Advertising

Friday, 2 December 2011

Re: [wanita-muslimah] Khilafah tidak ada dalam Al-Quran?

 

Mu'iz, Abdul wrote:
Anehnya saya menganjurkan Abah untu membandingkan Ibrahim di satu sisi dengan Dawud dan Ismail di sisi lain siapa yang kepala negara ?? dengan tambahan catatan dari saya bahwa staus raja (kepala negara) tokoh Daud dan Isma'l didukung oleh literatur dan bukti arkeologis, lha kok abah ngales bahwa para akeolog tidak menyebut Daud dan Sulaiman sebagai Nabi, sehingga dengan entengnya Abah HMNA menyebut perbandingan Ibrahim dengan Daud + Sulaiman adalah bukan apple to aple, ini kan reasoning seenaknya sendiri alias ngawur ya bisa disebut reasoning yang amat dan super dho'if.

((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((

HMNA:
Baru dijawab, sebab sebelumnya kabur bagi saya, nanti setelah diralat bukan Ismail melainkan Sulaiman barulah saya faham.
Dawud dan Sulaiman adalah Raja dan Nabi. Sedangkan secara arkeologis hanya disebutkan Raja tok. Pada sisi lain menurut apa yang dijawabkan oleh para pelajar ataupun mahasiswa Islam, Dawud dan Sulaiman itu Nabi, bukan Raja. Sehingga dari kedua sisi itu, maka perbandingan itu bukan apple to apple.

Wassalam

)))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))

----- Original Message -----
From: Mu'iz, Abdul
To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Sent: Friday, December 02, 2011 9:50 AM
Subject: Bls: [wanita-muslimah] Khilafah tidak ada dalam Al-Quran?

Sorry, ralat salah tulis di paragraf dua, daud dan sulaiman bukan ismail.

________________________________
Dari: "Mu'iz, Abdul" <muizof@yahoo.com>
Kepada: "wanita-muslimah@yahoogroups.com" <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
Dikirim: Jumat, 2 Desember 2011 8:46
Judul: Bls: [wanita-muslimah] Khilafah tidak ada dalam Al-Quran?

itulah seperti yang saya khawatirkan abah jadi tebang pilih, demi mempertahankan pemahaman bahwa Ibrahim adalah kepala Negara, Abah mencatut tokoh malkisedek baik dari kitab kejadian (Genesis) yang menyebut pertemuan Malkisedek dengan Abram (Ibrahim) lalu abah mengutip lagi tokoh Malkisedek di kitab Mazmur. Padahal Malkisedek yang di Kitab Kejadian adalah zamannya Nabi Ibrahim, sementara Malkisedek di Kitab Mazmur adalah zamannya Nabi Daud, beda zaman kan ??. Inilah yang disebut reosoning model Abah rapuh alias dha'if.

Anehnya saya menganjurkan Abah untu membandingkan Ibrahim di satu sisi dengan Dawud dan Ismail di sisi lain siapa yang kepala negara ?? dengan tambahan catatan dari saya bahwa staus raja (kepala negara) tokoh Daud dan Isma'l didukung oleh literatur dan bukti arkeologis, lha kok abah ngales bahwa para akeolog tidak menyebut Daud dan Sulaiman sebagai Nabi, sehingga dengan entengnya Abah HMNA menyebut perbandingan Ibrahim dengan Daud + Sulaiman adalah bukan apple to aple, ini kan reasoning seenaknya sendiri alias ngawur ya bisa disebut reasoning yang amat dan super dho'if.

Wassalam
Abdul Mu'iz

________________________________
Dari: chodjim <chodjima@gmail.com>
Kepada: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Dikirim: Jumat, 2 Desember 2011 7:47
Judul: Re: [wanita-muslimah] Khilafah tidak ada dalam Al-Quran?

Sedikit ada waktu untuk nimbrung tentang "reasoning".

Inti dari "reasoning" adalah kesimpulan logis. Tetapi, kesimpulan logis tidak berarti kenyataan atau kebenaran itu sendiri. Jadi, sesuatu yang masuk akal hanya bisa berupa benar dalam pikiran dan belum tentu benar dalam kenyataan. Contoh: menafsirkan malkisedek sebagai "raja kebenaran". Sampai di sini tidak salah penafsiran tersebut bila hanya sebatas penerjemahan kata.

Bagaimana dengan "malkisedek" yang ditulis dalam Kitab Kejadian? Apakah sama antara malkisedek yang dimaksudkan dalam Kitab Kejadian, Mazmur, dan Surat Paulus kepada warga Ibrani? Tentu, Abah tidak bisa mengatakan "sama" hanya berdasarkan kesimpulan logis. Kita harus mengkajinya melalui fakta zamannya, peninggalan arkeologinya, dan alat-alat lain untuk pembuktian.

Yang jelas, dalam Alkitab berbahasa Arab yang saya kutip kemarin, disebutkan bahwa Malkisedek adalah "malik madinah salim", yang artinya dia adalah person yang menjadi raja kota Salem. Lalu, ada kata sambung "wa", yang justru menunjukkan bahwa Malkisedek selain raja, dia adalah pendeta Allah yang mahatinggi. Kemudian muncul Malkisedek di Mazmur, yang selain beda waktu dengan rentang ribuan tahun, juga beda makna.

Dalam manajemen pemasaran, hal semacam "malkisedek" itu disebut "brand name" yang berubah menjadi "property". Misalnya, "ODOL" yang sebenarnya adalah merek dagang suatu pasta gigi. Oleh karena "odol" berjaya cukup lama dan tidak ada saingannya di Indonesia waktu dulu, maka hampir semua orangtua di Indonesia kalau beli pasta gigi, menyebutnya beli odol. Misalnya, "Bu, beli odol ...dent (belident, ciptadent, prodent, pepsodent, delident, dan lain sebagainya).

Jadi, bagi orang Yahudi yang tidak mengikuti Paulus, "Malkisedek adalah nama seorang raja Salem di masa Ibrahim".

Kecuali kita maunya penafsiran model "Gatholoco", itu lain hal. Dalam hal inipun Serat Gatholoco tidak bisa kita katakan salah, akan tetapi "model" Surat Paulus adalah juga "model Gatholoco".

Dan, kalau model "Gatholoco" yang kita pakai, tidak salahlah mbah Jusfiq yang selalu ngotot bahwa "muhammad" bukanlah "nama diri" tetapi sifat bagi orang yang terpuji. Artinya, tidak ada nabi yang bernama "Muhammad" dalam fakta historisnya.

Wassalam,

chodjim

----- Original Message -----
From: H. M. Nur Abdurrahman
To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Sent: Friday, December 02, 2011 2:46 AM
Subject: Re: [wanita-muslimah] Khilafah tidak ada dalam Al-Quran?

Bukankah saya sudah katakan:
Selama reasoning saya masih dapat saya pertahankan secara rasional, selama
bantahan lawaan diskusi saya mampu menjawabnya dengan rasional, maka saya
tidak akan berubah pendapat dan tetap bekeyakinan saya benar. Namun saya
berani dan jujur mempublikasikan mengakui secara terbuka bahwa saya salah
dan lawan diskusi saya yang benar, jika reasoning lawan diskusi saya lebih
kuat. Silakan baca kalimat terakhir dalam Seri 488 di bawah:
Ini bunyinya kalimat terakhir itu:
Fuad Rumi yang benar, saya yang salah(*). WaLla-hu a'lamu bishshawa-b.
-----------------------
(*)
Semua Serial di bawan no.488, kalau saya publikasikan kembali sebagai
file-lama, saya koreksi yang perlu diganti SunnatuLlah dengan TaqdiruLlah,
dan untuk Seri selanjutnya, insya-Allah, saya mempergunakan istilah
SunnatuLlah jika menyangkut hukum-hukum Allah tentang kemanusiaan (hukum
sejarah dan hukum Syari'ah) dan TaqdiruLlah jika menyangkut hukum-hukum
Allah yang berlaku di physical worlds.

Wassalam
HMNA

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com

Milis ini tidak menerima attachment.
MARKETPLACE

Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.

.

__,_._,___

0 comments:

Post a Comment