Pak Chodjim,
Mengukuti Nabi SAW adalah keharusan, berikut kesaksian Pendiri Jemaat Ahmadiyah:
"Cahaya agung yang dianugerahkan kepada manusia yang paripurna tidak terdapat pada wujud malaikat, tidak pula pada bintang-kemintang, tidak pula pada sang rembulan, tidak pula pada sang surya. Cahaya itu tidak terdapat pula di samudra-samudra dan sungai-sungai di
dunia. Cahaya itu pula tidak terdapat di dalam batu-batu mirah delima atau yaqut atau zamrud atau permata nilam atau mutiara. Pendek kata, tidak terdapat di semua benda duniawi atau samawi. Hanyalah dalam diri sang manusia, yakni, di dalam diri manusia paripurna yang perwujudannya yang penuh, sempurna, tinggi lagi luhur adalah terdapat pada Majikan serta Junjungan kita, Penghulu segala nabi, Penghulu segala makhluk hidup, Muhammad Musthafa
shallallahu `alaihi wasallam. Jadi, cahaya itu dilimpahkan kepada manusia itu dan menurut urutan martabatnya, kepada seluruh pribadi yang sewarna dengannya, yakni, kepada orang-orang yang sampai pada kadar tertentu mengandung warna itu pula
Kemegahan setinggi-tingginya, sesempurna-sempurnanya, dan selengkap-lengkapnya ada pada Majikan kita, Junjungan kita, pemandu jalan kita, Nabi Ummi, Shadiq, Mashduq [wujud yang kebenarannya diakui] Muhammad Musthafa shallallahu `alaihi wassallam." (Ruhani Khazain, jld. 5, Aina Kamalati Islam, hlm. 120-121)
"Bagiku tidak mungkin meraih nikmat ini seandainya aku tidak mengikuti jalan yang ditempuh majikanku, anutanku, kebanggaan para anbiya, insan yang terbaik, Muhammad Musthafa s.a.w. Apa pun yang kuperoleh, telah diperoleh karena mentaatinya. Aku mengetahui dari
pengalaman pribadi dan berdasar ilmu yang sempurna bahwa siapa pun tidak dapat mencapai kedekatan kepada Tuhan tanpa mentaati nabi ini dan mustahil pula meraih makrifat yang sempurna. Sekarang aku beritahukan pula bahwa sesudah orang mentaati Rasulullah s.a.w.,
dengan sesungguh-sungguhnya dan sesempurna-sempurnanya, ia dianugerahi hati yang cenderung kepada kebajikan, suatu hati yang sehat, yakni tidak ada kecintaan kepada dunia dan mulai mendambakan kelezatan abadi dan lestari. Kemudian sebagai gantinya, hatinya
sekarang layak memperoleh kecintaan yang semurni-murninya dan sempurna - kecintaan Ilahi. Semua nikmat ini diperoleh sebagai warisan berkat ketaatan kepada Rasulullah s.a.w." (Ruhani Khazain, jld. 22; Haqiqatul Wahyi, hlm. 24-25)
Salam,
MAS
--- In wanita-muslimah@yahoogroups.com, "chodjim" <chodjim@...> wrote:
>
> Suatu hari saya bertanya kepada mendiang Pdt. Victor Tanja tentang ayat Alquran yang Abah nukil itu. Dia mengatakan bahwa pernyataan Alquran itu tidak menyerang agama Kristen secara umum, tetapi menyanggah salah satu sekte Kristiani yang ada pada zaman Nabi Muhammad di Jazirah Arabia.
>
> Doktrin Kristiani, lanjut Pdt. Tanja, hanya menganut Allah YME. Yesus bukanlah Allah, dan Roh Kudus juga bukan Allah. Allah adalah Allah dan bukan salah satu dari yang tiga. Dia disebut sebagai Bapa yang di surga. Hal ini sama saja dengan pernyataan Alquran "Allah di atas Arasy".
>
> Dan, mengenai "Jesus the son of God" itu hanya masalah bahasa bagaimana kuasa Ilahi itu dipercayakan kepada Yesus. Di antara hadirin Kristiani justru ada yang menukil Alquran 3:31, yang menjelaskan bahwa mencintai Allah itu harus diwujudkan dengan mengikuti Nabi Muhammad, dan Allah akan mencintai dan mengampuni dosa-dosa orang yang mengikuti Nabi Muhammad.
>
> Teringat akan rebutan pepesan kosong itu, saya yang orang Jawa Islam mencoba melihat kembali falsafah hidup Jawa, dan ditenmukan bahwa kebenaran itu ada tiga, yaitu:
>
> 1. Benar bagi dirinya.
> 2. Benar bagi negara.
> 3. Benar bagi seluruh alam semesta.
>
> Benar bagi dirinya adalah kebenaran terendah, dan itulah yang diikuti oleh kebanyakan manusia --khususnya bagi pemeluk agama ekspansionis seperti Kristen dan Islam. Kalau bagi orang Jawa, meski sudah makan roti banyak bila belum makan nasi, ya masih dikatakan belum makan. Inilah benar bagi dirinya. Sebagian besar pemeluk agama juga demikian, hanya paham atau keyakinan dirinyalah yang benar.
>
> Benar bagi negara, hal itu tecermin dalam ungkapan "right or wrong my country". Inilah yang menyebabkan konflik atau peperangan di dunia ini.
>
> Benar bagi seluruh alam semesta, artinya benar sebagaimana adanya cara kerja hukum-hukum yang ada di alam semesta. Misalnya, semua tangisan itu sama, tidak ada tangisan Cina, Arab, Jawa, Bugis, Makassar, ataupun lainnya. Kalau kita lapar kita harus makan agar kita bisa mempertahankan hidup kita.
>
> Nah, bila kita ingin dunia ini menjadi "hasanah", ya kita harus meningkatkan kesadaran kita ke tingkat "benar bagi seluruh alam semesta".
>
> Wassalam,
>
> chodjim
>
>
>
> ----- Original Message -----
> From: H. M. Nur Abdurahman
> To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
> Sent: Wednesday, January 05, 2011 3:00 PM
> Subject: Re: Re: [wanita-muslimah] Dlm AlQuran Allah mempunyai tangan---dan ---di Bible Allah mempunyai anak. ?!
>
>
>
> Allah berfirman dalam Al-Quran ttg Jesus son of God:
>
> -- Orang-orang Yahudi berkata, "Uzair itu putera Allah" dan orang-orang Nasrani berkata, "Al-Masih itu putera Allah." Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Allah memerangi mereka, bagaimana mereka sampai berpaling. (QS. At-Taubah: 30).
> -- Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata, "Sesungguhnya Allah ialah Al-Masih putera Maryam," padahal Al-Masih berkata, "Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu." Sesungguhnya orang yang mempersekutukan Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.(QS. Al-Maidah: 72).
> -- Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan, "Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga," padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.(QS. Al-Maidah: 73).
>
> Penjelasan Al-Maidah: 73 ttg "Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga,", yaitu Allah adalah bagian dari trinitas:Bapa - Anak - Roh Suci, dimana Bapa adalah Allah, Anak adalah Jesus.
>
> Jadi makna Jesus son of God dalah oknum yang bagian dari trinitas. Inilah yang dikafirkan oleh Firman Allah yang dikutip di atas.
>
> Salam
> HMNA
>
> ----- Original Message -----
> From: "Wikan Danar Sunindyo" <wikan.danar@...>
> To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
> Sent: Wednesday, January 05, 2011 19:13
> Subject: Re: [wanita-muslimah] Dlm AlQuran Allah mempunyai tangan---dan ---di Bible Allah mempunyai anak. ?!
>
> coba bapak belajar lagi apa yang dimaksud dengan Yesus son of God
> apakah itu makna kiasan atau makna sebenarnya
> kalau sudah ketemu nanti silakan laporan lagi
>
> salam,
> --
> Wikan
>
> 2011/1/5 abdul <latifabdul777@...>
> >
> > TERNYATA ALLAH JUGA MEMPUNYAI TANGAN,MATA, KAKI DAN ROH.
> > APAKAH SEPERTI MANUSIA?
> >
> > Selama ini kita ketahui bahwa ALLAH tidak beranak
> > Allah tidak menyerupai manusia.
> >
> > Assalamu'alaikum wrw.
> >
> > DALAM AL QURAN.
> >
> > Allah mempunyai tangan,mata,kaki dan roh
> >
> > Allah berfirman: "Hai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku.QS 38"75.
> >
> > ALLAH juga mempunyai tempat di Arsy.
> >
> > DALAM BIBLE
> >
> > Allah mempunyai anak Son Of GOD..Nabi Jesus
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.






0 comments:
Post a Comment