Advertising

Wednesday, 5 January 2011

Re: [wanita-muslimah] Kebijakan Khilafah di Bidang Energi

 

Apa sudah ada Khilafah sekarang ini sehingga sudah menyusun
kebijaksanaan? Siapa yang sekarang menjabat sebagai
pimpinan Khilafah? Di mana pusat pemerintahannya?
Lalu apa yang disebut sebagai negara Muslim (Islam)?
Diukur dari jumlah penduduk ataukah dari sistem
pemerintahannya?
KM

----Original Message----
From: yudi@geoindo.com
Date: 06/01/2011 8:38
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
Subj: [wanita-muslimah] Kebijakan Khilafah di Bidang
Energi

Kebijakan Khilafah di Bidang Energi

Oleh: Hafidz Abdurrahman

Negeri kaum Muslim telah menjadi ajang pertarungan
kolonial selama lebih
dari satu abad. Itu tak lain, karena dunia Islam tidak
pernah kekurangan
sumberdaya energi yang sangat dibutuhkan bagi
industrialisasi. Sayangnya,
negeri-negeri Muslim itu memperlihatkan potret yang penuh
paradoks,
sebagaimana yang ditunjukkan oleh Indonesia. Negeri yang
kaya akan energi
ini, ternyata tidak bisa menjamin kelangsungan
kebutuhannya akan energi.
Pabrik pupuk di Aceh terpaksa gulung tikar karena
kekurangan pasokan gas.
Listrik byar pet karena PLN tidak mampu memenuhi kebutuhan
energi untuk
pembangkitnya. Yang terbaru, rakyat harus membayar mahal
BBM, yaitu Rp 6.500
per liter.

Kondisi ini tentu tidak hanya berdampak pada pemilik
kendaraan tetapi juga
kepada rakyat jelata. Ongkos-ongkos akan naik karena
kenaikan komponen biaya
transportasi. Padahal, energi ini adalah milik mereka,
tetapi ironisnya
mereka tidak bisa menikmatinya. Dengan alasan pencabutan
subsidi BBM, rakyat
sebagai pemilik sah, dipaksa memberikan hak miliknya,
sementara untuk itu,
mereka tidak mendapatkan kompensasi apapun. Tragisnya
lagi, mereka masih
harus membayar pajak untuk membiayai apa yang disebut
sebagai pembangunan,
yang tidak pernah mereka rasakan.

Inilah potret yang penuh paradoks. Potret ini sesungguhnya
terjadi karena
kebijakan yang dipilih terkait dengan pengelolaan energi
itu salah.
Kesalahan ini terjadi karena penguasa kaum Muslim tidak
pernah memikirkan
rakyat, kecuali diri, kroni, partai dan kekuasaan mereka
sendiri.

Mari kita buktikan, negeri-negeri kaum Muslim mempunyai
kekuatan energi yang
luar biasa:

1. Sebanyak 74 persen cadangan minyak dunia, yakni
lebih dari
setengah cadangan seluruh dunia, jika dikombinasikan,
berada dalam tanah
kaum Muslim. Dunia Muslim memompa 42 persen dari
kebutuhan harian minyak
dunia.
2. Sebanyak 54 persen dari cadangan gas dunia ada
di negeri Muslim,
dan memompa 30 persen kebutuhan harian gas dunia.
3. Arab Saudi memiliki ladang minyak Ghawar, yang
merupakan ladang
minyak terbesar di dunia.
4. Iran dan Qatar memiliki ladang South Pars North
Dome. Yang
terletak di Teluk Persia adalah ladang gas terbesar di
dunia.
5. Iran juga memiliki cadangan gas alam terbesar di
dunia setelah
Rusia.
6. Kuwait, negara-kota yang kecil, memiliki 10
persen cadangan minyak
dunia.
7. Pembangkit Shoaiba dan tempat desalinasi adalah
kompleks
pembangkit Combine Cycle Gas Turbine (CCGT), Desalinasi di
Arab Saudi,
pembangkit listrik terbesar di dunia berbahan bakar fosil,
serta pembangkit
air dan listrik terintegrasi ketiga terbesar di dunia.
8. Kazakhstan adalah produsen uranium terbesar di
dunia setelah
Australia. Kazakhstan saja memiliki 20 persen uranium
dunia.
9. Pakistan memiliki cadangan batubara terbesar
setelah Amerika
Serikat. Ladang batubara Thar di Sindh adalah ladang
batubara terbesar di
dunia.
10. Pembangkit Brunei Liquefied Natural Gas (BLNG),
dibangun pada
tahun 1972, adalah ladang gas alam cair terbesar di
dunia.
11. Qatar, Indonesia dan Malaysia adalah negara
eksportir gas alam
cair (LNG) terbesar dunia.

Ironisnya, walaupun memiliki banyak kelebihan seperti itu,
negeri-negeri
kaum Muslim memiliki infrastruktur energi yang buruk, di
mana banyak
rakyatnya hidup tanpa listrik, seperti di pulau-pulau di
luar Jawa. Di Arab
Saudi dan negara-negara Teluk, dengan infrastruktur energi
yang telah maju
saja, banyak dari penduduknya yang hidup dalam kemiskinan.
Bahkan, di Saudi
50 persen rakyatnya tidak mempunyai rumah. Di Indonesia,
lebih dari 30 juta
penduduknya hidup di bawah garis kemiskinan.

Meskipun produksi minyak dan konsumsinya akan terus
meningkat, selama 30
tahun terakhir, sangat sedikit kilang yang dibangun di
seluruh dunia.
Wilayah yang memiliki cadangan minyak terbesar (61 persen)
dan memompa 31
persen minyak dunia, yakni Timur Tengah, hanya bisa
menyuling 8 persen dari
jumlah itu; 76 persen minyak dunia disuling di daerah
dengan sedikit sumber
minyak, tetapi dengan permintaan minyak yang meningkat.
Amerika menyuling 20
persen minyak dunia, sementara Eropa menyuling 22 persen
minyak dunia dan
Timur Jauh 27 persen dari minyak dunia.

Karena itu, meski dunia Islam mempunyai cadangan minyak
yang besar, pada
dasarnya hal itu tidak ada gunanya karena tidak mampu
memproduksi dan
menjadikannya sebagai sumber kekuatan. Karena alasan ini
sebagian besar
minyak disalurkan untuk Timur Jauh dan Eropa untuk bisa
disuling, lalu
produknya dijual kembali ke negeri-negeri Muslim. Kondisi
ini terjadi karena
tidak adanya political will dari para penguasannya untuk
mengurusi urusan
rakyatnya, serta intervensi asing dalam kebijakan
pengelolaan energi.

Negara Khilafah

Minyak dan gas adalah dua komoditas yang paling penting di
dunia. Laju
industrialisasi bergantung pada tingkat ketersediaan
energi. Bahkan
pertanian modern bergantung pada gas alam sebagai bahan
baku pembuat pupuk.
Sumber-sumber itu sangat penting untuk kehidupan
masyarakat, yang berarti
bahwa keuntungannya harus dinikmati bersama oleh
masyarakat dan tidak dapat
diprivatisasi.

Kebijakan energi Negara Khilafah harus diadopsi dengan
memperhatikan
realitas sebagai berikut:

. Karena energi adalah penting untuk
industrialisasi, maka kebijakan
energi Negara Khilafah harus dilihat dan dianalisis lebih
dalam.
. Karena energi dibutuhkan untuk berbagai tugas,
maka Negara Khilafah
perlu membangun infrastruktur energi modern.
. Minyak dan gas bumi harus dialokasikan untuk
pemakaian yang penting
seperti bahan mentah untuk industri manufaktur, pertanian
dan petrokimia,
karena sampai saat ini tidak ada alternatif untuk bahan-
bahan itu.
. Minyak dan gas bumi juga harus digunakan untuk
transportasi dan
penghasil energi karena teknologi saat ini, utamanya
dijalankan dengan
sumber energi itu. Meski alternatif lain harus tetap
dicari. Ini akan
membantu pemanfaatan yang berkelanjutan atas sumberdaya
Negara Khilafah,
yang memungkinkan fleksibilitas dalam penjualan minyak
menghasilkan
pendapatan, dan sebagai bantuan untuk membantu membawa
negara-negara lain
lebih dekat ke dalam pangkuan Islam.

Selain itu, hal yang paling mendasar adalah bahwa energi
ini merupakan hak
umum (public ownership), sehingga tidak boleh
diprivatisasi. Sebaliknya,
Negara Khilafah harus bisa menjamin kebutuhan rakyat akan
energi ini dan
menjadikannya sebagai sumber kekuatan negara. Karena itu,
pengelolaan energi
harus diintegrasikan dengan kebijakan negara di bidang
industri dan bahan
baku sehingga masing-masing tidak berjalan sendiri-
sendiri.

Untuk memenuhi konsumsi kebutuhan domestik rakyatnya,
Negara Khilafah bisa
menempuh dua kebijakan: Pertama, mendistribusikan minyak,
gas dan energi
lainnya kepada rakyat dengan harga murah. Kedua, mengambil
keuntungan dari
pengelolaan energi untuk menjamin kebutuhan rakyat yang
lainnya, seperti
pendidikan, kesehatan, keamanan termasuk terpenuhinya
sandang, papan dan
pangan.

Dengan begitu, Negara Khilafah benar-benar akan bisa
mengelola energinya
secara mandiri dan tidak diintervensi oleh negara manapun.
Jika itu terjadi,
maka hasil dari pengelolaan energi itu bukan hanya akan
membawa kemakmuran
bagi rakyatnya tetapi juga menjadi kekuatan bagi negara.
Negara bukan saja
mengalami swasembada energi tetapi juga bisa menjadikan
energinya sebagai
kekuatan diplomasi, sebagaimana yang dilakukan oleh Rusia
terhadap Uni Eropa
dan AS.

Untuk itu, Negara Khilafah sejak pertama kali berdiri
segera melakukan
pengembangan infrastruktur energi yang diperlukan untuk
menjamin
kebutuhannya dan memastikan agar energi tersebut tidak
keluar dari negara
dan jatuh ke tangan negara-negara penjajah.

Selain itu, pengembangan infrastruktur ini kenyataannya
akan menciptakan
berjuta-juta lapangan pekerjaan yang akan mengangkat
berjuta-juta orang
keluar dari kemiskinan di dunia Muslim. Pada gilirannya
pengembangan energi
akan memberikan efek luar biasa dengan merangsang ekonomi
yang lebih luas
melalui pengembangan industri berat, kompleks-kompleks
manufaktur,
industri-industri militer, industri-industri penyulingan
dan pabrik-pabrik.

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com

Milis ini tidak menerima attachment.
.

__,_._,___

0 comments:

Post a Comment