GP Ansor Sebagai Ujung Tombak Perjuangan NU
14/01/2011
Oleh: KH. Said Aqil Siroj
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh
Gerakan Pemuda Ansor memiliki posisi penting dalam NU sejak awal
kelahirnnya, tidak hanya berperan sebagai penyemaian kader-kader NU yang
dinamis dan militan, tetapi juga sekaligus sebagai ujung tobak bagi
perjuangan NU di semua sektor kehidupan.
Dalam situasi tantangan kebudayaan global dewasa ini NU diharapkan bisa
tetap eksis, bahkan diharapkan dapat mewarnai kehidupan global dewasa ini
yang penuh persaingan dan pertikaian antara berbagai ideologi-ideologi yang
ekstrem dan radikal yang mengancam ketenteraman dan kedamaian. Dilain pihak
gaya hidup yang konsumtif dan penghamburan energi yang berlebihan tidak
hanya membuat kerusakan lingkungan sehingga terjadi climate change
(perubahan iklim) dan cuaca ekstrem dalam dekade terakhir ini, tetapi juga
mengakibatkan kesenjanga sosial antara kaya dan miskin.
Di tengah munculnya ektrem ideologi, ekstrem gaya hidup, itu NU akan tetap
mengambil jalan tengah (ummat wasathan), karena ini merupakan jalan Islam
yang sesungguhnya, sebagaimana Firman Allah.
"Dan demikianlah aku menciptakanmu sebagai umat yang (moderat, adil), agar
kamu menjadi saksi atas manusia dan agar Rasul menjadi saksi atas
perbuatanmu." (QS: Al Baqarah 143).
Dalam menjalanan tugas ini tentu tidak mudah, banyak tantangan terutama dari
ideologi ekstrem yang ada, maka dalam kondisi seperti ini GP Ansor NU harus
tampil di garis depan perjuangan NU untuk membentengi ajaran Islam
ahlussunnah wal jamaah. Ajaran ahlusunnah ini berpegang teguh pada Sunnah
Nabi secara, qoulan wa fi'lah wa taqriran (sabda, tindakan dan kesepakatan).
Sebagai pembawa misi kenabian maka ahlussunnah selalu berpegang pada prinsip
jamaah yaitu bersama dan membela kepentingan masyarakat banyak.
Dalam kondisi seperti ini maka sebenarnya Ansor di sini tidak terbatas hanya
Ansoru Nahdlatul Ulama, tetapi lebih jauh lagi menjadi Ansorul Islam,
Ansarullah dan Ansorul Wathan (Pembela Tanah Air). Ini bukan pengandaian
tetapi telah diperankan GP Ansor.
Menghadapi tanggung jawab agama, negara dan bangsa ini GP Ansor NU perlu
menyingsingkan lengan baju, karena hanya dengan demikian akan bisa
mengemban peran besar sebagai syuhudu hadhari (penggerak peradaban) bangsa,
tetapi juga berperan sebagai syuhud tsaqafi (penggerak intelektual) dalam
membangun dan menyangga bangsa ini. Komitmen NU pada bangsa ini tidak bisa
ditawar, karena NU terlibat dalam mendirikan Negara Kesatuan Republik
Indonesia (NKRI) ini sehingga ketaatan NU pada Bangsa dan negara ini
bersifat mutlak. Dalam negara ini ini bukan sekadar berperan sebagai stake
holder (pemangku kepentingan) yang tidak memiliki peran apapun, sebagaimana
sering disebut orang. NU turut mendirikan negara ini dengan pengorbanan
harta dan nyawa, karena itu NU duduk sebagai share holder (pemilik saham)
dalam NKRI ini, sehingga posisinya kuat dan memiliki tanggung jawab terhadap
negara ini.
Sebagai salah satu pendiri NKRI maka sense of belonging (rasa memiliki) NU
terhadap negara ini sangat tinggi sehingga harus terus dibela dan dijaga
dalam koridor empat pilar utama yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan
Bhinneka Tunggal Ika. Demikian sikap NU terhadap negara ini. Sementara
terhadap pemerintah NU menggunakan pendekatan amar makruf nahi munkar, bila
pemerintah berjalan sesuai dengan aturan dan aspirsi rakyat, maka NU akan
mendukung penuh kebijakan pemerintah, tetapi ini bukan berarti NU
berkoalisi. Karena NU bukan partai politik yang bisa melakukan koalisi
dengan pemerintah. Sebaliknya bila kebijakan pemerintah tidak sesuai dengan
konstitusi dan aspirasi rakyat, maka NU akan melakukan kritik, namun ini
tidak berarti oposisi, NU bukan partai politik yang bisa beroposisi.
Dengan demikian sikap NU terhadap pemerintah akan lebih proporsional dan
rasional tidak apriori menerima sebagimana lazimnya dilakukan oleh kelompok
koaliasi. Dan tidak apriori menolak sebagaimana dilakukan kelompok oposisi.
Dengan demikian diharapkan NU akan mampu menjaga keseimbang kehidupan
bernegara. Dalam konteks ini Peran GP Ansor sangat diperlukan bahkan harus
menjadi ujung tombak dari gerakan kultural NU dalam menjaga bangsa dan
negara ini. Tanpa diminta terbukti Ansor selalu menunaikan tugas ini. Untuk
mengefektifkan peran ini tentunya GP Ansor NU perlu melakukan konsolidasi
dan kaderisasi secara terencana dan teratur.
Konsolidasi Organisasi
Menghadapi tugas berat baik yang dihadapi oleh NU dan negara serta bangsa
ini, tentu diperlukan sebuah organisasi yang solid, sehingga bisa berjalan
secara efektik. GP Ansor NU yang lahir 1934 telah berkembang luas yang
memiliki cabang di seluruh penjuru tanah air. Dan memainkan peran di seluruh
level perjuangan. Setiap zaman membawa tantangannya sendiri dan setiap
tantangan perlu respon dan jawaban tersendiri. Karena itu bagaimanapun
organisasi yang besar ini perlu terus dikonsolidasi, ditata ulang manejemen
kepemimpinannya, agar mamapu merespon dan mengantisipasi berbagai
perkembangan yang terjadi.
Sistem kehidupan sosial di alam modern yang lebih individual dan
rasionalistik dengan sendirinya telah merenggangkan ikatan-ikatan sosial
tradisional. Dengan demikian juga akan mempengaruhi pola berorganaisasi.
Kerenggangan organisasi kalau dibiarkan akan melemahkan gerak organisasi.
Sementara organisasi yang lamban bergerak akan sulit merespon perkembanagan
yang terjadi dengan sedemikian cepat. Demikian pula derasnya arus perubahan
soosial juga mempertinggi tunbtutan masyarakat, semuanya ini hanya bisa
direspon dan diantisipasi oleh organisasi yang benar-benar solid.
Dari zaman ke zaman GP Ansor bisa membuktikan kemampuannya mengambil peran
dalam kehidupan di negeri ini. Bahkan dalam situasi paling sulit pun Ansor
bisa mengambil peran strategis. Ini tidak lain karena organisasi ini mampu
menjaga keutuhan organisasi, sehingga peran-perannya masih dirasakan tidak
hanya oleh umat Islam tetapi juga oleh bangsa ini. Situasi telah berubah,
tantangan ke depan makin besar, sendi-sendi organisasi muai digerogoti oleh
sikap apriori, sikap mementingkan diri sendiri. Agenda bagi Ansor adalah
bagaiman terus menggairahkan spirit berorganisasi, spirit membela rakyat dan
keutuhan bangsa. Ini arti penting konsolidasi organisasi.
Menggerakkan Kaderisasi.
Sejak awal berdirinya GP Ansor NU adalah merupakan sebuah organisasi kader,
organisasi ini didirikan untuk menyiapkan kader muda yang nantinya akan
berperan di NU. Bayangkan NU telah lahir sebelum negara Indonesia ini ada,
dan sekarang masih tetapi ada tidak kurang sedikit apapun bahkan semakin
besar, sementara banyak organisasi seusia yang sudah tiada. Rahasia NU
sebagai organisasi yang mamapu bertahan melewatan berbagai zaman yang kini
berusia 85 tahun tidak lain salah satunya karena tertibnya NU dalam
melaksanakan kaderisai, yang salah satunya dilaksanakan oleh GP Ansor.
Keberlangsungan organisasi selain ditunjang oleh adanya ajaran yang selalu
relevan juga ditunjang oleh adanya sistem kaderisai yang runtut. Tanpa
adanya kaderisasi tidak mungkin dilakukan regenerasi secara sempurna,
sementara organisai tanpa regenerasi akan mengalami kejumudan dan stagnasi.
Dari situ banyak organisqsiyang laahair kemudian pada berguguran.
Kepentingan pragmatis dan jangka pendek, selalu mengabaikan program
kaderisasi, karena kaderisai diangap sebagai sesuatu yang mahal dan tidak
jelas hasilnya. Memang kaderisasi adalah human invesment (investasi
kemanusiaan) jangka panjang, maka hanya pemimpin yang visoner saja yang
peduli pada kaderisasi ini.
Kaderisasi ini terbukti tidak hanya dikhususkan untuk NU tetapi lebih luas
lagi sebagai kaderr bangsa, terbukti banyak kader GP Ansor ayang berkiprah
di berbagai lembaga-lembaga strategis, baik di pemerintahan, di organisasi
kemasyarakat, di partai politik, di perguruan tinggi, di lembaga profesi,
ketentaraan dan lain sebagainya. Dengan demikian menjalankan kaderisasi juga
merupakan investasi besar dan sekaligus peran penting dalam membangun bangsa
dan negara ini secara keseluruhan. Mengingat sangat variatifnya anggota GP
Ansor, maka kaderisai mesti dilakukan secara multi disiplin dan perlu
diutamakan pengembangan masing-masing talenta dari anggota, agar
diseminasi atau penyebaran kader GP Ansor semakin meluas, sehingga perannya
juga semakin besar.
Kaderisiasi yang teratur dan berwawasan ini eengan sendirinya akan
melahirkan kepemimpinan yang visioner yang mampu membuka cakrawala
organisiai dan cakap dalam mengelola organisasi dalam kondisi apapun,
sehingga mampu mengemban amanat organisasi yang tidak lain adalah amanat
agama dan amanat bangsa. Pemimpin yang mampu memegang amanah itulah yanga
sangat diharapkan perannya dalam organisasi sebesar GP Ansor ini.
Waallahul muwafiq ila aqwamith thariq.
Wassalaamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh
Disampaikan dalam pembukaan Kongres Ke XIV GP Ansor NU di Surabaya, 13
Januari 2011
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
wanita-muslimah-digest@yahoogroups.com
wanita-muslimah-fullfeatured@yahoogroups.com
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/






0 comments:
Post a Comment