1. Karena menurut saya tulisan saya Seri 954 itu bersih dari virus
skhizofren, maka tolong Pak KM tujukkan.
2. Dan btw, bukankah muncul statement skhizofren itu tatkala Pak KM
menanggapi ttg substansi Iran yang berpotensi jadi khilafah yang saya tulis
dalam Seri 954 tsb.? Makanya saya posting ulang Seri Seri 954.
3. Dalam Seri 954 tsb saya tulis HT pernah mengadakan pendekatan denga FIS
Aljazair yang memenangkan Pemilu, dan FIS setuju tetapi diberangus oleh
rejim militer dengan suport USA. Setelah itu HT melaukan pendekatan pada
Republik Islam Iran, tetapi Iran belum menerima sebab belum punya kekuatan
berimbang dengan negara-negara super poweer.
Wassalam
HMNA
----- Original Message -----
From: <kmjp47@indosat.net.id>
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
Sent: Thursday, February 03, 2011 09:20
Subject: Re: [wanita-muslimah] Pak KM, yang mana dalam Seri 954 yang
mengandung skhizofrenik
Ketika saya mengatakan skhizofren, rasanya sedang tidak
sedang membahas tulisan berseri Pak HMNA, dan saya tidak
pernah membaca tulisan berseri tersebut. Kalau sudah tahu
apa arti skhizofren, silakan perhatiakn posting saya kira-
kira yang mana yang saya anggap skhizofren.
KM
----Original Message----
From: mnur.abdurrahman@yahoo.co.id
Date: 03/02/2011 6:05
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
Subj: [wanita-muslimah] Pak KM, yang mana dalam Seri 954
yang mengandung skhizofrenik
Pak KM saya tahu apa itu skhizofrenik. Saya tantang Pak KM
untuk menunjukkan bagian dari tulisan saya yang berkhayal
di masa lalu. Mari kita fokus yang mana dalam tulisan saya
itu yang berkhayal di masa lalu. Ini saya ulangi::
*******************
BISMILLA-HIRRAHMA-NIRRAHIYM
WAHYU DAN AKAL - IMAN DAN ILMU
[Kolom Tetap Harian Fajar]
954 HAM Tanpa Batas dan Khilafah
Saya mulai dengan informasi yang tidak ada hubungannya
dengan judul. Penyerang tengah tim nasional yang gigih dan
produktif Christian Gonzales, nama Islamnya yaitu Mustafa
Habibi,
***
Substansi kekhalifahan (khilafah) sekarang sudah
dijalankan pihak non-muslim, yaitu kenyataan: bersatunya
nation states Eropa dengan membentuk Uni Eropa, memiliki
mata uang bersama (Euro), terbentuknya pakta (pact)
pertahanan dan keamanan bersama yaitu North Atlantic Treaty
Organization (NATO), serta tidak memerlukan visa bagi para
warga negara Uni Eropa untuk lintas batas nation states
dalam wilayah Uni Eropa. Demikian pula PBB, ASEAN, dll,
baru dalam taraf "trend" dari Nation States menuju kesatuan
dalam "khilafah". Tanda kutip pada "khilafah" maksudnya
BUKAN khilafah yang sebenarnya.
Amerika (USA) sudah sejak lama berupaya sekuat tenaga
melakukan tindakan "khilafah" dunia, melakukan campur
tangan ke nation states yang jauh diluar batas geografis
wilayah kedaulatannya dengan mengatas-namakan demokrasi dan
Hak Asasi Manusia (HAM) serta memakai mekanisme
International Monetary Fund (IMF) dan World Bank. Campur
tangan ke nation states oleh USA dalam rangka upaya
melakukan tindakan "khilafah" dunia dengan mengatas-namakan
HAM, itulah yang memberikan inspirasi kepada saya menulis
judul di atas itu.
Terkait dengan HAM ini, Human Right Watch (HRW), pada 1
Desember 2010 yaitu 9 hari menjelang Peringatan HAM se-
Dunia pada konferensi pers dalam laporannya yang berjudul
"Menegakkan Moralitas: Pelanggaran dan Penerapan Syariah di
Aceh Indonesia" menyebutkan bahwa dua Perda Syariah
mengenai larangan khalwat serta mengenai busana Muslimah
telah melanggar HAM. HRW mendesak pemerintah lokal di Aceh
dan pemerintah pusat Indonesia mencabut kedua Perda tsb.
Cis/amboi, HRW ini sudah terlalu lancang melakukan
religious blasphemy, penodaan agama Islam, pelanggaran Hak
Asasi Ummat Islam.(*)
Timbulnya "agama" baru, yaitu "agama" HAM dengan ciri khas
yang berlandaskan paradigma liberalisme sangat berbahaya
bagi kemanusiaan yang beradab dalam beberapa aspek.
Di dalam bidang sosial dengan alasan kebebasan berperilaku
sebagai ekspresi kebebasan individu, *agama* HAM
berlandaskan paradigma liberalisme mengusung praktek yang
keji, yang menyimpang dari kemanusiaan yang beradab seperti
seks bebas, homoseksual/lesbian, pornografi/porno aksi,
yang atas alasan inilah Perda khalwat di Aceh diprotes oleh
HRW karena Perda itu menghalangi praktek yang keji tsb.
-- WLA TQRBWA ALZNY ANH KAN FAhSyt WSAa SBYLA, dubaca:
walaa taqrabuz zinaa innahuu kaana faahisyatan wasaa-a
sabiilan, artinya:
-- Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina
itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang
buruk (S.Bani Israil, 17:32)
Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional dengan telak
menunjukkan bahwa pada 2010 sebanyak 51% remaja di
Jabotabek tidak perawan lagi karena perzinaan, demikian
pula dengan kota-kota besar lainnya di Indonesia berkisar
antara 47% hingga 54% tidak perawan lagi karena perzinaan.
Paralel dengan itu meningkat pula jumlah pengidap HIV/Aids,
yang menunjukkan adanya relasi sebab-akibat di antara kedua
fakta tsb.
Di bidang politik lepasnya Timor Timur dari Indonesia
tidak terlepas dari tuntutan yang sengit dari aktivis
penganut "agama" HAM sedunia yang berlandaskan paradigma
liberalisme. Dengan alasan yang sama Papua potensial
terancam oleh pemisahan diri dari NKRI dengan kecambah
Gerakan Papua Merdeka.
Di dalam bidang ekonomi liberalisasi ekonomi (neolib)
adalah anak dari "agama" HAM yang berlandaskan paradigma
liberalisme itu pula. Tambang minyak, emas dan perak,
dirampok pemodal asing atas nama kebebasan investasi dan
perdagangan bebas.
Alhasil, HAM patut mengindahkan nilai wahyu dan kearifan
lokal yang luhur, bukan merupakan "agama" baru yang
bertumpu di atas paradigma liberalisme.
***
Kembali pada substansi khilafah, kok sementara intern
ummat Islam masih meributkan perlu atau tidaknya khilafah,
nah coba lihat pihak-pihak non-muslim secara eksplisit
telah memulai melakukannya. Sebetulnya bentuk khilafah
bukanlah suatu yang utopis atau sekedar merindukan dan
bernostalgia dalam kejayaan masa silam Islam tetapi memang
sesuatu yang bisa diwujudkan. Contohnya yang telak yaitu
nation states non-muslim yang telah mulai melakukannya
sekarang ini, seperti dipaparkan di atas pada permulaan
tulisan ini.
Tentu saja Khilafah Dawlah Islamiyah potensial akan
bersaing dengan "khilafah" yang berupaya untuk menguasai
dunia sekarang, karena bukan saja Khilafah Dawlah Islamiyah
telah terbukti pernah ada dalam sejarah, tetapi juga
berpotensi akan mengancam kepentingan dan penguasaan dunia
dari tangan "khilafah" USA. Oleh karena itu dapat difahami
bahwa USA berusaha sedapat mungkin agar tidak timbul
Khilafah Dawlah Islamiyah. Republik Islam Iran yang
berpotensi menjadi Khilafah Dawlah Islamiyah yang sementara
mengembangkan kekuatan riel tenaga nuklir sangat dimusuhi
dan ditakuti oleh USA. Provokasi yang mempertajam
pertentangan Ahlusssunnah vs Syi'ah di Iraq tidak lepas
dari skenario grand design yang dipicu oleh ketakutan
bangkitnya Khilafah Dawlah Islamiyah tersebut.
Ala kulli hal, ummat Islam tak perlulah alergi terhadap
Khilafah Dawlah Islamiyah, karena hal itu sesuatu yang
wajar-wajar saja, karena untuk memberikan perlindungan dan
memelihara kepentingan ummat Islam se-dunia.
WaLlahu a'lamu bisshawab.
----------------------
(*)
"Uneasy support seen for sharia", demikian headline The
Jakarta Post 24 Juni 2008. Judul yang provokatif ini lebih
kurang maknanya: Dukungan terhadap syariah yang
mengkhawatirkan. Pasalnya, hasil dari Roy Morgan Research
(RMR) menunjukkan bahwa mayoritas (52%) rakyat Indonesia
mendukung diterapkannya Syariah Islam untuk negara ini. Dan
inilah yang dikhawatirkan oleh The Jakarta Post yang
ditunjukkan oleh judul headline-nya yang provokatif itu
mengenai hasil RMR tsb.
*** Makassar, 26 Desember 2010
[H.Muh.Nur Abdurrahman]
http://waii-hmna.blogspot.com/2010/12/954-ham-tanpa-batas-
dan-khilafah.html
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.






0 comments:
Post a Comment