Om Sunny dan Mbak Ning, serta Mas Donnie
1) justru supaya tidak berputar-putar, om sunny. Saya ingin kembali ke pokok
persoalan dengan pertanyaan fundamental tsb.
2) Saya mencoba sharing atas pertanyaan mendasar saya, mbak Ning :
3) Saya setuju tanggapan mas Donnie bahwa khilafah adalah persoalan cara bukan
tujuan.
Persoalan Pertama : Pembentukan Khilafah itu merupakan perkara aqidah, ibadah
pokok, atau bukan ?
Tentu ada dua kemungkinan jawaban ya atau bukan.
Kalau menjawa ya alias khilafah adalah persoalan aqidan dan ibadah, maka
pertanyaan selanjutnya adalah apakah pengusung ide khilafah mau menambah rukun
iman 6 (enam) perkara dan rukun islam 5 (lima) perkara menjadi ditambah lagi
"iman kepada khilafah" ? Atau bagaimana menjelaskan bahwa konsep khilafah
merupakan satu paket dengan ajaran islam ??
Nah saya lebih condong atau setuju bahwa pembentukan khilafah bukan merupakan
perkara aqidah maupun ibadah. Karena kalaupun Nabi Muhammad memerintahkan baiat
kepada pemimpin, tidak harus model masa beliau, karena yang namanya model
kepemimpinan atau how to manage community adalah persoalan duniawiah dimana
berlaku qaidah hukum asal adalah mubah alias boleh berkreasi apapun sepanjang
tidak ada dalil yang mengharamkan secara tegas terhadap masalah ybt.
Bahwa nabi Muhammad memerintahkan umat beliau agar mencontoh manhaj dari diri
beliau sendiri dan para sahabat dan penerusnya adalah dalam hal aqidah, ibadah
pokok dan akhlaq mulia. Lebih-lebih lagi persoalan khilafah adalah persoalan
umat islam berpartisipasi di bidang politik ya harus senantiasa mengupdate diri
sesuai perkembangan zaman, bukan mengcopy paste model khilafah masa lalu.
Persoalan Kedua : Pembentukan Khilafah itu merupakan masalah tujuan ataukah
masalah cara ?
Menurut hemat saya, Khilafah jelas bukan tujuan, aneh sekali kalau khilafah
adalah tujuan, karena khilafah adalah model yang pernah muncul di muka bumi
dalam persoalan bagaimana mengelola umat agar sesuai dengan ridha ilahi yang
sudah barang tentu response menghadapi berbagai permasalahan amat dibatasi oleh
ruang lingkup dan kelaziman di zamannya. Karena model adalah cara, maka kalau
dijadikan tujuan sungguh rancu alias kacau. Sebagaimana yang disampaikan Mas
Donnie tujuan dan cara adalah dua hal yang berbeda, yang kemudian disentil mas
Donnie ada pepatah banyak jalan menuju Roma, yang kemudian dimodifikasi oleh mas
Donnie banyak jalan menuju Arab atau mekkah. Kalau zaman Khilafah mampu
menegakkan syari'ah maka sebenarnya upaya menegakkan syariah tidak hanya
monopoli milik khilafah Islam, zaman sekarang juga bisa dan era demokrasi tidak
ada aturan yang menghalangi penegakan syari'ah, contohnya perda syari'ah yang
meskipun menuai banyak kritik tetap dari segi kulit sudah mengupayakan dan itu
riel kan ?? Semoga ada yang berkenan menambahi.
Wassalam
Abdul Mu'iz
________________________________
Dari: sunny <ambon@tele2.se>
Kepada: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Terkirim: Rab, 2 Februari, 2011 15:49:01
Judul: Re: Bls: Bls: Bls: [wanita-muslimah] Memecah Belah Dunia Muslim
Masa sekarang banyak umat perut keroncong, apakah tidak penting dipikirkan dan
dibicarakan daripada berputar-putar pada "keemasan" masa silam yang tidak akan
kembali?
----- Original Message -----
From: Lestyaningsih, Tri Budi (Ning)
To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Sent: Wednesday, February 02, 2011 9:33 AM
Subject: RE: Bls: Bls: Bls: [wanita-muslimah] Memecah Belah Dunia Muslim
Mas Muiz,
Jawabannya, menurut mas Muiz, dari kedua persoalan di bawah itu apa ? Pls info
ya..
Thanks sebelumnya.
Wassalaam,
-Ning
-----Original Message-----
From: wanita-muslimah@yahoogroups.com [mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com]
On Behalf Of Donnie
Sent: Wednesday, February 02, 2011 4:22 PM
To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Subject: Re: Bls: Bls: Bls: [wanita-muslimah] Memecah Belah Dunia Muslim
Setuju mas Mu'iz. Cara dan tujuan adalah dua hal yang berbeda, Dan banyak jalan
menuju arab (kalo Roma nanti gak pada mau karena negeri kafir).
;D
--
Sent from my Android phone with K-9 Mail. Please excuse my brevity.
Abdul Muiz <muizof@yahoo.com> wrote:
Kalau menurut hemat saya memahami masa lalu tentang Khilafah itu tidak harus
merujuk apalagi mengcopy paste praktek masa lalu. Karena khilafah adalah sarat
dengan muatan politik, maka sudah seyogyanya mengikuti perkembangan zaman,
karena praktek kekhalifahan masa lalu itu amat dibatasi pada situasi kelaziman
masa lalu. Sebelum mengkaji khilafah menurut hemat saya perlu disepakati dulu
masalah khilafah itu dari aspek berikut:
1) Pembentukan Khilafah itu merupakan perkara aqidah, ibadah pokok, atau bukan ?
2) Pembentukan Khilafah itu merupakan masalah tujuan ataukah masalah cara ?
Kalau clear persoalan tsb, baru membahas khilafah itu sendiri.
1) Pada aspek yang pertama saya ingin menggaris bawahi :
Untuk perkara aqidah dan ibadah pokok maka ada qaidah yang bisa diterima seluruh
kaum muslimin, yaitu ittiba' yakni ikuti apa yang dicontohkan, jangan mengarang
atau memperbarui, karena ada larang untuk kreasi baru. Hukum asal wajib
mengikuti contoh.
Untuk perkara selain aqidah dan ibadah pokok maka qaidah yang bisa diterima,
yaitu ibtida', yakni boleh berkreasi sepanjang tidak ada kejelasan dalil yang
mengharamkannya. Hukum asal adalah mubah.
2) Pada aspek tujuan dan cara, kemunculan umat islam di muka bumi itu tujuannya
apa ? kalau merujuk qur'an maka ada sebutan baldatun thayyibatun wa rabbun
ghafur dan rahmatan lil 'alamin, dengan demikian sebenarnya kalau kembali ke
pertanyaan tsb (membentuk khilafah itu tujuan apa cara ?) adakah petunjuk dari
qur'an yang memerintahkan secara tegas membentuk khilafah di muka bumi ? yang
ada ada adalah "aku jadikan manusia sebagai khalifah" artinya posisi bukan
sistem. Nah kalau cara apakah tidak boleh berkreasi, artinya apakah umat islam
yang berbaur dengan sistem kenegaraan yang beraneka ragam apakah itu masih
dianggap belum memadai misalnya untuk menegakkan syari'at atau menjalankan
syari'at apabila tidak dihalangi dalam sistem negara demokrasi ?
Wassalam
Abdul Mu'iz
________________________________
Dari: H. M. Nur Abdurahman <mnur.abdurrahman@yahoo.co.id>
Kepada: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Terkirim: Rab, 2 Februari, 2011 08:00:41
Judul: Re: Bls: Bls: [wanita-muslimah] Memecah Belah Dunia Muslim
Saya ulangi:
Jadi pikiran yang kacau dan skhizofrenik adalah justru mereka yang tidak
faham karena tidak mengkaji masa lalu tentang Khilafah.
[Non-text portions of this message have been removed]
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.






0 comments:
Post a Comment