Bukhari dalam Shahih 3394,
3437, 4709, 5576 dan 5603, Imam Muslim dalam Shahih 272, Imam Ahmad dalam kitab
Sunan Jilid 2/282 dan 512 dan Al-Baghawi dalam Syarh as-Sunnah 3761).
Hadis Abu Hurairah dari Abu Salamah
Dari Abu salamah bin Abdurrahman dari Abu Hurairah ia berkata, Rasulullah SAW
bersabda, "Sungguh aku telah diperlihatkan suatu ruangan, sedangkan orang-orang
Quraisy malah menanyakan tentang hal-hal yang tidak aku ketahui tentang Baitul
Maqdis. Betapa aku tidak pernah merasakan kegelisahan hati semacam itu
sebelumnya. Kemudian Allah SWT mengangkat miniaturnya kepermukaanku, sehingga
aku bisa melihat kembali peristiwa tadi malam dan menjawab atas
pertanyaan-pertanyaan kaum Quraisy tersebut secara detail. Disana aku juga
diperlihatkan jemaah para Nabi, diantaranya adalah Nabi Musa yang sedang
menunaikan Shalat. Beliau adalah seorang laki-laki yang kurus dan berambut
lurus, berpostur tinggi seperti ketinggian orang-orang lelaki dari kaum
Syanu'ah. Aku juga melihat Nabi 'Isa –putera Maryam- yang sedang menjalankan
Shalat pula. Menurutku, orang yang paling menyerupai beliau adalah Urwah bin
Mas'ud Ats-Tsaqafi. Pada waktu itu, aku juga bertemu dengan Nabi Ibrahim yang
sedang menunaikan Shalat. Adapun orang yang paling serupa dengan beliau
menurutku adalah teman kalian ini (maksudnya adalah diri Rasulullah sendiri).
Maka ketika waktu Shalat tiba, aku menjadi imam bagi mereka. Seusai Shalat ada
seseorang yang berkata kepadaku, "Wahai Muhammad, ini adalah malaikat penjaga
pintu neraka, berilah salam kepadanya". Lalu aku menoleh kepadanya dan ia
mendahuluiku dalam memberi salam" (HR. Muslim, Shahih 278)
Hadis Anas Bin Malik dari Abu Dzar
Dari Az-Zuhri, dari Anas ia berkata bahwa Abu Dzar pernah bahwa Rasulullah SAW
bersabda, "Atap rumahku yang ada di Mekkah telah dibuka, lalu Malaikat Jibril
turun dan membedah dadajy. Kemudian Jibril membasuhnya dengan air zam-zam sambil
membawa wadah yang terbuat dari emas dan penuh berisi dengan nilai hikmah dan
keimanan. Setelah itu, Jibril mengosongkan dadaku dan mengisinya dengan hikmah
dan keimanan. Lantas Jibril menutup dadaku kembali." Jibril lalu menggandeng
tanganku dan mengajakku bermikraj –melakukan perjalanan- menuju lapisan langit
pertama. Ketika kami sampai disana, Jibril berkata kepada penjaga langit itu,
"Bukalah!" lalu penjaga langit tersebut bertanya, "siapa ini?" Jibril menjawab,
"aku Jibril", ia bertanya kembali, "apakah kamu bersama seseorang ?" Jibril
menjawab "Ya aku bersama Muhammad", ia bertanya kembali "Apakah kalian diutus
untuk menghadap-Nya ?" Jibril menjawab "Ya", maka petugas itupun langsung
membukakan pintu langit shaf pertama.
Imam Muslim bercerita bahwa ketika lapisan pertama terbuka, tiba-tiba Rasulullah
SAW bersama Jibril melihat seorang laki-laki yang sedang duduk. Adapun disebelah
kanan lelaki itu terdapat sekelompok massa dan disebelah kirinya terdapat
sekelompok massa pula. Ketika laki-laki itu melihat kearah kanan, maka ia
tertawa dan ketika melihat kearah kiri, maka iapun menangis. Selanjutnya
laki-laki itu berkata, "Selamat datang wahai Nabi yang shaleh dan putera yang
shaleh." Rasulullah SAW bertanya kepada Jibril, "Siapakah orang ini ?" Jibril
menjawab, "Ini adalah Nabi Adam as, sedangkan sekelompok massa yang ada
disamping kiri dan kanan adalah hembusan nafas anak keturunannya. Adapun mereka
yang golongan kanan adalah ahli surga, dan golongan kiri adalah ahli neraka.
Maka ketika beliau melihat kearah kanan beliau langsung tertawa dan jika melihat
kearah kiri beliau langsung menangis.
Selanjutnya, kami naik ke langit lapis kedua. Jibril lalu berkata kepada penjaga
langit tersebut, "Bukalah !" lantas penjaga itu bertanya seperti halnya
pertanyaan penjaga langit pertama, hingga akhirnya ia mau membukakan pintu
langit itu. Anas menceritakan bahwasanya Rasulullah SAW didalam Mikrajnya
bertemu dengan Nabi Adam, Idris, Musa, Isa dan Nabiyullah Ibrahim as. Anas tidak
menyebutkan satu-persatu tempat bertemunya mereka, kecuali Adam pada langit
pertama dan Nabi Ibrahim pada langit ketujuh. Anas menceritakan bahwa ketika
Jibril melakukan perjalanan bersama Nabi SAW, mereka bertemu dengan Nabi Idris.
Beliau menyambut, "Selamat datang wahai Nabi yang saleh dan saudaraku yang
saleh." Nabi bertanya, "Siapakah ini ?" Jibril menjawab, "Ini adalah Nabi Idris"
setelah itu aku bertemu dengan Nabi Musa as dan beliau menyambut "Selamat datang
Nabi yang saleh dan saudaraku yang saleh." Rasulullah bertanya, "Siapa ini ?"
Jibril menjawab "Ini adalah Nabi Musa as." Kemudian aku bertemu dengan Nabi Isa
dan beliau menyambut dengan berkata "Selamat datang Nabi yang saleh dan
saudaraku yang saleh". Rasulullah SAW bertanya, "Siapa ini ? " Jibril menjawab
"Ini adalah Nabi Isa as." Kemudian aku bertemu nabi Ibrahim as, beliau
menyambutku, "Selamat datang Nabi yang saleh dan saudaraku yang saleh".
Ibnu Syihab berkata, "Ibnu Hazm bercerita kepadaku bahwa sesungguhnya Ibnu Abbas
dan Abu Habbah Al-Anshari berkata bahwasanya Rasulullah SAW bersabda,
"Selanjutnya, kami bermikraj lagi sampai pada suatu tempat dimana aku bisa
mendengar dengan jelas goresan pena." Ibnu Hazm dan Anas bin Malik berkata
bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Maka Allah SWT mewajibkan kepada umatku 50
kali shalat"
Imam Muslim meriwayatkan, "Kemudian aku kembali", sedangkan menurut Imam
Bukhari, "Kemudian aku menghadap (konsultasi) kepada Tuhanku, selanjutnya Allah
berkenan mengabulkan dispensasi (keringanan) maka dibebaskanlah separuhnya."
Imam Muslim berkata, " Aku (Nabi SAW) lalu kembali menghadap Nabi Musa dan aku
katakan padanya bahwa Allah SWT berkenan membebaskan separuh. Kemudian beliau
berkata kepadaku, "Kembalilah engkau menghadap Tuhanmu, karena sesungguhnya
umatmu tidak akan mampu melaksanakannya." Lantas aku kembali menghadap dan minta
dispensasi, maka Allah membebaskan separuh lagi. Setelah itu aku kembali
menghadap Nabi Musa dan beliau berkata "Kembalilah engkau kepada Tuhanmu, karena
sesungguhnya umatmu masih tidak mampu melaksanakannya." Imam Muslim
meriwayatkan, "Kemudian aku kembali kepada Nabi Musa as dan aku katakan bahwa
"Hanya tinggal 5 waktu dari 50 waktu yang diwajibkan semula. Allah tidak akan
merubah lagi firman-Nya untukku." Imam Muslim juga meriwayatkan, "Kemudian aku
kembali kepada Nabi Musa dan beliau masih meminta agar aku kembali dan minta
dispensasi lagi kepada Allah. Maku aku menjawab, "Sungguh aku benar-benar merasa
malu kepada Tuhanku." Imam Muslim meriwayatkan, "Selanjutnya aku bersama Jibril
beranjak meninggalkan Nabi Musa dan berhenti di Sidratul Muntaha. Ditempat itu
terdapat sesuatu yang beraneka ragam dan aku tidak mengetahui nama-namanya."
Imam Muslim berkata, "Kemudian aku memasuki surga, ternyata disana ada pohon
anggur Haba'il." (HR. Bukhari dalam Shahih 349, 1636 dan 3342, Muslim dalam
Shahih 263, An-Nasa'i meriwayatkan sebagian hadis tersebut akan tetapi tidak
disebutkan nama Abu Dzar sebagai perawi, Ahmad dalam kitab Sunan jilid 5/143-144
tetapi dia menyebutkan riwayat ini dari Ubay bin Ka'ab).
Hadis Anas Bin Malik dari Qatadah
Dari Qatadah, Anas bin Malik bin Sha'sha'ah bercerita kepadaku bahwasanya
Rasulullah SAW telah bersabda, "Pada waktu dibedah dadaku itu, sepertinya aku
berada di samping rumah." Menurut riwayat Imam Ahmad bin Hanbal, "Disamping
Ka'bah", adapun menurut satu riwayat –juga oleh Ahmad bin Hanbal- yang lain
adalah di dalam reruntuhan bangunan. Barangkali Qatadah juga menyebutkan "Di
atas bongkahan batu sambil terlentang", sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam
Ahmad bin Hambal dan Imam Bukhari, "Yaitu antara sadar dan tidak. Lalu datang
salah satu dari ketiga orang. Jibril mendatangiku dengan membawa wadah yang
terbuat dari emas dan penuh berisi dengan hikmah dan keimanan. Kemudian Jibril
membedah dan menumpahkan semua –kotoran- yang ada didalam perutku. Lantas dia
membasuh hatiku dengan air zam-zam dan memenuhinya dengan hikmah dan keimanan.
Setelah itu Jibril menjahit dan mengembalikan keadaan perutku seperti semula.
Kemudian aku diajak menaiki hwan yang bukan seperti kuda dan lebih besar dari
himar (keledai)." Rasulullah SAW melanjutkan ceritanya, "Setelah itu ada orang
yang bertanya, "Apakah itu yang dinamakan Buraq wahai Abu Hamzah (panggilan
Rasulullah) ?, " Beliau menjawab "Betul." Imam Ahmad bin Hambal dan Imam Bukhari
menceritakan bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Kecepatan kendaraah –Buraq-
itu adalah sekejap mata dan dengan Buraq itulah aku dibawah."
Ibu Jarir meriwayatkan, "Setelah itu, kami bergegas menuju Baitul Maqdis. Disana
kami menunaikan shalat bersama para Nabi dan Rasul, dan aku yang menjadi imam.
Kemudian aku bersama Jibril bergegas menuju lapisan langit pertama. Penjaga
langit itu bertanya, "Siapa ini ?" Jibril menjawab, "Saya, Jibril" Ia bertanya
lagi, "Kamu bersama siapa?" Jibril menjawab "Aku bersama Muhammad" Ia bertanya
lagi, "Apakah kalian diutus untuk menghadap-Nya ?" Jibril menjawab "Ya" Penjaga
itu berkata, "Selamat datang, kalian adalah sebaik-baik orang dan kalian telah
tiba." Imam Ahmad bin Hambal menambahkan dalam riwayatnya, "Setelah itu penjaga
langit pertama membukakan pintu, lalu aku mendatangi Nabi Adam," Imam Ahmad bin
Hambal dan Imam Bukhari meriwayatkan bahwa Jibril berkata, "Ini adalah bapakmu,
oleh karena itu ucapkanlah salam" Lalu aku mengucapkan salah kepadanya dan
beliau menjawab salamku sambil berkata, "Selamat datang anakku dan nabiku."
Dalam riwayat lain, Imam Ahmad bin Hambal dan Imam Bukhari menambahkan, "Selamat
datang puteraku yang saleh dan Nabi yang saleh."
Dalam riwayatnya, Imam Bukhari mengatakan, "Kemudian kamipun naik." Sedangkan
riwayat Imam Ahmad bin Hambal. "Kemudian kami naik menuju langit kedua dan minta
dibukakan pintu kepada penjaga langit itu. Penjaga langit itu bertanya, "Siapa
ini ? " Jibril menjawab, "Saya Jibril." Lalu dia bertanya, "Siapa orang yang
bersamamu ?" Jibril menjawab "Muhammad" kemudian kami mendatangi Nabi Yahya dan
Nabi Isa. Imam Ahmad bin Hambal dan Imam Bukhari menambahkan, "Mereka berdua
adalah puteranya bibi." Lantas Jibril berkata "Inilah Nabi Yahya dan Nabi Isa,
oleh karena itu berilah ucapan salam kepada mereka." Maka akupun menyalami dan
mereka langsung menjawab. Setelah itu, mereka menyambut, "Selamat datang
saudaraku dan Nabiku." Menurut riwayat Imam Ahmad bin Hambal dan Imam Bukhari
yang lain, "Selamat datang saudaraku yang saleh dan Nabi yang saleh".
Imam Bukhari meriwayatkan, "Kemudian kamipun naik" Sedangkan riwayat Imam Ahmad
bin Hambal, "Kemudian kami naik menuju langit ketiga. Begitu seterusnya seperti
pada langit pertama dan kedua. Kemudian kami mendatangi Nabi Yusuf, lalu Jibril
bertaka, "Ini adalah Nabi Yusuf, oleh karena itu ucapkanlah salam" Maka akupun
menyalami dan beliau langsung membalas seraya berkata, "Selamat datang saudaraku
dan nabiku", Sedangkan menurut riwayat lain dari Imam Ahmad bin Hambal dan Imam
Bukhari, "Selamat datang saudaraku yang saleh dan nabi yang shaleh".
Imam Bukhari meriwayatkan, "Kemudian kamipun naik." Sedangkan Imam Ahmad bin
Hambal meriwayatkan, "Kemudian kami naik menuju langit keempat begitulah
seterusnya seperti pada langit pertama, kedua dan ketiga". Kemudian kami
mendatangi Nabi Idris lalu Jibril berkata, "Ini adalah Nabi Idris, oleh karena
itu ucapkanlah salam" Maka akupun menyalami dan beliau langsung membalas seraya
berkata, "Selamat datang saudaraku dan nabiku" sedangkan dalam riwayat Imam
Ahmad bin Hanbal dan Imam Bukhari yang lain, "Selamat datang saudaraku yang
shaleh dan nabi yang shaleh".
Imam Bukhari meriwayatkan, "Kemudian, kamipun naik." Sedangkan Imam Ahmad bin
Hambal meriwayatkan, "Kemudian kami naik menuju langit kelima, begitu seterusnya
seperti pada langit pertama, kedua, ketiga dan keempat." Kemudian kami
mendatangi Nabi Harun, lalu Jibril berkata, "Inilah Nabi Harun, oleh karena itu
ucapkanlah salam." Maka akupun menyalami dan beliau langsung membalas serya
mengatakan, "Selamat datang saudaraku dan nabiku", sedangkan didalam riwayatnya
Imam Ahmad bin Hambal dan Imam Bukhari yang lain, "Selamat datang saudaraku yang
saleh dan Nabi yang saleh"
Imam Bukhari meriwayatkan, "Kemudian kamipun naik", sedangkan Imam Ahmad bin
Hambal meriwayatkan, "Kemudian kami naik menuju langit keenam, begitu seterusnya
seperti pada langit pertama sampai langit kelima" Kemudian kami mendatangi Nabi
Musa lalu Jibril berkata, "Inilah Nabi Musa, oleh karena itu ucapkanlah salam"
Maka akupun menyalami dan beliau langsung membalas serya mengatakan, "Selamat
datang saudaraku dan nabiku", sedangkan didalam riwayatnya Imam Ahmad bin Hambal
dan Imam Bukhari yang lain, "Selamat datang saudaraku yang saleh dan Nabi yang
saleh", akan tetapi ketika beliau mempersilahkan kami, tiba-tiba beliau langsung
menangis. Lalu Jibril menegur, "Apakah gerangan yang membuat engkau menangis ? "
Nabi Musa langsung mengadu kepada Allah, "Wahai Tuhanku, anak laki-laki inikah
yang Engkau utus setelahku yang mana umatnya paling mulia dan paling banyak
masuk surga daripada umatku ?", Imam Bukhari meriwayatkan, "Kemudian, kamipun
naik", sedangkan Imam Ahmad bin Hambal meriwayatkan, "Kemudian kami naik menuju
langit ketujuh, begitu seterusnya seperti pada langit pertama sampai langit
keenam". Kemudian kami mendatangi Nabi Ibrahim. Imam Bukhari meriwayatkan, lalu
Jibril berkata, "Inilah bapakmu, Nabi Ibrahim." Sedangkan dalam riwayatnya, Imam
Ahmad bin Hambal, "Inilah nabi Ibrahim", kemudian aku menyalami beliau dan
beliaupun langsung menjawab salamku, seraya berkata, "Selamat datang puteraku
dan Nabiku." Adapun didalam riwayat yang lain, Imam Ahmad bin Hambal dan Imam
Bukhari mengatakan, "Selamat datang puteraku yang saleh dan Nabi yang saleh".
Imam Ahmad bin Hambal dan Imam Bukhari juga meriwayatkan, bahwa Qatadah pernah
berkata, "Hasan pernah bercerita kepadanya dari Abu Hurairah, bahwasanya
Rasulullah SAW bersabda, "Kemudian aku diangkat menuju Al-Bait Al-Makmur. Ketika
sampai disana, aku bertanya kepada Malaikat Jibril, "Tempat apa ini namanya ? ".
Jibril menjawab "Ini adalah Baitul Makmur, ditempat inilah sebanyak 70.000
malaikat setiap hari menunaikan shalat. Jika mereka sudah keluar maka tidak
satupun diantara mereka yang kembali ketempat itu lagi." Kemudian aku disodori
beberapa wadah, satu diantaranya berisi arak (Khamr) sedangkan yang lainnya
berisi madu dan susu. Lantas aku mengambil dan meminum dari wadah yang berisikan
susu." Lalu Nabi Ibrahim berkata, "Ini adalah fitrah yang diberikan kepada
engkau dan umatmu". Masih dalam riwayat Imam Ahmad bin Hambal, bahwa Rasulullah
SAW bersabda, "Setelah itu aku diangkat menuju Sidratul Muntaha. Tempat itu
tampak seperti batang pohon anggur yang menjulang dari muka bumi dan mempunyai
daun yang menyerupai telinga gajah. Selanjutnya Imam Ahmad bin Hambal dan Imam
Bukhari menambahkan bahwa, "Inilah Sidratul Muntaha. Adapun didasar tempat
tersebut terdapat empat sungai. Dua diantaranya ada didalam, sedangkan dua yang
lain ada diluar." Lantas aku bertanya kepada Jibril, "Apa maskud dari semua ini,
wahai Jibril ?", Jibril menjawab, "Adapun dua yang di dalam itu tempatnya adalah
di syurga, sedangkan dua yang di luar itu adalah sungai Eufrat dan sungai Nil."
Imam Ahmad bin Hambal dan Imam Bukhari meriwayatkan, "Rasulullah SAW bersabda,
"Kemudian aku diwajibkan menunaikan 50 kali shalat setiap hari, setelah itu aku
kembali. Pada saat itu aku bertemu dengan Nabi Musa dan beliau bertanya, "Apa
yang engkau peroleh ?" Aku menjawab, "Telah diwajibkan kepadaku 50 kali shalat
setiap hari." Nabi Musa berkata, "(dalam riwayat Imam Bukhari beliau bersumpah
–Demi Allah-) aku lebih banyak tahu daripada kamu." Didalam riwayat Imam Bukhari
yang lain, "Sungguh aku telah menelusuri –kemampuan- manusia-manusia sebelum
engkau, dan sungguh aku telah mendoktrin Bani Israel dengan sangat ketat.
Sesungguhnya umatmu tidak akan mampu menunaikan hal itu. Oleh karenanya maka
kembalilah engkau menghadap Tuhanmu dan mintalah dispensasi!" Rasulullah SAW
bersabda, "Selanjutnya aku kembali menghadap Tuhanku yang Maha Agung, lalu aku
meminta dispensasi. Maka Allah memperingankan kewajiban tersebut menjadi 40.
Setelah itu aku kembali dan menemui Nabi Musa. Beliau bertanya lagi, "Apa yang
engkau peroleh ?" Aku menjawab, "Allah memperingan menjadi 40." Lantas Nabi Musa
berkata kepadaku seperti semula. Aku kembali menghadap Tuhanku Yang Maha Agung,
maka Allah mengurangi lagi menjadi 30. Kemudian aku kembali dan bertemu dengan
Nabi Musa seraya memberitahukan dispensasi yang aku terima, dan beliau masih
mengatakan kepadaku hal yang sama dengan semula. Lalu aku kembali menghadap
Allah dan Dia menguranginya lagi menjadi 20, kemudian 10 dan terakhir kalinya
hanya tinggal 5. Selanjutnya aku menemui Nabi Musa, lalu memberitahukan tentang
–begitu banyaknya- dispensasi yang sudah aku terima. Akan tetapi beliau masih
mengatakan kepadaku hal yang sama seperti semula. Pada kesempatan itu, aku
mengatakan, "Sungguh aku benar-benar malu kepada Tuhanku Yang Maha Agung, sudah
berapa kali aku bolak-balik ?" Imam Ahmad bin Hambal dan Imam Bukhari
menambahkan, "Akan tetapi Allah selalu merestui dan mengabulkan permohonanku."
Didalam hadis yang lain, Imam Ahmad bin Hambal dan dan Imam Bukhari menerangkan,
"Ketika percakapan antara Rasulullah SAW dengan Nabi Musa berlangsung, tiba-tiba
ada seseorang memanggil Rasulullah SAW agar beliau mencukupkan sampai disitu,
karena Rasulullah SAW telah meminta dispensasi yang begitu banyak untuk umatnya.
Segala bentuk kebaikan akan dibalas 10 kali lipat. (HR. Ahmad dalam sunan Jilid
4/207-210 melalui jalur Hisyam ad-Dustiwa', Imam Bukhari dalam Shahih 3207, 3393
dan 3887, Imam Muslim dalam shahih 264 dan 265 dan Ibnu Jarir dalam 15/3)
Hadis Anas Bin Malik dari Tsabit Al-Banani
Riwayat Tsabit, ia menceritakan dari Anas bin Malik bahwasanya Rasulullah SAW
bersabda, "Aku telah dibawakan kendaraan Buraq. Kendaraan ini adalah sejenis
hewan berwarna putih, yang mana tingginya antara himar dan kuda. Sedangkan
kecepatannya adalah sama dengan kejapan mata. Ketika itu, aku dibawa menuju
Baitul Maqdis dan disana aku bergabung dengan majelisnya para Nabi. Sesampainya
disana aku masuk masjid dan menunaikan shalat dua reka'at. Setelah itu aku
keluar dan Jibril langsung menghampiriku dengan membawa satu wadah yang berisi
arak (Khamr) dan satu wadah lagi yang berisi susu. Kemudian aku memilih wadah
susu, lalu Jibril berkata, "Engkau telah memilih". Selanjutnya kami bermikraj
menuju langit pertama. Lalu Jibril meminta agar penjaga langit itu mau
membukakan pintu. Sebelumnya penjaga langit itu bertanya, "Siapa kalian ?",
Jibril menjawab, "Saya Jibril". Dia bertanya lagi, "Lalu siapa orang yang
bersamamu itu ?" Jibril menjawab, "Muhammad". Lantas dia bertanya lagi, "Apakah
kalian telah diutus untuk menghadap-Nya ?" Jibril menjawab, "Benar!" Maka
penjaga itupun langsung membukakan pintu langit pertama. Dilangit itu, kami
bertemu dengan Nabi Adam, lalu beliau menerima dan menyambut kami dengan sangat
baik. Kemudian kami bermikraj menuju langit kedua, lalu Jibril meminta agar
penjaga langit itu mau membukakan pintu. Penjaga langit itu bertanya, "Siapa
kalian ?", Jibril menjawab, "Saya Jibril". Dia bertanya lagi, "Lalu siapa orang
yang bersamamu itu ?" Jibril menjawab, "Muhammad". Lantas dia bertanya lagi,
"Apakah kalian telah diutus untuk menghadap-Nya ?" Jibril menjawab, "Benar!"
Maka penjaga itupun langsung membukakan pintu langit itu. Ketika sampai disana,
kami bertemu dengan dua anak laki-lakinya bibi, yaitu Nabi Yahya dan Nabi Isa.
Mereka langsung menerima dan menyambut kami dengan sangat baik. Selanjutnya kami
bermikraj menuju langit ketiga. Sesampainya disana, Jibril minta agar penjaga
langit itu mau membukakan pintu. Penjaga itu bertanya, "Siapa kamu ?", Jibril
menjawab, "Saya Jibril". Dia bertanya lagi, "Siapakah orang yang bersamamu ?"
Jibril menjawab, "Muhammad". Lantas dia bertanya lagi, "Apakah kalian telah
diutus untuk menghadap kepada-Nya ?", Jibril menjawab, "Ya!" Maka penjaga pintu
itupun membukakan untuk kami. Ketika sampai disana, kami bertemu Nabi Yusuf.
Beliau adalah Nabi yang diberikan Allah separuh dari ketampananku. Lantas beliau
menerima dan menyambut kami dengan baik sekali. Kemudian kami bermikraj menuju
langit keempat. Sesampainya disana, Jibril meminta agar penjaga langit itu mau
membukakan pintu. Penjaga langit itu bertanya, "Siapa kalian ?", Jibril
menjawab, "Saya Jibril". Dia bertanya lagi, "Lalu siapa orang yang bersamamu itu
?" Jibril menjawab, "Muhammad". Lantas dia bertanya lagi, "Apakah kalian telah
diutus untuk menghadap-Nya ?" Jibril menjawab, "Benar!" Maka penjaga itupun
langsung membukakan pintu langit itu. Disana kami bertemu dengan Nabi Idris.
Beliau langsung menerima dan menyambut kami dengan baik sekali seraya membacakan
firman-Nya, "Dan Kami telah mengangkatnya kemartabat yang tinggi (QS. . Maryam
(19): 57).
Setelah itu, kami bermikraj menuju langit kelima. Sesampainya disana Jibril
meminta agar penjaga langit itu mau membukakan pintu. Penjaga langit itu
bertanya, "Siapa kalian ?", Jibril menjawab, "Saya Jibril". Dia bertanya lagi,
"Lalu siapa orang yang bersamamu itu ?" Jibril menjawab, "Muhammad". Lantas dia
bertanya lagi, "Apakah kalian telah diutus untuk menghadap-Nya ?" Jibril
menjawab, "Benar!" Maka penjaga itupun langsung membukakan pintu. Disana kami
bertemu dengan Nabi Harun. Beliau juga menerima dan menyambut kami dengan baik
sekali. Kemudian, kami bermikraj menuju langit keenam. Sesampainya disana Jibril
meminta agar penjaga langit itu mau membukakan pintu. Penjaga langit itu
bertanya, "Siapa kalian ?", Jibril menjawab, "Saya Jibril". Dia bertanya lagi,
"Lalu siapa orang yang bersamamu itu ?" Jibril menjawab, "Muhammad". Lantas dia
bertanya lagi, "Apakah kalian telah diutus untuk menghadap-Nya ?" Jibril
menjawab, "Ya, kami telah diutus-Nya" setelah itu penjaga langit tersebut mau
membukakan pintu. Disana aku bertemu dengan Nabi Musa. Beliau telah menerima dan
menyambut kami dengan amat baik. Selanjutnya kami bermikraj menuju langit
ketujuh. Sesampainya disana, Jibril meminta agar penjaga langit itu mau
membukakan pintu. Penjaga langit itu bertanya, "Siapa kalian ?", Jibril
menjawab, "Saya Jibril". Dia bertanya lagi, "Lalu siapa orang yang bersamamu itu
?" Jibril menjawab, "Muhammad". Lantas dia bertanya lagi, "Apakah kalian telah
diutus untuk menghadap-Nya ?" Jibril menjawab, "Ya, kami telah diutus-Nya", Maka
penjaga langit itupun langsung membukakan pintu kepada kami. Disana kami bertemu
dengan Nabi Ibrahim as. Ketika itu beliau sedang menyandarkan punggungnya ke
Baitul Makmur. Beliau juga masuk ketempat itu setiap hari bersama 70.000 para
malaikat yang datang silih berganti. Setelah itu kami pergi menuju Sidratul
Muntaha. Tempat itu memiliki daun yang menyerupai telinga gajah dan tampak
seperti batang pohon anggur yang menjulang dari muka bumi. Jika perintah Allah
menghendaki perubahan tempat itu, maka tak satupun diantara makhluk Allah yang
mampu untuk mengubahnya dan mengungkapkan keindahannya. Rasulullah SAW bersabda,
"Maka Allah menurukan wahyu kepadaku dan mewajibkanku 50 kali shalat dalam
sehari-semalam." Setelah itu aku turun dan bertemu dengan Nabi Musa. Beliau
bertanya, "Apa yang diwajibkan Tuhan kepada umatmu ?", Aku menjawab, "50 kali
shalat dalam sehari-semalam." Lalu Nabi Musa berkata, "Kembalilah engkau kepada
Tuhanmu dan mintalah dispensasi, karena sesungguhnya umatmu tidak akan mampu
menunaikannya. Sungguh aku telah mencoba untuk mempraktekkan hal ini kepada Bani
Israel." Rasulullah bersabda, "Kemudian aku kembali –menemui- Tuhanku yang Maha
Agung. Aku memohon, "Wahai Tuhanku, berilah dispensasi kepada umatky." Maka
Allah menurunkan 5. Kemudian aku kembali menemui Nabi Musa, beliau bertanya,
"Apa yang kamu peroleh ?" Aku menjawab, "Aku telah diberi dispensasi lima".
Beliau berkata, "Sesungguhnya umatmu tidak akan mampu melakukan hal itu. Oleh
karena itu kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah dispensasi untuk umatmu."
Rasulullah SAW bersabda, "Ketika itu aku selalu bolak-balik antara Tuhanku dan
Nabi Musa as dan Allah selalu memberikan dispensasi lima-lima". Pada akhirnya
Tuhanku berfirman, "Wahai Muhammad, cukuplah 5 kali shalat dalam sehari-semalam,
dengan tiap-tiap shalatnya bernilai 10. Dengan demikian, esensinya sama dengan
50 kali shalat. Barangsiapa yang mengerjakannya, maka baginya adalah satu
pahala. Karena jika kebajikan itu dikerjakan, ia akan mendapatkan 10 pahala.
Barangsiapa yang berniat untuk satu kejahatan, akan tetapi ia belum sempat
mengerjakannya, maka baginya tidak mendapat apa-apa. Karena jika kejahatan itu
dikerjakan, ia hanya mendapat dosa satu." Rasulullah SAW bersabda, "Setelah itu
aku turun dan menemui Nabi Musa, lalu aku memberitahukan apa yang aku peroleh."
Beliau berkata, "Kembalilah engkau pada Tuhanmu dan mintalah dispensasi lagi,
karena pada dasarnya umatmu masih belum mampu mengerjakan hal itu." Rasulullah
SAW bersabda, "Aku mengatakan kepada Nabi Musa, "Sungguh aku sudah berkali-kali
menghadap Tuhanku sampai aku merasa malu sendiri terhadap-Nya." (HR. Ahmad dalam
sunan jilid 3/148 dengan teks dari beliau, Imam Muslim dalam shahih 259 melalui
jalur Hammad bin Salamah).
Hadis Anas Bin Malik dari Syarik bin Abi Namr
Ia menceritakan bahwasanya ia mendengar Anas bin Malik berkata –dalam riwayat
lain, "Bercerita kepadaku …" –tentang kepergian malam Israknya Rasulullah SAW
dari masjidil Ka'bah dan bahwasanya Rasulullah SAW didatangi tiga orang yang
tidak dikenal sebelum beliau mendapat wahyu –panggilan- untuk menghadap-Nya.
Ketika itu beliau sedang didalam Masjidil Haram. Salah seorang dari ketiga orang
tersebut berkata, "Siapa diantara mereka yang merupakan orang yang dimaksud ?",
Lalu orang kedua berkata, "Dialah orang yang paling baik diantara yang lainnya."
Orang terakhir berkata, "Pilih saja orang yang terbaik." Pada malam itu hanya
berlalu begitu saja, dimana Rasulullah SAW belum pernah memimpikan hal serupa
melalui bisikan hati, karena pada hakekatnya Rasulullah SAW itu hanya matanya
saja yang terpejam namun hati beliau tidak pernah tidur. Begitu juga para Nabi
yang lain, mereka juga hanya memejamkan mata sedangkan hatinya tidak pernah
tidur. Dalam mimpi Rasulullah SAW yang berikutnya, ketiga orang tersebut tidak
ada yang berkata sepatah katapun dan mereka langsung membawa Rasulullah dan
meletakkannya didekat sumur zam-zam. Lantas malaikat Jibrillah yang bertanggung
jawab atas beliau.
Kemudian, malaikat Jibril membedah dada Rasulullah SAW menembus jantung sampai
kebagian perut yang paling dalam. Setelah itu, Jibril membasuh dan
membersihkannya dengan air zam-zam. Selanjutnya malaikat Jibril membawa wadah
yang terbuat dari emas, didalamnya terdapat "Taur" yang terbuat dari emas pula
dan penuh berisi dengan keimanan dan hikmah lalu dimasukkan kedalam dada hingga
Al-Ghadid –yaitu urat leher- Rasulullah SAW dan menutupnya kembali. Setelah itu,
Rasulullah SAW naik Buraq dan ber-Israk menuju Baitul Maqdis. Disana Rasulullah
SAW kemudian menunaikan shalat bersama para Nabi dan Rasul, sementara beliau
bertindak sebagai Imam.
Kemudian Rasulullah SAW bermikraj dengan malaikat Jibril menuju langit-langit
dunia. Jibril mengetuk pintu, lalu para penghuni langit tersebut menghampirinya
sambil bertanya, "Siapa ini ?" Jibril menjawab, "Saya Jibril", Mereka bertanya
lagi, "Siapa orang yang menyertaimu ? " Jibril menjawab, "Aku bersama Muhammad",
Mereka bertanya lagi, "Apakah kalian telah diutus untuk menghadap-Nya ?", Jibril
menjawab, "Ya", Mereka lalu menyambut "Selamat datang ditempat kami." Maka
seluruh penghuni langit merasa begitu gembira dengan kedatangan Muhammad.
Ternyata para penghuni langit itu tidak mengetahui apa kehendak Allah dengan
mengutus Muhammad kemuka bumi ini sebelum mereka semua diberitahu. Pada saat
Rasulullah SAW dan malaikat Jibril berada dilangit-langit dunia, mereka bertemu
dengan Nabi Adam. Jibril berkata kepada Rasulullah, "Ini adalah bapakmu, maka
ucapkanlah salam untuknya." Kemudian Rasulullah SAW menyalami Nabi Adam dan
beliaupun langsung menjawab sambil berkata, "Selamat datang wahai anakku,
sebaik-baik anakku adalah engkau". Dilangit-langit dunia yersebut mereka
menjumpai sungai yang mengalir jernih. Lalu Rasulullah SAW bertanya, "Sungai apa
ini namanya wahai Jibril ?" Jibril menjawab, "Ini adalah sungat Nil dan sungai
Eufrat." Selanjutnya langit tadi dilewati begitu saja oleh Rasulullah SAW.
Tiba-tiba beliau menyaksikan sungai yang lain. Didalam sungai itu terdapat
endapan-endapan mutiara dan jamrud. Ketika Rasulullah SAW menyentuh sungai itu,
aromanya seperti minyak misik yang amat wangi. Lantas Rasulullah SAW bertanya,
"Sungai apa ini, wahai Jibril ?" Jibril menjawab, "Ini adalah sungai (telaga)
Kautsar yang telah disiapkan untukmu."
Setelah itu Rasulullah SAW bermikraj menuju langit kedua. Maka para malaikat
penjaga langit itupun bertanya seperti pertanyaan malaikat yang menjaga dilangit
pertama, yaitu "Siapa ini ?" Jibril menjawab, "Saya Jibril", Mereka bertanya
lagi, "Siapa orang yang menyertaimu ? " Jibril menjawab, "Aku bersama Muhammad",
Mereka bertanya lagi, "Apakah kalian telah diutus untuk menghadap-Nya ?", Jibril
menjawab, "Ya", Mereka lalu menyambut "Selamat datang ditempat kami." Kemudian
Rasulullah SAW bermikraj menuju langit ketiga, dan para malaikat penjaga langit
itupun mengatakan hal yang sama dengan pertanyaan-pertanyaan malaikat yang ada
dilangit pertama dan kedua. Kemudian Rasulullah SAW bermikraj menuju langit
keempat. Mereka juga mengatakan hal yang sama. Begitupula halnya ketika
Rasulullah SAW sampai dilangit kelima, keenam dan ketujuh. Dari tiap langit itu
semua, Rasulullah SAW selalu berjumpa dengan para Nabi. Diantara nama-nama
mereka yang aku (Rasulullah) kenali adalah : Nabi Idris dilangit kedua, Nabi
Harun dilangit keempat. Disamping itu masih banyak nama-nama para Nabi lainnya,
yang aku jumpai dilangit kelima. Lalu Nabi Ibrahim as dilangit keenam, serta
Nabi Musa as dilangit ketujuh yang menyebut keagungan kalam Allah SWT. Nabi Musa
berkata, "Wahai Tuhanku! Aku tidak menyangka sama sekali jika ada seseorang yang
akan Engkau angkat dan bertemu denganku (disini)." Setelah itu, Rasulullah SAW
terus naik yang tidak diketahui oleh siapapun kecuali Allah SWT. Akhirnya
Rasulullah SAW sampai kesidratil Muntaha dan disitulah Allah turun menemui
beliau dengan jarak yang tidak terlalu jauh. Kemudian Allah menurunkan wahyu
agar umat Rasulullah menunaikan 50 kali shalat dalam sehari-semalam. Rasulullah
SAW kemudian turun dan berjumpa dengan Nabi Musa. Sengaja Nabi Musa mencegat
beliau untuk menanyakan, "Wahai Muhammad, apa yang telah dibaiatkan Tuhan
kepadamu ?", Rasulullah menjawab,"Tuhan membaiat aku untuk menunaikan 50 kali
shalat dalam setiap siang dan malam hari." Nabi Musa berkata, "Sesungguhnya
umatmu tidak akan mampu menunaikan hal itu. Oleh karena itu, kembalilah kepada
Tuhanmu dan mintalah keringanan (dispensasi) buat engkau dan umatmu." Lalu
Rasulullah SAW menoleh kepada Jibril seakan-akan beliau hendak memberi isyarat
mengenai pernyataan Nabi Musa tersebut. Lantas malaikat Jibrilpun mengisyaratkan
bahwa jika hal itu yang terbaik menurut Rasulullah SAW, maka Jibril hanya bisa
menurut.
Kemudian Rasulullah SAW naik dan menemui Allah SWT, seraya memohon, "Wahai
Tuhanku, berilah kami keringanan, karena sesungguhnya umatku tidak mampu
menunaikan-perintah ini-". Lalu Allah SWT menurunkan 10 shalat. Setelah itu
Rasulullah SAW kembali dan Nabi Musa pun sudah mencegatnya. Pada waktu itu,
Rasulullah SAW bolak-balik antara Allah dan Nabi Musa. Sampai akhirnya Allah SWT
mewajibkan 5 kali shalat. Akan tetapi Nabi Musa masih mencegat Rasulullah SAW
ketika perintah shalat hanya tinggal 5 waktu. Nabi Musa berkata, "Wahai
Muhammad, sungguh aku telah berusaha mempraktekkan hal itu kepada Bani Israel
kaumku. Bahkan yang lebih ringan dari inipun mereka masih tidak mampu dan malah
meninggalkannya. Padahal, umatmu itu lebih lemah jasad, hati, fisik, penglihatan
maupun pendengarannya. Oleh karena itu kembalilah engkau kepada Tuhanmu dan
mintalah dispensasi kembali." Setiap kali Rasulullah SAW mendengarkan pendapat
Nabi Musa, beliau selalu menolah dan memberi isyarat kepada Jibril. Namun Jibril
selalu tidak meragukan alasan-alasan Nabi Musa. Kemudian Rasulullah menghadap
Allah lagi, disaat perintah shalat hanya tinggal 5 waktu. Beliau memohon, "Wahai
Tuhanku, sesungguhnya umatku itu lemah jasad, hati, fisik, penglihatan maupun
pendengarannya. Maka berilah kami dispensasi." Kemudian Allah SWT berfirman,
"Wahai Muhammad, aku sudah mengabulkan permintaanmu semoga engkau bahagia."
Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah SWT sudah tidak akan merubah
ketetapan-Nya lagi padaku, sebagaimana Allah telah mewajibkan kepada kalian
didalam Al-Kitab." Rasulullah SAW bersabda lagi, "Setiap satu amal kebajikan
akan dibalas 10 kali lipat. Kalian hanya diwajibkan 5 kali, namun kalian akan
mendapat 50 didalam ummul kitab."
Setelah itu, Rasulullah SAW kembali menemui Nabi Musa dan ia berkata, "Apa yang
telah engkau perbuat ?" Rasulullah menjawab, "Aku memohon kepada Tuhanku agar
memberikan kami dispensai, lalu Allah memberikan setiap satu kebajikan dengan
balasan 10 kali lipat." Nabi Musa berkata, "Sungguh aku telah mencoba
melaksanakan perintah yang lebih ringan dari hal itu kepada Bani Israel,
kemudian mereka beramai-ramai meninggalkannya. Oleh karena itu, kembalilah
kepada Tuhanmu dan mintalah dispensasi kembali." Rasulullah SAW bersabda, "Wahai
Nabi Musa! Sungguh aku benar-benar merasa malu, dan takut berbuat salah kepada
Tuhanku." Lantas Nabi Musa berkata, "Kalau begitu sekarang turun dengan menyebut
asma Allah SWT." Rasulullah SAW bersabda, "Setelah itu aku terbangun dan aku
sudah kembali berada di Masjid Al-Haram" (HR. Bukhari dalam shahih 3570 dan
7517, Imam Muslim dalam shahih 262).
Bersambung.
________________________________
Dari: Abdul Muiz <muizof@yahoo.com>
Kepada: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Terkirim: Kam, 27 Januari, 2011 07:46:32
Judul: Bls: [wanita-muslimah] Re: KEBOHONGAN KISAH ISRA' MI'RAJ?
Mbak Lina,
yang waras ngalah :), karena mubazir teman syetan, maka saya tidak bakalan
berteman dengan syetan. Ini saya kutibkan sebuah artikel tentang kritik hadits
seputar Israk Mikraj, semoga rasa ingin tahu mas Wikan dan postingan saya
tentang kejanggalan dapat terjawab, selamat menyimak dan mendiskusikannya semoga
bermanfaat.
[Non-text portions of this message have been removed]
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.






0 comments:
Post a Comment