Asal-Usul Narsis
Tahukah Anda apa itu narsis? istilah ini sangat berkembang belakangan ini,
jika Anda belum tau apa itu narsis berikut kisahnya yang saya kutip dari
Anthony Dio Martin untuk Bisnis.com.
Bahasan tentang narsisme tidak lepas dari mitologi Yunani kuno. Alkisah ada
seorang dewa bernama Narcissus. Parasnya tampan. Saking rupawannya, banyak
dewi-dewi kena panah asmaranya. Termasuk Dewi Echo. Suatu hari, Dewi Echo
mengutarakan isi hatinya kepada Narcissus. Tapi, lelaki ini menampiknya
dengan kasar. Dewi Echo pun hengkang dengan hati penuh luka sampai ajalnya
tiba. Melihat ini, Dewa Apollo marah besar dan mengutuk sang dewa ganteng
itu, bahwa hingga akhir hidupnya, Narcissus tidak akan pernah mengetahui
cinta manusianya. Kutukan pun jadi kenyataan.
Suatu hari, Narcissus kehausan. Dia sampai di sebuah kolam yang airnya
sangat jernih. Di tepi kolam itu, dia kemudian berjongkok dan ingin meminum
airnya. Saat berjongkok, dia pun melihat bayangan dirinya di permukaan kolam
itu. Langsung saja, saat melihat bayangan dirinya yang tampan, Narcissus
jatuh cinta pada bayangan itu. Namun, bayangan itu tidak memberinya respons
sama sekali. Konon akhirnya Narcissus kemudian mati di tepi kolam tersebut.
Inilah kisah mitologi kuno yang pada 1898 oleh seorang psikolog dari Inggris
bernama Havelock Ellis dijadikan sebagai simbol untuk orang yang terlalu
mencintai dirinya sendiri. Sejak itulah dikenal istilah narsistik yang
menggambarkan manusia yang hanya berfokus pada dirinya sendiri serta
menikmati pujaan dari orang lain kepadanya.
Bahkan, sekarang ini, dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental
Disorders (DSM-IV-TR) dikenal pula adanya Narcissistic personality disorder
(NPD) yang dianggap sebagai salah satu dari gangguan kepribadian.
Membanggakan diri
Orang-orang yang narsis mempunyai ciri-ciri senang menjadi pusat perhatian
dan senang membangga-banggakan dirinya secara berlebihan. Orang narsis
berbeda dengan orang yang percaya diri, karena hampir setiap hari dia hanya
berbicara soal kehebatan, kelebihan, dan selalu membutuhkan orang lain untuk
memuja dirinya.
Di sisi lain, dia mengeksploitasi orang lain agar selalu merasa bangga dan
menyukai dirinya. Pada saat orang mulai tidak tertarik kepadanya, dia akan
segera mencari korban lain yang akan senang memberikan pujaan bagi dirinya.
Permasalahan terbesar pada orang yang narsis adalah dirinya hanya mengambil
dari orang-orang di sekelilingnya, tetapi tidak memberikan balik secara
tulus.
Kalaupun dia memberi untuk orang lain, yang dia harapkan adalah pujian dan
pemujaan terhadap dirinya. Terkadang, orang narsis ini bisa berlaku sangat
baik dan sempurna kepada orang lain, tertapi terhadap orang-orang di
sekelilingnya, terhadap anak buahnya ataupun keluarganya, dia bisa jadi
sangat kejam bahkan terkesan jahat.
Orang narsis pun tidak segan-segan meneror orang lain yang bermasalah
dengannya dengan sms, email ataupun telepon yang membuat orang tersebut
bergantung padanya. Atau, setidak-tidaknya membuat mereka merasa bersalah.
Bicara soal membangga-banggakan diri pada orang narsis ini, saya teringat
dengan kisah Anna Edson Taylor yang pada 1901 menjadi orang yang pertama
kali mampu menyusuri air terjun Niagara dan terjun dari atas air terjun itu
hingga ke bawah dengan hanya masuk ke dalam sebuah tong!
Anna tetap hidup dan atas prestasinya tersebut, Anna sering menceritakannya.
Pokoknya, hampir kepada semua orang yang pernah bertemu dengannya Anna
menceritakan prestasinya tersebut.
Anna menceritakan hal ini di pertemuan minum teh, di acara makan malam, di
pesta, di pertemuan bisnis ataupun dalam rapat serikat kerja.
Dia pun menceritakan kisah ini kepada para editor dan wartawan, hingga
lama-kelamaan orang pun mulai muak. Tapi, Anna tidak peduli. Hingga
akhirnya, sebuah surat kabar tua Denver Republican dalam ulasan editorialnya
mengatakan dengan pahit kepada Anna, "Anna Edson Taylor sudah mengambil
semua penghargaan dan pujian yang mestinya diberikan kepada tong kayu yang
telah menyelamatkannya".
Berbicara soal manusia narsis sebenarnya tidak bisa dilepaskan dari masa
lalu mereka. Beberapa teori psikologi, khususnya yang beraliran Freud,
mengatakan bahwa kebanyakan mereka yang narsistik tidak mendapatkan
penghargaan yang layak sewaktu kecil.
Akibatnya, hal ini menjadi unfinished business dalam kehidupan mereka.
Mereka pun lantas berusaha mendapatkannya dari orang-orang di sekelilingnya
ketika mereka sudah beranjak dewasa.
Dalam dunia bisnis, orang-orang narsis bisa menjadi masalah besar, khususnya
dalam tim. Mereka bisa menjadi bos yang sangat pelit memberikan pujian dan
penghargaan bagi timnya.
Kalaupun memberi, harapannya adalah supaya timnya bergantung padanya dan
selalu memujanya. Dia pun jadi senang mengumbar prestasinya ke semua orang
dan memastikan bahwa dia adalah orang yang hebat.
Namun, kenyataan menunjukkan bahwa prestasinya tidaklah sebaik apa yang dia
klaim. Akibatnya, orang pun jadi sadar bahwa dirinya hanya membesarkan apa
yang terjadi tetapi tidak sesuai dengan realitas. Lama kelamaan akhirnya
orang menjauhinya.
Menghadapi orang yang narsis sebenarnya cukup mudah karena dia senang
dihargai dan dipuja. Itulah yang menyebabkan orang narsis kadang mudah
dikelabui. Namun, tidak selamanya orang narsis harus dipenuhi keinginannya
karena dirinya tidak pernah ada puasnya.
Terkadang, mereka pun perlu diberitahu dan belajar 'mencintai' serta
memberikan perhatian tanpa bersyarat kepada orang lain. Dalam taraf yang
ekstrim, orang seperti ini butuh bantuan.
Namun, tetap perlu diperhatikan bahwa tidak semua sikap seperti self
promotion ataupun rasa percaya diri yang kita tunjukkan pasti berarti
narsistik. Setiap orang harus memiliki kadar mencintai dirinya sendiri. Itu
adalah hal wajar. Kalau tidak, semua orang mungkin sudah bunuh diri.
Bukankah saat kita melihat foto kita, orang yang pertama kali kita lihat
adalah wajah kita sendiri. Inilah insting kehidupan kita. Hanya saja, jika
insting ini berubah menjadi obsesi yang berlebihan, ia pun menjadi wajah
narsistik yang merusak. Marilah kita mencintai diri dan bangga dengan diri
kita, secara positif!
--
Aldo Desatura ® & ©
Twitter = @desatura
YM = desatura
Facebook = hanjakal@gmail.com
================
Kesadaran adalah matahari, Kesabaran adalah bumi
Keberanian menjadi cakrawala dan Perjuangan Adalah pelaksanaan kata kata
[Non-text portions of this message have been removed]
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.






0 comments:
Post a Comment