Advertising

Tuesday, 4 January 2011

Bls: [wanita-muslimah] Umair Bin Abi Waqas Syahid Pada Usia Muda

 

Zaman Nabi memang banyak perang fisik, sehingga ukuran syahid menjadi mudah,
kalau zaman sekarang, misalnya Mas Yudi Yuliadi meninggal dunia saat menjadi
sukarelawan korban gunung merapi meletus, bisa masuk kategori syahid apa enggak
ya ??

Wassalam
Abdul Mu'iz

________________________________
Dari: Yudi Yuliyadi <yudi@geoindo.com>
Kepada: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Terkirim: Rab, 5 Januari, 2011 08:44:11
Judul: [wanita-muslimah] Umair Bin Abi Waqas Syahid Pada Usia Muda

 
Umair Bin Abi Waqas Syahid Pada Usia Muda

Umair bin Abi Waqas memeluk Islam pada masa permulaan Islam. Ia adalah
saudara kandung Saad bin Abi Waqas.

Saad bercerita, "Ketika akan berlangsung Perang Badar, aku melihat pasukan
kaum muslimin siap untuk diberangkatkan ke medan perang. Adikku, Umair, yang
masih berumur sembilan tahun, berlari ke sana ke mari sambil bersembunyi.
Aku merasa heran dengan tingkah lakunya itu, kemudian aku bertanya, "Mengapa
kamu bersembunyi?"

Ia menjawab, "Aku khawatir keberadaanku diketahui Rasulullah shalallahu
'alaihi wassallam, lalu beliau melarang aku ikut berjihad karena aku masih
kecil. Padahal aku ingin sekali ikut berjihad dan mati syahid."

Sebelum berangkat ke medan perang, Rasulullah shalallahu 'alaihi wassallam
memeriksa barisan pasukannya. Yang dikhawatirkan Umair pun terjadi. Beliau
menemukan Umair yang sedang bersembunyi di belakang barisan pasukan.
Rasulullah shalallahu 'alaihi wassallam. lalu melarang Umair untuk ikut
perang karena usianya yang masih muda dan badannya belum cukup kuat untuk
mengikuti peperangan. Beliau kemudian menyuruh Umiair kembali pulang ke
rumahnya.

Mendengar larangan Rasulullah shalallahu 'alaihi wassallam itu, Umair
menangis meraung-raung sehingga orang-orang di sekelilingnya terharu.

Rasulullah shalallahu 'alaihi wassallam pun ikut terharu. Akhirnya-beliau
mengizinkan Umair ikut bergabung bersama pasukan muslimin yang akan
berangkat ke Badar.

Umair sangat gembira. Ia pun diberi perlengkapan perang, yaitu sebilah
pedang panjang. Karena badan Umair yang kecil, pedang yang itu diikatkan
pada pinggangnya agar tidak menyentuh tanah. Berangkatlah Umair bersama
pasukan muslimin yang dipimpin oleh Rasulullah shalallahu 'alaihi wassallam
ke Badar.

Terjadilah peperangan yang tidak seimbang karena jumlah pasukan musuh tiga
kali lebih banyak dibanding pasukan muslimin. Saat itu, tiga ratus orang
pasukan muslim harus menghadapi pasukan musyrikin yang berjumlah seribu
orang. Dengan izin Allah, perang Badar akhirnya dimenangkan oleh pasukan
muslimin. Umair, sang pahlawan cilik, mendapatkan apa yang diinginkannya. la
mati syahid terbunuh oleh pasukan musuh.

(Sumber : K.H. Abdullah Zaky Al-Kaaf, H.F. Rahadian . Kisah Perang Badar,
Bandung : CV Pustaka Setia, 2001)

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com

Milis ini tidak menerima attachment.
.

__,_._,___

0 comments:

Post a Comment