"janganlah kamu menyebut-nyebut kebaikanmu"
________________________________
Dari: "Lestyaningsih, Tri Budi (Ning)" <ninghdw@chevron.com>
Kepada: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Terkirim: Rab, 26 Januari, 2011 08:12:39
Judul: RE: [wanita-muslimah] Cespleng, Gaji Presiden Naik!
Setelah saya dengar pidato-nya SBY, saya jadi mikir. Apa benar, SBY
berkata seperti itu dalam rangka "curhat" dengan ekspektasi bahwa
gajinya sebagai presiden akan dinaikkan? Saya yakin, beliau tidak
mengira bahwa response masyarakat jadi seperti sekarang. Saya rasa,
sebenarnya SBY itu bukan ingin gajinya dinaikkan, tapi beliau ingin
menunjukkan bahwa beliau itu memperhatikan rakyat (termasuk para anggota
TNI) lebih dari beliau memperhatikan dirinya sendiri... jadi beliau
ungkapkan seperti itu.
Sebenarnya leader yang memikirkan membernya lebih dari (dia memikirkan)
dirinya sendiri itu kan harus dihargai. Itu kan berarti leader mau
berkorban bagi membernya.. gitu lah. Cuman kalau kemudian si leader
menginginkan sikap "mau berkorban" nya itu diketahui member... ya
kesannya childish jadinya. Mungkin tanpa sadar juga kita suka melakukan
seperti itu ke anak2 kita, seperti bilang : "Waktu melahirkan kamu, ibu
berjuang antara hidup dan mati..." atau "Ayah itu seharian kerja keras,
untuk keluarga.."... Dengan melakukan seperti itu sesungguhnya kita
malah akan kehilangan respect dari anak-anak kita (menurut saya sih..)
Wallahua'lam
Wassalaam,
-Ning
-----Original Message-----
From: wanita-muslimah@yahoogroups.com
[mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com] On Behalf Of sunny
Sent: Wednesday, January 26, 2011 2:55 AM
To: Undisclosed-Recipient:;
Subject: [wanita-muslimah] Cespleng, Gaji Presiden Naik!
http://www.lampungpost.com/buras.php?id=2011012600371714
Rabu, 26 Januari 2011
BURAS
Cespleng, Gaji Presiden Naik!
H. Bambang Eka Wijaya
"ASYIK amat, cukup sekali Presiden Yudhoyono curah isi hati
(curhat) gajinya tujuh tahun tak kunjung naik, langsung mendapat
perhatian Menteri Keuangan yang kemarin menyatakan gaji Presiden akan
dinaikkan bersama 8.000 pejabat negara lainnya!" ujar Umar. "Kenaikan
itu nantinya termasuk tunjangan prestasi yang melekat pada gaji!"
"Maka itu, seorang Presiden tak boleh curhat atau mengeluhkan soal
gajinya!" sambut Amir. "Sebab dijamin cespleng dipenuhi! Itu bisa
membuat rakyat iri, terutama buruh, yang keluhannya bertahun-tahun untuk
menaikkan upah pada tingkat KHL-kebutuhan hidup layak-saja jangankan
dipenuh, didengar atau diperhatikan pun tidak! Padahal secara nyata,
siapa yang lebih butuh penyesuaian?"
"Soal siapa yang sebenarnya lebih butuh penyesuaian itu belum lagi
Presiden mendapat dana taktis Rp2 miliar per bulan, serta fasilitas
sepenuhnya jabatan presiden, tempat tinggal di istana, jaminan keamanan
dengan pengawalan ketat, jaminan kesehatan dengan dokter kepresidenan,
transportasi dari mobil sampai pesawat udara, pakaian, makanan dan
sebagainya, yang semua itu bahkan membuat gajinya tak perlu disentuh
lagi!" tukas Umar. "Lebih tak patut lagi seorang Presiden mengeluh
gajinya tak kunjung naik ketika ibu-ibu rumah tangga kalang kabut dibuat
harga kebutuhan dapurnya meroket seperti sekarang! Artinya, kalau
kenaikan gaji Presiden dan para pejabat negara itu dalam bentuk
tunjangan prestasi, tunjukkan dulu prestasi bahwa mereka mampu menahan
laju kenaikan harga kebutuhan pokok yang makin mencekik rakyat!"
"Kalau orang gedean tak perlu membuktikan prestasi, tunjangan
prestasinya jalan terus!" timpal Amir. "Lain wong cilik, prestasinya
sudah terbukti sekalipun, kolom tunjangan prestasi tak tersedia dalam
daftar gajinya!"
"Perbedaan antara elite dan jelata itu pada privilese-hak-hak
istimewa-yang hanya dimiliki kalangan elite!" tegas Umar. "Hak-hak
istimewa elite itu yang membuat dalam banyak hal, tanpa kecuali di
negeri maju sekali pun, persamaan antarsesama warga negara yang dijamin
konstitusi prakteknya selalu tak mulus! Konon lagi di negeri
terbelakang, hak-hak istimewa elite setiap kali diklaim dan terus
bertambah variannya!"
"Memang di negeri terbelakanglah elite yang sudah menikmati
seabrek hak-hak istimewa tak merasa malu mengeluhkan hak-hak istimewa
yang diterimanya masih kurang!" tukas Amir. "Bukan hendak menyatakan
elite seperti itu serakah! Tapi terlalu berorientasi pada kepentingannya
sendiri, sehingga tak melihat dirinya hidup mewah di tengah samudera
kemelaratan yang menenggelamkan rakyatnya dalam penderitaan tanpa jalan
keluar!" ***
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.Yahoo! Groups Links
[Non-text portions of this message have been removed]
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.






0 comments:
Post a Comment