Almarhum Prof.Drs.H.Lafran Pane
(Wafat 25 Januari 1991) adalah tokoh pemrakarsa pendiri Himpunan Mahasiswa
Islam (HMI) dan pemrakarsa proklamasi, namun hanya masyarakat terbatas yang
mengenalnya.
Yudi Latif, Lulusan (S-3) Australian National
University (ANU) dalam bukunya "Intelegensia Muslim dan Kuasa: Genealogi
Inteligensia Muslim Indonesia Abad Ke-20,hal 502 menyebutkan : Lafran Pane
sebagai generasi ketiga inteligensia muslim Indonesia setelah generasi pertama
(Tjokroaminoto, Agus Salim,dll), generasi kedua (M. Natsir, M. Roem dan Kasman
Singodimedjo pada 1950-an), generasi keempat (Nurcholish Majid, Imadudin
Abdurrahim dan Djohan Efendi pada 1970-an).
Lafran Pane lahir di kampung Pagurabaan, Sipirok, yang
sekarang menjadi ibukota Kabupaten Tapanuli Selatan.. Untuk menghindari
berbagai macam tafsiran, karena bertepatan dengan berdirinya HMI Lafran Pane
mengubah tanggal lahirnya menjadi 12 April 1923.
Beliau adalah adik dari tokoh sejarawan terkemuka di
Indonesia yaitu Sanusi Pane dan tokoh pujangga baru Armijn Pane, Ayahnya
bernama Sutan Pangurabaan Pane adalah tokoh Partai Indonesia (PARTINDO) di
Sumatera Utara. Sebelum masuk Sekolah Tinggi Islam (STI) latar belakang
pendidikan yang utama dari Lafran Pane adalah Pesantren, HIS, MULO, dan AMS
Muhammadiyah. Dia juga pernah belajar disekolah-sekolah nasionalis, seperti
Taman Aksara di Sipirok dan Taman Siswa di Medan (Agussalim Sitompul 1976).
Sebelum tamat dari STI Lafran pindah ke Akademi Ilmu
Politik (AIP) pada bulan April 1948. Setelah Universitas Gajah Mada (UGM)
dinegerikan tanggal 19 desember 1949, dan AIP dimasukkan dalam fakultas Hukum,
ekonomi, sosial politik (HESP). Dalam sejarah Universitas Gajah Mada (UGM),
Lafran termasuk dalam mahasiswa-mahasiswa yang pertama mencapai gelar sarjana,
yaitu tanggal 26 januari 1953. Dengan sendirinya Drs. Lafran pane menjadi
Sarjana Ilmu Politik yang pertama di Indonesia .
Mengenai Lafran Pane Sujoko Prasodjo dalam sebuah
artikelnya di majalah Media nomor : 7 Thn. III. Rajab 1376 H/ Februari 1957,
menuliskan :" Sesungguhnya, tahun-tahun permulaan riwayat HMI adalah hampir
identik dengan sebagian kehidupan Lafran Pane sendiri. Karena dialah yang punya
andil terbanyak pada mula kelahiran HMI, kalau tidak boleh kita katakan sebagai
tokoh pendiri utamanya".
Semasa di STI inilah Lafran Pane mendirikan Himpunan
Mahasiswa Islam (hari rabu pon, 14 Rabiul Awal 1366 H /5 Februari 1947 pukul
16.00). HMI merupakan organisasi mahasiswa yang berlabelkan "islam" pertama di Indonesia dengan
dua tujuan dasar. Pertama, Mempertahankan Negara Republik Indonesia dan mempertinggi derajat rakyat Indonesia .
Kedua, Menegakkan dan mengembangkan ajaran agama Islam. Dua tujuan inilah yang
kelak menjadi pondasi dasar gerakan HMI sebagai organisasi maupun
individu-individu yang pernah dikader di HMI.
Jika dinilai dari perspektif hari ini, pandangan
nasionalistik rumusan tujuan tersebut barangkali tidak tampak luar biasa. Namun
jika dinilai dari standar tujuan organisasi-organisasi Islam pada masa itu, tujuan
nasionalistik HMI itu memberikan sebuah pengakuan bahwa Islam dan Keindonesiaan
tidaklah berlawanan, tetapi berjalin berkelindan. Dengan kata lain Islam harus
mampu beradaptasi dengan Indonesia ,
bukan sebaliknya.
Dalam rangka mensosialisasikan gagasan
keislaman-keindonesiaanya. Pada Kongres Muslimin Indonesia (KMI) 20-25 Desember
1949 di Yogyakarta yang dihadiri oleh 185 organisasi alim ulama dan
Intelegensia seluruh Indonesia, Lafran Pane menulis sebuah artikel dalam
pedoman lengkap kongres KMI (Yogyakarta, Panitia Pusat KMI Bagian Penerangan,
1949, hal 56). Artikel tersebut berjudul "Keadaan dan Kemungkinan Kebudayaan
Islam di Indonesia".
Dalam tulisan tersebut Lafran membagi masyarakat islam
menjadi 4 kelompok. Pertama, golongan awam , yaitu mereka yang mengamalkan
ajaran islam itu sebagai kewajiban yang diadatkan seperti upacara kawin, mati
dan selamatan.
Kedua, golongan alim ulama dan pengikut-pengikutnya
yang ingin agama islam dipraktekan sesuai dengan yang dilakukan oleh Nabi
Muhammad S.A.W.
Ketiga, golongan alim ulama dan pengikutnya yang
terpengaruh oleh mistik. Pengaruh mistik ini menyebabkan mereka berpandangan
bahwa hidup hanyalah untuk akhirat saja. Mereka tidak begitu memikirkan lagi
kehidupan dunia (ekonomi, politik, pendidikan).
Sedangkan golongan keempat adalah golongan kecil yang
mecoba menyesuaikan diri dengan kemauan zaman, selaras dengan wujud dan hakikat
agama Islam. Mereka berusaha, supaya agama itu benar-benar dapat dipraktekan
dalam masyarakat Indonesia
sekarang ini.
Lafran sendiri meyakini bahwa agama islam dapat
memenuhi keperluan-keperluan manusia pada segala waktu dan tempat, artinya
dapat menselaraskan diri dengan keadaan dan keperluan masyarakat dimanapun
juga. Adanya bermacam-macam bangsa yang berbeda-beda masyarakatnya, yang
terganting pada faktor alam, kebiasaan, dan lain-lain. Maka kebudayaan islam
dapat diselaraskan dengan masyarakat masing-masing.
Sebagai muslim dan warga Negara Republik Indonesia ,
Lafran juga menunjukan semangat nasionalismenya. Dalam kesempatan lain, pada
pidato pengukuhan Lafran Pane sebagai Guru Besar dalam mata pelajaran Ilmu Tata
Negara pada Fakultas Keguruan Ilmu Sosial, IKIP Yogyakarta (sekarang UNY),
kamis 16 Juli 1970, Lafran menyebutkan bahwa Pancasila merupakan hal yang tidak
bisa berubah. Pancasila harus dipertahankan sebagai dasar Negara Republik Indonesia .
Namun ia juga tidak menolak beragam pandangan tentang pancasila, Lafran
mengatakan dalam pidatonya:
" Saya termasuk orang yang tidak setuju kalau
Pemerintah atau MPR mengadakan interprestasi yang tegar mengenai pancasila ini,
karena dengan demikian terikatlah pancasila dengan waktu. Biarkan saja setiap
golongan mempunyai interpretasi sendiri-sendiri mengenai pancasila ini. Dan
interpretasi golongan tersebut mungkin akan berbeda-beda sesuai dengan
perkembangan zaman. Adanya interpretasi yang berbeda-beda menunjukan kemampuan
pancasila ini untuk selam-lamanya sebagai dasar (filsafat) Negara ". (hal.6)
Dari tulisan diatas nampak Lafran sangat terbuka
terhadap beragam interpretasi terhadap pancasila, termasuk pada Islam. Islam
bertumpu pada ajarannya memiliki semangat dan wawasan modern, baik dalam
politik, ekonomi, hukum, demokrasi, moral, etika, sosial maupun
egalitarianisme. Egalitarianisme ini adalah faktor yang paling fundamental dalam
Islam, semua manusia sama tanpa membedakan warna kulit, ras, status
sosial-ekonomi.
Wajah islam yang seperti ini selazimnya dapat dibingkai
dalam wadah keindonesiaan. Wawasan keislaman dalam wadah keindonesiaan akan
sesuai dengan perkembangan waktu dan tempat. Untuk kepentingan manusia
kontemporer diseluruh jagat raya ini sebagai rahmatan lil alamin.
Sinkat kata, Lafran Pane Layak dijadikan tokoh nasional
bahkan pahlawan nasional. Kerana HMI Organisasi yang didieikannya telag lahir
tokoh-tokoh bangsa di negeri ini seperti seperti Dahlan Ranuwiharjo, Deliar
Noer, Nurcholish Madjid, Ahmad Syafi Maarif, Kuntowijoyo, Endang Syaifuddin
Anshori, Chumaidy Syarif Romas, Agussalim Sitompul, Dawam Rahardjo, Immaduddin
Abdurrahim, Ahmad Wahib, Djohan Effendi, Ichlasul Amal, Azyumardi Azra, Fachry
Ali, Bahtiar Effendy, dll,
Terdapat juga tokoh-tokoh sosial-ekonomi-politik
seperti HMS Mintaredja, M,Sanusi, Bintoro Cokro Aminoto, Ahmad Tirtosudiro,
Amir Radjab Batubara, Mar'ie Muhammad, Sulastomo, Ismail Hasan Metareum, Hamzah
Haz, Bachtiar Hamzah, Ridwan Saidi, Jusuf Kalla, Amien Rais, Akbar Tanjung,
Fahmi Idris, Mahadi Sinambela, Ferry Mursyidan Baldan, Hidayat Nur Wahid,
Marwah Daud Ibrahim, Munir SH, Adyaksa Dault, Abdullah Hemahua, Yusril Ihza
Mahendra, Syaifullah Yusuf, Bursah Jarnubi, Hamid Awwaluddin, Jimlie
Asshiddiqi, Anas Urbaningrum, dan masih banyak lagi.
Sumber; Hariqo Wibawa Satria (Rico Ws)
[Non-text portions of this message have been removed]
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.






0 comments:
Post a Comment