Khilafah menurut qadianisme
Dikutip dari publikasi qadiyanisme:
Kalimat: "Kenabian akan tetap berada di antaramu selama Allah menghendaki. Dia akan mengakhirinya dan meneruskannya dengan khilafat menurut tata-cara kenabian selama Dia menghendaki dan kemudian akan mengakhirinya." - Ini merujuk pada masa kenabian Rasulullah s.a.w. dan para khalifahnya/penerusnya (Hadhrat Abu Bakr r.a., Hadhrat Umar r.a., Hadhrat Ustman r.a., dan Hadhrat Ali r.a.) yang menjalankan khilafat berdasarkan tata cara kenabian sepeninggal Rasulullah s.a.w. Nubuat ini telah sempurna tergenapi.
Kemudian kalimat berikutnya: "Kemudian akan menyusul suatu kerajaan yang penuh sengketa dan akan berlaku sepanjang dikehendaki oleh Allah dan kemudian berakhir." Ini merujuk pada masa Khilafat dalam dinasti Umayyah, Abbasiah dan lain-lain. Nubuatan ini telah tergenapi.
Kalimat ini: "Kemudian akan terwujud kerajaan zalim yang akan berlangsung selama dikehendaki oleh Allah dan berakhir menurut perintah-Nya." - nubuatan ini telah tergenapi dan diakhiri dengan dibubarkannya Kerajaan Turki Usmaniyah pada tahun 1924.
Sekarang, kalimat: "Kemudian akan muncul khilafat menurut tata-cara kenabian (khilafat 'ala minhaaj al-nubuwwah). Kemudian Rasulullah s.a.w. diam." - Ini menunjukkan bahwa akan muncul lagi kenabian dan lahirnya lembali (re-instutusi) khilafat seperti pada masa Rasulullah s.a.w. dan para Sahabat dulu.
Para ahli tafsir menjelaskan, bahwa kalimat Hadits ini ditujukan kepada the second coming of Isa al-Masih, yang sepeninggalnya kemudian dilanjutkan dengan Khalifah yang menurutkan tata cara kenabian (khilafat 'ala minhajjin nubuwwah).
Lalu mengapa Rasulullah s.a.w. diam? Rasulullah s.a.w. hanya mengabarkan kedatangan al-Masih ibn Maryam saja untuk
umat Islam, dan beliau tidak menjelaskan keadaan sepeninggal al-Masih, namun beliau implicitly dalam Hadits bahwa
khilafat sepeninggal al-Masih nanti haruslah sesuai dengan tata-cara kenabian (khilafat 'ala minhajjin nubuwwah).
Jadi, Khalifah sebagai pemimpin Khilafat itu bisa muncul setelah adanya seorang nabi, yang di tempat lain dalam berbagai Hadits dilansir oleh Rasulullah s.a.w. sebagai nabi Isa al-Masih ibn Maryam.
***
Bukan main manipulasi qadiyanisme tersebut !
Khalifah sebagai pemimpin Khilafat itu bisa muncul setelah adanya seorang nabi, yang di tempat lain dalam berbagai Hadits dilansir oleh Rasulullah s.a.w. sebagai nabi Isa al-Masih ibn Maryam, inikan yang dimaksud oleh anaknya Ghulam Ahmad, tidak lain dari ayahnya sendiri yang itu Ghulam Ahmad sebagai reinkarnasi dari Isa al-Masih ibn Maryam yang telah wafat dalam arti meninggal dunia.
Nah coba lihat kebohongan qadiyanisme tsb.
"Kemudian akan terwujud kerajaan zalim yang akan berlangsung selama dikehendaki oleh Allah dan berakhir menurut perintah-Nya." - nubuatan ini telah tergenapi dan diakhiri dengan dibubarkannya Kerajaan Turki Usmaniyah pada tahun 1924.
Bukankah datangnya Ghulam Ahmad sebagai reinkarnasi dari Isa al-Masih ibn Maryam telah terjadi sebelum tahun 1924 ?
Howgh
HMNA
[Non-text portions of this message have been removed]
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.






0 comments:
Post a Comment