Advertising

Wednesday, 8 December 2010

[wanita-muslimah] AIDS, Akibat Gaya Hidup Sekuler!

 

AIDS, Akibat Gaya Hidup Sekuler!

Bulan Desember dicanangkan sebagai hari AIDS sedunia. Banyak berita-berita
di surat kabar yang berisi tentang AIDS dan ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS).
Mayoritas artikel-artikel itu menulis tentang cara penularan AIDS,
tanda-tandanya dan kemungkinan siapa saja yang rawan terkena penyakit ini.
Jarang banget ada yang membahas gaya hidup apa dan bagaimana yang
melatarbelakangi merebaknya virus ini.

Pembelaan atas penderita AIDS atas nama HAM sudah banyak. Begitu juga
pembahasan tentang kemungkinan orang yang lurus dan bayi yang suci terkena
AIDS juga tidak sedikit. Tapi pernahkah terpikir bahwa semua pembahasan itu
bakal nonsense apabila akar dari permasalahan tidak tersentuh sama sekali.

Penyuluhan AIDS di lokalisasi, pembagian kondom gratis, pendidikan seks di
sekolah-sekolah, itu semua tak menyelesaikan masalah. Bahkan yang ada, AIDS
akibat perilaku seks bebas semakin merebak. Hal ini karena seolah-olah para
aktivis dan pemerintah bahu-membahu dalam melegalkan seks bebas dengan
alasan kebebasan berperilaku. Tak ada pasal yang bisa menjerat pelaku zina
di negeri ini apabila didasarkan suka sama suka. Tak ada pula hukum yang
bisa menjerat perempuan yang menjual dirinya (pelacur) dan laki-laki yang
menjadi gigolo, apalagi pelanggan yang menikmatinya.

....Tak ada pasal yang bisa menjerat pelaku zina di negeri ini apabila
didasarkan suka sama suka. Tak ada pula hukum yang bisa menjerat perempuan
yang menjual dirinya (pelacur) dan laki-laki yang menjadi gigolo, apalagi
pelanggan yang menikmatinya....

Lemah, itu yang terjadi pada hokum buatan manusia. Apalagi hokum ini dalah
warisan dari colonial penjajah Belanda yang memang seks bebas menjadi sebuah
hal yang dianggap biasa dan bukan kejahatan. Maka tak heran bila fenomena
penderita AIDS semakin banyak dan banyak saja. Kucuran dana untuk program
penanggulangan AIDS seakan tak ada artinya. Uang itu hanya makanan empuk
bagi mereka yang oportunis atas nama pembela HAM untuk masuk kantong
sendiri.

Kembali ke topik AIDS. Selama tak ada aturan tegas yang mengatur pergaulan
antar lawan jenis di negeri ini, maka jangan pernah berharap masalah ini
akan selesai dengan tuntas. Yang ada malah masalah lain timbul sebelum
masalah yang satu terselesaikan. Ibarat lingkaran setan, bingung menentukan
ujung pangkal permasalahan.

Hak asasi manusia (HAM) harus tunduk pada hokum syara'. Ini dulu yang harus
dipahami. Ketika hokum syara mengatakan berzina haram, maka biarpun
dilakukan suka sama suka, berzina tetap berzina. Lakukan tindakan tegas bagi
siapa saja pelaku zina tak peduli apa pangkat dan golongannya. Masalahnya,
tindakan tegas bagi pezina seringkali dicemooh sebagai hukuman yang tidak
manusiawi. Dalam Islam, pezina yang belum menikah baik laki-laki maupun
perempuan dijatuhi hukuman cambuk 100 kali dera. Sedangkan bagi yang sudah
menikah, baik laki-laki maupun perempuan, hukumannya adalah dirajam hingga
mati.

Hukuman ini tidak berdiri sendiri. Ada seperangkat aturan lainnya semisal
dalam ranah social, pendidikan, ekonomi, budaya dan lain-lain yang itu semua
merupakan satu kesatuan. Jangan lupa pula semua aturan kehidupan ini berdiri
pada sebuah dasar atau fondasi. Selama fondasi yang ada bukan ketundukan
pada Sang Mahamenciptakan, maka selama itu pula jangan berharap permasalahan
AIDS ini bisa selesai.

....Ketika pola hidup sekuler bin liberal yang menjadi acuan, maka sampai
kapan pun juga AIDS akan menjadi bagian dari masyarakat....

Ketika pola hidup sekuler (memisahkan agama dari kehidupan) bin liberal yang
menjadi acuan, maka sampai kapan pun juga AIDS akan menjadi bagian dari
masyarakat seperti ini. Yang kasihan adalah bayi-bayi mungil tanpa dosa yang
terjangkit virus HIV karena perilaku orang tuanya. Bila masalah ini tak
segera mendapat perhatian dengan solusi jitu, maka mudah diprediksi akan
jadi apa generasi negeri ini sepuluh tahun mendatang.

Tak ada pilihan lain kecuali kembali kepada aturan yang shahih/benar. Islam
saja yang bisa menyelesaikan semua permasalahan termasuk AIDS tanpa
menimbulkan permasalahan baru. Tinggal manusianya saja, mau atau tidak untuk
tunduk pada aturan Allah ini. Dan orang yang berakal, tentu tahu pilihan
mana yang akan dipilih. Orang cerdas, tentu taat syariat donk. Pasti itu!
^_^ [riafariana/voa-islam.com]

http://www.voa-islam.com/teenage/young-spirit/2010/12/05/12122/aids-akibat-g
aya-hidup-sekuler/

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com

Milis ini tidak menerima attachment.
MARKETPLACE

Find useful articles and helpful tips on living with Fibromyalgia. Visit the Fibromyalgia Zone today!


Be a homeroom hero! Help Yahoo! donate up to $350K to classrooms!


Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.

.

__,_._,___

0 comments:

Post a Comment