Janganlah kebencianmu pada suatu kaum sehingga
membuat kamu tidak berlaku adil (al ayat)
Wassalam
Abdul Mu'iz
At 01:54 PM 1/6/2011, you wrote:
>
>
>Bukti Pertama:
>Kufur Terhadap Janji Allah dan Rasul-Nya
>
>Saya mengajak para pembaca untuk membandingkan antara ucapannya berikut ini:
>âPandangan bahwa syariâat adalah suatu
>âpaket lengkapâ yang sudah jadi, suatu resep
>dari Tuhan untuk menyelesaikan masalah di segala
>zaman, adalah wujud ketidaktahuan dan
>ketidakmampuan memahami sunnah Tuhan itu
>sendiri. Mengajukan syariat Islam sebagai solusi
>atas semua masalah adalah salah satu bentuk
>kemalasan berpikir atau lebih parah lagi,
>merupakan cara untuk lari dari masalah, sebentuk
>eskapisme, inilah yang menjadi sumber kemunduran
>umat Islam di mana-mana.â (Islam Liberal & Fundamental hal. 13).
>Bandingkan ucapannya ini dengan ucapan Abu Jahal
>dan kawan-kawannya ketika dijanjikan oleh
>Rasulullah shollallahu âalaihi wasallam akan
>menjadi pemimpin bangsa Arab dan juga selainnya
>(bangsa âajam/non Arab) bila mereka
>mengikrarkan ucapan syahadat (La ilaha
>illallah), ucapan mereka itu telah diabadikan dalam ayat-ayat berikut ini,
>
>
>ÂgApakah ia hendak menjadikan tuhan-tuhan itu
>Tuhan Yang Satu saja? Sesungguhnya ini
>benar-benar suatu hal yang sangat mengherankan.
>Dan pergilah pemimpin-pemimpin mereka (seraya
>berkata): Pergilah kamu, dan tetaplah
>(menyembah) tuhan-tuhanmu, sesungguhnya ini
>benar-benar suatu hal yang dikehendaki.[1] Kami
>tidak pernah mendengar hal ini dalam agama yang
>terakhir (yaitu agama nasrani), ini (mengesakan
>Allah) tidak lain hanyalah (kedustaan) yang
>diada-adakan.â (QS. Shad: 5-7)[2]
>
>Bila Abu Jahal menganggap seruan tauhid,
>beribadah hanya kepada Allah Taâala adalah
>suatu hal yang mengherankan, maka UAA
>menganggapnya sebagai sikap tidak mampu memahami
>sunnah Tuhan, atau bahkan sebagai sikap malas
>berpikir atau sebagai pelarian dari masalah,
>atau sebagai wujud ketidak berdayaan umat Islam
>dalam menghadapi masalah yang mengimpit mereka,
>dan menyelesaikannya dengan cara rasional.
>(Islam Liberal & Fundamental hal. 12).
>Dengan demikian JIL benar-benar bodoh dan bahkan
>menentang kandungan syahadat (la ilaha
>illallahu) yang merupakan inti ajaran dan misi
>utama dakwah setiap nabi dan rasul, yaitu hanya
>beribadah kepada Allah dan berlepas diri dari
>segala peribadatan kepada selain-Nya:
>
>
>ÂgDan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul
>pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan):
>âsembahlah Allah (saja) dan jauhilah thaghut
>(setiap sesembahan selain Allah) itu, maka
>diantara umat itu ada orang-orang yang diberi
>petunjuk oleh Allah dan ada pula diantaranya
>orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya.
>Maka berjalanlah kamu di muka bumi dan
>perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang
>yang mendustakan (rasul-rasul).â (QS. An Nahel: 36)
>
>
>ÂgSesungguhnya telah ada suri tauladan yang
>baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang
>bersama dengannya, ketika mereka berkata kepada
>kaumnya: âSesungguhnya kami berlepas diri dari
>apa yang kamu sembah selain Allah, kami
>mengingkari (kekafiran)mu, dan telah nyata
>antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian
>untuk selama-lamanya, sampai kamu beriman kepada
>Allah saja.â Kecuali perkataan Ibrahim kepada
>bapaknya: "Sesungguhnya aku akan memohonkan
>ampunan bagi kamu dan aku tiada dapat menolak
>sesuatupun dari kamu (siksaan) Allah." (Ibrahim
>berkata): "Ya Tuhan kami hanya kepada Engkaulah
>kami bertawakkal dan hanya kepada Engkaulah kami
>bertaubat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali.â (QS. Al Mumtahanah: 4)
>
>Kandungan syahadat la Ilaha illallah, yang yang
>merupakan misi utama dakwah para rasul sebelum
>Nabi Muhammad shollallahu âalaihi wasallam
>juga merupakan misi dahwah beliau shollallahu
>âalaihi wasallam, sebagai rasul terakhir. Hal
>ini sebagaimana ditegaskan dalam banyak ayat dan
>hadits, diantaranya dalam sabda Nabi shollallahu
>âalaihi wasallam berikut ini:
>
>
>Ø¹Ù Ø£Ø¨Ù ÙØ±Ùرة رض٠اÙÙ٠عÙÙ
>أ٠رسÙ٠اÙÙ٠صÙ٠اÙÙ٠عÙÙÙ
>٠سÙÙ
ÙØ§Ù: (Ø£Ù
رت Ø£Ù Ø£ÙØ§ØªÙ
>اÙÙØ§Ø³ ØØªÙ ÙÙÙÙÙØ§: ÙØ§ Ø¥ÙÙ
>Ø¥ÙØ§ اÙÙÙØ ÙÙ
Ù ÙØ§Ù: ÙØ§ Ø¥ÙÙ
>Ø¥ÙØ§ اÙÙ٠عصÙ
Ù
ÙÙ Ù
اÙÙ
>ÙÙÙØ³Ù Ø¥ÙØ§ بØÙÙ ÙØØ³Ø§Ø¨Ù Ø¹Ù٠اÙÙÙ ) Ù
تÙ٠عÙÙÙ
>
>âDiriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah
>rodiallahu âanhu, bahwa Rasulullah shollallahu
>âalaihi wasallam bersabda: âAku
>diperintahkan untuk memerangi seluruh manusia
>hingga mereka mengikrarkan la ilaha illallahu,
>maka barang siapa yang telah mengikrarkan: la
>ilaha illallah, berarti ia telah terlindung
>dariku harta dan jiwanya, kecuali dengan
>hak-haknya (hak-hak yang berkenaan dengan harta
>dan jiwa), sedangkan pertanggung jawaban atas
>amalannya terserah kepada Allah.ââ (Muttafaqun âAlaih)
>Inilah prinsip utama agama Islam, yaitu beriman
>dan beribadah hanya kepada Allah dan menentang
>setiap peribadatan kepada selain-Nya. Sehingga
>setiap muslim yang benar-benar beriman, pasti
>meyakini bahwa penyembahan kepada malaikat,
>nabi, binatang, benda, patung atau syetan dll
>adalah bentuk-bentuk kemusyrikan yang harus
>diingkari dan diperangi, karena itu semua
>bertentangan dengan keimanan dan merupakan
>kekufuran. Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam
>banyak ayat dan hadits, diantaranya, firman Allah Taâala berikut ini:
>
>
>ÂgSesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang
>berkata: âSesungguhnya Allah ialah Al Masih
>putra Maryamâ, padahal Al Masih (sendiri)
>berkata: âHai, Bani Israil, sembahlah Allah
>Tuhanku dan Tuhanmuâ, sesungguhnya orang yang
>mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka
>pasti Allah mengharamkan atasnya surga, dan
>tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi
>orang-orang yang zalim itu seorang penolong.â (QS. Al Maidah: 72)
>
>Dan bila kita pikirkan lebih jauh, sebenarnya
>doktrin agama Abu Jahal ini, yaitu persatuan
>agama dan pengakuan bahwa tuhan itu banyak dan
>tidak esa, adalah misi utama bagi seluruh upaya
>dan daya yang ia kerahkan selama ini.
>
>Ustad Muhammad arifin Badri
>
>
>[1] Maksud mereka dari perkataan: âhal yang
>dikehendakiâ, ialah mereka menuduh Nabi
>Muhammad bahwa ia menyeru kepada ajaran tauhid,
>yaitu beribadah hanya kepada Allah, dan
>meninggalkan segala peribadatan kepada
>selain-Nya guna mencari kedudukan sosial, dan
>hanya sekedar mencari pengikut. Demikian
>dijelaskan oleh Ibnu Jarir At Thabari dalam
>kitab Tafsirnya 10/551, dan dikuatkan oleh Ibnu Katsir dalam tafsirnya 4/27.
>[2] Diriwayatkan bahwa sebab turunnya ayat-ayat
>ini adalah ketika Abu Thalib paman Rasulullah
>shollallahu âalaihi wasallam sedang sakit,
>maka datanglah Abu Jahal dengan beberapa pemuka
>Quraisy lainnya menemui Abu Thalib, guna memohon
>darinya agar ia sudi membujuk Rasulullah
>shollallahu âalaihi wasallam agar tidak lagi
>mencela dan menjelek-jelekkan tuhan-tuhan yang
>mereka sembah. Akan tetapi usaha mereka ini
>tidak membuahkan hasil apapun, karena Rasulullah
>shollallahu âalaihi wasallam tetap bersikukuh
>dengan risalahnya yaitu ajaran tauhid, beribadah
>hanya kepada Allah dan memerangi segala bentuk
>peribadatan kepada selain-Nya. Melihat sikap
>Rasulullah shollallahu âalaihi wasallam yang
>demikian ini, Abu Jahal menyelonong pergi sambil
>mengucapkan seperti yang dikisahkan oleh Al
>Qurâan di atas. Kisah ini diriwayatkan oleh
>Imam Ahmad, Ibnu Abi Syaibah, At Tirmizy, An
>Nasaâi dalam As Sunan Al Kubra, Al Baihaqi,
>dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban.
>
>[Non-text portions of this message have been removed]
>
>
[Non-text portions of this message have been removed]
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.






0 comments:
Post a Comment