Advertising

Monday, 5 September 2011

Re: [wanita-muslimah] Re: Tanggapan, Ulasan dan Himbauan

 



----- Original Message -----
From: chodjim
To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Sent: Monday, September 05, 2011 8:17 PM
Subject: Re: [wanita-muslimah] Re: Tanggapan, Ulasan dan Himbauan

Ini kan memang bukan masalah ulama bodoh atau tidak. Ini masalah paham atau tidak, sepaham atau tidak dengan TANGGAL MERAH yang sudah ditetapkan negara pada beberapa bulan sebelum 1 Januari 2011.

Dalam kehidupan bernegara yang menggunakan tanggalan CE (Common Era, bukan Christ Era lho), pemerintahnya telah bersidang untuk menetapkan tanggal dan bulan apa saja yang disebut sebagai HLN (hari libur nasional). Sudah barang tentu untuk Indonesia, ahli hisab dari berbagai kalangan diundang untuk merumuskannya. Oleh karena itu, dalam agama Islam, Alquran dengan jenius menyatakan "fa man syahida min kum al-syahr" (maka, barangsiapa di antara kalian yang menyaksikan wulan/month). Jelas sekali dalam ayat itu tidak digunakan kata "raa" yang artinya melihat, dan tidak pula digunakan kata "qamar" yang artinya bulan (moon).
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||

WAHYU DAN AKAL - IMAN DAN ILMU

988 Arti Syahida dan Wilayatul Hukmi

Apa arti kata syahida ? Akarnya dari Syin-Ha-Dal, dan artinya akan ditelusuri dalam kamus otentik yaitu Al-Quran dengan prinsip ayat menjelaskan ayat.

-- FMN SyHD MNKM ALSyHR FLYShMH (2:185), dibaca: faman syahida mingkumusy syahra falyasumhu, terjemahan oleh Departemen Agama RI:
-- Barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, hendaklah berpuasa (lihat halaman 45 dari AL QURAN AL KARIM dan TERJEMAHANNYA, edisi 1971)
-- QL HLM SyHDAaKM ALDzYN YSyHDWN AN ALLH hRM HDzA FAN SyHDWA FLA TSyHD
M'AHM(6:150), dibaca: qul halumma syuhadaa-akumul ladziina yasyhaduuna annaLlaaha harrama haadzaa fain syahiduu falaa tasyhadu ma'ahum artinya:
-- Katakanlah, bawalah kemari saksi-saksimu yang mempersaksikan, bahwa Allah
mengharamkan ini. Jika mereka bersaksi, janganlah engkau menjadi saksi
bersama meraka.

Dalam ayat (6:150) terdapat 4 bentuk dari kata dasar syahida, berupa satu
bentuk isim dengan wazan Fu'laaun, dan tiga bentuk fi'il berupa tasrif,
yasyhaduuna, syahiduu, tasyhadu, semuanya berarti saksi.

Dalam ayat (2:282), yaitu ayat yang terpanjang, jadi tidak dituliskan untuk menghemat ruangan, termaktub 3 isim dalam bentuk: syahidayni, syahaadatun, syahiidun, dan 2 fi'il yang ditasrifkan: tasyhiduu, asyhiduu semuanya berarti saksi.

Akan ditelusuri lebih lanjut arti kata syahida:
-- SyHD ALLH ANH LA ALH ALA HW (3:18), dibaca: shahida Llaahu annahuu laa ilaaha illaa huwa, artinya:
-- Allah menyatakan bahwa tidak ada ilah kecuali Dia. Syahida artinya
menyatakan.
-- SyHD SyAHD MN AHLHA (12:26), dibaca: syahida syaahidum min ahlihaa), artinya:
-- Seorang saksi menyaksikan di antara keluarganya. Syahida artinya menyaksikan.
-- SyHD 'ALYHM SM'AHM (41:20), dibaca: syahida 'alaihim sam'uhum, artinya:
-- Menyaksikan pada mereka pendengaran mereka. Syahida artinya menyaksikan.
-- MN SyHD BALhQ (43:86), dibaca: man syahida bil haqqi, artinya:
-- barang siapa yang mengaku dengan kebenaran. Syahida artinya mengaku.
-- SyHD SyAHD MN BNY ASRAaYL (46:10), dibaca: syahida syaahidum mim banii israaiila), artinya:
-- seorang saksi menyaksikan dari Bani Israil. Syahida artinya menyaksikan.

Patut pula diperhatikan syahida dalam bentuk tasrif tasyhaduuna dalam 3
ayat:
dalam 2:84, tasyhaduuna = mengakui
dalam 3:70, tasyhaduuna = memperaksikan atau mengakui
dalam 6:19, ada empat bentuk yang berasal dari kata syahida, yaitu:
tasyhaduuna = menyaksikan, syahaadatun = kesaksian, syaahiydun = seorang
saksi, asyhadu = saya bersaksi.

Akar kata dari Syin-Ha-Dal dalam Al-Quran ditasrifkan menjadi:
syahidtum dalam satu ayat, yaitu: 41:21
syahidnaa dalam 4 ayat: 6:130, 7:172, 12:81, 27:49
syahaduu dalam 6 ayat: 3:86, 4:15, 6:130, 6:150, 7:37, 43:19
asyhadu dalam satu ayat: 6:19
tasyhadu dalam 4 ayat: 6:150, 24:38, 24:24, 36:65
tasyhaduuna dalam 3 ayat: 2:84, 3:70, 6:19
tasyhaduuni dalam satu ayat: 27:32
tasyhiduu, asyhiduu dalam ayat 2:282

Alhasil melihat tasrif itu, ternyata kata syahida itu adalah kata yang musytarak (homonim = kata yang mempunyai arti lebih dari satu), tergantung dari konteksnya dalam kalimat, yaitu: menyaksikan, mengakui, dan menyatakan. Namun setelah ditelusuri arti syahida tsb dengan mempergunakan Al-Quran sebagai kamus, maka ternyata tidak ada yang bermakna hadir dalam penelusuran ayat-ayat di atas itu.

Pekerjaan syahida yang artinya menyaksikan, mengakui, dan menyatakan hanya bisa dilakukan dengan perhitungan, dan inilah landasan Nash dalam hubungannya dengan metode hisab dalam menentukan masuknya bulan Ramadhan dan 'Iyd Al-Fithri.

-- 'An Abiy Hurayrata yaquwlu qaala nNabiyyu Sh M shuwmuw liru'yatihi wa afthuruw liru'yatihi, fain ghubbiya 'alaykum fakmiluw 'iddata sya'baana tsalaatsiyn, (Rawahu Bukhariy), artinya:
-- Dari Abu Hurayrah (ia) berkata: Nabi SAW (telah) bersabda puasalah kamu apabila melihatnya dan berbukalah apabila kamu melihatnya dan jika tertutup atasmu maka sempurnakanlah bilangan Sya'ban tiga puluh (HR Bukhari).

inilah landasan Nash dalam hubungannya dengan metode rukyah.

***

Tentang wilayatul hukmi
Muhammadiyah menggunakan prinsip wilayatul hukmi, sebagai satu wilayah hukum wujudul hilal di suatu daerah berlaku untuk seluruh wilayah Indonesia. Persis yang juga mempergunakan metode hisab, namun tidak mendasarkan keputusannya pada prinsip wilayatul hukmi.

Kuraib diutus oleh Ummu Fadhal kepada Mu'awiyah di Syam untuk suatu keperluan. Setelah kembali, dia bertemu dengan Ibnu Abbas dan cerita-cerita hingga menyebutkan tentang hilal. Ibnu Abbas bertanya kepadanya, "Kapan kalian melihat hilal?" Kuraib bercerita bahwa ketika di Syam mereka melihat hilal pada malam Jum'at. Ibnu Abbas berkata, tetapi kami melihatnya malam Sabtu. Ibnu Abbas bertanya lagi dengan meyakinkan apakah Kuraib sendiri melihatnya. Dia menjawab, ya. Kuraib bertanya, "Tidakkah suduh cukup dengan rukyah hilalnya Mu'awiyah (yakni di Syam)?" Ibnu Abbas menjawab, "Tidak." Andai sampai di sini saja percakapan itu, maka hadits ini mauquf Ibnu Abbas. Namun pada bagian akhirnya Ibnu Abbas melanjutkan, "Demikianlah kami diperintahkan oleh Rasulullah SAW." Dengan demikian, maka hadits ini marfu'.

Alhasil hadits ini menunjukkan wujudul hilal tidak berdasar atas wilayatul hukmi, melainkan tergantung mathlaq. Karena Indonesia ini memanjang dari barat ke timur, maka waktu wujudul hilal di sebelah barat akan berbeda dengan di sebelah timur dari garis batas wujudul hilal (tinggi hilal nol derajat), jika garis batas wujudul hilal memotong Indonesia. Seperti diketahui garis batas wujudul hilal selalu bergerak dari bulan (syahr) ke bulan berikutnya. Hal ini perlu diperhatikan oleh Majlis Tarjih Muhammadiyah.

Insya-Allah dalam Seri 989 berikutnya akan dibahas bisakah menyatukan metode rukyah dengan metode hisab dalam penentuan 1 Ramadhan dan 1 Syawwwal? Dan jika dapat disatukan, apakah secara global dapat terwujud secara serempak bersamaan mulai berpuasa Ramadhan dan bersamaan pula shalat 'Iyd Al-Fithri?

WaLlahu a'lamu bishshawab.

*** Makassar, 21 Agustus 2011
http://waii-hmna.blogspot.com/
E-Mail: mnur.abdurrahman@yahoo.co.id

*****

Terima kasih Pak Chodjim, saya baru mendapatkan istilah syahr, month yaitu wulan. Di atas saya tulis Seperti diketahui garis batas wujudul hilal selalu bergerak dari bulan (syahr) ke bulan berikutnya. Saya belum tahu bahwa syahr itu wulan, jadi saya tulis saja bulan (syahr)

||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||

Dalam hal demikian, sangat tidak bijak bila ulama harus ngeyel berdasarkan hadis, yang justru lebih bersifat kasuistis. Sudah waktunya para ulama bisa menempatkan Alquran pada tempatnya dan Hadis pada tempatnya pula. Alquran dan Hadis tidaklah saling dipertukarkan kedudukannya demi kepentingan golongan. Dan, negara hendaknya tidak bermain politik dalam menetapkan hari-hari keagamaan seperti sidang itsbat dalam menentukan 1 Syawal dan 10 Zulhijah.

Wassalam,

chodjim

----- Original Message -----
From: Lina
To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Sent: Monday, September 05, 2011 2:28 PM
Subject: [wanita-muslimah] Re: Tanggapan, Ulasan dan Himbauan

Mang heboh yak? Sumpeh deh, Ane gak tau kalo ini heboh. Cuma jadi bingung ajah soal nentuin HBH keluarga. Dah disepakati di hari kedua. Eh pas ade perbedaan, jadi pade binun. Ane cuma bilang.."udah deh hari kedua ala pemerintah ajre, tiap taon dah begono jadi teteb begono ajre. Tapi kalo mo pade lebaran duluan, yak silaken tapi HBH keluarga teteb merujuk ke pemerintah. Soal spele jangan dibuat ribet". Kite nyang awam kagak ngatri dah urusan para ulama or pemerintah diatas sono.

Tapi, di milis ini mang beda scope na yak? Kalo dah masuk ranah politik dan ditanya "Di manakah gerangan posisi ulama di pemerintahan NKRI?". Jawaban ane,"kagak tau". Tapi ane percaya ulama2 NKRI itu juga gak bodoh2 amat kayak ane...:-)

wassalam,
--- In wanita-muslimah@yahoogroups.com, "chodjim" <chodjima@...> wrote:
>
> Kalau saya koq sama sekali tidak menyalahkan Muhammadiyah. Yang membuat heboh kemarin itu bukanlah MD tetapi Pemerintah (via Menag) membuat perubahan yang sudah ditetapkannya sendiri. Sejak kalender 2011 dikeluarkan tahun lalu, sudah ditetapkan bahwa 30 dan 31 Agustus 2011 berupa tanggal merah.
>
> Biasanya, pemerintah tetap pada taggal merah itu, kemudian mempersilahkan yang tidak pada taggal merah untuk menjalankan sesuai dengan keyakinannya. Jadi, seandainya Menteri tetap mengatakan 30 Agustus 2011 = 1 Syawal 1432 H, tidak berarti mengikuti Muhammadiyah. Lalu, diberitahukan bahwa bagi warga yang mengikuti NU, Persis dan Wasliyah diperkenankan beridul fitri 31 Agustus, maka tak ada kehidupan bisnis yang dirugikan dan yang sepandangan dengan NU juga tidak dirugikan. Hal ini juga sering terjadi pada MD ber-1 Syawal sehari sebelum tanggal merah yang ditetapkan oleh pemerintah NKRI.
>
> Berikutnya, yang perlu diketahui, dalam menentukan 1 Syawal pemerintah NKRI terikat kesepakatan dengan ulama Malaysia, Singapura dan Brunai. Nyatanya ketiga negara itu justru ber-1 Syawal pada 30 Agustus 2011. Di manakah gerangan posisi ulama di pemerintahan NKRI?
>
> Wassalam,
>
> chodjim
>
>
> ----- Original Message -----
> From: Lina
> To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
> Sent: Monday, September 05, 2011 10:58 AM
> Subject: [wanita-muslimah] Re: Tanggapan, Ulasan dan Himbauan
>
>
>
> Kalo menurut ane sih menentukan tanggal itu BUKAN soal aqidah. jadi sebaiknya Muhammadiyah bisa mengalahkan ego (krn bukan aqidah) demi kepentingan yang lebih banyak (kepentingan umat). Maksud na jangan ade pemerintahan di dalam kepemerintahan...eeh..apa ya?
>
> Kecuali kalo mo berpolitik ato mengukur kekuatan politik Muhammadiyah...he he he...ribet dah kalo dah politik.
>
> wassalam,
> "Dalam agama, Idul Fitri wajib dilakukan kah?"
>
> --- In wanita-muslimah@yahoogroups.com, aldiy@ wrote:
> >
> > Karena dalam pikiran kita menentukan tanggal itu soal keyakinan/aqidah..yg kujabarkan ttg PP, RIA itu kayaknya jauuuuh deh hehehe..seperti mata uang EURO, Uni Eropa mesti kompak 100% dulu, ganti generasi, baru deh pake EURO. Kalau setiap daerah/kelompok udah kompak mengamalkan keragaman Pancasila, baru deh bisa lebaran bareng. Sekarang mah boro2 lebaran bareng, orang Ahmadiyah nggak boleh solat eid juga nggak dipeduliin,mau beribadah, bangun gereja aja nggak bisa.
> > Sementara ini enjoy sidang isbat, keluarga lebaran misah2, opor basi,tetangga tunda pulang kampung, mbo penjual gorengan rugi, netter rame bikin joke lebaran...tunggu saja demo aksi Front Peduli Ketupat...:-)
> >
> > Salam
> > Mia
> > Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
> >
> > -----Original Message-----
> > From: "mas arcon" <masarcon@>
> > Sender: wanita-muslimah@yahoogroups.com
> > Date: Sat, 3 Sep 2011 02:46:53
> > To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
> > Reply-To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
> > Subject: Re: [wanita-muslimah] Tanggapan, Ulasan dan Himbauan
> >
> > Pemerintah kita gak seperti mesir dan saudi yg wajib lebaran mengikuti keputusan pemerintah.
> >
> > Cuman yah gitu.
> >
> > Lebaran beda beda tergantung keyakinan.
> > salam,
> > mas arcon
> > status : mahasiswa
> >
> > -----Original Message-----
> > From: aldiy@
> > Sender: wanita-muslimah@yahoogroups.com
> > Date: Sat, 3 Sep 2011 02:40:09
> > To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
> > Reply-To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
> > Subject: Re: [wanita-muslimah] Tanggapan, Ulasan dan Himbauan
> >
> > Pak Muiz, ada wilayatul hukmi?
> > Ok katakanlah ada kebijakan publiknya PP no..yg menegaskan keputusan Pemerintah ini, minimum 2 derajat. Kemarin itu keputusan Muhammadiyah hisab, semua pihak mengakui hasilnya kurang dari 2 derajat kan? Kalo begitu bisa dikatakan Muhammadiyah nggak patuh wilayatul hukmi toh? (Nothing new on this hehehe). Konsisten mbangkang?
> >
> > Saya baca postingan seorang ilmuwan ttg ramadan yg jatuh 30 hari tahun ini.
> >
> > Salam
> > Mia
> >
> >
> > Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
> >
> > -----Original Message-----
> > From: "Abdul Mu'iz" <quality@>
> > Sender: wanita-muslimah@yahoogroups.com
> > Date: Sat, 3 Sep 2011 02:16:30
> > To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
> > Reply-To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
> > Subject: Re: [wanita-muslimah] Tanggapan, Ulasan dan Himbauan
> >
> > Umur bilangan bulan dalam kalender hijriyah bisa 29 atau 30.
> >
> > Berapapun posisi derajat hilal, ya akan terlihat alat bantu, meskipun tidak semua wilayah terlihat, karena ada wilayatul hukmi, maka penetapan ulil amri bisa mengikat warga negara seluruhnya.
> >
> > Dulu pemerintah pernah mematok kriteria 6 serajat posisi hilal, kemudian periode berikutnya berubah menjadi 4 derajat hingga kemudian sekarang 2 derajat.
> >
> > Muhammadiyah tetap kosisten sejak dulu meskipun di bawah 2 derajat ya hilal tetap terlihat alias masuk awal bulan tanggal 1. Ru'yah kalau zaman nabi implementasinya ya pakai mata telanjang atau indra fisik mata sepenuhnya. Zaman sekarang karena sains berkembang maka pakai alat teknologi ya termasuk kategori ru'yah, begitu pula prediksi perhitungan atau kalkulasi ala sains dan teknologi juga mengadop metode hisab.
> >
> > Wassalam
> > Abdul Mu'iz
> >
> > Powered by Telkomsel BlackBerry®
> >
> > -----Original Message-----
> > From: aldiy@
> > Sender: wanita-muslimah@yahoogroups.com
> > Date: Sat, 3 Sep 2011 01:38:44
> > To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
> > Reply-To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
> > Subject: Re: [wanita-muslimah] Tanggapan, Ulasan dan Himbauan
> >
> > Arcon, menurut bacaanmu dari artikel itu, di Indonesia baru tampak Selasa sore, artinya Rabu hari leBaran kan?.
> >
> > implikasinya "nggak tampak" di senin sore itu artinya nggak ada derajat ketampakan sama sekali? Lalu gimana kaitannya dengan perhitungan Muhammadiyah?
> >
> > Gimana juga kalau dikaitkan dengan sistematika bulan hijriyah yg selang seling, dimana Ramadan 30 hari?
> >
> > Maaf kalo pertanyaanku salah/nggak dimengerti karena awam soal ini.
> >
> > Salam
> > Mia
> > Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
> >
> > -----Original Message-----
> > From: "mas arcon" <masarcon@>
> > Sender: wanita-muslimah@yahoogroups.com
> > Date: Fri, 2 Sep 2011 21:56:52
> > To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
> > Reply-To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
> > Subject: Re: [wanita-muslimah] Tanggapan, Ulasan dan Himbauan
> >
> > Ini menarik - meskipun banyak bagian ditulis dalam bahasa Arab. http://www.moonsighting.com/1432shw.html
>
> >
>
> >
>
> > Simak saja tiga petanya. Kalau datanya memang benar (dan saya tak tahu apakah iya ataupun tidak), maka:
>
> >
>
> >
>
> > Dengan alat bantu penglihatan sekalipun, memang hilal tidak akan terlihat untuk semua kawasan berwarna hitam. Untuk Indonesia, memang hilal baru akan tampak hari Selasa sore.
>
> > Saya tidak tahu apakah definisi dari kata "optical aid." (misalnya, apakah teleskop Hubble bukan optical aid?)
>
> > Tidak terlihat di kawasan hitam, bukan berarti tidak terlihat secara global. Hilal tetap terlihat, tetapi tidak di semua tempat.
>
> > Yang agak aneh adalah, kalau datanya benar, maka pada hari Senin sore, Saudi juga masih daerah hitam (tak mungkin melihat hilal). Tetapi toh Lebaran jatuh hari Selasa
>
> >
>
> > Yg skeptis thd lebaran hari selasa baik di indonesia maupun di saudi adalah para astronom. Namun mereka dibungkap oleh para agamawan seperti hmna. Is that rings a bell ?
>
> >
>
> >
>
> > salam,
>
> > mas arcon
>
> > status : mahasiswa
>
> >
>
> > -----Original Message-----
>
> > From: "H. M. Nur Abdurrahman" <mnur.abdurrahman@>
>
> > Sender: wanita-muslimah@yahoogroups.com
>
> > Date: Fri, 2 Sep 2011 21:31:29
>
> > To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
>
> > Reply-To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
>
> > Subject: [wanita-muslimah] Tanggapan, Ulasan dan Himbauan
>
> >
>
> > Tanggapan, Ulasan dan Himbauan
>
> > oleh HMNA(#)
>
> > Insya-Allah akan dimampatkan untuk Seri 991, 11 September 2011
>
> >
>
> > Lembaga Penerbangan dan Antasariksa Nasional (LAPAN) mengusulkan agar pemerintah menaikkan standar imkan rukyat 4 derajat. "Ini agar tidak ada lagi dikotomi hisab dan rukyat. Jadi, dua-duanya sudah bisa bersatu karena kriteria imkan rukyat bisa digunakan dalam hisab dan rukyat," kata astronom riset Lapan Thomas Djamaluddin di Jakarta kemarin.
>
> > http://www.fajar.co.id/read-20110902010515-lapan-usulkan-empat-derajat
>
> >
>
> > Tanggapan:
>
> > Sidang itsbat penentuan Iyd al-Fihtri 1418/1998 menolak kesaksian di Cakung dan Bawean. Saat itu hilal masih di bawah kriteria imkanur rukyah 2 derajat. Namun PWNU Jawa Timur tidak tunduk pada PBNU dan hasil sidang Itsbat, karena menerima kesaksian di Cakung dan Bawean tersebut. Demikian pula yang terjadi sekarang ini. Rais Suriah Pimpinan Wilayah NU DI Jakarta KH Maulana Kamal Yusuf menyebarkan informasi bahwa 1 Syawal jatuh pada hari Selasa 30 Agustus. Beliau percaya dengan tiga orang saksi yang melihat hilal di Pondok Pesantren Al-Husainiyah, Kampung Baru, Cakung Jakarta Timur. Karena itu beliau meminta ummat Islam yang terlanjur berpuasa pada hari Selasa supaya membatalkan puasanya. Lagi pula ribuan warga Nahdliyin Jawa Timur tak sejalan dengan Pemerintah dan PBNU. Mereka memilih berlebaran hari Selasa, berbarengan dengan Muhammadiyah dan Arab Saudi,(#) karena berdasarkan rukyah yang dilakukan oleh KH Ilyas Jauhari, yaitu hilal sudah tampak selama 13 detik.
>
> >
>
> > Tim rukyat Kementerian Agama (Kemenag) di Pantai Kartini Jepara melihat hilal pada Senin sore. Tim Rukyat di Cakung, Jakarta Timur juga telah melihat hilal antara jam 17.57 sampai 18.02 WIB dilihat oleh tiga orang saksi: H Maulana Latif SPdI, Nabil Ss dan Rian Apriano. Ketiga saksi tersebut diambil sumpahnya oleh KH Maulana Yusuf (Rois Syuriah PWNU DKI, didampingi Ketua Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab, dan Pimpinan Pondok Pesantrean Al-Itqon, KH Mahfud Assirun.
>
> > Selain Tim Rukyat Kemenag Jepara, tim rukyat ormas yang menyatakan telah melihat hilal Senin Sore, di antaranya: Tim Rukyat Jama'ah Anshorut Tauhid, Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), Jum'iyat An-Najat, dan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).
>
> > Hasil pantauan Tim Rukyat itu sesuai dengan pantauan Tim Rukyat di negara-negara Arab. Arab Saudi memastikan Hari Raya Idul Fitri atau 1 Syawal 1432 Hijriah jatuh pada hari Selasa, 30 Agustus 2011, karena pada Senin, (29/8/2011), hilal sudah terlihat.
>
> > Sumber
>
> > http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2011/08/30/15969/hilal-sudah-terlihat-senin-sore-tapi-pemerintah-tetapkan-1-syawal-hari-rabu/
>
> >
>
> > Jadi fakta menunjukkan, sedangkan imkanur rukyat 2 derajat saja secara internal NU pecah, sejak Iyd al-Fihtri 1418/1998 dan sekarang ini. Betapa pula akan dinaikkan menjadi 4 derajat. Akan bertambah banyak jumlahnya kesaksian yang akan ditolak. Kiat Thomas Djamaluddin, lain yang gatal, lain yang digaruk.
>
> >
>
> > ***.
>
> >
>
> > Garis lengkung tempat kedudukan titik-titik di mana tinggi hilal nol derajat itu merupakan garis batas wujudul hilal [GBWH]. GBWH ini bergerak dari bulan (syahr, month) ke bulan berikutnya. Jika GBWH berada dekat Indonesia maka akan terjadilah seperti yang kita alami di Indonesia sekarang. Dan keadaan ini akan tetap terjadi secara perodik sebab secara periodik GBWH datang berkunjung dekat Indonesia.
>
> >
>
> > Bahkan lebih-lebih lagi jika GBWH membelah dua wilayah Republik Indonesia. Maka dalam hal ini Muhammadiyah bersikap memberlakukan konsep mathla' (bukan lagi Wilayatul Hukmi) sebagaimana yang tertuang dalam putusan Munas Ke-27 Tarjih pada 3-8 Juli 2010 di Makassar. Apa artinya itu? Jika GBWH membelah Indonesia, maka di antara warga Muhammadiyahpun akan berbeda dalam mulai berpuasa ataupun ber-'Iyd al-Fithri, yaitu di sebelah barat GBWH akan berpuasa ataupun ber-'Iyd al-Fithri lebih dahulu satu hari ketimbang yang bermukim di sebelah timur GBWH. Mengapa? Karena di sebelah barat GBWH telah terjadi wujudul hilal, sedangkan di sebelah timur GBWH hilal belum wujud.
>
> >
>
> > Patut pula diketahui bahwa setiap tahun penduduk yang bermukim di pemukiman yang dipotong oleh garis batas International Date Line (IDL) ataupun bermukim dekat-dekat IDL, bisa Natalan ataupun bertahun baru dua kali. Setelah Natalan ataupun bertahun baru di sebelah timur IDL mereka melangkahi dengan kaki garis IDL ke sebelah barat IDL yang baru Natalan ataupun bertahun baru keesokan harinya.
>
> >
>
> > ***
>
> >
>
> > Imkanur rukyah (kemungkinan hilal bisa dirukyah) mempunyai syarat-syarat sebagai berikut:
>
> > 1. Ijtima' terjadi sebelum matahari terbenam.
>
> > 2. Umur bulan baru pada saat matahari terbenam telah lebih dari 8 jam sejak ijtima'.
>
> > 3 Ketinggian bulan di atas ufuk saat matahari terbenam pada tanggal 29 bulan qamariyah tidak kurang dari 2° dan jarak lengkung (bulan-matahari) tidak kurang dari 3° (sudut bulan-matahari tidak kurang dari 6,8°).
>
> >
>
> > Syarat untuk wujudul hilal adalah sebagai berikut:
>
> > 1. Ijtima' atau konjungsi terjadi sebelum matahari terbenam.
>
> > 2. Posisi hilal (bulan baru) pada saat matahari terbenam sudah di atas ufuk.
>
> >
>
> > Ulasan dan Himbauan.
>
> >
>
> > Syarat 2 dan 3 dari Imkanur Rukyah itu adalah syarat bahwa mata tidak silau lagi oleh sinar matahari. Inilah makna "lirukyatihi" dalam Hadits:
>
> > -- 'An Abiy Hurayrata yaquwlu qaala nNabiyyu Sh M shuwmuw liru'yatihi wafthuruw liru'yatihi, fain ghubbiya 'alaykum fakmiluw 'iddata sya'baana tsalaatsiyn, (Rawahu Bukhariy), artinya:
>
> > -- Dari Abu Hurayrah (ia) berkata: Nabi SAW (telah) bersabda puasalah kamu apabila melihatnya dan berbukalah apabila kamu melihatnya dan jika tertutup atasmu maka sempurnakanlah bilangan Sya'ban tiga puluh (HR Bukhari).
>
> >
>
> > Patut menjadi perhatian, bahwa kepekaan mata manusia tidak sama, sehingga ada saja seseorang matanya dapat mendeteksi hilal walaupun di bawah 2°, seperti kenyataan baru-baru ini, yang pada sidang itsbat sangat dengan mudah menolak hasil rukyah yang dilaporkan di dalam sidang tsb.
>
> >
>
> > Menteri Agama kurang berhati-hati dalam memimpin sidang. Sepatutnya ketiga orang saksi yang melihat hilal di Pondok Pesantren Al-Husainiyah di Jakarta Timuur itu dipanggil dalam sidang itsbat. Dan di samping itu secara kuantitatif setelah laporan yang merukyah itu masuk, sebelum sidang Menteri Agama memerintahkan stafnya untuk menghitung berapa % deviasi di bawah 2°. Sehingga jangan serta-merta asal di bawah 2° lalu begitu saja ditolak.
>
> >
>
> > Kalau ketiga orang saksi tersebut yang telah diambil sumpahnya oleh KH Maulana Yusuf (Rois Syuriah PWNU DKI, didampingi Ketua Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab, dan Pimpinan Pondok Pesantrean Al-Itqon, KH Mahfud Assirun, pengetahuannya tentang seluk-beluk melihat hilal itu sudah terjamin oleh hasil "ujian" oleh pakar dalam siding itsbat tsb, maka dihimbau dikoreksilah patokan di atas 2° itu menjadi di atas 2°- 1,86% (##)
>
> >
>
> > Dihimbau pula agar syarat untuk wujudul hilal ditambah lagi satu butir, sehingga menjadi sebagai berikut:
>
> > 1. Ijtima' terjadi sebelum matahari terbenam.
>
> > 2. Posisi hilal pada saat matahari terbenam sudah di atas ufuk
>
> > 3. Sinar pantulan matahari oleh bulan sudah mengatasi sinar langsung dari matahari, artinya mata tidak silau lagi sehingga mampu mendeteksi hilal.
>
> >
>
> > Butir tambahan (3) sesuai dengan Keputusan Musyawarah Tarjih Muhammadiyah 1932, yang menegaskan bahwa datangnya awal bulan dengan rukyah dan hisab.
>
> > -----------------
>
> > (#)
>
> > Tinggi hilal 1° 57' 45,08". Deviasi 2° - 1° 57' 45,08" = 2' 14,12" = 2' + 14,12/60' = 2' + 0,235' = 2, 235' = [100 x 2, 235/(2 x 60)] % = 1,86%
>
> > (##)
>
> > Ada berita burung dari <http://www.kompasiana.com/posts/type/raport/>, yang dikobarkan oleh arcon yang status : mahasiswa , bahwa di Arab Saudi lebaran pada Hari Rabu 31 Agustus. Yang benar di Arab Saudi lebaran pada Hari Selasa 30 Agustus
>
> > http://www.lintas-kabar.com/2011/08/30/arab-saudi-lebaran-hari-ini/
>
> > http://www.tempointeraktif.com/hg/kabar_lebaran_10/2011/08/30/brk,20110830-354066,id.html
>
> > http://bangka.tribunnews.com/2011/08/30/mekah-tetapkan-lebaran-selasa-30-agustus-2011
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> > WaLlahu a'lamu bishshawab.
>
> > ------------------------------
>
> > (#)
>
> > H.Muh.Nur Abdurrahman, anggota Majlis Pengkajian MUI Sulawesi Selatan

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com

Milis ini tidak menerima attachment.
MARKETPLACE

Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.


A good Credit Score is 720, find yours & what impacts it at freecreditscore.com.
.

__,_._,___

0 comments:

Post a Comment