Advertising

Friday, 20 May 2011

Re: 8 pelaku serangan bunuh diri 11 September masih hidup <= Re: [wanita-muslimah] Re: 'Mass sackings' in Bahrain crackdown

 

BISMILLA-HIRRAHMA-NIRRAHIYM

WAHYU DAN AKAL - IMAN DAN ILMU
[Kolom Tetap Harian Fajar]
524. Tak Ada Bukti Al Qaidah Terkait Aksi Serangan WTC 11 September

Sejak 9 Januari 2002 Deputy Menteri Pertahanan AS Paul Wolfwitz, seorang Yahudi yang mempunyai pandangan ultra dan ekstremis terhadap orang Palestina, yang juga mempunyai hubungan rapat dengan angkatan bersenjata Israel, mengungkapkan bahwa Amerika Serikat menjadikan Indonesia sebagai target operasi militer AS dalam memerangi terrorisme internasional. Sepekan kemudian 15 Januari Fathurrahman ditangkap di Manila dan dituduh membawa 1 ton bahan peledak (1 ton?! Diangkut pakai apa, HMNA), yang akan digunakan untuk menyerang kepentingan AS.
Pada 29 Januari komandan pasukan Amerika di kawasan Pasifik Admiral Denis Blair mengoceh bahwa Indonesia merupakan mata rantai lemah (weak link) dalam pemberantasan terrorisme.
Pada 16 Maret direktur Biro Penyelidik Federal (FBI), Robert Mueller melakukan pertemuan dengan para pejabat Indonesia, seperti kepala BIN AM Hendropriyono di hotel Ritz Carlton, Jimbaran Bali. Sehari sebelumnya di Singapura Mueller mengoceh bahwa setelah pangkalan Al Qaidah di Afghanistan, sisa-sisa jaringannya mencari perlindungan ke Kawasan Tengah (saya tidak pakai kata Timur Tengah, sebab saya tidak mau berasumsi kepala saya di Amerika sedangkan kaki saya berjejak di Indonesia) dan Asia Tenggara.
Akibat ocehan Mueller tersebut pemerintah Pilipina menjadi gamang lalu menangkap Tamsil Linrung, Agus Dwikarna dan Abd. Jamal Balfas. Pemerintah Indonesiapun ikut gamang dengan menangkap Jafar Umar Thalib dengan alasan "menghasut ummat" di Masjid Al Fath Ambon.

***
Padahal, pada hal dan sekali lagi padahal, ....... setelah menggulingkan THaliban, berbabi-buta membom Afghanistan dan berbusa-busa menuduh Al Qaidah, FBI akhirnya mengakui pihaknya hingga kini belum menemukan bukti selembar kertas pun yang menyeret keterlibatan Al Qaidah dalam aksi WTC 11 September.. Berbicara dalam perrtemuan Commonwealth Club di San Francisco, 19 April 2002, yang kemudian dipublikasi oleh Whatreallyhappened.com, Rense.com, dan BBCNews pada 2 Mei 2002, Direktur FBI Robert Mueller mengatakan: "Dari hasil investigasi, kami tak menemukan selembar bukti dokumen keterlibatan maupun aliran dana langsung yang mengarah adanya persekongkolan Al Qaidah dan Afghanistan dalam serangan 11 September..
Pada 30 April Washington Post juga menurunkan artikel bahwa ''penegak hukum sudah bekerja sekian lama melakukan penyelidikan dan penyidikan untuk merekontruksi gerakan para pembajak sebelum serangan, tapi mereka tak menemukan satu pun bukti aktual tentang perkongsian mereka.'' Lyndon LaRouche, penulis artikel itu, menegaskan tidak satu pun bukti bisa ditunjukkan pemerintah AS untuk menuduh aksi 11 September dirancang oleh Usamah bin Ladin. Karena alasan ini, kata LaRouche, hakim pengadilan Inggris membebaskan orang yang sempat latihan terbang dan dituduh terkait dengan aksi serangan WTC.
''Para pembajak ternyata tidak menggunakan laptop atau menyimpan data apa pun di hard drives komputer. Mereka berpakaian dan berakting seperti orang Amerika,'' jelas Robert Mueller. Selama tujuh bulan terakhir aparat FBI bekerja siang malam. Ribuan orang disidik, Ratusan ribu dokumen keuangan dan rekaman telepon dijejak, namun hingga kini tak ada bukti yang mengarah terkait dengan serangan di New York dan Washington.. Mueller mengatakan, agen-agennya di berbagai penjuru sudah menyelidiki tiket, counter pemnerbangan, account bank dan rental kendaraan untuk mencari jejak. ''Nyatanya jejak itu tidak nampak.''
Mereka juga sudah memburu gua-gua persembunyian di Afghanistan, memeriksa bill kartu kredit orang-orang yang dicurighai terkait langsung atau tidak langsung dengan 19 pembajak pesawat, untuk mencari jejak komplotan pelaku aksi 11 September. Tapi, hasilnya selalu nihil. Rupanya, jelas Mueller, para pembajak sengaja menyembunyikan komunikasi dengan menggunakan ratusan ponsel dan telepon berbeda, juga kartu telepon pra-bayar.
Atas dasar yang tidak jelas ini AS sangat getol mengejar-kejar Al Qaidah sampai ke Asia Tenggara yang menyebabkan Singapura bertepuk ria dan pemerintah Pilipina serta pemerintah Indonesia menjadi gamang. Orang penggamang lekas jatuh, ujar Bidal Melayu lama.

***

Itulah Amerika, yang lucunya Amerika sendiri adalah state terrorist yang baru saja melumatkan Afghanistan, yang selalu bernyanyi bersama dengan state terrorist zionst Israel, yang memaksa negeri-negeri orang untuk membuat UU anti terrorist.
QD BDT ALBGHDHAa MN AFWAHHM WMAA TKHFY SHDWRHM AKBR (S. AL'AMRAAN, 118), dibaca: qad badatil baghdha-u min afwa-hihim wama- tukhfi- shudu-rihim akbaru (s. ali 'imra-n), artinya: Telah nyata kebencian pada wajah-wajah mereka dan apa yang disembunyikan di dalam dada mereka jauh lebih besar lagi. (3:118). WaLlahu a'lamu bishshawab.

*** Makassar, 12 Mei 2002
[H.Muh.Nur Abdurrahman]
http://waii-hmna.blogspot.com/2002/05/524-tak-ada-bukti-al-qaidah-terkait.html


----- Original Message -----
From: "donnie damana" <donnie.damana@gmail.com>
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
Sent: Saturday, May 21, 2011 6:57 AM
Subject: Re: 8 pelaku serangan bunuh diri 11 September masih hidup <= Re: [wanita-muslimah] Re: 'Mass sackings' in Bahrain crackdown

Kalo lihat dokumentarinya Al jazeera sih justru Bin Laden sendiri yang ngebet menggosok-gosok Amerika buat menginvasi Afganistan. Dokumentari tentang I knew Bin Laden episode 2 (http://www.aljazeera.com/programmes/general/2011/05/201151014338715787.html). Alasan dia, lebih mudah mengalahkan amerika di negeri muslim (seperti halnya Uni Soviet) dibandingkan harus berperang di tanah Amerika.

Tentang 9/11 sih bekas pengawalnya Osama sendiri bilang kalo serangan tersebut atas perintah Osama.

:D

On May 19, 2011, at 4:06 AM, Irwan K wrote:

> The world's media has reported that many of the so-called hijackers
> "fingered" by the FBI are still alive. For example the BBC (British
> Broadcasting Cooperation) carried this report:
>
> Hijack "suspects" alive and
> well.<http://news.bbc.co.uk/hi/english/world/middle_east/newsid_1559000/1559151.stm>
>
> The following article is a remake of
> http://www.mujahideen.fsnet.co.uk/wtc/wtc-hijackers.htm which lists many of
> the media articles dealing with the hijackers who were not hijackers.
>
> ---------
>
> Masalah itu data ngawur apa bener, yg penting Irak & Afghan udah dijajah
> lagi..
> EGP..
>
> --
> Wassalam,
>
> Irwan.K
> "Better team works could lead us to better results"
> http://irwank.blogspot.com
> fb/twitter/skype: irwank2k2
>
> ------------------------------
>
> *Abdul Aziz Al-Omari* (Flight 11) (Trained Pilot)
>
> The identities of two men with the same name have been cobbled together to
> create an FBI "terrorist". *Both are Alive!*
>
> The first has the same name, the same birth date as one of the FBI
> "terrorists" but has no idea how to fly.
>
> The second has the name Abdul Rahman Al-Omari and a different birth date,
> but is the person pictured by the FBI and is a pilot for Saudi Arabian
> Airlines.
>
> Here are some quotes from the world's media concerning them.
>
> *Omari Number 1*
>
> "A Saudi man has reported to authorities that he is the real Abdul Aziz
> Al-Omari, and claims his passport was stolen in 1995 while he studied
> electrical engineering at the University of Denver. Al-Omari says he
> informed police of the theft." -
> ABCNews<http://abcnews.go.com/sections/us/DailyNews/WTC_suspects.html>
>
> "I couldn't believe it when the FBI put me on their list. They gave my name
> and my date of birth, but I am not a suicide bomber. I am here. I am alive.
> I have no idea how to fly a plane. I had nothing to do with this." -
> Telegraph<http://www.portal.telegraph.co.uk/news/main.jhtml?xml=/news/2001/09/23/widen23.xml>
> 23rd
> September 2001
>
> "The name (listed by the FBI) is my name and the birth date is the same as
> mine, but I am not the one who bombed the World Trade Center in New York,"
> Abdul Aziz Al-Omari told the London-based Asharq
> Al-Awsat<http://www.asharqalawsat.com/>
> newspaper.
>
> "Al-Omari has since been found in Saudi Arabia and is apparently cleared in
> the case" - New York Times
>
> "Saudi Embassy officials in Washington have challenged his identity. They
> say a Saudi electrical engineer named Abdul Aziz Al-Omari had his passport
> and other papers stolen in 1996 in Denver when he was a student and reported
> the theft to police there at the time." -
> BBC<http://news.bbc.co.uk/hi/english/world/americas/newsid_1567000/1567815.stm>
>
> "Abdel Aziz Al-Omari and Saïd Hussein Gharamallah Al-Ghamdi, are well in
> life, the first in Saudi Arabia and the second in Tunisia for nine months."
> - Wal Fadjri <http://allafrica.com/stories/200109210084.html> 21st September
> 2001 (translate<http://translate.google.com/translate?u=http%3A%2F%2Fallafrica.com%2Fstories%2F200109210084.html&langpair=fr%7Cen&hl=en>
> )
>
> *Omari Number 2*
>
> Mr. Al-Omari, a pilot with Saudi Airlines, walked into the US embassy in
> Jeddah to demand why he was being reported as a dead hijacker in the
> American media.
>
> "Abdul Aziz Al-Omari is a pilot for Saudi Arabian Airlines" -
> BBC<http://news.bbc.co.uk/hi/english/world/middle_east/newsid_1559000/1559151.stm>
> 23rd
> September 2001
>
> "A pilot with Saudi Airlines, was astonished to find himself accused of
> hijacking as well as being dead and has visited the US consulate in Jeddah
> to demand an explanation."
> -Independent<http://news.independent.co.uk/world/middle_east/story.jsp?story=94438>
> 17th
> September 2001
>
> This Al-Omari lives with his wife and four children in Jeddah, Saudi
> Arabia.
> Pada 19 Mei 2011 09:59, Ari <masarcon@gmail.com> menulis:
>
> > bukannya dilaporkan pakai passpor palsu yah ? jadi nama beberapa orang
> > dicatut biar paspornya bisa dipakai masuk amrik dan naik pesawat buat
> > melakukan pembajakan.
> >
> >
> > salam,
> > Ari
> >
> > <http://papabonbon.wordpress.com>
> >
> >
> > 2011/5/19 H. M. Nur Abdurrahman <mnur.abdurrahman@yahoo.co.id>
> >
> > >
> > >
> > > 8 pelaku serangan bunuh diri 11 September masih hidup
> > >
> > > Publikasi: 10/09/2002
> > >
> > > www.aldakwah.com
> > > -- Apa dan bagaimana sebetulnya Tragedi 11 September itu terjadi? Sampai
> > > kini masih menyimpan banyak misteri. Sedikitnya delapan dari 19 nama yang
> > > disebut AS sebagai teroris pelaku serangan bunuh diri menggunakan pesawat
> > > United Airlines dan American Airlines ternyata masih hidup.
> > >
> > > Kedelapan orang yang telah dianggap mati oleh AS itu adalah Khalid
> > > Al-Mihdhar dan Salem Al-Hazmi (tersangka pembajak American Airlines AA-77
> > > yang jatuh di Pentagon); Wail M Al-Shehri, Waleed M Al-Shehri, dan
> > Abdulaziz
> > >
> > > Al-Omari (tersangka pembajak AA-11 yang menabrak menara Utara Gedung
> > WTC);
> > > kemudian Said Al-Ghamdi dan Ahmed Al-Nami (tersangka pembajak United
> > > Airlines UA-93 yang jatuh di Pennsylvania); serta Marwan Al-Shehhi
> > > (tersangka pembajak United Airlines UA-175 dan menabrak menara Selatan
> > > Gedung WTC).
> > >
> > > ''Mereka itu masih hidup. Dengan demikian mereka juga terbukti tidak
> > > melakukan aksi teror apa pun di New York dan Washington,'' kata Dubes
> > Arab
> > > Saudi untuk AS, Pangeran Bandar bin Sultan, kepada The Orlando Sentinel.
> > >
> > > Saeed Al-Ghamdi, Mohand Al-Shehri, Abdul Aziz Al-Omari, dan Salem
> > Al-Hazmi
> > > adalah warga Arab Saudi. ''Mereka masih segar bugar di Saudi,'' tambah
> > Menlu
> > > Arab Saudi, Pangeran Saud Al-Faisal, seperti dikutip Arab Press. Dengan
> > > bukti ini, AS melalui FBI telah membuat kekeliruan ketika mengumumkan
> > secara
> > > terbuka nama-nama tersangka pembajak pada 27 September 2001 itu.
> > >
> > > Kesalahan FBI dalam menyusun tersangka juga terjadi saat awal eksposenya.
> > > Tanggal 14 September, lembaga penyidik itu mengatakan UA-93 dibajak oleh
> > > Saeed al-Ghamdi dan dua Bukhari bersaudara. Al-Ghamdi, menurut Saudi
> > Gazette
> > > 18 September 2001, masih hidup dan bekerja di Tunis Air. Persangkaan
> > > terhadap keterlibatan Adnan dan Amir Bukhari juga terbantah telak.
> > >
> > > Adnan Bukhari masih hidup dan tidak pernah belajar sekolah penerbangan.
> > > Sedangkan Amir Bukhari, adik Adnan, malah telah tewas dua tahun
> > sebelumnya
> > > karena kecelakaan pesawat. Sehari setelah mengumumkan nama Bukhari
> > > bersaudara, stasiun televisi CNN (14/9/01) meminta maaf secara terbuka.
> > >
> > > Abdulrahman al-Omari yang dituduh sebagai pilot pembajak pesawat AA-11
> > > ternyata masih bekerja sebagai pilot profesional di Saudi Airlines. Dia
> > > telah mendatangi Kedubes AS di Jeddah dan mengajukan protes. Sementara
> > itu,
> > > Salem Al-Hazmi (26 tahun) sudah kembali bekerja di kawasan industri
> > > petrokimia di Yanbo, Arab Saudi. Saat tragedi terjadi dia sedang
> > berlibur,
> > > ''Tuduhan Al-Hazmi membajak AA-77 jelas salah besar,'' ujar keluarganya
> > pada
> > >
> > > Telegraph.
> > >
> > > Nama-nama tersangka itu disusun FBI berdasarkan laporan kesaksian
> > beberapa
> > > orang yang mengaku mendapat telepon dari Madeline Amy Sweeney (pramugari
> > > AA-11) dan Barbara Olson (penumpang AA-77).
> > >
> > > Sebelum AA-77 menabrak Pentagon, Barbara konon sempat menelepon ke
> > > suaminya, Theodore Olsen, Jaksa Agung Muda AS, yang tengah berlibur.
> > >
> > > Belakangan kesaksian kedunya diragukan orisinalitasnya. Kalangan American
> > > Airlines sendiri dilarang mendiskusikan percakapan telepon itu kepada
> > > pers.(RoL/hb).
> > >
> > > ----- Original Message -----
> > > From: "Abdul Muiz" <muizof@yahoo.com>
> > > To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
> > > Sent: Wednesday, May 18, 2011 10:27 AM
> > > Subject: Bls: [wanita-muslimah] Re: 'Mass sackings' in Bahrain crackdown
> > >
> > > Tentu saja siapapun berhak menyerang apabila dizalimi, tetapi ingat
> > pelaku
> > > pesawat menabrakkan menara kembar WTC (peristiwa 11 September) tidak
> > pernah
> > > diusut tuntas siapa sebenarnya pelaku secara hukum yuridis formal,
> > > bandingkan dengan pelaku bom bali di Indonesia, diadili secara terbuka,
> > tim
> > > pembela diberi kesempatan untuk mengusut tuntas sehingga jelas siapa
> > pelaku
> > > yang sebenarnya bahkan vonis sudah dieksekusi. Bagaimana dengan USA ??
> > > dibiarkan misteri ? why pak Dul ??
> > >
> > > Dari segi pemberian kesempatan wanita duduk di pucuk pimpinan negara
> > (kasus
> > > gender) maka Indonesia, pakistan sudah pernah menempatkan perempuan
> > sebagai
> > > presiden atau perdana mentri, USA pernah enggak meloloskan perempuan
> > menjadi
> > > presiden USA ?.
> > >
> > > Wassalam
> > > Abdul Mu'iz
> > >
> > > Dari: abdul <latifabdul777@yahoo.com>
> > > Kepada: wanita-muslimah@yahoogroups.com
> > > Dikirim: Rabu, 18 Mei 2011 9:06
> > > Judul: [wanita-muslimah] Re: 'Mass sackings' in Bahrain crackdown
> > >
> > > Abdul Muiz==================Kalau tidak ada peristiwa 11/9 2001
> > > maka tidak ada serangan ke Iraq dan Afganistan..
> > >
> > > USA berhak memburu dan menegakan justice kepada rakyatnya..
> > > Kalau ada orang yang menyerang, wajib dibawa kepengadilan
> > >
> > > Yangsalah adalah OBL..dan Kolompok2 Islam Wahabi-Salfy supemacy ideology.
> > >
> > > salam

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com

Milis ini tidak menerima attachment.
.

__,_._,___

0 comments:

Post a Comment