Advertising

Tuesday, 4 January 2011

[wanita-muslimah] Re: TUHAN YANG BAIK HATI

 

minta ijin mo di copas yaaak. Makasih pak ustadz...

wassalam,

--- In wanita-muslimah@yahoogroups.com, "chodjim" <chodjim@...> wrote:
>
> Di bawah ini adalah tulisan Prof. Sarlito Wirawan Sarwono dalam Sindo 12/12/2010. Kiranya tidak basi untuk dipostingkan pada WM agar tetap menjadi pelajaran dan hikmah bagi pembacanya.
> ----------------------------------------------------------
>
> TUHAN YANG BAIK HATI
>
> Sebagian orang memang sering mengeluhkan Tuhan kita yang tak henti-hentinya
> memberi cobaan pada bangsa Indonesia:
> Tsunami Aceh,
> Gempa Bengkulu,
> Gempa Yogya,
> Gempa Padang,
> Banjir Wasior,
> Banjir Jakarta,
> Merapi,
> Bromo dan entah apa lagi nanti.
>
> Banyak korban harta dan jiwa, baik manusia maupun sapi.
> Padahal bangsa ini sdh kurang apa loh,
> Ketaatannya pada Tuhan.
> Kuota haji bertambah terus,
> belum termasuk haji gelap.
>
> Sholat Istigozah sering sekali digelar,
> tempat-tempat ibadah tidak pernah kosong,
> Bahkan umat Kristen dan Ahmadiyah
> tetap saja ke tempat ibadahnya walaupun sudah digusur, dirusak, dibakar atau
> ditutup oleh umat lain.
>
> Sedangkan umat yang lain itu juga tidak pernah berhenti meneriakkan asma Tuhan
> yang maha besar (Allahuakbar!)
> setiap kali mereka menumpas umat sesat, atau sekedar berunjuk kekuatan
> ke Gedung DPR atau tempat-tempat maksiat.
>
> Pokoknya, semua orang Indonesia mengaku bertakwa kepada Tuhan masing-masing,
> walaupun realitanya
> mereka saling bertikai, bahkan berbunuhan.
>
> Jadi mengapa Tuhan masih juga mencoba bangsa ini?
> Tetapi saya tidak setuju dengan pendapat seperti itu.
>
> Buat saya , bencana-bencana alam di bumi Indonesia dan seluruh dunia
> sudah di-blue print-kan Tuhan sejak sebelum Tuhan menciptakan Adam dan Hawa dan
> baru akan di-Ending-kan
> kalau kiamat nanti.
>
> Tinggal kewajiban manusialah untuk mempelajari baik-baik blue print itu
> untuk bisa mengantisipasi dan mengatasi bahaya yg mungkin timbul.
>
> Dan kita sudah melakukan antisipasi itu.
> Ketika Merapi masuk tahap " AWAS ",
> misalnya, semua petugas sudah memperingatkan masyarakat untuk segera
> meninggalkan daerah bahaya.
>
> Bahkan Petugas, dibantu Relawan,
> ikut mengEvakuasi warga.
>
> Tetapi ya itu - masih ada saja yang lebih percaya pada mbah Marijan , dari pada
> tanda-tanda Tuhan ( yang diketahui manusia melalui Ilmu ).
>
> Akibatnya ya itu, JATUH KORBAN sia-sia.
> Indonesia tidak sendirian - kalau soal bencana.
>
> Kebakaran di Florida,
> di Queensland (Australia),
> di Israel,
> Banjir di Sydney,
> di Cina,
> Gempa di Haiti,
> dan seterusnya.
>
> Pokoknya, kalau tentang bencana
> Tuhan tidak pilih kasih.
>
> Jadi tidak usahlah kita repot mengait-ngaitkannya dengan dosa umat Islam
> Indonesia yang makin banyak, korupsi yang nggak berhenti-henti dsb.
>
> Di Amerika
> yang konon korupsinya, hanya sedikit
> (minimal sebelum dibongkar oleh Wikileaks)
>
> Bencananya sama saja dgn Indonesia
> yang korupsinya sudah jadi rahasia umum sejak jaman "Panitia Anti Korupsi nya
> Bung Hatta". - dan makin gamblang setelah kasus Gayus.
>
> Saya malah lebih percaya bahwa Tuhan itu sangat murah hati pada bangsa
> Indonesia, -
>
> Justru karena ketakwaannya.
>
> Betapa tidak.
> Tatkala Negara-negara lain diguncang kerusuhan dan pemecah-belahan,
> Seperti Yunani dan Turki, atau
> Resesi ekonomi (Amerika), atau
> Bom2 bunuh diri (Irak, Afghanistan),
> Indonesia Relatif Tenang.
>
> Malah sudah masuk forum negara-negara maju G 20.
>
> Indonesia tidak diganjar kudeta atau
> Perang saudara oleh Tuhan, seperti yang pernah terjadi di thn 1948 n 1965
> (dua-duanya pemberontakan PKI, yang ideologinya konon memang tak percaya sama
> Tuhan).
>
> Yang terjadi pasca Orde Baru adalah justru yang diminta oleh bangsa Indonesia,
> Selalu Diberi oleh Tuhan.
>
> Bangsa Idonesia minta Suharto turun,
> Ya Suharto turun beneran.
>
> Minta demokrasi sbgai pengganti tirani,
> Tuhan ijinkan dgn Pemilu legislatif, dan pemilihan Presiden dan Kepala Daerah
> langsung oleh rakyat.
>
> Bangsa ini minta otonomi daerah untuk memajukan daerah dan mengurangi korupsi di
> pusat,
> Ya diberi.
>
> Minta kebebasan pers,
> Dikasih.
>
> Minta Polisi lepas dari ABRI dan TNI balik ke barak, - stop Dwifungsi,
> Juga dapat.
>
> Minta Presiden yang ganteng,bijaksana,
> sabar, cool, yang enak dilihat (oleh kaum ibu) waktu pidato,
> Maka Tuhan Memenangkan SBY.
>
> Bahkan Presiden AS dipilihkan oleh Tuhan (melalui Pemilu AS) yang
> "orang Indonesia",
> sesuai dengan mimpi bangsa Indonesia
> ("Sate, baso..., enak, ya").
>
> Begitu baiknya Tuhan sama kita, sehingga teroris yang mengatas nama kan dirinya
> sebagai pembela Allah pun
> tidak diberi peluang untuk bergerak.
>
> Beberapa tahun terakhir ini, sesudah tewasnya Nurdin Top dan Dulmatin,
> maka praktis Densus 88 bisa mengendus setiap gerak calon teroris,
> sehingga berkali-kali tempat persembunyian dan rencana mereka terbongkar
> sebelum menjadi kenyataan.
> Densus 88 memang jempol.
>
> Tetapi "TIDAK MUNGKIN" lah semua itu
> tanpa ridho Tuhan.
>
> Bandingkan saja misalnya dengan
> Pakistan,
> India, apalagi
> Palestina
> yang masih diancam teror terus
> sampai hari ini.
>
> Karena itu, kalau sekarang kita masih melihat :
> Banyak Orang Miskin - Tawuran,
> Pengunjuk Rasa lempar2an batu dgn. polisi,
> Pol PP dorong2 - an dengan PKL,
> Pilkada ribut,
> DPR studi banding,
> Bank Century masih gak jelas,
> Jalanan macet,
> Proyek MRT Jakarta macet juga,
> RUU DIY ribut, - dan seterusnya,
>
> Ya kita harus lihat kesalahannya
> Pada Diri Kita Sendiri.
>
> Saya teringat pada suatu hadis Nabi
> yang mengisahkan seorang sahabat masuk ke masjid hendak menunaikan shalat
> bersama Rasullah.
>
> Melihat bahwa unta sahabat itu dibiar kan begitu saja tanpa diikat, maka
> Rasullulah mengimgatkan agar sang sahabat mengikat dulu utanya sebelum masuk
> masjid, agar unta itu tidak lari.
>
> Maka sahabatpun bertanya,
> "Mengapa harus saya ikat, ya Rasul,
> bukankah Allah akan menjaga unta itu".
>
> Jawab Rasullulah,
> "Allah paling tidak menyukai umatNya
> yang hanya bertakwa kepadaNya
> tetapi tidak berusaha sebaik-baiknya"
>
> (para ikhwan yang hafal hadis,
> maaf kalau saya menulisnya kurang pas,
> maklum ilmu Islam saya Cuma pas-pasan).
>
> Begitu juga dlm agama Kristen, setahu saya ada seruan dalam bahasa Latin
> "Ora et labora" (berdo'a dan bekerja).
> Makna dari
> hadis dan seruan itu sama saja,
> yaitu kita tetap harus berusaha,
> walaupun kita sudah bertakwa.
>
> Hasil dari usaha itu kita rasakan di sini,
> di dunia yang fana ini.
>
> Bukan di surga,
> sedangkan buah dari takwa dan do'a
> bisa di sini,
> tetapi terutama untuk nanti di akhirat.
>
> Masalahnya,
> dalam bangsa Indonesia beragama
> (khususnya Islam),
> fokusnya terlalu ditujukan
> pada hasil akhir nanti diakhirat saja.
>
> Karena itu tausyiah dan khotbah
> para ulama dan kiai (termsk yg di TiVi)
> tidak jauh-jauh dari nasihat-nasihat
> bagaimana caranya
> agar kita kelak bisa masuk surga,
> termasuk memperbanyak ibadah
> mulai dari sholat malam sampai zikir.
> Nah, kalau kita ibadah terus,
> kapan kerjanya?
>
> Padahal
> untuk membuat Tim Nasional Indonesia
> menang atas Malaysia,
> Laos dan terutama Thailand, misalnya. tidak cukup dengan do'anya 220 juta
> rakyat Indoesia
> (selama ini sudah dilakukan, tetapi PSSI kalah terus),
>
> melainkan - dengan menambahkan
> Irfan Bachim dan Christian Gonzales
> ke dalam Timnas melalui proses Naturalisasi - dan
> Setelah itu berlatih keras - dan
> memikirkan strategi yang paling cerdik.
>
> Sama halnya
> dengan Timnas Dayung
> yang mememangi beberapa medali emas di Asian Games,
> dan Petinju Chris John
> yang mempertahankan sabuk emasnya.
>
> Semua demi mengibarkan
> sang saka Merah Putih
> di angkasa internasional.
> Mereka semua
> Berusaha,
> Berlatih - dan
> Berdo'a.
>
> Saya rasa,
> Kalau semua orang mau sungguh-sungguh berusaha,
> Tidak lagi cuma mau jalan pintas,
> Tidak lagi percaya pada mitos "100 hari"
> (kalau gagal, ganti pejabat),
> Meninggalkan UUD (Ujung-ujungya Duit),
> Meninggalkan kebiasaan debat-kusir
> yang hanya mau menang sediri - dan Berusaha agar selalu Satu Kata dengan
> perbuatan,
>
> Insya Allah
> Indonesia akan lebih cepat mencapai masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera,
> Bukan hanya nanti - di akhirat,
> tetapi sekarang di tanah air kita.
>
> Robbana atina fidunia hasanah,
> wa fil akhirati hasanah,
> waqina adhabanar.
> Amiin YRA
>
> ----------------------------------------------------------
>
> Wassalam,
> chodjim
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>

__._,_.___
Recent Activity:
=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com

Milis ini tidak menerima attachment.
.

__,_._,___

0 comments:

Post a Comment