Gonjreng...
--- In wanita-muslimah@yahoogroups.com, "F e r o n a" <ferona@...> wrote:
>
>
> Nimbrung ...
>
> Aku kadang risih memikirkan bahwa tiap apa yang dilakukan itu mengharapkan diberi pahala dan dimasukkan surga.
Lina: Gak usah risih dan mikirin, mbak. Biarken aja. Betul kate om MUiz, orang itu berlevel-level. Kalo dia berbuat baik krn mengharapkan surga dan pahala ya gpp dunk pokoke die berbuat baik. Iya tak? Yang masalah kan kalo die merusak tp ngarep pahala dan surga.
Allah Maha Tahu kalo manusia itu gak bs diseragamin jadi satu macem. Lah emang diciptakan berbeda.
**********
>
> Dengan sejuta nikmat yang telah diberi Allah kepada kita, apakah kita masih harus berhitung pahala dg Allah? Itung2an kayak karyawan dg perushaan. Kita lakukan ini dan itu supaya Allah kasih pahala kepada kita. Kayak karyawan mengharap gajian & kenaikan pangkat. Bahkan membunuh orang yg tak seiman atau tak sealiran dengan kita pun, kita atas namakan pahala dan syahid.
Lina: Nah disini ada pencampuradukan masalah yg gak seharusnya. Pdhal mesti na dikotomis...:-) tapi intinya seperti yang ane diatas katakan itu lah. Berhitung pahala dengan Allah? Ane rasa kita sendiri yg ngitung pahala buat kita. Biarin aja deh..tulung itungin juga dunkz pahala wat ane...he he he...
>
> Bagaimana kalau mulai berpikir, menolong orang lain itu apapun agamanya, kepercayaannya, akan membuat Allah bahagia dan bangga pada kita :)
Lina: Ane rasa berbuat baik ya karena Allah saja or mo dapet Ridha Allah (spy Allah Ridha ama kite, pan kite yang butuh Allah). Kalo dibilang 'bangga' kyknya kok nyamain ama manusia? ape bener Allah bangga? ada ape Sifat Allah Yang Maha Bangga ?
>
> Allah itu bangga pada manusia yg mampu memberi kebaikan pada makhluk lainnya. Kan kita khalifah di muka bumi ini. Kan itu yg Allah bilang waktu malaikat dan iblis mempertanyakan penciptaan manusia.
>
> So bikinlah Allah bangga dengan membuktikan bahwa kita manusia memang bisa membawa kebaikan di permukaan bumi ini.
>
> Kenapa tak digembar-gemborkan kisah2 rasul & sahabat saat mereka menunjukkan sifat Islam yg damai dan mengayomi? Kisah jihad2an ini terlalu sering didoktrinkan ke umat Islam shg perang dan bunuh menjadi suatu instruksi bawah sadar.
>
> Stop ide penghancuran, pemusnahan, perusakan. Semua pasti ada jalan keluar damainya.
>
> Yuk, kerja lagi :)
>
> Kembali ke laptop.
Lina: Mari2 stop penghancuran, pemusnahan, perusakan....kecuali pemusnahan kebiadaban...:-)
wassalam,
>
>
>
>
> Salam manis,
> F e r o n a
> http://www.cakefever.com
>
> -----Original Message-----
> From: Abdul Muiz <muizof@...>
> Sender: wanita-muslimah@yahoogroups.com
> Date: Wed, 5 Jan 2011 10:30:06
> To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
> Reply-To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
> Subject: Bls: [wanita-muslimah] Umair Bin Abi Waqas Syahid Pada Usia Muda
>
> Zaman Nabi memang banyak perang fisik, sehingga ukuran syahid menjadi mudah,
> kalau zaman sekarang, misalnya Mas Yudi Yuliadi meninggal dunia saat menjadi
> sukarelawan korban gunung merapi meletus, bisa masuk kategori syahid apa enggak
> ya ??
>
> Wassalam
> Abdul Mu'iz
>
>
>
> ________________________________
> Dari: Yudi Yuliyadi <yudi@...>
> Kepada: wanita-muslimah@yahoogroups.com
> Terkirim: Rab, 5 Januari, 2011 08:44:11
> Judul: [wanita-muslimah] Umair Bin Abi Waqas Syahid Pada Usia Muda
>
>
> Umair Bin Abi Waqas Syahid Pada Usia Muda
>
> Umair bin Abi Waqas memeluk Islam pada masa permulaan Islam. Ia adalah
> saudara kandung Saad bin Abi Waqas.
>
> Saad bercerita, "Ketika akan berlangsung Perang Badar, aku melihat pasukan
> kaum muslimin siap untuk diberangkatkan ke medan perang. Adikku, Umair, yang
> masih berumur sembilan tahun, berlari ke sana ke mari sambil bersembunyi.
> Aku merasa heran dengan tingkah lakunya itu, kemudian aku bertanya, "Mengapa
> kamu bersembunyi?"
>
> Ia menjawab, "Aku khawatir keberadaanku diketahui Rasulullah shalallahu
> 'alaihi wassallam, lalu beliau melarang aku ikut berjihad karena aku masih
> kecil. Padahal aku ingin sekali ikut berjihad dan mati syahid."
>
> Sebelum berangkat ke medan perang, Rasulullah shalallahu 'alaihi wassallam
> memeriksa barisan pasukannya. Yang dikhawatirkan Umair pun terjadi. Beliau
> menemukan Umair yang sedang bersembunyi di belakang barisan pasukan.
> Rasulullah shalallahu 'alaihi wassallam. lalu melarang Umair untuk ikut
> perang karena usianya yang masih muda dan badannya belum cukup kuat untuk
> mengikuti peperangan. Beliau kemudian menyuruh Umiair kembali pulang ke
> rumahnya.
>
> Mendengar larangan Rasulullah shalallahu 'alaihi wassallam itu, Umair
> menangis meraung-raung sehingga orang-orang di sekelilingnya terharu.
>
> Rasulullah shalallahu 'alaihi wassallam pun ikut terharu. Akhirnya-beliau
> mengizinkan Umair ikut bergabung bersama pasukan muslimin yang akan
> berangkat ke Badar.
>
> Umair sangat gembira. Ia pun diberi perlengkapan perang, yaitu sebilah
> pedang panjang. Karena badan Umair yang kecil, pedang yang itu diikatkan
> pada pinggangnya agar tidak menyentuh tanah. Berangkatlah Umair bersama
> pasukan muslimin yang dipimpin oleh Rasulullah shalallahu 'alaihi wassallam
> ke Badar.
>
> Terjadilah peperangan yang tidak seimbang karena jumlah pasukan musuh tiga
> kali lebih banyak dibanding pasukan muslimin. Saat itu, tiga ratus orang
> pasukan muslim harus menghadapi pasukan musyrikin yang berjumlah seribu
> orang. Dengan izin Allah, perang Badar akhirnya dimenangkan oleh pasukan
> muslimin. Umair, sang pahlawan cilik, mendapatkan apa yang diinginkannya. la
> mati syahid terbunuh oleh pasukan musuh.
>
> (Sumber : K.H. Abdullah Zaky Al-Kaaf, H.F. Rahadian . Kisah Perang Badar,
> Bandung : CV Pustaka Setia, 2001)
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.






0 comments:
Post a Comment