99 Al-Asma ul Husna
"Allah mempunyai Al-Asma ul Husna (nama-nama yang baik), maka memohonlah kepada Allah dengan menyebut nama-nama itu." (QS Al-A'raaf:180)
1. ALRhMN (Ar Rahmaan): Maha Pengasih
2. ALRhYM (Ar Rahiim): Maha Penyayang
3. ALRB (Al Rabb): Maha Pengatur
4. ALMLK (Al Malik, Al Maalik): Maha Merajai, Maha Memiliki
5 ALQDWS (Al Qudduws): Maha Suci
6 ALSLAM (As Salaam): Maha Penjaga
7 ALMWaMN (Al Mu'min): Maha Menjamin
8 ALMHYMN (Al Muhaimin): Maha Melindungi
9 AL'AZYZ (Al 'Aziyz): Maha Mulia
10 ALJBAR (Al Jabbar): Maha Perkasa
11 ALMTKBR (Al Mutakabbir): Maha Megah
12 ALKhALQ ()Al Khaaliq): Maha Pencipta
13 ALBARYa (Al Barri): Maha Pembuat
14 ALMShWR (Al Mushawwir): Maha Pembentuk
15 ALGhFAR (Al Ghaffar): Maha Pengampun
16 ALQHAR ( Al Qahhar): Maha Pemaksa
17 ALWHAB (Al Wahhaab): Maha Pemberi
18 ALRZAQ ( Ar Razaaq): Maha Pemberi Rizki
19 ALFTAh (Al Fattaah): Maha Membuka
20 AL'ALYM (Al 'Aliym): Maha Mengetahui
21 ALQABDh (Al Qaabidh): Maha Pencabut
22 ALBASTh (Al Baasith): Maha Meluaskan
23 ALKhAFDh (Al Khaafidh): Maha Menjatuhkan
24 ALRAF'A (Ar Rofi'): Maha Mengangkat
25 ALM'AZ (Al Mu'izz): Maha Pemberi Kemuliaan
26 ALMDzL (Al Mudzill): Maha Pemberi Kehinaan
27 ALSMY'A (As Samiy'): Maha Mendengar
28 ALBShYR (Al Bashiyr): Maha Melihat
29 ALhKM (Al Hakaam): Maha Menetapkan Hukum
30 AL'ADL (Al 'Adl): Maha Adil
31 ALLThYF (Al Lathiyf): Maha Halus
32 ALKhBYR (Al Khabiyr): Maha Waspada
33 ALhLYM (Al Haliim): Maha Penyantun
34 AL'AZhYM (Al 'Azhiym): Maha Agung
35 ALGhFWR (Al Ghafuwr): Maha Pengampun
36 ALSyKWR (Asy Syakuwr): Maha Pembalas
37 AL'ALY (Al 'Aliyy): Maha Tinggi
38 ALKBYR (Al Kabiyr): Maha Besar
39 ALhFYZh (Al Hafiydh): Maha Pemelihara
40 ALMQYT Al Muqith : Maha Pemberi Kecukupan
41 ALhSYB (AL Hasiyb): Maha Penjamin
42 ALJLYL (Al Jaliil): Maha Luhur
43 ALKRYM (Al Kariym): Maha Pemurah
44 ALRQYB (Ar Roqiyb): Maha Peneliti / Mengawasi
45 ALMJYB (Al Mujiib): Maha Mengabulkan
46 ALWAS'A (Al Wasi'): Maha Luas
47 ALhKYM (Al Hakiym): Maha Bijaksana
48 ALWDWD (Al Waduwd): Maha Mencinta
49 ALMJYD (Al Majiyd): Maha Mulia
50 ALBA'ATs (Al Baa'its): Maha Membangkitkan
51 ALSyHYD (Asy Syahiyd): Maha Menyaksikan
52 ALHQ (Al Haqq): Maha Benar
53 ALWKYL (Al Wakiyl): Maha Memelihara
54 ALQWY (Al Qawiyy): Maha Kuat
55 ALMTYN (Al Matiyn): Maha Kokoh
56 ALWLY (Al Waliyy): Maha melindungi
57 ALhMYD (Al Hamiyd): Maha Terpuji
58 ALMhShY (Al Muhshiy): Maha Menghitung
59`ALMDYa (Al Mubdi'): Maha Memulai
60 ALM'AYD (AL Mu'iyd): Maha Mengulangi
61 ALMhYY (Al Muhyi): Maha Menghidupkan
62 ALMMYT (Al Mumiyt): Maha Mematikan
63 ALhY (Al HayY): Maha Hidup
64 ALQYWM (Al Qoyyuwm): Maha Berdiri Sendiri
65 ALWAJD (Al Waajid): Maha Kaya
66 ALMAJD (Al Majid): Maha Bagus (Magnificent)
67 ALWAhD (Al Waahid): Maha Esa
68 ALShMD (Ash Shamad): Maha Tempat Bergantung / Meminta
69 ALQADR (Al Qaadir): Maha Kuasa / Menyeimbangkan
70 ALMQTDR (Al Muqtadir) : Maha Menentukan
71 ALMQDM (Al Muqaddim): Maha Mendahulukan
72 ALMWaKhR (Al Muakhkhir): Maha Mengakhirkan
73 ALAWL (Al Awwal): Maha Pertama
74 ALAKhR (Al Aakhir): Maha Penghabisan
75 ALZhAHR (Azh Zhaahir): Maha Nyata
76 ALBAThN (Al Baathin): Maha Tersembunyi
77 ALWALY (Al Waaliy): Maha Memimpin / Maha Memerintah
78 ALMT'AALY (Al Muta'-aliyy): Maha Tinggi
79 ALBR (Al Barr): Maha Melimpahkan Kebaikan
80 ALTWAB (At Tawwaab): Maha Menerima Taubat
81 ALMNTQM (AL Muntaqim): Maha Membalas
82 AL'AFW (Al Afw): Maha Pengampun
83 ALRaWF (Ar Rauwf): Maha Menghiba / Menghibur (Compassionate)
84 MALKALMLK (Al Malikul Mulk): Maha Menguasai Kerajaan
85 DzALJLALWALKRAM (Dzul Jalaali Wal Ikraam): Maha Memiliki Kebesaran dan Kemuliaan
86 ALMQShTh (Al Muqshith): Maha Mengadili
87 ALJAM'A (Al Jaami'): Maha Mengumpulkan
88 ALGhNY (Al Ghaniyy): Maha Kaya
89 ALMGhNY (Al Mughniyy): Maha Pemberi Kekayaan
90 ALMAN'A (Al Maani'): Maha Mencegah
91 ALDhR (Al Maani'): Maha Mencegah
92 ALNAF'A (An Naafi'): Maha Memberi manfaat
93 ALNWR (An Nuwr): Maha Bercahaya
94 ALHADY (Al Haadiyy): Maha Memberi Petunjuk
95 ALBDY'A (Al Badiy'): Maha Pencipta Yang Baru
96 ALBAQY (Al Baaqiyy): Maha Kekal
97 ALWARTS (Al Waarits): Maha Pewaris
98 ALRSyYD (Ar Rosyiyd): Maha Pintar / Cerdas
99 ALShBWR (Ash Shabuwr): Maha Penyabar
Jadi dengan Allah menjadi 99 + 1
Allah adalah Nama Diri, Proper Name. Allah tidak bisa diterjemahkan ke dalam bahasa apapun juga. Lain halnya ke-99 Al-Asma ul Husna, itu bisa diterjemahkan seperti dilakukan di atas.
Allah adalah Proper Name, Nombre Propio, Nama Asli, Nama Diri, maka tidak untuk diterjemahkan. Nama Asli ALLAH ini mengandung keunikan, uniqueness, el ùnico, satu-satunya, the One and Only One. Karena Allah adalah Proper Name tidak dijabarkan dari akar kata dalam bentuk fi'il (verb) atau isim (noun). Beda hal nya dengan kata ilah yang dijabarkan dari akar kata Alif-Lam-Ha = ilah(un), berbentuk isim = "sesembahan" hasil imajinasi manusia, yaitu berhala, atau manusia yang dipertuhankan seperti Jesus dalam theologi Trinitas. Ilahun bisa dijama'kan alihatun. Jika kita menyebut Tuhan = God, maka kata god, singular = tuhan, bisa dijamakkan, menjadi gods /dewa2, yang ini maskulin / male gendernya. Sedang kalau digenderkan feminin/female, menjadi goddess/dewi2. Jadi kata God ini lebih bisa membiaskan kejamakan dan juga jenis kelamin. Sedangkan Allah, Yang Proper Name, tidak terikat pada ilmu nahwu yang dijabarkan dari akar kata tiga huruf, tidak kejamakan, tidak laki2, tidak perempuan.
Jadi karena Allah adalah Proper Name, maka tidak bisa diterjemahkan dalam bahasa apapun juga, bukan God, bukan Tuhan, bukan Deu, bukan Thian. Manusia mencipta tuhan di dalam benaknya. Itulah dia yang disebut ilah(un). Itulah yang dinafikan (ditolak) dalam la ilaha, tidak ada itu ilahun hasil ciptaan manusia dalam benaknya, yang Ada adalah Yang mencipta manusia dalam alam semesta, Dia punya Proper Name adalah Allah. Sebab sewaktu manusia belum ada di permukaan bumi ini, ilahun itu juga tidak ada, karena itu adalah hasil ciptaan manusia dalam benaknya. Jadi ma'na la ilaha illaLlah, adalah tidak ada ilah (=sesembahan) hasil ciptaan manusia dalam benaknya, Yang Ada adalah Allah. Itulah dia m'na tiada ilah selain Allah.
Para antropoloog setelah mengadakan penelitian atas bangsa-bangsa Semit mendapatkan bahwa orang-orang Semit ada yang menyembah air, sumur (= mata air), ada yang menyembah bulan, maka mereka berkesimpulan bahwa ilah(un) itu adalah dewa air, dewa sumur, dewi bulan. Selanjutnya para antropoloog itu membuat hoax (kebohongan "ilmiyah") dengan trick (akal-akalan) permainan semantik. Mereka membubuhkan al di depan ilah, sehingga menjadi al-ilah, itulah dewa air, dewa sumur, dewi bulan. Membubuhkan al pada ilah adalah suatu yang sangat kontradiktif. Ilah yang telah dinafikan itu, kok diberi bubuhan al. Itulah yang disebut hoax. Kemudian al-ilah disulap menjadi Allah, itulah yang disebut permainan semantik.
Waktu Abel Tasman ke bagian timur kepulan Nusantara ini banyak kelasi kapalnya meninggal karena penyakit scheurbuik (nanti pada abad ke-20 ketahuan bahwa penyakit itu disebabkan oleh kekurangan vitamin C). Maka Abel Tasman singgah di Ambon mengambil kelasi. Tiba suatu waktu Abel Tasman yang sedang berdiri bersama dua orang kelasi Ambon, nampaklah dari jauh sebuah daratan. Kelasi Ambon yang berdiri di tengah segera menunjuk: Itu ada pulau. Abel Tsman bertanya: Apa nama itu pulau, dan serempak dengan itu kelasi Ambon yang satu bertanya pula kepada temannya: Mana itu pulau. Karena jengkel kepada temannya mengapa pulau yang sudah jelas kelihatan itu tidak dilihatnya, ia balik bertanya: Ose tra lia' (engkau tidak lihat)? Segera Abel Tasman dengan rasa puas karena mendapat jawaban, masuk ke dalam kamarnya, menulis dalam log-boeknya: Pada jam sekian, tanggal sekian, tahun sekian, kami menjumpai daratan baru bernama Australia. Maka permainan semantik al-ilah menjadi Allah tidaklah berbeda dalam hoax tentang lahirnya Australia, dengan permainan semantik dari Osetralia.
Falammaa Balagha Ma'ahu sSa'ya- Qaala Yaa Bunayya Inniy Ara- Fi lManaami Anniy Adzbahuka Fanzhur Maadzaa Tara- Qaala Yaa Abati If'al Maa Tu'maru Satajiduniy Insya- ALla-hu mina shShaabiriyna (AshShafat,102). Tatkala putra itu sudah balig dan telah sanggup membantu bekerja, berkatalah (Ibrahim): Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam tidurku bahwa aku menyembelihmu, maka bagaimanakah pendapatmu mengenai hal ini. Berkata (Isma'il): Hai ayah, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, engkau akan mendapati aku, insya Allah, termasuk golongan orang yang tabah (37:102).
Allah Yang Proper Name, tidak mempunyai arti yang terkait dengan sifat dan perbuatan apapun juga : "Wa lam Yakun laHu- Kufuwan Ahad" (S. Al Ikhlaash, 4), dan tak satu juapun yang sekufu (setara) denganNya. Menurut ayat (37:102), Allah telah memberitahukan Nama DiriNya kepada Nabi Ibrahim AS seperti diucapkan oleh Isma'il: "Satajiduniy Insya ALlahu mina shShaabiriyna". Kepada Nabi Muhammad SAW Allah memberi tahu 99 Al-Asma ul Husna (nama-nama terbaik) yang dikaitkan kepada sifat dan perbuatan Allah.
Jadi Nama Allah telah diturunkan Allah sebelum penyembah berhala menciptakan dalam benak manusia yang melahirkan kebudayaan Semit nama-nama seperti Lat dan Ilah. Pada zaman Nabi Isma'il AS orang Arab di Makkah masih beragama Tawhid, menyembah Allah, seperti diajarkan oleh Nabi Isma'il AS. Dalam perjalanan sejarah agama Tawhid yang diajarkan oleh Nabi Isma'il AS, walaupun nama Allah masih tetap dipelihara (nama ayahanda Nabi Muhammad SAW adalah Abdullah), dikotori oleh kebudayaan jahiliyah hasil olahan benak masyarakat jahiliyah penyembah berhala itu, yang menghasilkan tuhan ciptaan manusia yang trinitas Arab jahiliyah: Lat-Uzza-Manat.
Al-Lat adalah dewi kesuburan dan peperangan.
Al-Uzza adalah dewi yang memberi kekuatan, dan
Al-Manat adalah Dewi Nasib atau peruntungan.
Wassalam
HMNA
----- Original Message -----
From: "abdul mu'iz" <quality@posindonesia.co.id>
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
Sent: Wednesday, January 05, 2011 11:19
Subject: Re: Re: [wanita-muslimah] TUHAN YANG BAIK HATI
Tidak boleh menambahi asma'ul husna ?? padahal
berapa bilangan asma'aul husna di qur'an tidak
ada ketegasan jumlah nama-nama Allah, kalau
merujuk hadits bukhari ya ada 99 + 1, tetapi
kalau merujuk pada riwayat yang lain, maka amat
beragam ada yang yang menyebut 120, 200, 500 dsb
(silakan baca buku asma'ul husna karya Quraish
Shihab) dan tidak ada ulama' islam yang
menyalahkan penyebutan bilangan asmaul husna
lebih dari 100 lho. Bahkan di referensi yahudi
dan nasrani, nama-nama indah dari Tuhan itu lebih
banyak dari referensi islam. Menurut hemat saya
tidak ada penambahan asma'ul husna oleh Pak
Sarlito sebagaimana tulisan yang diposting pak Chodjim tsb.
Wassalam
Abdul Mu'iz
At 09:12 AM 1/6/2011, you wrote:
>
>
>Saya sudah jawab dalam postingan reply saya kepada pak Chojim. Baiklah saya
>ulangi:
>Walaupun Prof. Sarlito orang Islam pas-pasan, tetapi orangnya bukanlah
>terpelajar yang pas-pasan, yang seharusnya memperlakukan Hadits setaraf
>bahkan lebih tinggi dari referens biasa. Srbagai orang terpelajar yang tidak
>pas-pasan apa sih susahnya mencari kutipan yang benar, yang waktu mencari
>itu tentu jauh lebih singkat dari waktu tatkala menulis artikel tsb.
>Tuhan juga tidak punya tangan, Abah, meski Alquran menyebutnya "kedua
>tangan-Ku". Tuhan pasti tidak duduk di atas Kursi di Arasy, karena Dia tidak
>seperti segala sesuatu. Malah, Dia selalu bersama kita di mana pun kita
>berada (Q. 57:4). Wa huwa ma'akum ayna maa kuntum; dan DIA bersama kamu
>semua di mana pun kamu berada.
>
>Tambahan utk postingan ini:
>Asmaaul Husna itu termaktub dalam Al-Quran, tetapi Allah punya hati itu
>tidak termaktub. Dalam hal aqidah kita tidak boleh tambah-tambah atau
>kurangi. Ada juga terlampaui yang saya tidak jawab dari postingan pak
>Chojim: "Sebenarnya yang ingin kita ambil dari tulisan Prof. Sarlito adalah
>inti sari dalam hidup beragama dan bernegara.
>Ini tanggapan saya:
>Saya sama sekali tidak mengkritik ISI artikel Prof Prof. Sarlito Wirawan
>Sarwono, melainkan sikapnya dalam memperlakukan Hadits.
>
>Wassalam
>HMNA
>
>----- Original Message -----
>From: "abdul mu'iz"
><<mailto:quality%40posindonesia.co.id>quality@posindonesia.co.id>
>To:
><<mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com>wanita-muslimah@yahoogroups.com>
>Sent: Wednesday, January 05, 2011 10:46
>Subject: Re: Re: [wanita-muslimah] TUHAN YANG BAIK HATI
>
>Pak Sarlito kan pakar psikologi bukan pakar agama, jadi dapat
>dimaafkan bila hadits yang dikutip itu ada kekeliruan. Namun esensi
>pesan yang disampaikan Pak Sarlito itu adalah Tuhan memiliki asmaaul
>husna seperti Al Rahman (Maha Pengasih), Al Rahiim (Maha Penyayang),
>Al Rauf (Maha Mencintai) dan Al Waduud (Maha Kasih) adalah mungkin
>yang dimaksudkan pak Sarlito dengan bahasa psikologi sebagai "baik
>hati". Tentu saja baik hati yang dimiliki Allah tidak akan sama
>dengan baik hati yang dimiliki manusia, karena Allah itu "laysa
>kamitslihi = tidak serupa dengan yang lain" dan "mukhalafatu lil
>hawaditsi = berbeda dengan makhluq-Nya".
>
>Tentang Rasulullah merespon sahabat yang membiarkan onta di halaman
>masjid tanpa diikat, kemudian beliau mengingatkan supaya diikat dulu.
>Dalam versi lain ada kemiripan dengan kisah Umar Bin Khattab yang
>menegur sahabat yang membiarkan onta di halaman masjid tanpa diikat,
>ketika ditanya oleh Umar, "mengapa tidak diikat dulu ontanya", sang
>pemilik onta menjawab, "aku serahkan pada Allah", maka umar berkata,
>"ikat dulu baru tawakkal". Esensinya kan Allah itu cuma menetapkan
>hukum alam, jika rajin maka pandai, jika hemat maka akan kaya, begitu
>pula jika membiarkan onta tidak diikat meskipun Allah Maha Kasih,
>tetapi dengan membiarkan onta tanpa diikat akan berpotensi kehilangan
>onta, misalnya onta akan pergi meninggalkan tempat entah kemana, atau
>mengundang maling untuk mengambilnya. Maka amat benarlah yang
>dikatakan pak Sarlito bahwa Allah tidak menyukai orang yang cuma
>mengandalkan taqwa dengan perilaku membiarkan ontanya tanpa diikat,
>toh Allah Maha Mengawasi atau Maha Menjaga, maka manusia wajib
>berikhtiar dengan bersikap waspada yaitu mengikat ontanya dulu, baru
>bertawakkal.
>
>Dalam keseharian seringkali kadar ikhtiar (usaha) kita amat minim
>sehingga hasil yang kita peroleh juga biasa-biasa saja bahkan jauh
>dari harapan, lantas mengeluh mengapa Tuhan tidak berbaik hati kepada
>hamba-hamba-Nya, sementara umat kafir (negara industri) kok
>mendapatkan kenikmatan hidup berlebih padahal kalau diamati betapa
>besar dan luar biasanya effort (ikhtiar) yang diupayakan untuk meraih
>harapan.
>
>Wassalam
>Abdul Mu'iz
>
>At 05:13 AM 1/6/2011, you wrote:
> >
> >
> >Sarlito Wirawan Sarwono wrote:
> >1. TUHAN YANG BAIK HATI
> >2. Jawab Rasullulah,
> >"Allah paling tidak menyukai umatNya
> >yang hanya bertakwa kepadaNya
> >tetapi tidak berusaha sebaik-baiknya"
> >
> >|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
> |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
> >
> >HMNA:
> >1. TUHAN YANG BAIK HATI ? Astaghfirullah, wa subhanallah, yang benar
> >saja, Allah kok dibilangin punya hati. Wa lam yakun lahu kufuwan ahad !
> >2. Jawab Rasullulah,
> >"Allah paling tidak menyukai umatNya
> >yang hanya bertakwa kepadaNya
> >tetapi tidak berusaha sebaik-baiknya"
> >
> >Masya-Allah, mengutip Hadits kok serampangan! Mana bisa Rasulullah
> >bersabda: "Allah paling tidak menyukai umatNya" ?! Yang punya ummat
> >yaitu para Nabi. Allah mempunyai hamba pada khususnya dan makhluq pada
> >umumnya.
> >
> >Salam
> >HMNA
> >
> >----- Original Message -----
> >From: "L.Meilany"
> ><<mailto:wpamungk%40centrin.net.id><mailto:wpam
> ungk%40centrin.net.id>wpamungk@centrin.net.id>
> >To:
> ><<mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com><mai
> lto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com>wanita-muslimah@yahoogroups.com>
> >Sent: Tuesday, January 04, 2011 19:13
> >Subject: Re: [wanita-muslimah] TUHAN YANG BAIK HATI
> >
> >Terimakasih pak Chodjim, untuk kiriman tulisan yg indah.
> >Dulu ortu saya suka mendongeng rada mirip pengertiannya dengan
> >dibawah sesuai bahasa anak2.
> >Tuhan itu baik karena Dia kasih udara yg kita hirup kepada semua
> >orang, yg jahat, yg miskin, yg tinggal dikolong jembatan
> >gratis tanpa mbayar.
> >Begitu juga selalu menepati janji dengan menerbitkan matahari di
> >timur sinarnya untuk semua orang.
> >
> >salam,
> >l.meilany
> >
> >----- Original Message -----
> >From: chodjim
> >To: wanita muslimah
> >Sent: Tuesday, January 04, 2011 2:10 AM
> >Subject: [wanita-muslimah] TUHAN YANG BAIK HATI
> >
> >Di bawah ini adalah tulisan Prof. Sarlito Wirawan Sarwono dalam
> >Sindo 12/12/2010. Kiranya tidak basi untuk dipostingkan pada WM agar
> >tetap menjadi pelajaran dan hikmah bagi pembacanya.
> >----------------------------------------------------------
> >
> >TUHAN YANG BAIK HATI
> >
> >Sebagian orang memang sering mengeluhkan Tuhan kita yang tak henti-hentinya
> >memberi cobaan pada bangsa Indonesia:
> >Tsunami Aceh,
> >Gempa Bengkulu,
> >Gempa Yogya,
> >Gempa Padang,
> >Banjir Wasior,
> >Banjir Jakarta,
> >Merapi,
> >Bromo dan entah apa lagi nanti.
> >
> >Banyak korban harta dan jiwa, baik manusia maupun sapi.
> >Padahal bangsa ini sdh kurang apa loh,
> >Ketaatannya pada Tuhan.
> >Kuota haji bertambah terus,
> >belum termasuk haji gelap.
> >
> >Sholat Istigozah sering sekali digelar,
> >tempat-tempat ibadah tidak pernah kosong,
> >Bahkan umat Kristen dan Ahmadiyah
> >tetap saja ke tempat ibadahnya walaupun sudah digusur, dirusak, dibakar
> >atau
> >ditutup oleh umat lain.
> >
> >Sedangkan umat yang lain itu juga tidak pernah berhenti meneriakkan asma
> >Tuhan
> >yang maha besar (Allahuakbar!)
> >setiap kali mereka menumpas umat sesat, atau sekedar berunjuk kekuatan
> >ke Gedung DPR atau tempat-tempat maksiat.
> >
> >Pokoknya, semua orang Indonesia mengaku bertakwa kepada Tuhan
> >masing-masing,
> >walaupun realitanya
> >mereka saling bertikai, bahkan berbunuhan.
> >
> >Jadi mengapa Tuhan masih juga mencoba bangsa ini?
> >Tetapi saya tidak setuju dengan pendapat seperti itu.
> >
> >Buat saya , bencana-bencana alam di bumi Indonesia dan seluruh dunia
> >sudah di-blue print-kan Tuhan sejak sebelum Tuhan menciptakan Adam
> >dan Hawa dan
> >baru akan di-Ending-kan
> >kalau kiamat nanti.
> >
> >Tinggal kewajiban manusialah untuk mempelajari baik-baik blue print itu
> >untuk bisa mengantisipasi dan mengatasi bahaya yg mungkin timbul.
> >
> >Dan kita sudah melakukan antisipasi itu.
> >Ketika Merapi masuk tahap " AWAS ",
> >misalnya, semua petugas sudah memperingatkan masyarakat untuk segera
> >meninggalkan daerah bahaya.
> >
> >Bahkan Petugas, dibantu Relawan,
> >ikut mengEvakuasi warga.
> >
> >Tetapi ya itu - masih ada saja yang lebih percaya pada mbah Marijan
> >, dari pada
> >tanda-tanda Tuhan ( yang diketahui manusia melalui Ilmu ).
> >
> >Akibatnya ya itu, JATUH KORBAN sia-sia.
> >Indonesia tidak sendirian - kalau soal bencana.
> >
> >Kebakaran di Florida,
> >di Queensland (Australia),
> >di Israel,
> >Banjir di Sydney,
> >di Cina,
> >Gempa di Haiti,
> >dan seterusnya.
> >
> >Pokoknya, kalau tentang bencana
> >Tuhan tidak pilih kasih.
> >
> >Jadi tidak usahlah kita repot mengait-ngaitkannya dengan dosa umat Islam
> >Indonesia yang makin banyak, korupsi yang nggak berhenti-henti dsb.
> >
> >Di Amerika
> >yang konon korupsinya, hanya sedikit
> >(minimal sebelum dibongkar oleh Wikileaks)
> >
> >Bencananya sama saja dgn Indonesia
> >yang korupsinya sudah jadi rahasia umum sejak jaman "Panitia Anti Korupsi
> >nya
> >Bung Hatta". - dan makin gamblang setelah kasus Gayus.
> >
> >Saya malah lebih percaya bahwa Tuhan itu sangat murah hati pada bangsa
> >Indonesia, -
> >
> >Justru karena ketakwaannya.
> >
> >Betapa tidak.
> >Tatkala Negara-negara lain diguncang kerusuhan dan pemecah-belahan,
> >Seperti Yunani dan Turki, atau
> >Resesi ekonomi (Amerika), atau
> >Bom2 bunuh diri (Irak, Afghanistan),
> >Indonesia Relatif Tenang.
> >
> >Malah sudah masuk forum negara-negara maju G 20.
> >
> >Indonesia tidak diganjar kudeta atau
> >Perang saudara oleh Tuhan, seperti yang pernah terjadi di thn 1948 n 1965
> >(dua-duanya pemberontakan PKI, yang ideologinya konon memang tak percaya
> >sama
> >Tuhan).
> >
> >Yang terjadi pasca Orde Baru adalah justru yang diminta oleh bangsa
> >Indonesia,
> >Selalu Diberi oleh Tuhan.
> >
> >Bangsa Idonesia minta Suharto turun,
> >Ya Suharto turun beneran.
> >
> >Minta demokrasi sbgai pengganti tirani,
> >Tuhan ijinkan dgn Pemilu legislatif, dan pemilihan Presiden dan Kepala
> >Daerah
> >langsung oleh rakyat.
> >
> >Bangsa ini minta otonomi daerah untuk memajukan daerah dan
> >mengurangi korupsi di
> >pusat,
> >Ya diberi.
> >
> >Minta kebebasan pers,
> >Dikasih.
> >
> >Minta Polisi lepas dari ABRI dan TNI balik ke barak, - stop Dwifungsi,
> >Juga dapat.
> >
> >Minta Presiden yang ganteng,bijaksana,
> >sabar, cool, yang enak dilihat (oleh kaum ibu) waktu pidato,
> >Maka Tuhan Memenangkan SBY.
> >
> >Bahkan Presiden AS dipilihkan oleh Tuhan (melalui Pemilu AS) yang
> >"orang Indonesia",
> >sesuai dengan mimpi bangsa Indonesia
> >("Sate, baso..., enak, ya").
> >
> >Begitu baiknya Tuhan sama kita, sehingga teroris yang mengatas nama
> >kan dirinya
> >sebagai pembela Allah pun
> >tidak diberi peluang untuk bergerak.
> >
> >Beberapa tahun terakhir ini, sesudah tewasnya Nurdin Top dan Dulmatin,
> >maka praktis Densus 88 bisa mengendus setiap gerak calon teroris,
> >sehingga berkali-kali tempat persembunyian dan rencana mereka terbongkar
> >sebelum menjadi kenyataan.
> >Densus 88 memang jempol.
> >
> >Tetapi "TIDAK MUNGKIN" lah semua itu
> >tanpa ridho Tuhan.
> >
> >Bandingkan saja misalnya dengan
> >Pakistan,
> >India, apalagi
> >Palestina
> >yang masih diancam teror terus
> >sampai hari ini.
> >
> >Karena itu, kalau sekarang kita masih melihat :
> >Banyak Orang Miskin - Tawuran,
> >Pengunjuk Rasa lempar2an batu dgn. polisi,
> >Pol PP dorong2 - an dengan PKL,
> >Pilkada ribut,
> >DPR studi banding,
> >Bank Century masih gak jelas,
> >Jalanan macet,
> >Proyek MRT Jakarta macet juga,
> >RUU DIY ribut, - dan seterusnya,
> >
> >Ya kita harus lihat kesalahannya
> >Pada Diri Kita Sendiri.
> >
> >Saya teringat pada suatu hadis Nabi
> >yang mengisahkan seorang sahabat masuk ke masjid hendak menunaikan shalat
> >bersama Rasullah.
> >
> >Melihat bahwa unta sahabat itu dibiar kan begitu saja tanpa diikat, maka
> >Rasullulah mengimgatkan agar sang sahabat mengikat dulu utanya sebelum
> >masuk
> >masjid, agar unta itu tidak lari.
> >
> >Maka sahabatpun bertanya,
> >"Mengapa harus saya ikat, ya Rasul,
> >bukankah Allah akan menjaga unta itu".
> >
> >Jawab Rasullulah,
> >"Allah paling tidak menyukai umatNya
> >yang hanya bertakwa kepadaNya
> >tetapi tidak berusaha sebaik-baiknya"
> >
> >(para ikhwan yang hafal hadis,
> >maaf kalau saya menulisnya kurang pas,
> >maklum ilmu Islam saya Cuma pas-pasan).
> >
> >Begitu juga dlm agama Kristen, setahu saya ada seruan dalam bahasa Latin
> >"Ora et labora" (berdo'a dan bekerja).
> >Makna dari
> >hadis dan seruan itu sama saja,
> >yaitu kita tetap harus berusaha,
> >walaupun kita sudah bertakwa.
> >
> >Hasil dari usaha itu kita rasakan di sini,
> >di dunia yang fana ini.
> >
> >Bukan di surga,
> >sedangkan buah dari takwa dan do'a
> >bisa di sini,
> >tetapi terutama untuk nanti di akhirat.
> >
> >Masalahnya,
> >dalam bangsa Indonesia beragama
> >(khususnya Islam),
> >fokusnya terlalu ditujukan
> >pada hasil akhir nanti diakhirat saja.
> >
> >Karena itu tausyiah dan khotbah
> >para ulama dan kiai (termsk yg di TiVi)
> >tidak jauh-jauh dari nasihat-nasihat
> >bagaimana caranya
> >agar kita kelak bisa masuk surga,
> >termasuk memperbanyak ibadah
> >mulai dari sholat malam sampai zikir.
> >Nah, kalau kita ibadah terus,
> >kapan kerjanya?
> >
> >Padahal
> >untuk membuat Tim Nasional Indonesia
> >menang atas Malaysia,
> >Laos dan terutama Thailand, misalnya. tidak cukup dengan do'anya 220 juta
> >rakyat Indoesia
> >(selama ini sudah dilakukan, tetapi PSSI kalah terus),
> >
> >melainkan - dengan menambahkan
> >Irfan Bachim dan Christian Gonzales
> >ke dalam Timnas melalui proses Naturalisasi - dan
> >Setelah itu berlatih keras - dan
> >memikirkan strategi yang paling cerdik.
> >
> >Sama halnya
> >dengan Timnas Dayung
> >yang mememangi beberapa medali emas di Asian Games,
> >dan Petinju Chris John
> >yang mempertahankan sabuk emasnya.
> >
> >Semua demi mengibarkan
> >sang saka Merah Putih
> >di angkasa internasional.
> >Mereka semua
> >Berusaha,
> >Berlatih - dan
> >Berdo'a.
> >
> >Saya rasa,
> >Kalau semua orang mau sungguh-sungguh berusaha,
> >Tidak lagi cuma mau jalan pintas,
> >Tidak lagi percaya pada mitos "100 hari"
> >(kalau gagal, ganti pejabat),
> >Meninggalkan UUD (Ujung-ujungya Duit),
> >Meninggalkan kebiasaan debat-kusir
> >yang hanya mau menang sediri - dan Berusaha agar selalu Satu Kata dengan
> >perbuatan,
> >
> >Insya Allah
> >Indonesia akan lebih cepat mencapai masyarakat yang adil, makmur dan
> >sejahtera,
> >Bukan hanya nanti - di akhirat,
> >tetapi sekarang di tanah air kita.
> >
> >Robbana atina fidunia hasanah,
> >wa fil akhirati hasanah,
> >waqina adhabanar.
> >Amiin YRA
> >
> >----------------------------------------------------------
> >
> >Wassalam,
> >chodjim
[Non-text portions of this message have been removed]
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.






0 comments:
Post a Comment