110519
Upaya agar tidak salah memahami ayat al-Qur'an.
Bismi l-lahi r-rahmani r-rahiem.
Al-Qur'an memang diturunkan Allah SwT dalam bahasa Arab, oleh karena itu pada umumnya orang-orang Arab dapat mengerti dan memahaminya dengan mudah. Namun itu bukan jaminan bahwa semua orang yang berbahasa Arab dapat menangkap dengan benar apa yang terkandung dalam ayat-ayat al-Qur'an. Kita boleh yakin bahwa Qudamah yang diangkat sebagai gubernur Bahrain oleh Khalifah Umar bin Khaththab pasti pandai berbahasa Arab; sepantasnyalah beliau mengerti makna ayat-ayat al-Qur'an. Nyatanya oleh Jarud dilaporkan kepada Khalifah Umar bahwa Gubernur Qudamah itu minum khamar dan mabuk; Abu Hurairah juga menyaksikannya. Maka khalifah Umar pun memanggil sang gubernur, lalu menyidangkannya. Umar berkata: "Ya Qudamah, aku akan mendera engkau!". Qudamah pun membela diri dengan menjawab: "Seandainya aku meminum khamar sebagaimana yang mereka laporkan, tidak ada satu alasanpun bagi engkau untuk mendera". Umar menyahut: "Mengapa?" Dengan tenang Qudamah menjawab: "Karena Allah telah berfirman dalam surat al-Maidah ayat 93:
<TIDAK ADA DOSA BAGI ORANG-ORANG YANG BERIMAN DAN MENGERJAKAN AMALAN YANG SALEH KARENA MEMAKAN MAKANAN YANG TELAH MEREKA MAKAN DAHULU, APABILA MEREKA BERTAKWA SERTA BERIMAN, DAN MENGERJAKAN AMALAN-AMALAN YANG SALEH, KEMUDIAN MEREKA TETAP BERTAKWA DAN BERIMAN, KEMUDIAN MEREKA (TETAP JUGA) BERTAKWA DAN BERBUAT KEBAJIKAN. DAN ALLAH MENYUKAI ORANG-ORANG YANG BERBUAT KEBAJIKAN.>
Saya adalah orang yang beriman, mengerjakan amal shaleh, kemudian bertaqwa dan beriman, saya ikut bersama Nabi Muhammad SAW dalam perang Badar, perang Uhud, perang Khandak, dan peperangan yang lain"
Khalifah Umar berkata kepada yang hadir di persidangan itu: "Apakah tidak ada di antara kalian yang akan membantah perkataan Qudamah?
Berkatalah Ibnu Abbas: "Sesungguhnya ayat 93 surat al-Maidah itu diturunkan sebagai uzur bagi ummat pada masa sebelum ayat ini diturunkan, yang Allah berfirman:
<HAI ORANG-ORANG YANG BERIMAN, SESUNGGUHNYA (MEMINUM) KHAMAR, BERJUDI, (BERKORBAN UNTUK) BERHALA, MENGUNDI NASIB DENGAN PANAH, ADALAH PERBUATAN KEJI, TERMASUK PERBUATAN SYAITAN. MAKA JAUHILAH PERBUATAN-PERBUATAN ITU AGAR KAMU MENDAPAT KEBERUNTUNGAN.> (QS al-Maidah [5]: 90)
Dari gambaran di atas dapat difahami bahwa ternyata Ibnu Abbas lebih tahu ketimbang Qudamah dalam hal ayat 93 surat al-Maidah itu, termasuk sebab-sebab diturunkannya. Ibnu Abbas dapat menjelaskan bahwa setelah ayat 90 surat al-Maidah diturunkan, para shahabat saling bertanya-tanya tentang keadaan para sahabat yang telah terlebih dahulu meninggal, karena mereka itu dulu sering meminum khamar semisal Hamzah, paman Nabi yang gugur sebagai syuhada' dalam perang Uhud. Ada shahabat yang mengatakan bahwa Hamzah tetap berdosa karena perbuatannya yang telah lalu itu. Maka turunlah ayat 93 surat al-Maidah itu yang menyatakan bahwa ummat Islam yang meninggal sebelum turunnya ayat 90 surat al-Maidah itu tidaklah berdosa karena meminum khamar itu; adapun ummat sekarang berdosa jika meminumnya.
Jika Qudamah yang Gubernur Bahrain itu saja (yang pasti faham bahasa Arab) masih dapat bersikap karena salah menangkap makna ayat al-Qur'an, peluang tersalah pasti lebih besar lagi pada orang yang "sama sekali" tidak faham bahasa Qur'an, kalau dia mencoba memahami makna ayat al-Qur'an dari terjemahnya saja. Oleh karena itulah agar tidak terjadi kesalahan pemahaman, maka jangan merasa "puas" dengan membaca dari satu terjemahan saja; penterjemah satu dan lainnya juga sudah dapat tak sama penterjemahannya. Ini terjadi karena adanya perbedaan pemilihan kata terjemahnya, misalnya jika kata aslinya (dalam ayat) memang punya banyak arti. Apa lagi jika penterjemahan bukan hanya kata per kata (letterlijk),tetapi sudah menggunakan terjemah tafsiriyah. Di sinilah kita dituntut untuk lebih jeli, dalam memilih kitab terjemahan, ataupun juga ketika harus memilih kitab tafsirnya. Perbedaan penafsiran inilah yang selanjutnya dapat menimbulkan perbedaan pemahaman ayat, menjadikan orang berbeda dalam bersikap, yang kemudiannya dapat memunculkan tindakan-tindakan yang ekstrim.
Marilah kita benar-benar dapat menjaga diri; pepatah kita sudah mengingatkan "Karena nila setitik, rusak susu se belanga". Jangan sampai karena kesalahan sikap kita, ummat Islam terkena akibatnya.
Wa l-Lahu a'lamu bi sh-shawwab
========================================
SwT. = subhanahu wa ta-'ala (Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi kedudukanNya).
SaW. = shalla 'l-Lahu 'alaihi wa sallam (Semoga shalawat Allah dan salamNya terlimpahkan pada Rasulullah Muhammad).
*** Kutipan ayat-ayat diperoleh dari penelusuran menggunakan software sederhana: "Indeks Terjemah Qur'an" (2,5 MB).
========================================
Assalamu 'alaikum wr. wb.
Semoga sedikit uraian di atas bermanfaat.
Sebarkanlah pelita hikmah ini dengan forward langsung ataupun dengan mengajak bergabung di URL http://groups.yahoo.com/group/pelita-hikmah.
Jika Anda punya ataupun ingin kajian masalah tertentu untuk pegangan hidup silakan hubungi saya.
Wassalam,
dr. H.R.M. Tauhid-al-Amien, MSc., DipHPEd., AIF.
e-mail: tauhidhw@gmail.com
Jalan Kendangsari Lebar 48 Surabaya INDONESIA 60292
=====================
Dana aktivita/dakwah? Bergabunglah dalam http://www.asiakita.com/Pandu-HW
Untuk yang serius berbisnis, kunjungi http://www.esyariah.com/?id=tauhidhw.
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.






0 comments:
Post a Comment