Advertising

Tuesday, 4 January 2011

Re: [wanita-muslimah] MEILANY - HUKUM TURUT SERTA DALAM PERAYAAN NATAL DAN TAHUN BARU

 

Pak IS,
Alaikumsalam,
1. Dari tulisan bapak yg sangat panjang kesimpulannya yg saya cerna adalah.
Tidak boleh mengucapkan selamat merayakan natal karena berarti mengakui kelahiran Tuhan.
Bagaimana kalo kita mengucapkan selamat karena ikut bersenang merayakan pesta orang kristiani?
Bukan merupakan pengakuan/ritus agama tapi bagian dari memahami tradisi/budaya kristiani.

Bukankah lebaran, bikin ketupat ,masak opor ayam, mudik juga bukan merupakan ajaran islam.
Itu kan juga bagian tradisi umat islam indonesia.
Jadi kalo orang non islam menyampaikan 'selamat lebaran' apakah artinya ia mengakui islam.
Tidaklah yaow.

2. Jadi kalo ucapan selamat natal gak boleh, mengapa selamat tahun baru boleh?
Nggak konsisten tuh.
Bukankah justru tahun baru masehi itu berdasarkan kelahiran Nabi Isa.
Jadi, sebenernya mengucapkan selamat tahun baru 1 januari juga artinya mengucapkan selamat natal.

salam,
l.meilany

2010/12/31 istiaji sutopo <issutopo@yahoo.com>

>
>
> Apa kahabar Meilany dan form WM yang budiman ?
> Assalaamu'alaikum wr. wb ..SELAMAT TAHUN BARU 2011 MASEHI, semoga sukses
> selalu..
>
> Yaa ... soal Natalan ini ..terserah keimanan masing2 - tetapi iman yang
> benar
> ... sesungguhnya tidak boleh setitikpun ucapan kata2 " selamat " apalagi
> ikut2an
> merayakan .. karena " selamat " itu adalah satu dari " As ma'ul Husna milik
>
> Allah SWT... " - kata2 selamat berarti ikrar ( do'a ) agar orang2 Kristen
> itu
> selamat ..ya kita juga kasihan masa ucapkan selamat nggak boleh sesama
> manuisa,
> apa boleh buat .. kita lebih takut Allah SWT ....
>
> Tetapi itulah dosa syirik yang tidak akan diampuni Allah SWT dan keyakinan
> Tauhid bahwa karena Allah SWT tidak pernah merasa punya anak yang selalu
> didengungkan orang2 Kristen yang salah kaprah itu ... kemurkaan Allah SWT
> sangat
> luar biasa ketika orang2 Yahudi mengikrarkan bahwa Nabi Isa As anak Tuhan
> ..
> Bahkan menurut Al Qur'an ... gunung2 bisa runtuh, bumi bisa pecah dan
> langit
> bisa jatuh, saking murka Allah SWT luar biasa .. Hanay Rahmat Allah SWT
> masih
> meliputi umat manusia ... dan kita semua ditunggu diakhirat saja kelak ..
>
> Jadi kita jangan main2, kalau sudah menyangkut dosa syirik ..yang banyak
> umat
> Islam sendiri tidak mau menyadarinya sekarang ini ...sebagai bagian dari
> rancangan jangka panjang Zionisme sejak Muatpha Kemal Pasha tahun 1924 -
> berhasil meliberalisasikan sebagian umat Islam. Termasuk PKS dll ..sudah
> agak
> liberal ..karena mereka bukan beramal karena Allah SWT tetapi agar dapat
> dukungan manusia pada partainya dengan solidaritas padahal sudah
> membelakangi
> Tuhan mereka Na'uudzubillah .. Dan itu juga sudah dosa syirik kecil yang
> namanya
> Ri'yaa ..yaitu amalan yang bukan karena Allah SWT .. tetapi amalan karena
> sebab
> minta simpati atau pujian manusia lainnya .. dosa besar juga .. !!
>
> Tahun baru? Itu karena ulang tahun Kalender Masehi dan dekat dengan
> perkiraan
> kelahiran Nabi Isa As nabi umat Islam juga kan ..tetapi bukan anak Tuhan
> dan
> Tahun Masehi sudah terlanjur dijadikan kalender Internasional ..ya selamat
> untuk
> sukses dunia, nggak apa2 Tidak ada dosa syirik yang kita takuti pula ..
>
> Perhatikan ayat2 suci Al Qur'an ini ..
>
> QS. ( 019 ) MARYAM AYAT ( 027 - 036 )
>
>
> فَأَتَتْ بِهِ قَوْمَهَا تَحْمِلُهُ قَالُوا يَا مَرْيَمُ لَقَدْ جِئْتِ
> شَيْئاً
> فَرِيّاً
> يَا أُخْتَ هَارُونَ مَا كَانَ أَبُوكِ امْرَأَ سَوْءٍ وَمَا كَانَتْ أُمُّكِ
> بَغِيّاً
> فَأَشَارَتْ إِلَيْهِ قَالُوا كَيْفَ نُكَلِّمُ مَن كَانَ فِي الْمَهْدِ
> صَبِيّاً
>
> قَالَ إِنِّي عَبْدُ اللَّهِ آتَانِيَ الْكِتَابَ وَجَعَلَنِي نَبِيّاً
> وَجَعَلَنِي مُبَارَكاً أَيْنَ مَا كُنتُ وَأَوْصَانِي بِالصَّلَاةِ
> وَالزَّكَاةِ
> مَا دُمْتُ حَيّاً
>
> وَالسَّلَامُ عَلَيَّ يَوْمَ وُلِدتُّ وَيَوْمَ أَمُوتُ وَيَوْمَ أُبْعَثُ
> حَيّاً
>
> ذَلِكَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ قَوْلَ الْحَقِّ الَّذِي فِيهِ يَمْتَرُونَ
> مَا كَانَ لِلَّهِ أَن يَتَّخِذَ مِن وَلَدٍ سُبْحَانَهُ إِذَا قَضَى أَمْراً
> فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُ كُن فَيَكُونُ
> وَإِنَّ اللَّهَ رَبِّي وَرَبُّكُمْ فَاعْبُدُوهُ هَذَا صِرَاطٌ مُّسْتَقِيمٌ
>
> 027 FA ATAT BIHII QAUMAHAA TAHMILUH. QAALUU YAA MARYAMU LAQAD JI'TI
> SYAI'AN FARIYAA.
> 028 YAA UKHTA HARUUNA MAA KAANA ABUUKIMRA'A SAU'IW WA MAA KAANAT UMMUKI
> BAGHIYYAA.
>
> 029 FA ASYAARAT ILAIH. QAALUU KAIFA NUKALLIMU MAN KAANA FIL MAHDI
> SHABIYYAA.
> 030 QAALA INNII ABDULLAAH, AATAANIYAL KITAABA WA JA'ALANII NABIYYAA.
> 031 WA JA'ALANII MUBAARAKAN AINA MAA KUNTU. WA AUSHAANII BI SHALAATI WAZ
> ZAKAATI MAA DUMTU HAYYAA.
> 032 WA BARRAM BI WAALIDATII. WA LAM YAJ'ALNII JABBAARAN SYAQIYYAA.
> 033 WAS SALAAMU 'ALAYYA YAUMA WULIDTTU WA YAUMA AMUUTU WA YAUMA UB'ASYU
> HAYYAA.
> 034 DZAALIKA 'IISABNU MARYAM. QAULAL HAQQIL LADZZII FIIHI YAMTARUUN.
> 035 MAA KAANA LILLAAHI AY YATTAJIDZA MIW WALADIN SUBHAANAH. IDZAA QADHAA
> AMRAAN FA INNAMAA YAQUULU LAHUU " KUN FA YAKUUN ".
> 036 WA INNALLAAHA RABBII WA RABBUKUM FA'BUDUUH. HADZAA SHIRAATHUM
> MUSTAQIIM.
>
>
> artinya :
>
> 027. Maka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya.
> Kaumnya berkata : " Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu
> yang
> amat mungkar ".
> 028. " Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang
> yang
> jahat dan ibumu bukanlah seorang pezina ".
> 029. Maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata : " Bagaimana kami
>
> akan berbicara dengan anak kecil didalam ayunan ? ".
> 030. Berkata Isa : " Sesungguhnya aku ini hamba Allah. Dia memberiku Al
> Kitab ( Injil ) dan Dia menjadikan aku seorang Nabi.
> 031. Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati dimana saja aku berada.
> Dan Dia memerintahkan kepadaku ( mendirikan ) Shalat dan ( menunaikan )
> zakat
> selama aku hidup ( ber-Tauhid Islam ).
> 032. Dan berbakti pada ibuku. Dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang
> sombong lagi celaka.
> 033. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku
> dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup
> kembali
> ".
> 034. Itulah Isa putera Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang
> mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya.
> 035. Tidak layak bagi Allah mempunyai anak. Maha Suci Dia. Apabila Dia
> telah
> menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya : " jadilah ", maka
> jadilah
> ia ( kun fayakuun ).
> 036. Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahlah Dia oleh
>
> kamu sekalian. Ini adalah jalan yang lurus.
>
>
>
>
> QS. ( 019 ) MARYAM AYAT ( 037 - 040 )
>
> فَاخْتَلَفَ الْأَحْزَابُ مِن بَيْنِهِمْ فَوَيْلٌ لِّلَّذِينَ كَفَرُوا مِن
> مَّشْهَدِ يَوْمٍ عَظِيمٍ
> أَسْمِعْ بِهِمْ وَأَبْصِرْ يَوْمَ يَأْتُونَنَا لَكِنِ الظَّالِمُونَ
> الْيَوْمَ
> فِي ضَلَالٍ مُّبِينٍ
> وَأَنذِرْهُمْ يَوْمَ الْحَسْرَةِ إِذْ قُضِيَ الْأَمْرُ وَهُمْ فِي غَفْلَةٍ
> وَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ
> إِنَّا نَحْنُ نَرِثُ الْأَرْضَ وَمَنْ عَلَيْهَا وَإِلَيْنَا يُرْجَعُونَ
>
> 037 FAKHTALAFAL AHZAABU MIM BAINIHIM. FA WAILUL LIL LADZIINA KAFARUU MIM
> MASYHADI YAUMIN 'AZHIIM.
> 038 ASMI' BIHIM WA ABSHIR. YAUMA YA'TUUNANAA LAAKINIZH ZHAALIMUUNAL YAUMA
> FII DHALALLIM MUBIIN.
> 039 WA ANDZIRHUM YAUMAL HASRATI IDZ QUDHIYAL AMR. WAHUM FII GHAFLATIW
> WAHUM LAA YU'MINUUN.
> 040 INNA NAHNU NARITSUL ARDHA WA MAN 'ALAIHAA WA ILAINAA YURJA'UUN.
>
>
>
> artinya :
>
> 037. Maka berselisihlah golongan-golongan ( yang ada : Yahudi ) diantara
> mereka. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang kafir pada waktu menyaksikan
> hari
> yang besar ( Kiamat ).
> 038. Alangkah terangnya pendengaran mereka alangkah tajamnya penglihatan
> mereka pada hari mereka datang kepada Kami. Tapi orang-orang yang zhalim
> pada
> hari ini ( didunia ) berada dalam kesesatan yang nyata.
> 039. Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan, ( yaitu )
> ketika
> segala perkara telah diputus. Dan mereka dalam kelalaian dan mereka tidak (
> pula
> ) beriman.
> 040. Sesungguhnya Kami mewarisi bumi dan semua orang-orang yang diatasnya
> dan hanya kepada Kami-lah mereka dikembalikan.
>
>
>
>
>
> QS. ( 019 ) MARYAM AYAT ( 088 - 095 )
>
>
> وَقَالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمَنُ وَلَداً
> لَقَدْ جِئْتُمْ شَيْئاً إِدّاً
> تَكَادُ السَّمَاوَاتُ يَتَفَطَّرْنَ مِنْهُ وَتَنشَقُّ الْأَرْضُ وَتَخِرُّ
> الْجِبَالُ هَدّاً
> أَن دَعَوْا لِلرَّحْمَنِ وَلَداً
> وَمَا يَنبَغِي لِلرَّحْمَنِ أَن يَتَّخِذَ وَلَداً
> إِن كُلُّ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ إِلَّا آتِي الرَّحْمَنِ عَبْداً
>
> لَقَدْ أَحْصَاهُمْ وَعَدَّهُمْ عَدّاً
> وَكُلُّهُمْ آتِيهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَرْداً
>
> 088 WA QAALUUT TAKHADZAR RAMAANU WALADAA.
> 089 LAQAD JI'TUM SYAI'AN IDZDZAA.
> 090 TAKAADUS SAMAAWAATU YATAFADHARNA MINHU WA TANSYAQUL ARDHU WA TAKHZUL
> JIBAALU HADZAA
> 091 AN DA'AULIR RAHMAANI WALADAA.
> 092 WAMAA YAMBAGHII LIRRAHAMAANI AYYATTAKHIDZA WALADAA
> 093 IN KULLU MAN FIIS SAMAAWAATI WAL ARDHI ILLAA AATIR RAHMAANI 'ABDAA
> 094 LAQAD AHSHAAHUM WA ADDAHUM 'ADDAA.
> 095 WA KULLUHUM AATIIHI YAUMAL QIYAAMATI FARDAA.
>
> artinya :
>
> 088. Dan mereka berkata : " Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil ( mempunyai )
>
> anak ".
> 089. Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat
> munkar.
> 090. Hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu dan bumi belah dan
> gunung-
> gunung runtuh ( akibat kemurkaan Allah yang amat sangat murka )
> 91. kerena mereka menda'wakan Allah Yang Maha Pemurah mempunyai
> anak.
> 92. Dan tidak layak Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil ( mempunyai )
> anak.
>
> 93. Tidak ada seorangpun dilangit dan dibumi, kecuali akan datang
> kepada Tuhan Yang Maha Pemurah ( sebagai ) seorang hamba ( semata-mata ).
>
>
> Perhatikan ayat-ayat diatas Meilany, .... betapa sangat, amat murkanya
> Allah
> swt. ketika sesuatu umat mengatakan Yesus ( Nabi Isa as ) adalah anak
> Tuhan,
> siapa yang tidak segera bertaubat dan masuk Islam, maka habislah perkara
> mereka
> di Neraka yang paling dalam .. a'uudzubillah min dzaliik ..
> Wallahu a'alam / Wa'assalam / ISMAIL
>
> ________________________________
> From: "wpamungk@centrin.net.id <wpamungk%40centrin.net.id>" <
> wpamungk@centrin.net.id <wpamungk%40centrin.net.id>>
> To: wanita-muslimah@yahoogroups.com <wanita-muslimah%40yahoogroups.com>
> Cc: ujung blangutama <ujungblangutama@gmail.com<ujungblangutama%40gmail.com>
> >
> Sent: Tuesday, December 28, 2010 19:58:05
> Subject: Re: [wanita-muslimah] ABDUL MUIZ - HUKUM TURUT SERTA DALAM
> PERAYAAN NATAL DAN TAHUN BARU
>
> Natal itu kan artinya 'kelahiran'.
> Setahu saya yg diajarkan guru agama dulu waktu sekolah adalah tidak boleh
> ikut ibadah natalan, karena dikuatirkan akan terpengaruh. Tapi kalo ikut
> merayakan, menyampaikan ucapan selamat ya gak pa-pa, kan gak mempengaruhi
> iman kita. Seperti halnya kalo orang kristen mengucapkan selamat lebaran,
> apa berari mengakui islam, tidaklah yaow. Mereka hanya memberikan selamat
> 'merayakan'.
> Perayaan natal kemarin gubernur jabar yg PKS juga berkunjung ke gereja
> setelah misa selesai.
>
> Kalo gak mau ikutan merayakan natal, mengapa Pak IS menganjurkan memberi
> ucapan selamat tahun baru 1 januari? 1 januari kan juga hari natal, begitu
> juga tanggal 6 januari bagi umat kristen di rusia.
> Setahu saya umat kristen HKBP merayakan 'natal' itu pada malam 1 januari.
>
> Salam,
> l.meilany
>
> Forum WM dan Mas Abdul Muiz yang budiman ..jangan katakan sebagai " sikap
> saya "
> .. itu adalah nasihat saya berdasarkan syari'at Islam ..bukan maunya saya
> lho da
> bukannya maunya orang2 Arab Saudi .. mereka benar ketat dalam menjaga yang
> diharamkan Allah SWT ....
>
> Silakan cek ke KH Zainuddin MZ, Aa Gym .. Ustad Jeffry Bukhari .. KH
> Arifin
> Ilham .. KH Yusuf Mansyur .. ..bahkan Menag Suryadarnma Ali ..- Mereka2
> kan
> yang sama2 mungkin kita kenal itu .. Apa nasihat beliau2 ? Insya Allah
> tidak
> jauh beda dari apa2 yang saya sampaikan .. Apakah mereka akan datang jika
> diundang ke perayaan Natal ..? Jadi bukan mau mengecilkan Umat Kristen,
> yang
> memang luar biasa banyaknya itu - kasian juga ya .... tetapi kami takut
> Allah
> SWT , lebih dari takut pada apapun juga .. Kami lebih taat pada mejnauhi
> larangan-Nya .. Bukankah kita ingin bertaqwa ..?
>
> Kalau mau ucapkan selamat pada semua umat, ya itu saja SELAMAT TAHUN BARU
> 2011
> .. semoga sukses ..
>
> Kita wajib memaklumi golongan2 dengan ciri2 yang ditulis dalam al Qur'an
> itu
> jelas .. karena hanya ada satu2nya agama yang diakui Tuhan manusia yaitu
> Islam
>
> Bahkan Islam diturunkan sejak nabi Adam AS, ..sampai ke Ibrahim AS ..
> sampai ke
> Musa AS ..sampai ke Isa AS ..dan terakir Muhammad SAW, dengan Islam yang
> disempurnakan ... semuanya membawakan agama Islam Tauhid .. Tuhan yang
> Maha Esa
> ... Allah SWT ..
>
> Tidak ada yang namanya Tuhan Yesus ..Bapa yang di Sorga .. Sungguh aneh
> masa
> Tuhan dibilang Bapa ..bagaimana sih ..? Mohon maaf ..
>
> Wallahu a'lam bish shawwab / Wa'assalaam / ISMAIL
>
> ________________________________
> From: Abdul Muiz <muizof@yahoo.com <muizof%40yahoo.com>>
> To: wanita-muslimah@yahoogroups.com <wanita-muslimah%40yahoogroups.com>
> Sent: Wednesday, December 22, 2010 14:47:58
> Subject: Bls: Bls: [wanita-muslimah] HUKUM TURUT SERTA DALAM PERAYAAN
> NATAL DAN
> TAHUN BARU
>
> Mas istiaji juga betul, maksudnya sikap Anda cocok diterapkan di bumi
> Saudi
> Arabiyah saja. :)
>
> ________________________________
> Dari: istiaji sutopo <issutopo@yahoo.com <issutopo%40yahoo.com>>
> Kepada: wanita-muslimah@yahoogroups.com<wanita-muslimah%40yahoogroups.com>
> Cc: ujung blangutama <ujungblangutama@gmail.com<ujungblangutama%40gmail.com>
> >
> Terkirim: Rab, 22 Desember, 2010 14:25:24
> Judul: Re: Bls: [wanita-muslimah] HUKUM TURUT SERTA DALAM PERAYAAN NATAL
> DAN
> TAHUN BARU
>
> Betul pak Muiz dan Pak Yudi ..,
>
> Tapi jangan sekali2 datang khusus ke perayaan natal ..apalagi coba2
> mengucapkan
> selamat pada umat mereka ..
>
> Kata2 " selamat " ini sepele tapi amat besar disisi Allah SWT..
>
> Karena " selamat " itu milik Allah SWST ..yaitu salah satu nama2 Allah SWT
> :
> Asma'ul Husna : As Salaam ... berarti yang menyelamatkan ..
>
> Kalau kita " ucapkan selamat " pada perayaan Natal berarti sudah "
> mendo'akan
> orang2 Kristen yang kafir dihadapan Allah SWT ..karena telah
> mempersekutukan
> Tuhan ( dosa syitik ) " .. Dan ini sudah suatu kekeliruan yang sangat
> besar pada
>
> orang2 yang berdo'a untuk orang2 yang berdosa Syirik !!
>
> Nabi Muhammad SAW hanya mengjormati jenazah lewat ..tidak antar kekubur
> ..apalagi ucapkan sesuatu katapun .. beliau menghormati dengan berdiri ..
> itu
> boleh2 saja ..bahkan kata2 diucapkan hanya satu saja ... " Inna lillaahi
> wa Inna
>
> ilaihi raji'uun " ..karena yang mati meski kafir juga milik Allah SWT. dan
> kembali pada Allah SWT.
>
> Khususnya tahun baru Masehi .. itu bukan semata2 hari raya umat Nasrani
> dan
> Yahudi .. Umat Islam juga boleh merayakan dengan bersyukur atas datangnya
> hari
> kelahiran Nabi Isa AS binti Maryam RA. Karena Nabi Isa AS ada hikayatnya
> dalam
> Al Qur'an ..
>
> Memang perayaan Tahun Baru Masehi caranya beda ....
>
> Kalau umat Nasrani perayaan dengan pesta kembang api besar2an, hura2,
> dansa-dansi, bercium2an bahkan saking girangnya mereka berhubungan sex
> bebas
> ..makan minum bir wiskhey yang haram .. tepat jam 12 malam ..
> Na'uudzubillah min
>
> dzaliik ..benar2 akan jadi laknatullah bagi mereka ..
>
> Tetapi orang2 Mukmin seyogyanya : duduk berjamaah dimasjid2 ..tafakur,
> bersyukur, berdzilkir dan berdoa .. tidak boleh berhura2 ..lho ...
>
> Wallahu a'laam bish shawwab / Wa'assalaam / ISMAIL
>
> ________________________________
> From: Abdul Muiz <muizof@yahoo.com <muizof%40yahoo.com>>
> To: wanita-muslimah@yahoogroups.com <wanita-muslimah%40yahoogroups.com>
> Sent: Wednesday, December 22, 2010 8:32:34
> Subject: Bls: [wanita-muslimah] HUKUM TURUT SERTA DALAM PERAYAAN NATAL DAN
> TAHUN
>
> BARU
>
> Mas Yudi cobalah bersikap kritis, sehingga ketika merujuk suatu pendapat
> tidak
> hanya taklid buta (tanpa reasoning). Syekh Abdul Aziz bin Baz adalah orang
> alim
> dan kredible di bidang agama, tetapi jangan sampai kehilangan daya kritis,
> fatwa
>
> atau pendapat seseorang amat dipengaruhi oleh pengalaman hidup dan kondisi
> lingkungan yang dialami ybs. Coba simak biografi Syekh Abdul Aziz bin Baz
> di
> link ini http://id.wikipedia.org/wiki/Abdul_Aziz_bin_Abdullah_bin_Baz
> mungkin pendapat atau fatwa Syekh Abdul Aziz bin Baz cocok untuk umat
> islam di
> arab saudi tempat lahir, dibesarkan dan wafat di sono. Kondisi Indonesia
> jauh
> berbeda dengan kultur masyarakat arab saudi yang relatif homogen. Coba
> simak
> sejarah Imam Madhzhab Syafi'i ketika mengamati kehidupan masyarakat Irak
> beliau
> mengeluarkan fatwa keagamaan yang sesuai dengan kultur Iraq, tetapi begitu
> beliau mengamati kehidupan masyarakat Mesir, beliau mengeluarkan fatwa
> yang
> berbeda untuk masalah yang sama.
>
> Partisipasi dalam perayaan natal bagi umat islam memang tidak perlu,
> tetapi
> kalau hanya sekedar mengucapkan greeting ya tidak apa-apa. Sama seperti
> halnya
> ketika Rasulullah berdiri memberikan hormat pada iring-iringan jenazah
> orang
> kafir (yahudi) yang melintas di hadapan beliau, meskipun tanpa mengucapkan
> sesuatu turut belasungkawa tetapi sikap beliau sesuai dengan prinsip
> akhlaqul
> karimah di bidang hablun minannaas.
>
> Wassalam
> Abdul Mu'iz
>
> ________________________________
> Dari: Yudi Yuliyadi <yudi@geoindo.com <yudi%40geoindo.com>>
> Kepada: wanita-muslimah@yahoogroups.com<wanita-muslimah%40yahoogroups.com>
> Terkirim: Rab, 22 Desember, 2010 08:15:26
> Judul: [wanita-muslimah] HUKUM TURUT SERTA DALAM PERAYAAN NATAL DAN TAHUN
> BARU
>
> Sangat disesalkan, banyak kaum muslimin yang ternyata ikut-ikutan
> gembira dan ikut-ikutan merayakan hari raya/hari besar kaum kafir. Di
> antara adalah perayaan Natal dan Tahun Baru. Yang lebih parah adalah
> Tahun Baru, karena banyak dari kaum muslimin yang tidak mengerti bahwa
> itu termasuk perayaan/hari besar orang-orang kafir. Mereka beralasan
> bahwa Tahun Baru bersifat universal. Di samping tidak sedikit dari kaum
> muslimin yang ikut meramaikan perayaan Natal, atau sekadar membantu
> tetangganya yang beragama kristen untuk merayakan Natal, berupa turut
> membantu memasak, hadir dalam undangan Natal, turut mengucapkan selamat,
> dll. Ini semua termasuk turut andil dalam perayaan hari besar agama
> kafir.
>
> Semestinya seorang muslim menimbang segala ucapan dan
> perbuatannya dengan timbangan syari'at Allah. Bagaimana Islam mengatur
> hubungan dengan orang-orang kafir. Apakah boleh turut andil atau turut
> kerja sama, atau sekadar ikut meramaikan acara perayaan orang-orang
> kafir? Termasuk bolehkah ikut meramaikan atau ikut-ikutan senang dengan
> perayaan Natal dan Tahun Baru?
>
> Berikut penjelasan seorang 'ulama
> besar international, Asy-Syaikh Al-'Allamah 'Abdul 'Aziz bin Baz
> rahimahullah, Mufti Besar Kerajaan Saudi Arabia (kini telah wafat).
>
> سماحة
> الإمام الوالد عبد العزيز بن عبد الله بن
> باز : لا يجوز للمسلم ولا
> للمسلمة مشاركة النصارى ، أو اليهود ، أو
> غيرهم من الكفرة في أعيادهم ، بل
> يجب ترك ذلك ؛ لأن من تشبه بقوم فهو منهم ،
> والرسول - صلى الله عليه وسلم -
> حذرنا من مشابهتهم والتخلق بأخلاقهم ،
> فعلى المؤمن وعلى المؤمنة الحذر من
> ذلك ، وأن لا يساعد في إقامة هذه الأعياد
> بأي شيء ؛ لأنها أعياد مخالفة
> لشرع الله ، ويقيمها أعداء الله ؛ فلا يجوز
> الاشتراك فيها ، ولا التعاون مع
> أهلها ، ولا مساعدتهم بأي شيء ، لا بالشاي
> ، ولا بالقهوة ، ولا بأي شيء من
> الأمور كالأواني ، ونحوها . وأيضًا يقول
> الله سبحانه : ﴿ وَتَعَاوَنُواْ
> عَلَى الْبرِّ وَالتَّقْوَى وَلاَ
> تَعَاوَنُواْ عَلَى الإِثْمِ
> وَالْعُدْوَانِ ﴾ . [ المائدة : 2 ] .
>
> فالمشاركة مع الكفرة في أعيادهم نوع من
> التعاون على الإثم والعدوان ، فالواجب على
> كل مسلم وعلى كل مسلمة ترك ذلك .
>
> ولا
> ينبغي للعاقل أن يغتر بالناس في أفعالهم ،
> الواجب أن ينظر في الشرع إلى
> الإسلام وما جاء به ، وأن يمتثل أمر الله
> ورسوله ن وأن لا ينظر إلى أمور
> الناس فإن أكثر الخلق لا يبالي بما شرع
> الله ، كما قال الله - عز وجل في
> كتابه العظيم - : ﴿ وَإِن تُطِعْ أَكْثَرَ
> مَن فِي الأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَن
> سَبِيلِ اللهِ ﴾ . [ الأنعام : 116 ] . وقال
> سبحانه : ﴿ وَمَا أَكْثَرُ
> النَّاسِ وَلَوْ حَرَصْتَ بِمُؤْمِنِينَ
> ﴾ . [ يوسف : 103 ] .
>
> فالعوائد
> المخالفة للشرع لا يجوز الأخذ بها وإن
> فعلها الناس ، والمؤمن يزن أفعاله
> وأقواله ، ويزن أفعال الناس وأقوال الناس
> بالكتاب والسنة . بكتاب الله وسنة
> رسوله - عليه الصلاة والسلام - فما وافقهما
> أو أحدهما فهو المقبول ، وإن
> تركه الناس ، وما خالفهما أو أحدهما فهو
> المردود وإن فعله الناس .
>
> Samahatul Imam Al-'Allamah Asy-Syaikh 'Abdul Aziz bin Baz rahimahullah
> :
>
> Tidak
> boleh bagi muslim dan muslimah untuk ikut serta dengan kaum Nashara,
> Yahudi, atau kaum kafir lainnya dalam acara perayaan-perayaan mereka.
> Bahkan wajib meninggalkannya. Karena barangsiapa yang menyerupai suatu
> kaum maka ia termasuk kaum tersebut. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa
> sallam telah memperingatkan kita dari sikap menyerupai mereka atau
> berakhlaq dengan akhlaq mereka. Maka wajib atas setiap mukmin dan
> mukminah untuk waspada dari hal tersebut, dan tidak boleh membantu untuk
> merayakan perayaan-perayaan orang-orang kafir tersebut dengan sesuatu
> apapun, karena itu merupakan perayaan yang menyelisihi syari'at Allah
> dan dirayakan oleh para musuh Allah. Maka tidak boleh turut serta dalam
> acara perayaan tersebut, tidak boleh bekerja sama dengan orang-orang
> yang merayakannya, dan tidak boleh membantunya dengan sesuatu apapun,
> baik teh, kopi, atau perkara lainnya seperti alat-alat atau yang
> semisalnya.
>
> Allah juga berfirman :
>
> ﴿ وَتَعَاوَنُواْ عَلَى الْبرِّ
> وَالتَّقْوَى وَلاَ تَعَاوَنُواْ عَلَى
> الإِثْمِ
> وَالْعُدْوَانِ ﴾
>
> "Tolong
> menolonglah kalian dalam kebaikan dan ketaqwaan, dan jangalah kalian
> tolong menolong dalam dosa dan permusuhan" [Al-Ma`idah : 2]
>
> Ikut
> serta dengan orang-orang kafir dalam acara perayaan-perayaan mereka
> merupakan salah satu bentuk tolong-menolong dalam dosa dan permusuhan.
> Maka wajib atas setiap muslim dan muslimah untuk meninggalkannya.
>
> Tidak
> selayaknya bagi seorang yang berakal jernih untuk tertipu dengan
> perbuatan-perbuatan orang lain. Yang wajib atasnya adalah melihat kepada
> syari'at dan aturan yang dibawa oleh Islam, merealisasikan perintah
> Allah dan Rasul-Nya, dan sebaliknya tidak menimbangnya dengan aturan
> manusia, karena kebanyakan manusia tidak mempedulikan syari'at Allah.
> Sebagaimana firman Allah :
>
> ﴿ وَإِن تُطِعْ أَكْثَرَ مَن فِي
> الأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَن سَبِيلِ اللهِ ﴾
>
> "Kalau
> engkau mentaati mayoritas orang yang ada di muka bumi, niscaya mereka
> akan menyesatkan kamu dari jalan Allah." [Al-An'am : 116]
>
> Allah juga berfirman :
>
> ﴿ وَمَا أَكْثَرُ النَّاسِ وَلَوْ
> حَرَصْتَ بِمُؤْمِنِينَ ﴾
>
> "Kebanyakan manusia tidaklah beriman walaupun engkau sangat bersemangat
> (untuk
> menyampaikan penjelasan)." [Yusuf : 103]
>
> Maka
> segala perayaan yang bertentangan dengan syari'at Allah tidak boleh
> dirayakan meskipun banyak manusia yang merayakannya. Seorang mukmin
> menimbang segala ucapan dan perbuatannya, juga menimbang segala
> perbuatan dan ucapan manusia, dengan timbangan Al-Qur`an dan As-Sunnah.
> Segala yang sesuai dengan Al-Qur`an dan As-Sunnah atau salah satu dari
> keduanya, maka diterima meskipun ditinggakan manusia. Sebaliknya, segala
> yang bertentangan dengan Al-Qur`an dan As-Sunnah atau salah satunya,
> maka ditolak meskipun dilakukan oleh manusia.
>
> [Majmu' Fatawa wa Maqalat Mutanawwi'ah rahimahullahI/405]
> <http://darussalaf.or.id/stories.php?id=1361>
> http://darussalaf.or.id/stories.php?id=1361
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>

[Non-text portions of this message have been removed]

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com

Milis ini tidak menerima attachment.
.

__,_._,___

0 comments:

Post a Comment